
Beberapa hari kemudian.
Olivia yang tidak bisa lagi menemui dan menghubungi Rendy, ia nekat datang ke perusahaan Pradipta Grup. Ia yakin kalau Rendy pasti akan mau menemuinya.
"Mbak Oliv, apa kamu yakin mau menemui Mas Rendy disini?" Tanya asisten pribadi Olivia yang mencemaskannya.
"Kenapa nggak?" Jawab Olivia dengan penuh percaya diri lalu memakai kaca matanya dan membuka pintu mobilnya. "Kamu tunggu aku disini." Ucap Olivia sebelum turun dari mobil lalu segera berjalan masuk kedalam gedung megah perusahaan Pradipta Grup.
Ia menghela nafasnya panjang lalu melepas kaca matanya dan menatap takjub gedung megah yang kini telah dipimpin oleh kekasih tercintanya.
Kekasih tercintanya? Lebih tepatnya adalah mantan kekasih tercintanya. Hati dan pikiran Olivia terus menolak dan tidak terima kalau pada kenyataannya hubungan dirinya dengan Rendy telah berakhir.
Olivia kembali merasa menyesal karena berselingkuh dan menduakan Rendy. Meski ia mengatakan hanya mencintai Rendy, tapi dibelakang Rendy ia sering bermain dengan laki-laki lain. Apa itu masih bisa dikatakan kalau ia mencintai Rendy? Mencintai tapi berselingkuh? Itu tidak sangat tidak benar!
Satpam yang melihat ada wanita cantik dan sexy berdiri didepan pintu kaca besar perusahaan menghampiri Olivia.
"Permisi mbak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya satpam tersebut dengan sopan.
Olivia menoleh dan menatap satpam tersebut dengan senyum ramah sambil melepaskan kembali kaca mata yang baru saja ia pakai. "Saya mau ketemu sama pacar saya." Ucap Olivia dengan penuh percaya diri.
"Astaga! Mbak ini..Olivia kan? Olivia Alexandria model dan pemain film yang lagi viral itu kan?" Pekik satpam tersebut dengan terbelalak terkejut sekaligus senang karena ia merupakan pengagum Olivia di filmnya Yang saat ini sedang viral.
"Benar. Boleh saya masuk?" Jawab Olivia lalu bersiap ingin masuk.
"Eh tunggu dulu mbak! Pacar anda bekerja disini? Kalau boleh saya tau siapa namanya? Mungkin saya kenal dan bisa bantu memanggilnya." Tanya satpam tersebut dengan penuh perhatian.
Olivia tesenyum. "Namanya Rendy." Jawab Olivia dengan tersenyum lebar.
"Rendy?" Gumam satpam tersebut sambil berfikir dan mengingat-ingat nama Rendy.
"Iya. Rendy Fraja Pradipta. Bapak pasti sangat mengenalnya kan?" Ucap Olivia semakin melebarkan senyumnya.
Seketika satpam tersebut terbelalak dan terkejut ketika mendengar nama itu. "A..apa?! Jadi, Rendy..emm maksud saya Pak Rendy pimpinan perusahaan ini, pacar Mbak Olivia?!" Pekik satpam tersebut dengan wajahnya yang semakin terkejut.
"Iya. Jadi sekarang, bisa saya masuk ketemu Rendy?" Tanya Olivia dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
Satpam tersebut terdiam sejenak dan tampak kembali berfikir. Ia merasa bingung untuk membiarkan Olivia masuk kedalam menemui Rendy atau ia akan melapor terlebih dulu dan menanyakan apakah Rendy bisa ditemeui saat ini atau tidak?
Karena siapa saja yang ingin bertemu dengan Presiden Direktur harus membuat janji terlebih dulu.
Olivia yang memahami wajah bingung satpam tersebut, ia menghela nafasnya. "Bapak nggak perlu bingung. Saya sudah ada janji dengan Rendy. Dia yang meminta saya kesini." Ucap Olivia dengan santai agar tidak terlihat kalau ia sedang berbohong. Lalu ia melihat jam dipergelangan tangannya. "Sebentar lagi jam makan siang, jadi saya kesini memang ingin makan siang bersama pacar saya." Lanjut Olivia berusaha meyakinkan satpam tersebut.
"Kalau begitu, mari saya antar Mbak Olivia keruangan Pak Rendy."
Akhirnya satpam tersebut merasa yakin dan berinisiatif mengantar Olivia menuju ruangan President Direktur.
"Terimakasih Pak." Ucap Olivia dengan tersenyum sambil memakai kaca matanya kembali.
Satpam tersebut memimpin jalan memasuki gedung megah Pradipta Grup mengantar Olivia. Saat melewati resepsionis, satpam dihentikan lalu berbalik dan berjalan keresepsionis.
"Saya mau antar Mbak Olivia ketemu Pak Rendy." Ucap satpam kepada wanita cantik yang berjaga dibalik meja resepsionis.
"Mbak Olivia bilang kalau dia sudah ada janji dengan Pak Rendy. Pak Rendy yang memintanya datang kesini katanya." Ucap satpam tersebut dengan mencondongkan kepalanya dan sedikit berbisik kepada resepsionis tersebut.
"Tapi masalahnya, Pak Rendy sedang keluar menemui kliennya Pak." Ucap resepsionis tersebut sambil melirik Olivia yang berdiri menunggu sambil mengamati sekelilingnya.
"Oh iya! Kenapa saya lupa ya?" Ucap satpam tersebut sambil menepuk jidatnya karena lupa kalau tadi melihat mobil Rendy keluar dan belum kembali lagi.
Ia kemudian melangkah mendekati Olivia. "Mbak Olivia, maaf ya? Pak Rendynya ternyata sedang keluar tadi dan belum kembali." Ucap satpam tersebut merasa tidak enak.
"Oh. Kalau gitu biar saya nunggu diruangannya aja bisa?" Tanya Olivia dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
"Ya sudah, mari saya antar Mbak!"
...
Olivia melihat sekeliling ruangan kantor Presiden Direktur setelah satpam tadi mengantarnya lalu pamit pergi untuk kembali berjaga di pos.
Ia kembali menatap takjub dan semakin kagum dengan Rendy. Ia semakin menginginkan Rendy untuk kembali kepadanya dan menjadi miliknya.
'Ceklek'
"Kamu atur saja semuanya dan ...."
Ketika Rendy masuk sambil bicara dengan Siska, seketika ucapannya terhenti dan ia merasa terkejut melihat Olivia yang sudah berdiri didalam ruangannya sedang menatapnya dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.
"Kamu ngapain disini?" Seru Rendy dari ambang pintu menatap Olivia.
Eh dia kan bukannya artis yang lagi viral itu kan? Olivia..ya Olivia Alexandria. Kenapa ada disini? Didalam ruangan Pak Rendy?
Tanya Siska dalam hati dengan menatap lebar Olivia karena juga merasa terkejut.
"Hai honey! Maaf kalau kedatanganku mengejutkanmu." Ucap Olivia masih dengan tersenyum dan melangkah mendekati Rendy. "Aku kangen banget sama kamu." Lanjutnya lalu memeluk Rendy.
Namun dengan cepat Rendy melepaskan pelukannya.
"Siska, kamu boleh pergi." Ucap Rendy dan Siska pun segera pamit lalu keluar dengan pikiran yang terus bertanya-tanya.
Rendy menutup pintunya dan menatap Olivia dengan tidak suka. "Siapa yang mengijinkanmu masuk keruanganku?" Tanya Rendy dengan wajah dinginnya.
"Honey, jangan marah. Aku terpaksa kesini karena kamu sulit banget dihubungi. Aku kangen sama kamu." Ucap Olivia lalu memeluk kembali Rendy dan mengecup pipinya seolah ia merasa kalau hubungannya masih baik-baik saja dengan Rendy.
Rendy segera melepaskan pelukannya. "Cukup Oliv! Aku udah bilang sama kamu untuk berhenti memanggilku honey! Apa kamu lupa kalau hubungan kita udah berakhir?" Tanya Rendy dengan kesal.
"Itu menurutmu! Bagiku, kamu masih tetap pacar aku Ren! Aku nggak mau putus dari kamu!" Ucap Olivia dengan keras.
Rendy menghela nafasnya panjang berusaha untuk tetap tenang dan mengatur emosinya. Ia tidak ingin sampai mengeluarkan kata-kata kasar yang akan menyakiti Olivia. Bagaimanapun juga Olivia adalah seorang wanita dan Rendy bukan tipe laki-laki yang akan menyakiti wanita. Meski wanita yang pernah sangat dicintainya ini telah menyakiti hatinya dan membuatnya kecewa.
"Terserah! Itu bukan urusanku! Sebaiknya, sekarang juga kamu pergi dari sini. Aku sangat sibuk dan banyak pekerjaan!" Ucap Rendy dengan acuh dan wajah dinginnya lalu berjalan dan duduk dikursi kebesarannya.
................