Because, I Love You

Because, I Love You
#75



Rendy yang masih terus menatap Kirana dan Haris yang berjalan masuk kedalam Cafe lalu duduk disudut ruangan dekat jendela. Mereka memang sangat akrab. Melihat kedekatan mereka dengan Kirana yang selalu tersenyum bahkan tertawa saat bersama Haris, membuat hati Rendy merasa tidak nyaman.


Cemburu? Mungkin itu yang dirasakan oleh Rendy.


Ingin sekali Rendy menghampiri meja mereka dan langsung membawa Kirana pergi menjauh dari Haris. Tapi, untuk saat ini, Rendy tidak bisa melakukan itu. Dia tidak berhak mengatur hidup Kirana.


Rendy baru saja melakukan siaran langsung konferensi persnya, mengumumkan calon istrinya. Tapi, sama sekali tidak menyebutkan siapa namanya. Belum ada yang mengenali wajah Kirana.


Kalau saja dia membuat keributan, mungkin saja ada yang mengenalinya dan pasti akan menjadi masalah besar.


Dia juga masih belum berhak marah kepada Kirana dengan alasan kalau dia cemburu? Dia saja masih belum benar-benar membuat Kirana yakin dengan meseriusannya.


"Ah, aku ingat sekarang. Dia yang malam itu nyamperin kamu di Club kan Ren?" Tanya Lena setelah mengingat-ingat wajah Kirana yang tidak asing lagi baginya.


"Hmm." Jawab Rendy dengan sedikit mengangguk.


"O ya Ren, aku jadi inget pengen tanya ke kamu." Ucap Lena sambil menatap wajah tampan Rendy.


"Tanya aja." Ucap Rendy datar.


"Kamu ada hubungan apa sih sama cewek itu? Aku perhatiin malam itu, dia keliatan khawatir sama kamu. Dan kayaknya, dia juga perhatian banget sama kamu."


Rendy menghela nafasnya dan menatap Lena. "Pertanyaan kamu ini nggak mutu banget." Ucap Rendy dengan tersenyum sinis. Dia enggan menjawab pertanyaan Lena. Karena meskipun Kirana perhatian dan khawatir kepadanya, mungkin hanya sekedar rasa simpati palsu saja.


"O ya, satu lagi." Ucap Lena setelah meminum cocktailnya. "Kalo calon istrimu tau, kamu deket sama aku, apa dia nggak marah? Bukannya belum lama tadi, kamu ngumumin ke publik tentang calon istrimu?" Lanjutnya dengan menatap Rendy.


Rendy kembali tersenyum sinis dengan wajah dingin. "Udahlah, nggak usah bahas masalah itu." Ucap Rendy kemudian melihat sekilas jam dipergelangan tangannya. "Aku masih ada urusan. Apa kamu udah selesai?" Lanjutnya bertanya pada Lena.


Rendy sengaja mecari alasan karena tidak ingin berlama-lama bersama Lena. Ditambah lagi harus melihat Kirana yang sedang berduaan dengan Haris.


"Udah." Jawab Lena yang selalu tersenyum manis kepada Rendy.


Rendy memanggil pelayan dan membayar semua pesanannya. Kemudian dia dan Lena bangkit berdiri dan berjalan beriringan keluar meninggalkan Cafe.


"Ki, liat tuh!" Haris menunjuk kearah Rendy yang sedang berjalan keluar bersama seorang wanita cantik dan sexy.


"Apa kak?" Tanya Kirana sambil menoleh dan melihat kearah pintu.


Hatinya kembali merasa kacau. Sial!


Kenapa harus melihat Rendy bersama Lena lagi? Dia berniat pergi keluar jalan-jalan ingin mengusir bayangan mereka yang terus muncul dipikirannya. Tapi baru saja dia melupakan bayangan itu, kenapa harus melihat mereka lagi?


"Ki?" Haris memanggil Kirana. "Kamu, baik-baik aja?" Tanyanya karena melihat wajah Kirana yang tiba-tiba menjadi muram dan sedih.


"Aku, baik-baik aja kok kak. Kenapa emangnya?" Tanya balik Kirana dengan memaksakan senyumnya.


Haris tersenyum lembut kepadanya. "Enggak. Cepet habisin makananmu. Keburu tutup ntar supermarketnya." Jawab Haris dan Kirana mengangguk sambil tersenyum.


Meskipun mengelak, tapi Haris cukup tau saat memperhatikan raut wajah Kirana yang berubah ketika melihat Rendy sedang bersama perempuan lain.


Haris memang menyimpan perasaan yang begitu dalam terhadap Kirana. Tapi, melihat Kirana yang menjadi sedih seperti ini saat melihat Rendy jalan bersama perempuan lain, membuat Haris menyadari kalau ternyata Kirana menyukai Rendy.


Haris mencintai Kirana, tapi Kirana mencintai Rendy dan Rendy bersama perempuan lain.


Entah apa yang akan terjadi nanti dengan perasaan mereka?


Yang jelas, saat ini Haris lebih mengenal Kirana dari pada Rendy. Haris juga yang lebih dekat dengan Kirana dari pada Rendy. Tidak tau nantinya apakah Kirana akan bersamanya atau bersama Rendy?


Semua tidak ada yang tau. Mungkin hanya author saja yang tau dengan takdir mereka. 😁


"Aku udah kenyang Kak. Aku bayar dulu ya?" Ucap Kirana sambil melambaikan tangannya memanggil pelayan lalu mengambil dompet didalam tasnya.


"Biar aku aja, Ki." Ucap Haris sambil menahan tangan Kirana.


"Eh nggak bisa kak! Kan aku udah janji mau traktir kak Haris." Jawab Kirana merasa tidak terima.


"Iya deh iya! Tapi, lain kali aku yang bayar ya?!" Ucap Kirana dengan menaikkan jari telunjuknya kepada Haris.


"Iyaaaaa." Jawab Haris kemudian mengambil dompetnya disaku celananya dan membayar.


Setelah membayar, mereka segera beranjak dan berjalan keluar dari Cafe.


"Gimana kak? Makanannya enak nggak?" Tanya Kirana sambil berjalan menuju parkiran.


"Lumayan enak." Jawab Haris apa adanya.


Haris menyodorkan Helm untuk Kirana setelah berdiri disamping motor maticnya. Kemudian dia memakai helmnya dan menaiki motornya disusul oleh Kirana yang naik dan duduk dibelakang Haris.


"Jadi? Mau ke supermarketnya?" Tanya Haris untuk memastikan.


"Besok aja kak aku ke supermarketnya. Aku pengen jalan-jalan dulu." Jawab Kirana dan Haris mengangguk.


"Kalo gitu, aku ajak kamu muter-muter gimana?" Tanya Haris sambil menyalakan mesin motornya.


"Pusing dong kak kalo muter-muter." Jawab Kirana dengan tertawa renyah.


"Kamu ini." Haris pun ikut tertawa.


"Terserah kak Haris aja deh mau kemana." Ucap Kirana dengan tersenyum manis.


Haris pun segera melajukan motor maticnya meninggalkan parkiran Cafe. dan mengajak Kirana berkeliling kota metropolitan yang selalu ramai ini.


Dipertengahan jalan, Haris merasa ada yang mengikutinya. Dia melirik ke kaca spionnya dan mendapati ada sebuah mobil sport berwarna gelap seperti sedang mengikutinya.


Merasa hanya perasaannya saja, Haris menambah sedikit kecepatannya dan berbelok. Tapi ternyata dugaannya tidak salah. Mobil sport itu memang mengikutinya.


"Kirana!" Seru Haris memanggil Kirana.


"Ya kak? Kenapa?"


"Pegangan ya!" Pinta Haris dan Kirana memegang pinggangnya.


Haris menambah kecepatan motor maticnya membuat Kirana terkejut dan mencengkeram jaket Haris. "Kak! Kenapa ngebut sih?!" Teriak Kirana.


"Ada mobil yang ngikutin kita dari lampu merah perempatan jalan tadi!" Jawab Haris juga dengan berteriak karena dia sedang ngebut menghindari mobil sport yang sedang mengikutinya.


Sontak, Kirana menoleh kebelakang dan dia terbelalak karena sangat mengenali mobil yang mengikutinya.


"Itu kayak mobil Mas Rendy?" Gumamnya pelan sambil menatap mobil sport milik Rendy yang terus mengikutinya.


Kirana kembali menatap kedepan. "Kak, lebih kenceng lagi!" Teriak Kirana meminta Haris menambah kecepatan motor maticnya.


"Kamu pegangan yang erat!" Teriak Haris dan Kirana langsung memeluk erat Haris meski hatinya merasa ragu melakukannya.


Haris sedikit terkejut saat Kirana memeluknya erat. Ada senyum diwajah tampannya kemudian dia menambah kecepatan motor maticnya.


Didalam mobil sport, Rendy menggertakkan giginya melihat Kirana yang memeluk Haris seperti itu.


Rendy membunyikan klakson mobilnya, bermaksud meminta Haris untuk berhenti.


Tapi, bukannya berhenti. Haris malah semakin ngebut menghindari kejaran mobilnya.


Motor matic Haris tentu saja tidak bisa mengalahkan kecepatan mobil sport Rendy.


Rendy sekali lagi membunyikan klaskson mobilnya kemudian menyalip motor Haris dan tiba-tiba mengerem lalu berhenti didepannya.


Hampir saja, motor matic Haris menabarak mobil sport Rendy kalau saja Haris tidak langsung mengerem.


................