Because, I Love You

Because, I Love You
#BILYS3 193



Di pusat pembelanjaan aku dan Irgy mulai memilih segala macam keperluan untuk pesta ulang tahun puteriku, Pelangi. Hingga kami beranjak ke sebuah butique terkenal untuk memilih sebuah gaun yang cocok untuk Pelangi.


"Fanny..."


Aku menoleh seketika saat seseorang memanggil namaku dan menyentuh bahu ku dari belakang.


"A,abeel..."


"Kyaaaaaa... Fanny, iih I miss you so much baby. Kau apa kabar???"


"Aku baik, aku juga sangat merindukan mu Abel. Cih, kau jahat. Sejak kapan kau di indonesia? Kau tidak mengabari ku, kau menghilang begitu saja. Kau menyebalkan, aku kesal."


"Oooh, baby. Jangan begitu, ehm. Maafkan aku, belum sempat mengabari mu. Aku baru saja tiba di Indonesia, Fanny. Tadinya aku ingin memberikan sureprise pada mu, aah.. Malah bertemu disini. Hemm, ya sudah lah."


"Kau memang menyebalkan. Aku marah,"


"Hey, ayo lah. Kau jadi tidak cantik lagi, eh melihatmu kembali aku sedikit takjub. Kau tetap cantik seperti dulu, Fanny. Aku iri, ih.. Kau lihat aku, mulai muncul garis-garis penuaan di wajah ku. Padahal aku sering melakukan perawatan mahal,"


"Hahaha, astaga... Kau ini, masih saja." Kembali aku memeluknya. Aku sungguh bahagia bisa kembali bertemu dengan Abel, setelah sekian tahun lamanya.


"Eh, ibu Abel? Anda sudah di Indonesia?" Sapa Irgy kemudian setelah kembali menghampiriku.


"Tuan Irgy, apa kabar? Ya, aku baru tiba di Indonesia."


"Kabar saya baik, Bu. Anda kemari dengan suami?"


"Ehm, seperti biasa. Dia langsung menyibukkan diri di kantor baru nya di dekat butique ini."


"Ehm, Abel. Jika kau dan suami mu sudah kembali ke Indonesia, lalu Tama..."


"Hemm, apa kau juga merindukan putera ku yang tampan itu? Kau tidak akan mempercayainya jika itu adalah Tama, putera ku. Bahkan dia sudah lebih dulu di Indonesia, hahaha. Dia sangat senang sejak mengetahui kami akan kembali ke Indonesia, Fanny."


"Sungguh? Astaga, keterlaluan. Kenapa tidak menemui ku hah? Ini adalah kabar yang baik, aku yakin Pelangi akan bahagia mendengarnya. Ehm, kebetulan aku ingin mengundangmu di acara pesta ulang tahun Pelangi yang ke 17 nanti. Datanglah dengan Tama, aku ingin memberikan kejutan untuk puteriku, Pelangi."


Abel mengiyakan dengan antusias, namun dalam hati Abel bergumam.


Maafkan aku, Fanny. Aku jadi ikut serta dalam permainan putera ku Tama. Bahkan aku sudah mengetahuinya lebih dulu, jika Pelangi akan berulang tahun. Aku akan menjelaskan nya nanti padamu. Ku harap ini akan menjadi awal yang baik pula nantinya.


"Baiklah, sampai jumpa nanti Fanny. Aku masih sangat rindu, tapi sepertinya kau jugs sibuk. Sedang aku juga harus membereskan rumah baru ku, biasa lah.. Anak cowok, rumah baru kami begitu hancur. Fiuht..." Ujar Abel mengeluh.


"Hahaha, aku jadi lebih ingin cepat bertemu Tama. Dia pasti sangat tampan dan tumbuh dewasa di usianya saat ini,"


"Hem, kau akan mengetahuinya nanti. Aku akan membawanya saat ulang tahun cantik ku, Pelangi."


Lalu kemudian kami berpisah kembali setelah berjanj dan membuat rencana yang begitu matang untuk pesta ulang tahun Pelangi nanti.


🌻🌻🌻


Di sekolah Pelangi...


"Princess Cold, jadi tema pesta apa yang kau ingin kan nanti?" Tanya Lisa dengan antusias.


"Bagaimana jika tema Disney saja, hihi. Aku lihat di kamar Pelangi banyak berbagai benda dengan karakter itu."


"Aw, itu ide bagus Jeens. Aku akan memilih kostum donal, hahaha aku pasti sangat menggemaskan nantinya." Ujar Lucas dengan berputar-putar.


Namun yang ada dalam pikiran Pelangi setelah mendengar ucapan itu semua, mendadak terbayang kembali pada saat pertama kali dia liburan di LN. Yang juga menjadi awal perpisahannya dengan Lucky secara paksa. Pelangi tak kuasa lagi membendung air matanya, melihat hal itu Joe berusaha mengejutkan Pelangi agar tidak sampai menangis di depan para sahabatnya.


"Ehm, Bagaimana jika aku memakai kostum Power Rangers saja?"


Sontak membuat ketiga sahabat Pelangi tertawa dan itu membuat Pelangi terhentak hingga sadar dan fokus kembali.


"Aku... Ehm, bisakah aku memilih tema yang aku inginkan?" Ucap Pelangi, membuat semua tercengang. Ini kali pertama dia memberikan sebuah ucapan menentang. Karena hatinya teringat akan sosok Lucky yang selalu bercerita saat masa kecil dulu tentang sebuah negeri dongeng.


"Bo,boleh. Tentu boleh Princess Cold, ini pesta mu." Ujar Lisa dengan gelagapan.


"Aku ingin pesta dengan tema sebuah negeri dongeng."


"Wow !!!" Ujar Joe menyeru kemudian.


"Kyaaaaaaa... Aku suka itu," Jawab Lisa dengan berteriak manja kemudian memeluk tubuh Pelangi, yang di susul oleh Lucas dan Jeni. Dan Pelangi tersenyum tipis, para sahabatnya begitu antusias dan sudah tidak sabar.


"Dih, manisnya..."


Tanpa sengaja Joe reflek memuji senyuman Pelangi yang dianggapnya kali ini berbeda, senyumnya meski terkesan memaksa namun sangat tulus dan manis. Dengan cepat Joe menutup mulutnya, beruntung tidak ada satupun dari mereka yang mendengar ucapannya tadi.


Dan satu hari berlalu...


Di hari kedua Pelangi beserta ketiga sahabatnya hendak mencari segala perlengkapan untuk di pesta ulang tahun Pelangi. Pulang dari sekolah mereka sepakat untuk menuju sebuah pusat pembelanjaan terbesar dan terlengkap.


"Aku ikut ya? Boleh enggak?" Tanya Joe kemudian.


"Terserah kau saja." Balas Pelangi dengan terus melangkah keluar.


"Ayo Joe, ikut saja. Kau bisa menyesuaikan kostum yang cocok dengan mu nanti," Jawab Jeni dengan senyuman. Karena dalam hatinya dia juga berharap akan berpasangan dengan Joe nantinya.


"Hemm, terimakasih Jeni." Balas Joe, yang kemudian Lisa melirik ke arah Jeni yang tersenyum manis pada Joe.


Tiba di tempat, mereka mulai berpencar dan mencari keperluan masing-masing. Pelangi menuju ke sebuah pusat accessories, karena untuk gaun pestanya telah di siapkan oleh mama dan papa nya.


"Kau coba yang ini saja, sepertinya ini cocok. Karena kau memiliki rambut yang begitu indah di usia mu."


Tiba-tiba seorang laki-laki dewasa, dengan postur tubuh yang tinggi tegap, menghampiri Pelangi dan memberikan sebuah hiasan di rambut untuk Pelangi. Membuat Pelangi sedikit terkejut juga tercengang akan ketampanan laki-laki tersebut. Senyumnya begitu hangat dan manis bagi Pelangi dengan gigi gingsul yang nampak di ujung senyumnya.


"E,eh.. Sory, anda..."


"Aku tanpa sengaja melihat mu sejak tadi kebingungan memilih begitu banyak accessories ini. Aku memilihkannya untuk mu, Nak. Jika kau berkenan, kau bisa mencobanya." Jawab nya dengan tersenyum kembali pada Pelangi.


"Te,terimakasih om. Aku akan mencobanya," Ucap Pelangi sembari meriah hiasan itu. Kemudian dia meletakkannya di atas rambutnya, dia mencoba memandangi wajahnya sendiri di depan sebuah cermin yang tersedia di depannya.


"Kau suka?" Tanya orang itu kembali.


"Hemm, ini manis. Aku akan memilihnya, terimakasih om." Jawab Pelangi dengan santun menundukkan setengah tubuhnya membungkuk.


"Senang karena kau juga menyukainya, Nak."


"Ehm, saya duluan ya om." Ujar Pelangi berpamitan kemudian. Sosok laki-laki tersebut menanggapinya dengan senyuman hangat dan melambaikan tangan pada Pelangi.