
Semua orang diperusahaan Pradipta Group akhirnya mengetahui kedekatan antara pimpinan mereka yang sangat dikagumi dengan karyawan perempuan dibagian staff keuangan, yaitu Kirana.
Ada perasaan kecewa, cemburu dan iri. Tapi mereka bisa apa? Hanya bisa diam dan berharap dalam benak mereka kalau hubungan antara pimpinan tampan idola mereka dengan Kirana si gadis kampungan itu tidak akan bertahan lama. Memang jahat sekali doa mereka. Karena mereka juga sedang bersaing untuk mengambil hati sang Presdir muda nan super tampan itu.
Intinya, sebelum janur kuning melengkung dan sebelum adanya ijab qabul, Rendy masih bisa diperebutkan. Pikir mereka.
Rendy menggendong Kirana ala bridal dihadapan semua karyawannya yang masih berdiri disana setelah mereka membully Kirana dengan begitu tega.
Setelah Rendy membawa Kirana pergi, mereka segera bubar dan kembali bekerja. Kirana sudah menganggap masalah ini selesai karena mereka sudah meminta maaf kepadanya.
Kirana duduk bersandar didalam mobil disamping Rendy yang sedang fokus menyetir mengantarnya pulang. Kirana menghela nafasnya dengan lemah. Hari ini benar-benar sangat membuatnya begitu lelah, sakit luar dalam juga emosi. Tapi Kirana tetap terlihat begitu tenang dan tidak menunjukkan kemarahannya kepada semua teman-teman kerjanya.
Rendy sekilas menoleh melihat wajah Kirana yang begitu murung tidak seceria sebelumnya. "Udah, jangan sedih."
Kirana mendengus pelan dan melirik Rendy. "Aku cuma nggak nyangka mereka akan setega itu sama aku. Kalau nggak ada kamu, aku nggak tau apa yang akan terjadi sama aku selanjutnya." Selain marah dengan sikap mereka, Kirana juga merasa takut dengan serangan dari mereka terhadapnya.
"Nggak ada aku pun, aku akan pastikan mereka nggak akan pernah berani nyakitin kamu lagi." Ucap Rendy sekilas menoleh dan tersenyum pada Kirana sambil mengusap kepalanya.
"Eh Mas, jangan pegang. Aku kotor!" Kirana langsung menepis tangan Rendy karena dirinya begitu kotor dan lengket akibat ulah brutal mereka yang menyiraminya dengan berbagai macam minuman yang mereka bawa. Kopi, jus, minuman bersoda, air mineral semuanya membasahi rambut dan tubuhnya. Kirana terlihat begitu menyedihkan sekali. Seperti anak ayam yang habis tercebur didalam got berlumpur.
"Bahkan aku gendong kamu tadi, Ki!" Protes Rendy dengan melirik Kirana merasa tidak suka dengan penolakan Kirana.
"Ya kan karena aku pengen lihat gimana muka kesel dan kecewa mereka saat kamu gendong aku didepan mereka semua. Hehe." Ucap Kirana sambil terkikik geli merasa senang melihat reaksi mereka yang begitu kesal dan cemburu kepadanya.
"Dasar! Lagian kenapa tadi kamu diem aja sih? Tunjukin kalau kamu itu juga bisa lebih bar-bar dan tampar mereka satu per satu!" Rendy menjadi kesal kepada Kirana yang tadi terlihat lemah tidak berdaya. Tidak seperti Kirana yang sering mengajaknya ribut bahkan pernah menamparnya dengan sangat kejam.
Kirana mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya. Dia pun terdiam karena merasa sangat lelah luar dalam.
Mobil sampai dipinggir jalan depan gang kampung Anggrek tempat tinggal Kirana.
Rendy membukakan sabuk pengaman Kirana lalu turun dan dengan cepat sudah membukakan pintu untuk Kirana. Membungkukkan badan lalu ingin menggendong Kirana lagi. Tapi, Kirana menahan lengan berototnya. "Mas, aku mau jalan sendiri aja. Malu ah diliatin banyak orang kalau harus digendong."
Rendy hanya diam dan mengangguk pelan menuruti permintaan kekasihnya ini. Dia mengulurkan tangannya dan Kirana memegang erat tangan Rendy lalu keluar dari mobil dengan pelan.
"Kamu yakin bisa jalan?" Tanya Rendy sambil merangkul Kirana menahan tubuh mungilnya agar tidak terjatuh.
"Kan ada kamu yang pegangin aku." Jawab Kirana dengan menyengir membuat Rendy langsung mencubit hidungnya karena gemas. "Aduh Mas! Sakit ih!"
Rendy hanya terkekeh dan mereka berjalan pelan memasuki gang dengan Kirana yang melingkarkan lengannya dipinggang Rendy dan Rendy merangkul Kirana.
Rambut dan tubuh yang masih terlihat basah juga kotor dengan memakai jas milik Rendy yang terlihat kedodoran ditubuh mungilnya. Tatapan mereka seolah sedang bertanya dalam hati: "Apa yang terjadi dengan Kirana?"
Kirana yang ramah dan murah senyum saat berjalan melewati mereka, dia menunduk dan tersenyum. Rendy pun melakukan hal yang sama untuk menghormati dan menghargai mereka sebagai tetangga Kirana.
Sesampainya didepan rumah, Kirana membuka pintunya dan masuk bersama Rendy. "Mas, kamu kalau mau balik ke kantor lagi nggak apa-apa. Makasih banyak ya untuk hari ini." Ucap Kirana dengan tersenyum manis.
Rendy menghela nafasnya masih merangkul Kirana. "Nggak mungkin aku ninggalin kamu sendirian dalam keadaan seperti ini."
"Tapi aku nggak apa-apa kok Mas. Aku udah terbiasa sendiri. Waktu pertama ketemu kamu, aku kan juga sempet keseleo dan sendirian aja dirumah."
"Sekarang kan beda. Udah, kamu nggak usah bawel deh! Sebaiknya cepet mandi sana!"
Kirana mendengus lagi dan melepaskan tangannya yang melingkar diperut six pack Rendy lalu berjalan dengan pincang masuk kedalam kamarnya.
Rendy masih berdiri ditempat memperhatikan Kirana hingga Kirana keluar dari kamar dengan membawa handuk dan pakaian ganti.
"Mas, kamu duduk aja dulu. Atau kamu mau minum? Aku buatin dulu deh."
"Udah nggak usah! Buruan sana mandi! Bisa kan?" Tanya Rendy dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Ya bisa lah! Kalau nggak bisa pasti kamu mau cari kesempatan kan? Hayo ngaku!"
Rendy hanya terkekeh lalu menangkup wajah Kirana dan mencubit kedua pipinya dengan gemas. "Pinter banget sih kamu bisa nebak pikiran aku."
"Aduh Mas! Sakit!" Pekik Kirana sambil menepis tangan Rendy dan cemberut.
"Udah sana buruan mandi! Atau kamu memang pengen aku mandiin? Aku sih sama sekali nggak keberatan." Ucap Rendy dengan santai dan mengedipkan sebelah matanya menggoda Kirana.
"Hizzz apaan sih? Dasar Bos mesum!"
Kirana pun segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.
................
Hallo readers!
Mohon maaf, si otor gak bisa UP tiap hari. Mohon pengertiannya ya. Dan makasih banget udah setia menunggu kelanjutan ceritanya dan masih mengikuti karya otor ini. Semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan..aamiin 😇🥰