
Kejadian itu membuat Huan Caiyi panik dan bergegas mendekat ke arah Lin Yan. Tetapi, ketika ia mendekat, ia dihempaskan oleh qi kuat dalam jumlah yang sangat besar.
Huan Caiyi sangat terkejut dan mencoba mendekat sekali lagi. Tetapi, kini ada tampak qi yang menutupi tempat itu dan menghalangi siapa saja untuk mendekat.
Jurang itu pun langsung diisi oleh qi jenis yang sama. Tetapi kali ini, kepadatan qi di tempat itu menjadi empat sampai lima kali lebih banyak dari sebelumnya.
Tangan Lin Yan yang bersentuhan dengan tulisan-tulisan kuno itu pun tampak hangus dan darah keluar dari pori-porinya.
Darah itu terus menetes dan menutupi sedikit demi sedikit tulisan kuno yang tertulis di sekitar altar. Lin Yan sama sekali tidak berhenti berteriak karena rasa sakit yang luar biasa untuk pertama kalinya ia rasakan untuk seumur hidupnya. Rasa sakit itu sungguh tidak tertahankan seperti tubuhnya bisa meledak kapan saja karena qi dalam jumlah yang sangat besar meresap ke setiap sel-sel di tubuhnya.
“Yan'er!” Huan Caiyi berteriak histeris saat melihat kondisi adik kecilnya itu. Ia pun menangis keras karena tidak bisa berbuat apa-apa. Ia terus mencoba mendobrak qi yang menghalanginya untuk masuk tetapi tetap saja tidak bisa.
Ketika darah Lin Yan telah menutupi semua tulisan-tulisan kuno itu, guncangan hebat terjadi sekali lagi.
Kali ini Lembah Naga bergetar lebih keras dari sebelumnya. Altar yang menjadi tempat diletakkannya kulit naga itu perlahan turun ke bawah.
Saat itu terjadi petir hitam menyambar di mana-mana ke arah kulit naga yang sedang di bawa oleh altar turun ke bawah.
Setelah masuk sepenuhnya, guncangan berhenti dalam waktu beberapa detik dan petir yang menyambar pun berhenti. Beberapa saat kemudian, guncangan terjadi sekali lagi dan altar baru perlahan naik ke permukaan.
Kulit naga sebelumnya yang berada di altar pun menghilang digantikan oleh sebuah altar kecil dengan tiang batu berbentuk segi empat setinggi 2 meter yang muncul.
Zhep!
Pilar-pilar berhenti bersinar dan tangan Lin Yan pun terlepas dari tulisan-tulisan kuno itu.
Blug!
Lin Yan langsung terjatuh dan tidak lagi sadarkan diri. Tangan kanannya terlihat hangus dan sebagian dari tubuhnya tampak masih menempel darah dalam jumlah yang lumayan besar. juga, qi yang menutupi tempat Lin Yan berada pun telah lenyap sepenuhnya.
“Yan'er!” Teriak Huan Caiyi dengan tangisan. Ia langsung bergerak karena tidak ada lagi penghalang yang menghalanginya untuk mendekat. Ketika mencapai tempat Lin Yan berada, tubuh Huan Caiyi bergetar hebat karena melihat kondisi adik kecilnya itu.
Huan Caiyi pun langsung memeriksa nafas Lin Yan karena sangat takut bahwa adiknya itu akan mati begitu saja.
Setelah memeriksa, Huan Caiyi tau bahwa Lin Yan masih hidup dan langsung mengeluarkan banyak benda-benda dari cincin ruangnya untuk memberi pertolongan pertama kepada Lin Yan.
**
Sementara itu, Liubo, Gozu dan Dongzha sedikit ketakutan saat terjadi getaran yang sangat kuat dan petir menyambar di sekitar jurang.
“Apa yang sedang terjadi?” Teriak Liubo sedikit takut dengan fenomena tersebut.
“Jika kau bertanya padaku, pada siapa aku bertanya?” Gozu yang tidak tau bagaimana harus merespon, bertanya balik dengan nada tidak senang. Tubuhnya juga gemetaran sedikit karena ada qi luar biasa yang tampak seperti menekan mereka sebelumnya.
Ketiganya berhenti dalam beberapa menit dan menghela nafas lega karena tidak ada fenomena lain yang terjadi lagi.
“Asal dari fenomena itu pasti dari bawah sana. Apakah kita harus turun?” Tanya Liubo.
“Apa kau gila? Apakah kau tidak melihat apa yang terjadi sebelumnya? Bisa jadi kita mati di bawah sana!” Teriak Gozu.
“Tunggu dulu, jika itu hanya fenomena, bukankah mungkin sesuatu telah muncul di bawah sana? Mungkinkah itu harta Karun pemilik tempat ini sebelumnya?” Tanya Dongzha.
“Ya. Aku membuat prediksi seperti itu. Kita telah kehilangan jejak kedua anak itu. Kemungkinan keduanya saat ini berada di bawah sana.” Liubo mengangguk setuju.
“Lebih baik kita tidak masuk ke sana. Lagi pula, kedua anak itu pasti akan naik ke sini. Lebih baik kita menunggunya.” Gozu memberikan saran terbaik.
Liubo dan Dongzha pun berpikir sejenak dan merasa itu adalah keputusan yang lebih baik. Jika keduanya tidak kunjung terlihat, berarti sesuatu di tempat itu sangatlah berbahaya. Lebih baik menurut mereka mencari aman.
**
Di luar Lembah Naga, Patriak klan Zhu beserta beberapa Tetua lainnya pun langsung bergerak karena telah menunggu sesuatu terjadi di Lembah Naga.
Semua dari mereka adalah para anggota klan tingkat tinggi yang dikerahkan oleh Patriak untuk masuk ke Lembah Naga.
Walaupun hanya spekulasi, Patriak klan Zhu tidak akan melewatkan kesempatan untuk melihat karena merasa bahwa warisan klan Zhu utama telah muncul. Sebagai klan cabang, semuanya tentu merasa bahwa warisan yang ada di lembah Naga adalah milik mereka.
Ketika mencapai pinggiran Lembah Naga, Patriak klan Zhu berhenti sejenak dan semua Tetua pun sama.
“Catatan yang di tinggalkan oleh Patriak di zaman kuno memang benar. Kita sebagai anggota klan cabang suatu hari akan menikmati warisan utama ketika fenomena terjadi. Patriak di zaman dulu mengatakan bahwa ketika warisan klan Zhu terlihat, itulah saat klan Zhu kita mencapai ketinggian baru! Pasti ini adalah saat-saat yang dikatakan oleh Patriak di zaman dulu! Ayo, selidiki semua yang ada di dalam sana!” Patriak klan Zhu tidak membuang waktu dan langsung masuk ke dalam diikuti oleh semua Tetua.
Mereka semua tidak tau bahwa itu hanyalah spekulasi dari mantan Patriak klan Zhu sebelumnya. Mereka tidak sadar bahwa semua dari mereka bahkan tidak memiliki sedikit pun garis darah klan kuno Zhu karena sedari awal, cabang klan Zhu hanya didirikan dari sekumpulan orang-orang biasa untuk menghalangi siapa saja untuk masuk ke dalam Lembah Naga.
Jika mereka memiliki garis darah asli klan kuno Zhu walaupun hanya sedikit, klan Zhu yang asli pasti akan membawa mereka pergi dari tempat itu ketika waktu yang di tunggu telah tiba.
**
Waktu terus berlalu, saat ini Huan Caiyi merawat Lin Yan yang tidak sadarkan diri dengan hati-hati. Wajahnya murung setiap saat karena tidak menyangka bahwa kejadian seperti itu akan terjadi. Ia merasa menyesal dari waktu ke waktu karena tidak bisa melindungi adiknya ketika berada di dalam bahaya. Ia merasa sangat lemah saat ini dan menangis setiap waktu.
“Tidak.. tidak seperti ini!” Huan Caiyi mengepalkan tangannya dengan kuat sambil menatap Lin Yan yang masih tidak sadarkan diri.
Kondisi Lin Yan saat ini sudah mulai stabil walaupun Huan Caiyi tidak tau kapan adiknya akan siuman.
“Aku harus menjadi lebih kuat agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi!” Huan Caiyi dengan tekadnya yang sangat kuat pun langsung duduk bersila dan menyerap qi yang ada di udara dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ini juga adalah kesempatan baginya untuk meningkatkan kekuatan karena qi di tempat itu lebih padat sekitar lima kali lipat dari pada sebelumnya.