Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 47 - Teknik Cakar Pemotong Bumi



“Cakar Pemotong Bumi? Tampaknya teknik itu hebat.” gumam Lin Yan.


“Tentu saja hebat Yan'er. Itu adalah teknik yang merupakan gabungan dari kekuatan tubuh yang tangguh dan qi yang terkompres membentuk sebuah bilah qi yang dapat memotong apa saja.” ucap Huan Caiyi dengan bangga.


Lin Yan sedikit terkejut mendengarnya karena teknik yang mengubah qi berbentuk adalah teknik tingkat tinggi.


“Apakah kau bisa mengajari aku teknik itu kakak?” tanya Lin Yan sedikit bersemangat. Ia juga mempelajari beberapa teknik seperti itu, contohnya teknik Tinju Gelombang kejut yang pernah ia gunakan. Itu adalah teknik yang mengubah qi menjadi sebuah gelombang kejutan yang bisa memukul lawan tanpa menyentuhnya.


“Tentu saja bisa. Kakak akan mengajarimu.” Huan Caiyi sangat senang saat ini karena akhirnya Lin Yan meminta bantuannya.


“Aku akan mempelajarinya ketika kita berhenti. Sewaktu hari sudah gelap, aku akan mempelajarinya karena kita tidak mungkin bergerak sewaktu malam karena itu sangat berbahaya.” ucap Lin Yan.


Huan Caiyi setuju dengan apa yang dikatakan oleh Lin Yan.


Mereka berdua pun terus bergerak di dalam hutan. Beberapa kali mereka melihat kelompok lainnya yang tampaknya bergerak di jalur yang sedikit bergeser.


Tetapi karena misi baru saja dimulai, tidak ada yang menggangu kelompok lain karena akan membuang tenaga.


Ketika malam tiba, Lin Yan dan Huan Caiyi pun berhenti untuk beristirahat. Dengan tubuh kuat mereka berdua, mereka tidak akan terlalu kelelahan bergerak seharian. Mereka dapat terus melanjutkan perjalan tetapi memilih untuk berisitirahat.


Huan Caiyi pun mengajari Lin Yan sebisanya tentang teknik Cakar Pemotong Bumi.


Ketika mencoba mempelajari teknik itu, Lin Yan dapat menguasainya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Yan'er, kau sungguh jenius bisa mempelajari teknik seperti itu dalam waktu beberapa jam.” Huan Caiyi sangat bersemangat saat Lin Yan mempraktekkan teknik yang ia kuasai secara nalurinya.


Lin Yan menatap ke arah bekas teknik yang ia lancarkan. Ia pun melihat ke arah tangannya dan merasa bahwa teknik seperti itu memang di ciptakan untuknya.


“Teknik ini memang kuat kakak. Jika seseorang terkena secara telak, mereka pasti akan terpotong menjadi beberapa bagian.” balas Lin Yan sambil masih terus menatap tangannya.


Srk! Srk!


Sebelum ada yang berbicara lagi, suara gemercik terdengar di jarak sekitar 20 meter dari posisi Lin Yan dan Huan Caiyi.


Keduanya langsung waspada dan mengambil posisi untuk bertarung.


Grrrr!


Suara gerakan seekor binatang terdengar seketika.


Mata Raja!


Lin Yan mengaktifkan teknik Mata Raja untuk melihat binatang roh apa yang sedang bergerak ke arah mereka.


“Itu..” pupil mata Lin Yan sedikit menyusut. Tetapi ia tidak takut sama sekali walaupun itu mungkin adalah binatang roh terkuat yang pernah ia lihat sejauh ini.


Binatang roh itu terus mendekat. Walaupun sudah gelap, Lin Yan dan Huan Caiyi masih bisa melihat lumayan jelas karena mereka adalah seorang kultivator.


“Macan Neraka!” ucap Lin Yan saat menatap seekor binatang roh tipe Macan yang memiliki warna hitam dengan mata merah seperti darah.


Ukuran Macan Neraka itu membuktikan tingkat kekuatannya. Itu adalah Macan Neraka tingkat dua dengan tinggi dua meter lebih. Kekuatannya berada di sekitar Houtian tahap kesembilan dan tidak akan lama untuknya berevolusi menjadi binatang roh tingkat tiga.


Grrrr!


Macan Neraka menggeram kembali dan menatap Lin Yan seolah-olah Lin Yan adalah mangsa yang layak.


“Kau menatapku sebagai makanan? Sama.. kau akan menjadi santapan kami untuk malam ini.” Lin Yan tersenyum lebar dan mengeluarkan Tombak Raja Langit.


“Yan'er.. biarkan aku yang mengurus kucing ini.” Huan Caiyi mengeluarkan pedang yang di beri oleh Lin Yan.


Lin Yan melirik ke arah Huan Caiyi sejenak. Ia ingin menghabisinya sendiri tetapi tampaknya Huan Caiyi sangat ingin menyembelih Macan Neraka itu.


Tentu Lin Yan tidak ragu dengan kekuatan Huan Caiyi yang telah mencapai tingkat Xiantian tahap pertama. Itu pasti akan terus meningkat karena penggabungan darah sebelumnya. Ia memprediksi bahwa Huan Caiyi akan mencapai tingkat Xiantian tahap ketiga paling tidak ketika penggabungan telah sempurna.


“Baiklah.” Lin Yan melompat ke atas pohon setelah menyimpan Tombak Raja Langit.


Grrrr!


Macan Neraka ingin menerjang ke arah Lin Yan tetapi Huan Caiyi lebih dulu bergerak.


“Kau ingin membuat Yan'er ku menjadi makanan? Sungguh kucing yang tidak tau diri.” batin Huan Caiyi saat menatap Macan Neraka dengan niat membunuh yang sangat besar.


Macan Neraka yang merasa tidak senang langsung mengayunkan cakarnya sekuat tenaga ke arah Huan Caiyi.


Lin Yan menatap adegan itu dengan gelengan kepala. “Tampaknya insting binatang roh di tempat ini sangat tumpul tidak bisa merasakan kekuatan musuhnya.”


Tring!


Cakar Macan Neraka di tahan dengan pedang oleh Huan Caiyi menggunakan sebelah tangan tanpa kesulitan sama sekali.


“Sudah selesai.” gumam Lin Yan saat melihat Huan Caiyi mengangkat tangan kirinya yang telah di baluti oleh qi dalam jumlah yang sangat besar.


“Cakar Pemotong Bumi!”


Setelah membentuk cakar di tangan kirinya, Huan Caiyi langsung mengayunkannya ke arah Macan Neraka.


Sraing! Sraing!


Macan Neraka menerima teknik itu secara langsung dan membelahnya menjadi beberapa bagian.


Srak!


Dalam jarak sekitar lima meter, terlihat lima lubang tipis sedalam satu meter terbentuk akibat qi yang menjadi serangan teknik yang dilancarkan oleh Huan Caiyi.


Lin Yan melompat ke bawah. Ia mengira awalnya Huan Caiyi ingin berdebat dengan Macan Neraka untuk memoles teknik bertarungnya. Ia tidak menyangka bahwa Huan Caiyi akan langsung menggunakan salah satu teknik terkuat untuk membunuh Macan Neraka.


“Kakak, ayo kita pergi lebih dulu dari tempat ini. Simpan daging Macan Neraka itu. Bau darah ini akan mengundang binatang roh lainnya.” ucap Lin Yan.


“Ya.” Huan Caiyi tentu mengerti bagaimana alam liar bekerja. Ia langsung menyimpan tubuh Macan Neraka yang terbelah menjadi beberapa bagian.


Lalu mereka pun langsung pergi dari tempat itu untuk mencari tempat berisitirahat.


Tidak sampai 10 menit saat keduanya pergi, binatang roh pun bermunculan di tempat itu karena mencium bau darah. Dan mereka pun bertarung di tempat itu karena bertemu dengan binatang roh lainnya dan menganggap musuh sebagai mangsa.


Setelah menemukan sebuah gua kecil untuk bermalam, Lin Yan pun mencoba menutupi pintu masuk menggunakan beberapa pohon.


Lin Yan membawa semua alat masak yang ia miliki lalu membuat api untuk memasak. Ia memasak semua daging Macan Neraka setelah mengeluarkan inti bintang roh setelah membersihkannya.


Setelah itu, mereka berdua pun menikmati daging Macan Neraka sampai habis. Huan Caiyi pun makan sangat banyak kali ini. Nafsu makannya telah meningkat ke tingkat yang mengkhawatirkan karena darah Naga yang ada di dalam tubuhnya.


Itulah yang membuat mereka berdua kini tampak seperti adik dan kakak kandung. Akan terlihat sangat lucu sebenarnya jika melihat seorang wanita cantik dan panas memiliki nafsu makan seperti itu.