
Semua penjelasan Lin Yan tentang apa yang ia temukan membuat Gu Yin terkejut luar biasa. Walaupun ia tampak bodoh ketika dihadapan Lin Yan, sebenarnya ia adalah seseorang yang cerdas juga. Ia tidak menyangka akan ada sesuatu seperti itu. Ia juga membuat spekulasi jika para klan besar, sekte besar dan bahkan Kerajaan mengetahui hal ini, mereka semua pasti akan mencoba untuk memeras Lin Yan.
“Apakah tidak apa-apa kau memberitahu hal seperti ini kepadaku?” Tanya Gu Yin sedikit tidak percaya.
“Tidak masalah, dengan ini kultivasimu akan meningkat lebih cepat. Juga, aku akan memberimu ini.” Lin Yan mengeluarkan sekitar 2.000 batu spiritual yang tersisa. Semua itu berasal dari tiga cincin ruang milik anggota kelompok Kalajengking Merah yang masuk ke Lembah Naga sebelumnya.
“Ini..” Gu Yin terkejut saat melihat batu spiritual dihadapannya. Ia tentu tau bahwa 2.000 batu spiritual termasuk jumlah yang besar walaupun tidak akan begitu besar untuk klan tingkat atas. Namun, untuk para kultivator tingkat Xiantian dan Alam Roh, batu spiritual sebanyak itu merupakan kekayaan luar biasa.
“Gunakan ini untuk berkultivasi. Tetapi jangan terlalu bergantung kepada batu spiritual karena itu tidak terlalu baik bagi fondasi. Lebih baik menggunakan setengahnya saja saat ini dan sisanya, gunakan saat mencapai tingkat Xiantian tahap ketujuh. Buat tambahan beberapa sumber daya agar kultivasimu kelak meningkat dalam margin yang besar dan langsung melompat ke tingkat Alam Roh,” ucap Lin Yan sambil tersenyum lembut.
Gu Yin yang tidak dapat menahan kegembiraannya pun langsung menerjang ke arah Lin Yan dan memeluknya.
Tentu saja Lin Yan terkejut. Ia bisa menghindar tetapi ia tidak mencoba sama sekali karena tau pasti Gu Yin akan sakit hati. Ia mengingat kembali ketika ia mengkritik tentang membuat makanan kepadanya yang membuat wanita itu hendak menangis.
“Berkultivasilah dengan giat, kau pasti akan menjadi kuat suatu hari nanti.” Lin Yan membelai bagian belakang kepala Gu Yin saat mengucapkan itu.
Gu Yin masih terlena dengan belaian Lin Yan tetapi tiba-tiba mundur karena ia sadar bahwa telah memeluk Lin Yan. Ia sangat malu saat ini dan hanya bisa menunduk.
“Maaf..” Bisik Gu Yin lemah seperti suara nyamuk karena rasa malu yang begitu besar.
Lin Yan sedikit terkekeh melihat tingkah laku Gu Yin saat malu-malu.
“Lalu.. apakah kita saat ini..” Gu Yin berkata dengan nada sedikit tergagap dan tidak menyelesaikan ucapannya.
Mulut Lin Yan terbuka tertutup beberapa kali. Ia tentu tau apa maksud dari perkataan Gu Yin. Jika itu dirinya yang baru keluar dari desa, mungkin ia akan bingung. Tetapi, ketika telah melihat banyak tempat dan berbagai jenis orang, ia tentu langsung paham dengan maksud Gu Yin.
“Kita masih memiliki banyak waktu.” Lin Yan hanya menjentikkan dahi Gu Yin dengan jarinya lalu perlahan berdiri meninggalkan Gu Yin yang terdiam seperti batu.
Setelah beberapa menit Lin Yan pergi, Gu Yin tersadar dari lamunannya. Ia kembali memegang kedua pipinya sambil bergumam dan tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan. “Masih memiliki banyak waktu? Apakah itu artinya di masa depan kami pasti akan bersama?”
Jika Lin Yan melihat tingkah laku wanita itu, ia tidak akan bisa berkata apa-apa dan tidak tau cara mengatasinya karena ia bukanlah pakar wanita.
Lin Yan kembali ke ruangannya dan memperbaiki ruangan yang sudah seperti kapal pecah. Setelah selesai, ia pun beristirahat selama satu hari karena sudah lama terakhir kali ia tertidur.
Keesokan harinya, Lin Yan terbangun dan makan di ruangan tempat makan. Sudah ada banyak hidangan yang ada di meja dan Lin Yan yakin bahwa itu adalah buatan Gu Yin.
Setelah selesai makan, Lin Yan pun pergi dari kediamannya. Walaupun mungkin kultivator tidak terlalu membutuhkan makan karena qi di dalam tubuh mereka, tetap saja itu sudah menjadi kebiasaan bagi Lin Yan dan ia pun menikmatinya juga.
Lin Yan tentu tidak akan besar kepala mengambil misi kelas S karena ia sudah pernah mengambil misi kelas A. Ia juga berpikir apakah perlu kembali ke Lembah Naga untuk berkultivasi.
Tetapi Lin Yan membuang pemikirannya karena merasa terlalu membuang banyak waktu. Walaupun mungkin kultivasinya akan cepat meningkat, ia tidak tau efek apa yang akan terjadi jika tubuhnya terus-menerus melahap qi tersebut. Walaupun memiliki tubuh unik untuk melahap jenis energi, Lin Yan tetap memilih meningkatkan kultivasi melalui pertarungan dengan para kultivator dan tidak hanya dengan binatang roh.
Pengalaman bertarung dengan para kultivator tentu saja memiliki efek jauh lebih besar dari pada bertarung dengan binatang roh. Bukan hanya pengalaman bertarung, ini juga menjadi tujuan Lin Yan untuk melihat semua hal dunia kultivator.
Saat mencari misi yang sesuai, beberapa murid berjalan ke arah Lin Yan.
“Apakah kau Lin Yan?”
Mendengar itu, Lin Yan berbalik dan melihat seorang pemuda tampan berusia sekitar 21 tahun walaupun penampilannya jauh lebih muda. Tentu ia dapat melihat usia seseorang dengan Mata Raja miliknya.
“Ya, aku Lin Yan, dan?” Lin Yan bertanya balik dengan cara yang aneh.
Cara berbicara Lin Yan membuat beberapa murid dibelakang pemuda itu mengerutkan kening mereka.
“Jaga bicaramu, anak baru! Apa kau tidak tau dengan siapa kau berbicara?” Salah satu dari murid yang berada dibelakang pria yang bertanya sebelumnya langsung marah.
“Hm? Apakah aku berbicara denganmu?” Tanya Lin Yan balik kepada murid yang marah padanya.
Semua murid yang berada di Aula Misi tercengang dengan sikap Lin Yan. Semua dari mereka berbisik dan berdiskusi tentang Lin Yan yang sedang mencari masalah dengan murid inti.
“Kau...” Murid tersebut ingin meneriaki Lin Yan tetapi dihentikan oleh pemuda dihadapannya yang sudah pasti menjadi seorang pemimpin dikelompok mereka.
“Di mana sopan santunku. Perkenalkan, aku Long Hua, seorang murid inti di sekte Naga Langit.” Long Hua memperkenalkan dirinya.
“Long? Murid Inti? Sudah pasti dia adalah putra mahkota Kerajaan Bintang. Dia memang kuat!” Batin Lin Yan saat memeriksa dengan Mata Raja. Ia tidak tau tingkat kultivasi Long Hua sama sekali karena mungkin sangat jauh berbeda darinya.
“Lin Yan, apa yang dibutuhkan oleh saudara Long Hua mencariku?” Tanya Lin Yan setelah memperkenalkan diri.
“Jaga bicaramu bocah! Apa kau tidak tau yang ada dihadapanmu saat ini adalah Putra Mahkota?” Teriak murid yang merupakan bawahan Long Hua.
“Lalu? Ini bukanlah lokasi yang dikelola oleh Kerajaan, ini adalah sekte Naga Langit. Apakah aku salah mengatakan itu, saudara Long Hua?” Lin Yan membalas dengan seringai kepada murid tersebut dan menatap kembali ke arah Long Hua.
Suasana di tempat itu hening seketika. Tidak ada lagi yang bisa membantah perkataan Lin Yan bahkan untuk para Tetua yang menyaksikan adegan itu dan bahkan untuk Long Hua sendiri.