Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 386 - Empat Kekuatan Utama Sekte Wayang



Sekte Wayang


Teriakan para murid Sekte Wayang pun terdengar sangat keras untuk beberapa saat lalu mereda sepenuhnya.


Saat ini terlihat sangat banyak tumbuh-tumbuhan menjalar seperti akar yang menusuk hampir semua murid Sekte Wayang yang ada di tempat itu. Dan teknik itu adalah teknik yang dilancarkan oleh Dai Mubai untuk membersihkan jalan.


“Pria itu memiliki teknik yang luar biasa!” ucap Xie Shuyan dengan wajah terkejut.


Xiao Ziya yang mendengar kata-kata dari Xie Shuyan hanya meliriknya dengan tatapan heran, mengapa Roh ini terkejut? Seharusnya dia tau bagaimana kemampuan Dai Mubai karena mereka telah melakukan Kontrak, seharusnya dia tau apa saja kemampuan Dai Mubai dengan koneksi spiritual mereka.


Sedangkan untuk Xia Yue'er, ia tidak peduli sama sekali karena dirinya dapat menggunakan segala jenis teknik berbasis Formasi Alam karena ia adalah Dewi Kehidupan walaupun Xia Yue'er sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya adalah penerus Roh Dewi Kehidupan.


“Sialan!” Beberapa Tetua yang selamat pun berteriak marah dan menerjang ke arah Dai Mubai karena telah membantai banyak murid Sekte Wayang.


Dai Mubai hanya menatap beberapa Tetua tersebut dengan tatapan acuh tak acuh. Apakah ia akan gentar dikelilingi oleh para Tetua Sekte Wayang? Jawabannya tentu saja tidak. Ia adalah seorang kultivator tingkat Alam Kaisar tahap pertama. Ia tidak akan pernah takut melawan sekelompok Tetua yang bahkan tidak mencapai tingkat Alam Raja tahap kesembilan.


“Dasar pengganggu!” ucap Dai Mubai saat tumbuhan menyerupai akar pun dengan liar bergoyang-goyang di sekitarnya. Ia pun mengarahkan lengannya ke arah para Tetua Sekte Wayang dan semua tumbuhan merambat itupun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah para Tetua Sekte Wayang.


Beberapa Tetua tersebut pun langsung dililit oleh tumbuhan yang dikendalikan oleh Dai Mubai.


Dai Mubai perlahan berjalan ke arah para Tetua yang masih terikat tanpa bisa melepaskan diri.


“Siapa kau! Kenapa kau menyerang Sekte Wayang?” Tanya salah satu Tetua dengan nada yang sangat marah.


Mendengar pertanyaan Tetua tersebut wajah Dai Mubai menjadi lebih dingin dari sebelumnya. “Kau tanya mengapa setelah kalian menangkap para anggota keluargaku untuk dijadikan boneka? Sungguh lelucon yang lucu! Hari ini, aku akan membantai anggota Sekte Wayang sebanyak yang aku bisa!”


Setelah mengatakan itu dengan nada yang sangat dingin, Dai Mubai pun melambaikan lengannya dan tumbuhan merambat tersebut mencekik beberapa Tetua hingga tulang-tulang mereka remuk.


Dai Mubai tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyiksa beberapa Tetua sebelum ia membunuhnya.


Teriakan putus asa para Tetua yang ada di depan gerbang Sekte Wayang pun terdengar sangat keras dan akhirnya mereda karena Dai Mubai membunuh mereka semua.


Sementara Lin Yan yang menatap adegan pembantaian itu hanya biasa saja karena ia juga pernah membantai sangat banyak kultivator ketika berada di Daratan Utara.


Mata Raja Lin Yan pun menatap banyak sosok yang datang ke arah mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Hm? Empat Kultivator tingkat Alam Kaisar tahap pertama? Aku tidak menyangka bahwa masih akan ada empat Kultivator sekuat itu selain dari Master Sekte Wayang.” Batin Lin Yan. Tetapi ia tidak tau bahwa ada satu kultivator yang lebih kuat dari pada Master Sekte Wayang itu sendiri.


Dengan senyum kecil diwajahnya, Lin Yan pun melapisi Tombak Pembunuh Naga dengan qi yang sangat banyak lalu membuat gerakan melempar ke arah salah satu dari mereka.


Duar!


Lemparan Lin Yan pun menghasilkan gelombang kejut di belakang tubuhnya. Tombak Pembunuh Naga melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi layaknya Sambaran petir.


Target lemparan Lin Yan tentu saja adalah sosok terkuat dari keempat kultivator yang datang mendekat yang tidak lain adalah Tetua Pertama Sekte Wayang.


Mata Tetua Pertama melebar ketika menatap sebuah tombak yang menerjang ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Bajingan!” Teriak Tetua Pertama Sekte Wayang saat mengeluarkan Wayang miliknya lalu memblokir serangan dari Lin Yan.


Trang!


Percikan petir hitam menyambar ke segala arah saat pedang Wayang tersebut beradu dengan tombak Lin Yan.


“Kekuatan qi ini, apakah ini kultivator tingkat Alam Raja? Tapi kenapa kekuatannya sama kuatnya dengan para kultivator tingkat Alam Kaisar?” Batin Tetua Pertama Sekte Wayang terkejut.


Crang!


Salah satu Tetua lainnya pun langsung mengayunkan pedangnya ke arah tombak yang membuat Tombak Pembunuh Naga terpental menjauh.


Tetapi keempatnya terkejut saat menatap Tombak Pembunuh Naga melesat kembali ke tempat yang sangat jauh dan mendarat di tangan Lin Yan.


Bahkan untuk Dai Mubai sedikit terkejut dengan kemampuan Lin Yan. Ia tidak menyangka bahwa lemparan tombak yang dilakukan oleh Lin Yan akan sekuat itu dan bahkan menekan sedikit Tetua Pertama Sekte Wayang yang memiliki tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap pertama.


“Siapa pemuda itu? Apakah itu salah satu senjata yang dikatakan hanya ada beberapa di dunia ini karena dapat dikendalikan oleh pemiliknya dan senjata itu seolah-olah hidup?” Tanya Tetua Kedua Sekte Wayang dengan wajah muram.


“Kemungkinan ya, dan masalahnya saat ini adalah pemuda yang memegang tombak itu! Ayo habisi dia, dia saat ini sedang bersama satu kultivator tingkat Alam Kaisar tahap pertama!” ucap Tetua Pertama Sekte Wayang dengan wajah dingin.


“Hm? Hanya dua kultivator sekuat tingkat Alam Kaisar tahap pertama, bukankah itu maksudmu Tetua Pertama? Dengan kita berempat, tidak akan sulit untuk mengalahkan mereka karena kita juga adalah pengguna Wayang!” ucap satu sosok lainnya dengan nada sedikit dingin.


“Jangan meremehkan mereka, Tetua An. Aku sebelumnya merasakan kekuatan sangat besar dari serangan jarak jauh itu!” Balas Tetua Pertama Sekte Wayang kepada Tetua An yang merupakan Tetua yang memiliki status unik sebagai pencipta Wayang.


Dan satu lagi Tetua yang ada di sana adalah Tetua spesial lainnya dalam hal pengurus sesuatu lainnya yang penting di Sekte Wayang, Tetua En.


Keempatnya adalah kekuatan utama untuk Sekte Wayang setelah kepergian Canglan selain dari Master dan Tetua Agung Sekte Wayang.


“Yue’er..” Lin Yan yang masih melayang di langit pun langsung berbicara karena ia tidak mau membuang waktu dalam menghancurkan Sekte Wayang.


“Baik, ayo kita lakukan Lin Yan!” ucap Xia Yue'er bersemangat karena ia tentu tau apa maksud Lin Yan bahkan sebelum Lin Yan mengatakannya.


Wusssh!


Keduanya pun langsung terbang ke arah langit dan terhenti di jarak yang lumayan tinggi.


“Apa yang ingin Tuan Putri lakukan?” Tanya Xie Shuyan sedikit bingung.


“Lihatlah, kedua pengacau itu akan membuat kehebohan besar.” Balas Xiao Ziya dengan senyum kecil. Ia juga langsung menghilang untuk membantu Lin Yan dan Xia Yue'er.


Xiao Ziya berdiri tepat di atas gerbang Sekte Wayang dan tersenyum kecil. “Ayo kita mulai pestanya.” ucapnya saat tubuhnya langsung diselimuti oleh qi Kematian lalu memasuki Mode Dewi Kematian.


Sabit pun muncul di tangan kanan Xiao Ziya dan ia langsung tampak seperti menancapkannya ke sebuah beda walaupun itu berada di udara.


Dung!


Qi yang begitu luar biasa mencekam menyebar ke segala arah dan itu menutupi seluruh Sekte Wayang.


Di pusat Sekte Wayang, Master Sekte yang merasakan kekuatan tersebut pun langsung berdiri. Ia memasang wajah serius karena tau betapa kuatnya qi yang menyelimuti seluruh Sekte Wayang.


Sebelum Master Sekte Wayang dapat berpikir kembali, kekuatan yang berlawanan pun muncul di udara dan itu sama kuatnya yang membuatnya berkeringat karena telah menebak apa yang ingin dilakukan oleh kelompok yang menyerang Sekte Wayang.