
Lembah Naga
Raungan binatang roh terdengar di dalam hutan yang terletak di Lembah Naga. Sangat banyak dari binatang roh tersebut yang tampak seperti sedang marah karena qi di hutan perlahan menipis dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Lin Yan yang telah keluar dari jurang bersama dengan Xia Yue'er sedang melewati hutan. Keduanya tentu memperhatikan sikap binatang roh yang tampak sedang mengamuk.
Dengan ekspresi sedikit bingung, Lin Yan perlahan berhenti di udara dan menatap ke arah bawah dengan tatapan kosong. Menggunakan Mata Raja, ia memperhatikan semua binatang roh yang tampak hendak kehilangan akal sehatnya.
“Ada apa Lin Yan? Apa kau ingin mengetahui tentang kenapa bintang roh itu hendak mengamuk?” Tanya Xia Yue'er bingung.
“Bukan itu. Aku mengetahui kenapa mereka saat ini sedang marah. Yang membuatku sedikit bingung, aku merasa mengerti apa yang semua binatang roh itu katakan. Dan yang lainnya..” Lin Yan menghentikan kata-katanya karena merasa ada kekuatan misterius di tubuhnya yang membuatnya tampak ingin menundukkan semua binatang roh tersebut.
“Lainnya? Apa itu?” Tanya Xia Yue'er heran.
Lin Yan tetap diam. Ia pun menutup matanya lalu membukanya kembali. Matanya berubah menjadi mata Naga. percikan petir hitam tampak keluar dari pupil matanya setiap saat. Ia pun perlahan terbang lebih tinggi ke arah langit dan mencapai ujung pohon-pohon.
Matanya terus menatap ke sana ke mari dengan tatapan kosong.
Zrrrt! Zrrrt!
Tubuh Lin Yan pun memercikkan petir. Awalnya tidak terlalu besar, tetapi lama-lama kemudian, awan di langit pun berkumpul.
Gemuruh petir terdengar di awan hitam tersebut lalu menyambar ke arah bumi.
Blar! Blar! Blar!
Petir hitam pun menyambar terus-menerus. Xia Yue'er yang menatap itu sedikit kagum karena tubuh Lin Yan sangat terlihat sebagai pemicu kejadian tidak normal tersebut.
Lin Yan pun mengarahkan telapak tangannya ke bawah dengan cara merenggangkan jari-jarinya.
Brrrttt! Brrrttt!
Garis darah Lin Yan tampak berdenyut sedikit. Ia seolah-olah secara naluriah menggunakan teknik tertentu.
“Supremasi : Dewa Binatang Buas!”
Dung!
Aura tak kasat mata menyebar ke segala arah dalam radius yang sangat luas.
“Diam!” Perintah Lin Yan.
Suara raungan para binatang roh pun tidak lagi terdengar dalam sekejap. Semua binatang roh tingkat Alam Bumi dan beberapa tingkat Alam Langit gemetaran tak terkendali.
Xia Yue'er awalnya bingung karena tiba-tiba hutan menjadi sangat sunyi. Ia pun melihat ke sana ke mari dengan wajah yang sangat terkejut karena semua binatang roh tampak ketakutan.
“Ini.. apakah hanya dengan suara saja Lin Yan bisa membuat semua para binatang roh itu diam?” Xia Yue'er pun terkejut karena tidak pernah mendengar hal semacam itu sebelumnya.
Sementara itu, Lin Yan merasa sangat aneh saat ini karena tampak menganggap dirinya penguasa semua para binatang roh. Tetapi itu memang naluri garis darah miliknya seolah-olah ialah yang menciptakan mereka.
“Jika aku bisa melakukan ini..” Kilatan dingin tampak terlihat di mata Lin Yan. Ia pun langsung berpikir untuk menggunakan semua binatang roh yang ada di dalam hutan yang terletak di Lembah Naga.
“Hutan Naga..” Gumam Lin Yan dan menatap ke arah tertentu dengan senyum kecil di wajahnya.
“Yue’er.. ayo kita pergi!” Setelah mengatakan itu, Lin Yan pun mengeluarkan sayapnya dan langsung melesat ke arah tertentu.
“Tunggu aku!” Teriak Xia Yue'er kesal karena Lin Yan langsung terbang begitu saja tanpa menunggunya. Tentu saja ia ingin menumpang karena merasa lelah terbang seorang diri.
Lin Yan yang bergerak dengan kecepatan penuhnya pun menaikkan sudut bibirnya. Dengan tingkat kultivasi Alam Langit tahap kelima, ia sedikit yakin bisa mengendalikan banyak binatang roh lalu membantunya menghadapi Iblis dan para musuhnya yang telah mencoba mengusiknya beberapa tahun yang lalu.
“Kalian semua, tunggu saja. Tidak akan ada dari kalian yang bisa lolos dari tanganku!” Batin Lin Yan. Ini adalah harga diri baginya karena merasa kalah di masa lalu melawan semua kultivator kuat tersebut. Dengan tingkat kekuatannya saat ini, mungkin hanya beberapa dari kultivator di Daratan Utara yang bisa melawannya setelah melakukan Fusi dengan Xia Yue'er.
**
Lin Yan telah pergi ke dari klan Gu hampir empat bulan.
Gu Yin yang saat ini sedang dilatih oleh ayahnya pun selalu memasang wajah cemberut dari waktu ke waktu.
“Yin’er.. seriuslah sedikit! Jika seperti ini, peningkatan kekuatanmu tidak akan menyamai Na'er yang baru saja selesai mengambil warisan Klan Gu yang lainnya!” Gu Shen pun menceramahi putrinya tersebut. Ia tentu paham kenapa sikap putrinya seperti itu dan itu disebabkan oleh Lin Yan yang hampir pergi selama empat bulan lamanya.
Saat ini Gu Yin telah mencapai tingkat Alam Langit tahap kedua. Ia menembus satu tahap selama hampir empat bulan.
Tetapi, ada hal lainnya yang terjadi. Ketika Gu Yuena menerima warisan Klan Gu yang lainnya, kultivasinya pun meningkat sampai tingkat Alam Langit tahap pertama. Satu tahap dibawah Gu Yin.
“Kenapa ayah tidak mengijinkan aku mencari Lin Yan? Dia sudah menghilang selama hampir empat bulan ini!” Gu Yin pun melipat kedua lengannya di dadanya lalu melihat ke arah lain karena tidak puas ayahnya dan ibunya melarangnya pergi.
“Sudah berapa kali ayah katakan bahwa Lin Yan sedang melakukan sesuatu yang penting. Itulah yang membuatnya tidak pamit padamu! Ketika dia kembali, kekuatannya pasti jauh lebih besar dan dia akan meninggalkanmu. Jika itu terjadi, kau pasti akan tau bagaimana akibatnya. Aku tau bahwa Lin Yan ingin pergi mencari keberadaan Klan Lin. Dengan kekuatanmu, dia pasti akan meninggalkanmu di Klan Gu!” Gu Shen pun berkata dengan nada sedikit kesal dan sedikit ancaman.
Gu Yin membeku di tempat ketika memikirkan bahwa Lin Yan akan pergi jauh darinya. Ia tau bawa suaminya itu selalu bekerja dengan keras untuk lebih kuat. Ia paham ini adalah kesalahannya karena menganggap bahwa Lin Yan akan selalu membawanya karena keduanya telah resmi menjadi suami-istri. Tetapi, memikirkan kembali sifat Lin Yan, ia yakin bahwa suaminya tidak akan membawanya karena mungkin dunia luar sangat berbahaya.
Oleh karena itu, Gu Yin sedikit takut berpisah dalam waktu yang sangat lama dengan Lin Yan. Wajahnya langsung berubah serius yang membuat Gu Shen merasa heran bahwa kata-kata seperti itu sangat mudah untuk membangkitkan tekad putrinya.
“Aku mengerti ayah. Aku akan mengambil Ujian Dewi Salju untuk mengambil teknik warisan Klan Gu, Teknik Domain Salju!” ucap Gu Yin dengan tekad di matanya.
“Oh?” Gu Shen pun terkejut karena bahkan putrinya bahkan berniat mengambil Ujian tingkat tersulit di Klan Gu untuk mendapatkan teknik Pamungkas Klan Gu.
Melihat tekad putrinya untuk terus mengejar Lin Yan, Gu Shen pun langsung setuju dan membawa Gu Yin ke tempat Ujian dilakukan.
**
Sementara itu, di suatu tempat, saat ini terlihat seorang menggunakan jubah hitam di puncak tebing yang sangat gelap. Aura hitam merembes terus-menerus dari tubuhnya.
Ketika dia melihat ke arah tangannya, terlihat kuku-kuku jarinya yang sangat panjang. Ia pun mengarahkan telapak tangannya ke arah tertentu dan mengangkatnya ke arah atas seolah-olah memanggil sesuatu.
Drrrrtttt!
Jauh di bawah, terlihat sangat banyak makhluk makhluk aneh yang tampak merangkak dari dalam tanah. Semuanya terlihat tidak bernyawa dan mengeluarkan uap dari tubuh mereka.
“Apakah kekuatan menjijikkan ini akan merubah pandanganmu padaku?”
“Yan’er...”