Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 390 - Pemikiran Tetua Agung Sekte Wayang



Sebuah tebasan yang sangat cepat pun melesat ke arah leher Lin Yan yang telah melakukan Fusi dengan Xia Yue'er.


Trang!


Menggunakan Tombak Pembunuh Naga, Lin Yan langsung menahan serangan dari Tetua Agung Sekte Wayang. Meskipun ia saat ini telah melakukan Fusi, ia masih dapat merasakan tekanan yang sangat mengerikan. Ia tau bahwa perbedaan kekuatan mereka sangatlah lebar.


Crang!


Tekanan dari Tetua Agung Sekte Wayang membuat Lin Yan langsung terpental.


“Teknik Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Naga hitam pun tercipta dalam sekejap karena ketika Lin Yan terlempar, ia dapat merasakan bahaya dan instingnya tidak akan pernah salah dalam merasakan bahaya.


Naga hitam yang diciptakan oleh Lin Yan pun langsung bergerak saat sosok berjubah hitam muncul tiba-tiba di dekat Lin Yan.


Sraing!


Jrezzh!


Naga hitam itu pun hampir saja terbelah. Lin Yan yang menatap itupun memasang wajah yang sangat serius karena ternyata Wayang yang digunakan oleh Tetua Agung Sekte Wayang tampaknya lebih kuat dari Tetua Agung itu sendiri.


“Kau tidak akan bisa kabur dariku!” Tetua Agung Sekte Wayang juga bergerak mendekat ke arah Lin Yan sambil mengendalikan Wayang miliknya.


Xiao Ziya yang berada dikejauhan tau bahwa Lin Yan saat ini dalam bahaya besar. Oleh karena itu, ia pun langsung mengerahkan semua kekuatannya untuk menghabisi Tetua Kedua Sekte Wayang.


Bahkan untuk Xie Shuyan juga memikirkan hal yang sama dan tidak membuang waktu lagi. Ia tentu sangat tau bahwa saat ini Tuan Putrinya sedang melakukan Fusi dengan Xia Yue'er sehingga jika tubuh Fusi mereka terluka, maka keduanya akan terluka juga setelah berpisah dari Fusi.


Sedangkan untuk Dai Mubai, dia saat ini tentu ingin membantu Lin Yan. Namun, ia tidak akan bisa pergi ke sana karena tekanan dari Master Sekte Wayang.


Lin Yan yang menatap ke arah kedua sosok yang mendekat ke arahnya pun memasang wajah yang sangat serius. Untuk menghadapi salah satu dari sosok tersebut yang merupakan Tetua Agung Sekte Wayang pun akan merasa kesulitan. Apa lagi saat pria tua itu bergabung dengan Wayangnya untuk melawannya.


Oleh karena itu, Lin Yan pun menciptakan naga hitam sekali lagi dan mengendalikannya ke arah Wayang Tetua Agung Sekte Wayang.


“Apa kau pikir kau akan bisa menandingi seseorang yang memiliki tingkat kultivasi juga lebih tinggi darimu?” Teriak Tetua Agung Sekte Wayang ketika ia muncul dalam sekejap di hadapan Lin Yan.


Lin Yan tentu sangat sadar bahwa ia tidak tidak akan mampu. Namun, apakah ia akan menyerah begitu saja? Jawabannya tentu saja tidak. Dengan reaksi yang sangat tinggi, ia pun mengayunkan tombaknya sekuat tenaga ke arah Tetua Agung Sekte Wayang yang telah mengayunkan pedangnya ke arahnya.


“Teknik Tombak Petir Neraka!”


“Gaya Kedua, Petir Kehancuran!”


Di bilah Tombak Pembunuh Naga, terlihat qi Petir Hitam yang berkumpul dan membentuk sebuah bola tidak beraturan yang terus memercikkan petir.


Sedangkan untuk Tetua Agung Sekte Wayang yang mengayunkan pedangnya juga menggunakan qi terkuat yang ia miliki. Ia tentu tidak akan membuang waktu dalam menghadapi seseorang seperti Lin Yan.


Tombak Lin Yan yang diayunkan dari atas ke bawah pun langsung berbenturan dengan tebasan pedang yang diayunkan dari samping ke depan oleh Tetua Agung Sekte Wayang.


Trang!


Drrrrtttt!


Percikan qi menyebar ke segala arah ketika kedua serangan bertemu. Alasan mengapa kedua Senjata tidak berbenturan, itu dikarenakan oleh qi yang lebih dulu berbenturan.


Mata Tetua Agung Sekte Wayang saat ini terlihat sangat dingin karena tidak menyangka bahwa Lin Yan akan memiliki teknik yang membuatnya memiliki serangan dengan daya hancur yang sangat besar sampai-sampai menghancurkan qi-nya dan membuat kedua serangan mereka menjadi seimbang.


Tetapi satu yang harus diketahui, walaupun serangan itu tampak setara, tetap saja konsumsi qi yang digunakan oleh Lin Yan jauh lebih besar dari pada yang digunakan oleh Tetua Agung Sekte Wayang.


Dan jika terus berlanjut seperti itu, maka bisa dipastikan bahwa Lin Yan akan mengalami kekalahan dalam waktu singkat.


Duar!


Ledakan dahsyat pun terjadi di udara saat kedua qi meledak diantara Lin Yan dan Tetua Agung Sekte Wayang yang membuat keduanya langsung terpental sangat jauh.


Ketika Tetua Agung Sekte Wayang menyetabilkan tubuhnya, ia pun menarik kembali Wayangnya yang telah menghancurkan naga hitam sekali lagi.


“Teknik bocah itu sangat kuat! Namun, sesuatu yang yang dimilikinya juga membuatnya sangat berbahaya! Jika anak itu tidak di basmi saat ini, maka dia akan menjadi tidak terukur di kemudian hari!” ucap Tetua Agung Sekte Wayang sangat muram. Ia pun memberikan isyarat kepada Tetua Pertama untuk membantunya bertarung agar dapat mengalahkan Lin Yan hanya dalam waktu sekitar sepuluh detik.


“Dasar para pengguna qi Raja! Aku akan membunuhmu di sini sekarang juga!” Batin Tetua Agung Sekte Wayang saat menatap Lin Yan yang telah menyetabilkan tubuhnya di udara dan memasang wajah sedikit pucat.


**


Di suatu tempat tidak jauh dari Sekte Wayang, seseorang sedang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia tampak sedang mengendarai makhluk yang tampak perkasa.


Sosok tersebut tidak lain adalah Canglan yang langsung bergerak setelah singgah sebelumnya di Sungai Abadi. Ia mengetahui dari Mu Xuan Xian bahwa Lin Yan sedang pergi ke Sungai Abadi. Tetapi ketika mencapai tempat itu, ia mendapatkan informasi lainnya bahwa seseorang yang memiliki karakteristik mirip dengan Tuan Mudanya telah melakukan bentrokan dengan anggota Sekte Wayang dan Sekte Mayat.


Oleh karena itu, Canglan pun membuat asumsi bahwa Lin Yan pasti sedang menuju Sekte Wayang.


Namun, Canglan merasa sedikit heran kenapa anggota Sekte Mayat datang jauh-jauh ke Sungai Abadi hanya untuk mengambil Buah Abadi yang dikatakan hanya akan dapat digunakan oleh para kultivator tingkat Alam Raja, kemungkinan, jika benar ada Buah Abadi yang lebih bagus, itu hanya akan dapat digunakan oleh kultivator tingkat Alam Kaisar.


Tentu Canglan sangat mengetahui seperti apa Sekte Mayat. Mereka sangat berbeda dengan Sekte Wayang karena para anggota Sekte Mayat menggunakan Mayat manusia secara langsung dalam pertempuran. Tidak hanya itu, ia tau bagaimana kuatnya mayat-mayat itu setelah diolah menjadi boneka petarung.


Canglan menyampingkan pemikirannya tentang Sekte Mayat karena ia tentu tidak takut dengan mereka yang memiliki kekuatan hebat dan dianggap sangat kuat bahkan oleh Organisasi Saint Langit. Sebab, salah satu dari Master Bela Diri juga berasal dari Sekte Mayat.


Dan hal lainnya yang membuat siapapun tidak percaya, ahli itu sebenarnya adalah Mayat itu sendiri. Tidak ada yang tau metode seperti apa yang dibuatnya agar dirinya menjadi mayat dan dapat bergerak bahkan mengendalikan qi, tidak seperti anggota Sekte Mayat lainnya.


Setelah mendekat ke arah Sekte Wayang, wajah Canglan menjadi lebih serius seketika karena merasakan adanya pertarungan sengit yang sedang terjadi. Ia pun langsung menduga bahwa Tuan Mudanya pasti saat ini sedang menyerang Sekte Wayang.


“Sial! Aku harus bergerak lebih cepat! Pria tua itu walaupun sudah melemah karena usianya, tetap saja dia dahulu adalah mantan kultivator tingkat Alam Kaisar tahap kesembilan. Walaupun mungkin saat ini Kultivasinya telah menurun ke tahap kelima Alam Kaisar, dia tetap bisa menghabisi banyak kultivator tingkat Alam Kaisar tahap ketujuh dan kedelapan dengan mudah menggunakan Wayangnya.” Batin Canglan muram.


Ia pun menepuk Wayang miliknya dan mengaliri qi dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.


Wayang Serigala Iblis Kegelapan pun tampak mengeluarkan uap hitam dari tubuhnya dan Canglan pun langsung melapisi tubuhnya dengan qi-nya serta memegang erat Wayang miliknya.


Lubang hitam perlahan terbuka lebar dan Canglan bersama dengan Wayang miliknya pun masuk ke dalam sana agar lebih cepat sampai ke Sekte Wayang.