
Lembah Naga
Pertanyaan Lin Yan membuat Dewi Naga Asyura terdiam. Ia tentu tidak tau harus menjawab apa saat ini karena memang sikapnya sangatlah terlihat ingin membantu Lin Yan semampunya.
“Kau tidak perlu tau. Suatu hari nanti kau akan tau jawabannya seorang diri ketika kita bertemu kembali.” Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Dewi Naga Asyura saat ini.
“Bertemu kembali?” Tanya Lin Yan terkejut. Ia tentu saja tidak akan percaya begitu saja dengan kata-kata yang tampak seperti omong kosong. “Kau hidup di zaman yang sangat lampau, apakah ada..” Ia pun menghentikan kata-katanya saat mengingat tentang Roh Dewi Kematian.
Melihat Lin Yan yang tidak melanjutkan kata-katanya, Dewi Naga Asyura sedikit bingung. Ia pun memeriksa tubuh Lin Yan menggunakan qi-nya dengan seksama dan sedikit heran kembali saat ini. Sebab, ia mendeteksi sesuatu di dalam tubuh Lin Yan, yaitu Formasi Segel tempat Roh Dewi Kematian berada.
**
Ruang Jiwa Lin Yan
Roh Dewi Kematian memasang wajah muram saat melihat Dewi Naga Asyura yang melacaknya dengan sangat mudah.
“Siapa kau? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya! Kau juga sama dengan anak ini memiliki garis darah orang itu!” Roh Dewi Kematian semakin marah karena tidak menyangka sisa-sisa qi akan bisa sekuat itu. Ia bertanya-tanya kembali apa sebenarnya tingkat kekuatan Kaisar Manusia Generasi Pertama karena sosok wanita tersebut ia ketahui memiliki tingkat yang sama dengan Kaisar Manusia Generasi Kedua.
Pikiran Roh Dewi Kematian semakin kacau karena merasa bahwa Kaisar Manusia Generasi Pertama sepertinya tidak sesederhana yang ia pikirkan. Awalnya, ia hanya merasa bahwa Kaisar Manusia Generasi Pertama hanya sedikit lebih kuat dari Kaisar Manusia Generasi Kedua. Tetapi kini, ia merasa bahwa semua perkiraannya meleset.
Jika wanita yang merupakan keturunan dari Kaisar Manusia Generasi Pertama juga dan memiliki tingkat kekuatan sebesar itu, tidak mungkin bagi Kaisar Manusia Generasi Pertama hanya setingkat dengannya.
Tidak lama kemudian, qi kuat pun berkumpul di dalam segel yang menekan Roh Dewi Kematian membentuk sosok Dewi Naga Asyura tanpa sepengetahuan Lin Yan sekalipun.
“Kau siapa? Kenapa kau tersegel di tubuhnya?” Tanya Dewi Naga Asyura sambil mengarahkan lengannya berniat untuk memusnahkan Roh Dewi Kematian. Dengan sisa-sisa qi-nya, tentu ia akan mudah melakukannya karena Roh Dewi Kematian pun saat ini sedang lemah.
“Siapa aku? Tanya pada anak ini! Dialah yang menyegelku di dalam tubuhnya!” Balas Roh Dewi Kematian dingin.
“Tunggu dulu.. bentuk itu.. sepertinya aku pernah melihatmu..” Gumam Dewi Naga Asyura saat menatap Roh Dewi Kematian dari atas ke bawah.
Roh Dewi Kematian hanya diam. Ia tentu tau bahwa sisa-sisa qi tersebut akan mudah membunuhnya. Jadi, percuma saja untuk melawan.
“Aku ingat, kau adalah sesuatu yang tercipta oleh musibah yang diperbuat oleh ayah. Aku tidak menyangka bahwa kau masih hidup setelah selama ini. Kudengar bocah itu telah mengalahkanmu.” Dewi Naga Asyura menurunkan lengannya karena sudah mengetahui identitas wanita dihadapannya.
“Bocah?” Wajah Roh Dewi Kematian muram saat mendengar wanita tersebut menyebut musuhnya yang sangat kuat sebagai bocah. Juga, ia sedikit gemetaran saat wanita tersebut menyebut kata ayah.
“Tentu saja bagiku dia bocah. Kau juga saat ini tampaknya memiliki niat buruk pada Lin Yan. Aku baru paham bahwa kau juga adalah sejenis Roh sama seperti wanita mungil itu tetapi dengan kekuatan yang sangat berlawanan.”
“Ada satu hal yang membuatku tidak memusnahkanmu saat ini. Ketahuilah, bocah itu mengalahkanmu karena kau sendirilah yang memulai bencana. Kau salah mengartikannya dan menaruh dendam kepada Kaisar Manusia dan keturunannya. Kau harus mengambil pilihan juga, waktumu terbatas karena ketika kau mengambil pilihan yang salah, aku yakin Lin Yan akan memusnahkanmu dengan tangannya sendiri.”
Setelah mengatakan itu Dewi Naga Asyura pun menghilang dalam sekejap menjadi butiran qi.
Roh Dewi Kematian menggertakkan giginya dengan kuat. Ia sama sekali tidak paham dengan kata-kata wanita tersebut. “Pilihan? Apa yang harus dipilih? Berdiam diri di segel ini selamanya?”
Karena tidak tau jawabannya, Roh Dewi Kematian pun hanya menatap kembali keluar untuk melihat apa yang akan terjadi lagi.
**
“Baik! Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Lin Yan kepada Dewi Naga Asyura mencoba untuk percaya.
Lin Yan berkerut kembali. Tetapi, mengingat bahwa patung tersebut tidak akan berbicara jika ia bertanya, ia pun hanya diam.
“Oh?” Dewi Naga Asyura tersenyum manis karena memang benar Lin Yan seperti apa yang ia pikirkan.
“Gunakan qi milikmu untuk menyelimuti seluruh kulit itu. Dengan tingkat kultivasimu saat ini, kau pasti bisa melakukannya. Ubah basis qi menjadi pelahapan tunggal tanpa elemen. Kau adalah pengguna qi Petir Hitam, tetapi sebenarnya itu adalah perpaduan dari dua jenis qi. Yaitu qi Kegelapan basis... dan Petir...” Dewi Naga Asyura menghentikan kata-katanya dan tersenyum misterius karena memotong-motong kata-kata jenis qi Lin Yan yang sebenarnya.
Lin Yan sangat jengkel sebenarnya karena sangat terlihat wanita tersebut sedang menggodanya. Ia tetap memasang wajah datar lalu berbalik menghampiri kulit naga tersebut.
Ketika mencapai depan kulit naga, ia pun langsung mengerahkan semua kekuatan yang bisa ia gunanya. Seperti yang dikatakan oleh wanita tersebut, qi Petir Hitam miliknya memang gabungan dari dua jenis qi.
Wusssh!
Aura hitam yang kadang-kadang memercikan listrik pun menyelimuti semua daerah tersebut dalam radius beberapa km. Lin Yan sedikit berkeringat karena hampir tidak mampu melakukannya. Namun ia tetap tenang seperti biasa dan mencoba menari kekuatan lebih besar dari dalam tubuhnya.
“Oh? Pembukaan garis darah?” Dewi Naga Asyura sedikit terkejut bahwa Lin Yan membuka sedikit demi sedikit garis darahnya.
Di sisi lain, Xia Yue'er hanya terus menatap apa yang dilakukan oleh Lin Yan dengan cara menggenggam kedua tangannya bersamaan seperti seorang yang sedang berdoa.
Ketika seluruh permukaan kulit naga tersebut diselimuti oleh qi Lin Yan, ia pun langsung melakukan hal yang sering ia lakukan yaitu melahap sesuatu dan menjadikannya miliknya sendiri walaupun cara itu sangat beresiko.
Tentu hal itu akan terjadi karena garis darah Lin Yan memang belum terbangun sepenuhnya.
Dewi Naga Asyura yang menatap itupun mengangguk puas. Ia pun membuat gerakan kecil lalu mengarahkan lengannya ke tempat Lin Yan berada.
“Formasi Penyegelan Qi Kuantum!”
“Formasi Segel Penyerapan!”
“Formasi Kehancuran Qi Tubuh Kosmik!”
Dalam waktu kurang dari satu detik, Dewi Naga Asyura pun menanam tiga segel sekaligus di dalam tubuh Lin Yan.
Qi Lin Yan yang menyelimuti kulit naga pun tampak memadat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan bahkan membuat Lin Yan terkejut. Tidak hanya dia, bahkan Xia Yue'er pun terkejut karena kekuatan Formasi bisa mencapai level seperti itu.
Wusssh!
Qi yang dipatahkan pun langsung masuk ke tubuh Lin Yan secara paksa.
Deg! Deg!
Jantung Lin Yan berdetak sangat cepat. Ia pun buru-buru duduk bersila karena banyak qi yang tampak beredar di dalam tubuhnya karena Dewi Naga Asyura memang menyediakan qi dalam jumlah yang mampu diserap oleh tubuh Lin Yan saat ini.
Dewi Naga Asyura yang menatap itu tersenyum hangat menatap ke arah Lin Yan. Patungnya pun kembali ke posisi semula dan cahaya yang menyelimutinya pudar.
“Gapailah puncak tertinggi, dan saat itu terjadi, kau pasti bisa menemukanku dan jawaban yang kau inginkan akan kau dapatkan.”