
Pulau Es Utara, Sekte Istana Salju
“Itu adalah Sekte Istana Salju, salah satu dari dua Sekte terkuat di Benua Saint walaupun mungkin Pulau Es Utara tidak terletak di Benua Saint.” ucap Gu Yuena sambil menatap hamparan bangunan yang terbuat dari es berwana putih bersih layaknya sebuah salju yang ditumpuk.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Gu Yuena, Lin Yan menaikkan sedikit alisnya karena tidak menyangka bahwa Sekte Istana Salju akan menjadi salah satu dari dua Sekte terkuat di benua Saint.
“Ayo, aku akan membawamu ke tempat Guruku berada.” Gu Yuena pun memimpin jalan ke tempat tertentu di Sekte Istana Salju.
Ketika ketiganya terus terbang di udara ke tempat tertentu di Sekte Istana Salju, para anggota Sekte tersebut terkejut karena menatap seorang pria yang memasuki Sekte.
“Ada pria di tempat ini!”
“Tunggu dulu, bukankah kedua wanita itu adalah Gu Yin dan Gu Yuena? Kenapa mereka membawa seorang pria ke dalam Sekte?”
“Cepat laporkan hal ini kepada Tetua!”
Banyak diskusi diantara murid terjadi karena melihat penampilan Lin Yan.
Mendengar semua itu, Lin Yan tidak tau harus bereaksi seperti apa. Sedangkan untuk Gu Yuena dan Gu Yin hanya diam karena sudah tau bahwa hal seperti itu akan terjadi.
Ketika sedang dalam perjalanan, tiba-tiba beberapa sosok muncul menghadang Lin Yan, Gu Yuena dan Gu Yin.
“Hentikan sampai di sini!” Salah satu wanita yang merupakan seorang Tetua di Sekte Istana Salju pun berbicara dengan nada dingin.
Sementara yang lainnya telah membuat gerakan tertentu lalu menyegel tempat tersebut agar Lin Yan tidak melarikan diri.
“Gu Yuena, Gu Yin! Katakan, apa maksud dari semua ini!” Salah satu Tetua bertanya kepada Gu Yuena dan Gu Yin dengan nada yang sangat marah. Walaupun keduanya adalah murid dari Nyonya Pertama dan Kedua Sekte Istana Salju, ia tidak akan segan menghukum keduanya jika melakukan kesalahan.
“Tetua.. ” Gu Yuena ingin berbicara tetapi salah satu Tetua lainnya pun berbicara memotong kata-kata Gu Yuena.
“Tidak perlu penjelasan apapun. Bunuh pria itu dan untuk mereka berdua, kita akan menyerahkan hukuman keduanya kepada Nyonya Pertama dan Kedua!”
Wajah Gu Yuena dan Gu Yin jelek seketika saat mendengar apa yang dikatakan oleh Tetua tersebut. Keduanya tentu mengenal Tetua yang baru saja berbicara, dia adalah salah satu Tetua yang tidak menyukai mereka.
“Apa maksud anda, Tetua Mu Chang-Chang?” Tanya Gu Yin dengan nada marah.
“Hmp!” Mu Chang-Chang mendengus dingin lalu berkata, “Kau masih tidak ingin mengakui kesalahan setelah membawa seorang pria ke Sekte Istana Salju? Sungguh wanita tidak punya harga diri! Kau telah menodai warisan dari Sekte Istana Salju!”
“Wanita tidak punya harga diri? Baik, jika begitu tidak perlu berkata apa-apa lagi. Hari ini aku Gu Yin keluar dari Sekte Istana Salju!” Balas Gu Yin dingin dan langsung menarik Lin Yan bersamanya.
Semua Tetua yang ada di sana tertegun di tempat karena murid paling berbakat dalam sejarah yang ada di Sekte Istana Salju langsung berniat keluar dari Sekte hanya karena seorang pria.
Sementara Gu Yuena hanya diam karena tau bahwa Gu Yin akan melakukan itu jika seseorang mencoba menghina ataupun memperlakukan Lin Yan dengan buruk. Lin Yan saat ini memiliki status sebagai suami Gu Yin, sebagai seorang istri, dia memang harus melakukan hal seperti itu karena di Klan Gu, seorang istri harus selalu mengikuti suaminya dalam keadaan apapun walaupun itu jika menyangkut nyawa.
Mu Chang-Chang panik seketika karena tau bahwa jika Gu Yin keluar dari Sekte, maka sudah pasti Nyonya Pertama Sekte Istana Salju akan menghabisinya di tempat.
“Yin’er.. hentikan sikap kekanak-kanakanmu.” Satu sosok pun muncul saat mengatakan hal itu.
“Nyonya Kedua..” Para Tetua pun melepaskan segel yang mereka ciptakan sebelumnya untuk mengurung Lin Yan. Mereka tau bahwa jika Nyonya Kedua Sekte Istana Salju hadir, tidak mungkin bagi para penyusup untuk pergi.
Gu Yin menatap ke arah sosok yang baru saja muncul dan berbicara sambil menunjuk ke arah Mu Chang-Chang, “Aku sudah mengatakan sejak awal ketika aku bergabung dengan Sekte Istana Salju! Bahkan Guru telah setuju dengan permintaanku! Tetapi wanita tua sialan itu ingin membunuh suamiku? Lebih baik aku tidak berada di Sekte ini!”
Para Tetua sekali lagi tertegun di tempat karena tidak menyangka bahwa akan ada kondisi tertentu agar Gu Yin mau bergabung dengan Sekte Istana Salju.
Sementara untuk Mu Chang-Chang, ia bahkan lebih tercengang karena tidak tau sama sekali bahwa Gu Yin ternyata telah menikah tetapi masih bisa masuk ke dalam Sekte Istana Salju.
Peraturan di Sekte Istana Salju sangatlah ketat. Seseorang yang sudah menikah tidak dapat menjadi murid Sekte, jika seorang murid ingin keluar dari Sekte demi seorang pria, mereka harus rela menyerahkan kultivasi mereka sebagai kompensasi.
“Nyonya Kedua. Apa maksud dari semua ini? Apakah anda dan Nyonya Pertama ingin menodai peraturan yang telah dibuat sejak dahulu?” Mu Chang-Chang yang merasakan memiliki kesempatan untuk membela diri pun berbicara dengan nada sedikit dingin.
Para Tetua yang lainnya hanya diam karena tau bahwa jika apa yang dikatakan oleh Gu Yin benar, maka Nyonya Pertama Sekte Istana Salju telah melanggar peraturan yang dibuat oleh leluhur mereka sendiri.
Mu Xuan Xian tidak langsung menjawab. Ia menatap dengan seksama ke arah Lin Yan untuk beberapa saat karena ia mencoba untuk mengukurnya. Tidak sampai tiga detik kemudian, ia pun menatap ke arah Mu Chang-Chang dengan tatapan datar.
“Kakakku memang telah menyetujui persyaratan yang dibuat oleh Gu Yin. Tetapi ini juga karena peraturan yang dibuat oleh leluhur kita. Jika kau tidak percaya, datanglah ke Kuil Dewi Salju, lihatlah di monumen terakhir apa yang tercatat di sana.” Mu Xuan Xian berkata dengan nada acuh tak acuh.
Para Tetua saling memandang lalu salah satu dari mereka pun mengangguk. Tanpa persetujuan dari salah satu pemimpin Sekte Istana Salju, tidak akan ada yang bisa memasuki Kuil Dewi Salju yang menjadi wasiat leluhur pencipta Sekte Istana Salju.
“Kuil Dewi Salju?” Lin Yan, Gu Yuena dan Gu Yin terkejut mendengar nama tersebut karena di Klan Gu, Kuil Dewi Salju juga ada.
Salah satu Tetua menghilang dan tidak sampai satu menit kemudian, dirinya pun kembali dengan wajah kosong karena tidak menyangka bahwa akan ada sesuatu seperti itu tercatat di sana.
“Bagaimana?” Tanya Mu Chang-Chang buru-buru karena tentu dirinya sangat ingin yang dikatakan oleh Mu Xuan Xian tidaklah nyata.
Tetua yang memasuki Kuil Dewi Salju pun melambaikan tangannya lalu sebuah kulit hewan yang sangat lebar berwarna putih muncul lalu tulisan tulisan tertentu pun muncul di permukaannya. Kulit hewan tersebut berfungsi sebagai penyalin monumen yang berisi tulisan di Kuil Dewi Salju dan semua para Tetua Sekte Istana Salju mengetahui hal itu.
Tulisan-tulisan yang dibaca oleh para Tetua membuat mereka terdiam seribu kata karena tidak berani membantah apapun.
Mu Chang-Chang di sisi lain menggertakkan giginya dengan kuat lalu pergi dari tempat itu tanpa berpamitan kepada Mu Xuan Xian.
Tulisan yang ada di kulit hewan itu pun langsung menghilang kembali dalam sekejap.
“Jika begitu, kami permisi dulu, Nyonya Kedua..” Para Tetua membungkuk lalu menghilang dalam sekejap dari tempat itu setelah Mu Xuan Xian mengangguk kecil.
“Apa isi dari tulisan sebelumnya?” Tanya Gu Yuena penasaran.
Mu Xuan Xian tidak menjawab karena itu adalah informasi sensitif tentang Sekte Istana Salju.
Sementara itu, Lin Yan yang sedari tadi diam dan memasang wajah serius karena tentu dapat membacanya walaupun kulit hewan berisi tulisan dapat dibaca ketika mencapai tingkat tertentu. Hal itu dikarena ia menggunakan Mata Raja untuk membacanya.
“Informasi Pengguna qi Es Hitam dan informasi tentang Segel yang dijaga oleh Klan Lin!” ucap Lin Yan.
Kata-kata Lin Yan membuat Mu Xuan Xian langsung menatap ke arah Lin Yan dengan mata menyipit. Ia tidak menduga bahwa seseorang yang belum mencapai tingkat Alam diatas tingkat Alam Kaisar akan bisa membacanya.
Dari hal itu, Mu Xuan Xian pun langsung memikirkan tentang hal tertentu mengenai Lin Yan.