
Dimensi Naga
“Petir Hitam Surgawi!”
Blar!
Petir hitam pun menyambar dari arah langit tepat ke Tombak Pembunuh Naga milik Lin Yan.
Bussssh!
Naga Angin yang ditusuk oleh Lin Yan sebelumnya pun langsung hancur menjadi berkeping-keping. Tidak ada darah terlihat karena petir hitam tersebut membakar habis darah milik Naga Angin yang tubuhnya telah hancur.
Satu lagi anggota Klan Naga Angin pun melebarkan matanya saat menatap hal tersebut. Amarahnya meningkat saat menatap rekannya tewas dalam waktu hitungan detik di tangan Lin Yan. Karena marahnya, ia pun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Lin Yan.
Mata Lin Yan langsung menatap lurus ke arah Naga Angin lainnya. Pupil matanya tampak melebar sedikit dan di saat itu juga, aura tak kasat mata pun meledak ke segala arah.
Dung!
Naga Angin yang hendak bergerak pun mematung di tempat. Keringat dingin bercucuran di dahinya karena untuk sesaat, ia seperti diberi perintah mutlak.
Namun, Naga Angin tersebut masih dapat menolak walaupun saat ini tubuhnya gemetaran tak terkendali.
Gu Yin yang menatap itu tidak membuang waktu sama sekali dan muncul tepat di belakang Naga Angin tersebut.
“Tebasan Es Kematian!”
Sraing!
Karena rasa takut yang dialaminya, Naga Angin itupun tidak bergerak sama sekali saat Gu Yin mengayunkan pedang ke arah lehernya.
Srak!
Kepala Naga Angin itupun langsung melesat ke arah udara. Tidak ada darah sama sekali yang keluar karena teknik milik Gu Yin langsung membekukan luka yang ia buat pada tubuh Naga Angin.
“Ini tidak terlalu sulit.” Gumam Gu Yin saat menyimpan Pedang Kembar Chi ke dalam cincin ruang miliknya.
“Lin Yan, kenapa sebelumnya Naga ini tampaknya membeku di tempat? Aku juga dapat merasakan aura tertentu yang terpancar dari tubuhmu.” Gu Yin yang menghampiri Lin Yan, langsung bertanya dengan nada yang sangat penasaran.
“Itu adalah keahlianku untuk menekan binatang spiritual. Tetapi aku tidak menyangka bahwa mereka dapat bertahan walaupun itu dapat menghentikan gerakannya. Sebelumnya ketika aku menggunakan teknik ini, para binatang spiritual akan mengikuti perintahku.” ucap Lin Yan menjelaskan teknik miliknya.
Gu Yin tampak merenung karena ia ingat tentang cerita ketika Lin Yan mengamuk saat dirinya hampir terbunuh. Di saat itu juga, para binatang spiritual mengamuk dan menyerang umat manusia di Daratan Utara.
“Tapi, teknik itu pasti hebat. Suami, bayangkan saja jika kau melawan Naga dengan kekuatan yang lebih tinggi, dia akan kehilangan kendali tubuhnya untuk beberapa saat. Sudah pasti kau akan bisa menghabisinya di waktu sesaat musuh terhenti sejenak.” ujar Gu Yin.
Lin Yan hanya tersenyum ketika mendengar penjelasan dari Gu Yin. Ia tentu memikirkan hal itu juga sehingga dirinya mencoba teknik Supremasi : Dewa Binatang Buas kepada Naga Angin.
“Hm? Lin Yan, coba lihat ini!” Lin Yan yang masih tampak berpikir pun menatap ke arah Gu Yin yang saat ini berada di permukaan tanah.
“Ada apa?” Tanya Lin Yan penasaran saat menghampiri Gu Yin.
“Aku mengambil inti dari Naga ini. Ini hanya seukuran biji kacang tetapi memancarkan kekuatan yang luar biasa.” Seru Gu Yin saat memperlihatkan biji kecil berwarna hijau kebiruan di telapak tangannya kepada Lin Yan.
“Apakah kita bisa menggunakan biji kecil ini sebagai bahan kultivasi?” Tanya Gu Yin penasaran.
Lin Yan tidak langsung membalas. Ia pun menggunakan kekuatannya dan langsung melahap biji kecil tersebut.
Dahi Lin Yan sedikit berkerut saat ia mencerna biji kecil tersebut menggunakan kekuatan spesial yang ada di dalam tubuhnya.
“Ya, ini bisa digunakan sebagai bahan kultivasi. Tetapi seseorang harus memiliki elemen yang sama.” ujar Lin Yan walaupun dirinya tidak harus memiliki elemen yang sama karena ia bisa melahap segala jenis energi dan digunakan untuk memperkuat dirinya melalui Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga ataupun menambah jumlah qi di dalam tubuhnya.
Namun untuk Lin Yan, ada sesuatu yang tampaknya mengganjal di dalam dirinya ketika melahap biji kecil tersebut. Itu tampak seperti ia melahap jenis yang sama dengan dirinya sehingga ia merasa sedikit terganggu.
Karena itu, Lin Yan tidak berencana untuk melahapnya secara langsung karena ada penolakan tertentu. Namun, ia memikirkan kembali bagaimana jika ia mengolahnya menjadi sesuatu seperti pil ataupun cara obat-obatan yang merupakan kemampuan dari neneknya.
“Oh? Sangat disayangkan. Apakah di tempat ini ada Naga Es ataupun Naga Salju?” Gumam Gu Yin karena merasa bahwa jika ada inti Naga seperti itu, kekuatannya pasti akan meningkatkan sangat pesat seperti yang dikatakan oleh Lin Yan.
“Jangan khawatir Yin'er. Pasti akan ada jenis naga seperti itu di tempat ini karena tampaknya para naga tidak hanya ada Naga Angin saja. Itu terbukti dari kata-kata Naga Angin yang kita habisi beberapa hari yang lalu.” ujar Lin Yan dan melanjutkan, “Juga, aku akan mencoba mengolah biji biji yang adalah inti dari Naga menjadi sesuatu yang lain agar dapat digunakan.”
Mata Gu Yin langsung cerah seketika lalu ia menatap ke arah tempat yang jauh, “Jika seperti itu, ayo kita memburu naga-naga itu.”
Lin Yan terkekeh kecil lalu mengangguk kecil. Ia juga ingin mengelilingi tempat yang mereka masuki saat ini setelah selesai menghabisi para kelompok Naga Angin yang mencoba memburu mereka.
Setelah itu, Lin Yan dan Gu Yin pun langsung terbang ke arah tertentu yaitu tempat Naga Angin lainnya berada.
**
Bukit Naga Kembar
Di salah satu bukit tersebut, saat ini terlihat seorang pria paruh baya yang melayang di langit sambil menatap ke arah tertentu.
Di belakangnya, terlihat dua pria paruh baya lainnya yang hanya diam menunggu sosok dihadapan mereka mengatakan sesuatu.
“Dua anggota Klan Naga Angin telah jatuh kembali.” ucap pria paruh baya tersebut yang tidak lain adalah Raja Naga Angin.
“Apa?”
“Siapa yang melakukannya?”
“Balapan Naga Angin sudah sangat sedikit jumlahnya! Kehilangan beberapa anggota lagi akan membuat kita punah!”
Raja Naga Angin hanya diam ketika mendengar kata-kata kedua sosok yang merupakan anggota terkuat di bawahnya yang ada di Klan Naga Angin.
“Kalian berdua pergilah dan cari siapapun dia yang mencoba memburu anggota Klan Naga Angin! Aku yakin bahwa mereka adalah Manusia yang belum lama ini tiba-tiba masuk ke dalam Dimensi Naga!” ucap Raja Naga Angin.
“Baik!”
Setelah kedua bawahannya menghilang, Raja Naga Angin pun menatap ke arah tertentu dengan wajah sedikit gelap.
“Semua Raja Naga pasti telah mengetahui bahwa dia telah kembali. Bukan manusia yang masuk ke tempat ini saat ini yang menjadi kekhawatiran ku. Tetapi dia...” ucap Raja Naga Angin. Ada sedikit ketakutan di dalam nadanya berbicara karena ia langsung mengingat tentang masa lalu yang kelam.