Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 144 - Bertemu Long Bao dan Long Gu



Enam belas murid pun naik ke atas punggung Burung Roc. Sementara Tetua Kedua dan Ketiga berada di atas kepala burung tersebut.


“Jangan sampai jatuh.” Kata Tetua Ketiga dan Burung Roc langsung mengepakkan sayapnya lalu tebang ke langit.


Para murid berteriak kata-kata menyemangati kepada semua murid yang menjadi peserta.


“Sungguh cepat. Kekuatan binatang roh ini pasti sangat kuat.” Batin Lin Yan dan perlahan duduk bersila di punggung Burung Roc.


Para murid tingkat Alam Bumi sama sekali tidak memiliki masalah ketika berada di punggung Burung Roc karena pengendalian qi mereka sangatlah hebat. Sementara untuk para murid tingkat Alam Roh merasa sedikit kesulitan.


Untuk para kultivator tingkat Alam Roh keatas, mereka akan mampu menggunakan qi untuk berjalan diatas air, ataupun di tempat-tempat tertentu yang seharusnya tidak bisa dilakukan oleh manusia. Itu tergantung pada pengendalian qi di seluruh bagian tubuh.


Lin Yan dan Huan Caiyi terlihat tenang ketika diatas punggung Burung Roc yang membuat Tetua Ketiga mengangguk puas.


Tentu saja Tetua Ketiga memiliki tujuan lain ketika menyarankan untuk pergi menggunakan Burung Roc. Itu untuk para murid-murid lebih baik dalam mengendalikan qi mereka.


Lin Yan hanya menatap ke arah depan dan memperhatikan Tetua Ketiga karena dia memang sangat berbeda dari para Tetua lainnya ataupun dark Master dan Tetua Agung sekte Naga Langit. Ia tidak tau apa sebenarnya tujuan dari Tetua Ketiga tersebut yang tampak seperti ingin membuat kemajuan kepada murid-murid lainnya.


Apakah ada niat khusus? Lin Yan tidak tau itu karena ia tidak terlalu mengenal bagaimana Tetua Ketiga yang sebenarnya.


Burung Roc terus terbang dengan kecepatan tinggi menuju sekte Seribu Pedang.


Sudah dua hari semenjak mereka berangkat menuju sekte Seribu Pedang. Waktu terus berlalu, dengan kecepatan terbang burung Roc saat ini, mereka akan sampai tidak lama lagi.


Karena Burung Roc terbang tanpa berhenti sekalipun, itu membuat perjalanan mereka semakin cepat.


“Kita hampir tiba.” Suara Tetua Ketiga terdengar.


Semua murid yang bermeditasi diatas punggung Burung Roc, membuka mata mereka dan menatap ke arah kejauhan.


Di kejauhan, terlihat sebuah gunung besar. Di bawah kaki gunung tersebut, hamparan tanah kosong yang tandus terlihat, bukan hanya itu, terlihat banyak pedang-pedang yang tertancap di tanah tandus tersebut.


Hanya ada satu jalur untuk menuju gunung tersebut jika tidak melalui udara. Di arah tertentu, terlihat sebuah hutan yang memanjang yang merupakan jalur untuk mencapai gunung tempat sekte Seribu Pedang berada.


“Tempat yang menarik.” Gumam Lin Yan saat menatap gunung yang bahkan lebih besar dari tempat istana Kerajaan Bintang berada.


Memang benar bahwa di seluruh wilayah Kerajaan Bintang, terdapat banyak sekali gunung-gunung tinggi. Kebanyakan dari sekte terdapat di tempat seperti itu.


“Lihat Yan'er, ada beberapa alat transportasi udara yang sedang menuju sekte Seribu Pedang. Dan lihat di hutan di bawah sana, banyak juga terlihat kelompok orang-orang yang sedang menuju sekte itu.” Huan Caiyi berkata sambil menunjuk beberapa kali ke arah tertentu.


“Oh?” Lin Yan juga menatap dengan seksama semua yang di tunjuk oleh Huan Caiyi menggunakan Mata Raja miliknya.


Lin Yan juga melihat beberapa sosok yang terbang di udara yang membuatnya bingung bagaimana caranya untuk terbang. Tetapi ketika mengingat kembali Tetua Pertama yang terbang ketika ia masuk sekte Naga Langit, ia merasa bahwa untuk kultivator tingkat tertentu akan bisa terbang. Awalnya ia mengira bahwa itu sebuah teknik tertentu.


Tetua Kedua dan Tetua Ketiga yang menatap beberapa sosok terbang dari arah yang sama pun mengerutkan keningnya.


“Long Bao dan Long Gu!” Batin Tetua Kedua dan Tetua Ketiga.


Kelompok Long Bao dan Long Gu pun langsung mendekat karena hubungan antara sekte Naga Langit dan Kerajaan Bintang bisa dikatakan sangat dekat.


Ketika sudah mendekat, Long Bao dan Long Gu pun mendarat di punggung Burung Roc juga.


“Aku tidak menyangka bahwa anda adalah yang membawa para murid-murid kali ini untuk sebuah kompetisi, Tetua Ketiga.” Long Bao langsung berbicara sambil melihat semua murid. Ia pun menemukan Long Hua bersama dua anggota keluarga Kerajaan lainnya. Ia mengangguk kecil karena melihat anggota keluarganya yang menjadi peserta kompetisi kali ini.


“Aku ingin melihat pertarungan para generasi muda setelah sekian lama.” Balas Tetua Ketiga.


Sementara itu, Long Gu menatap ke arah Lin Yan dengan wajah gelap. Ia tidak menyangka bahwa kedua anak yang ia temui waktu di kota Dagang telah mencapai level yang tinggi. Ia juga telah mendengar kabar tentang Lin Yan menjatuhkan salah satu anggota Keluarga Kerajaan, anak salah satu Tetua klan Long.


Lin Yan dan Huan Caiyi hanya melirik ke arah Long Gu sekilas lalu mengabaikannya.


“Apa yang membawamu kemari paman?” Tanya Long Hua setelah membungkuk sedikit ke arah Long Bao.


“Klan Long telah diundang untuk melihat acara ini. Dan aku adalah perwakilan klan Long bersama dengan pamanmu, Long Gu,” jawab Long Bao dengan senyum. Tentu saja ia bersikap ramah kepada Long Hua karena putra mahkota itu adalah harapan Kerajaan Bintang. Salah satu jenius tertinggi yang pernah terlahir di klan Long.


“Siapa diantara kalian yang bernama Lin Yan?” Suara Long Bao jatuh sekali lagi.


Semua murid yang ada di sana mengalihkan pandangan mereka ke arah Lin Yan yang masih menatap pemandangan daerah sekitar sekte Seribu Pedang.


“Apa yang anda inginkan dariku?” Tanya Lin Yan saat mengalihkan pandangannya ke arah Long Bao.


Kerutan muncul di dahi Long Bao, Long Gu, Long Hua dan dua murid anggota keluarga Kerajaan lainnya.


“Tunjukkan sopan santun mu, bocah!” Teriak murid anggota keluarga Kerajaan yang bernama Long Cu.


“Apakah aku berbicara denganmu?” Tanya Lin Yan heran. Ia bingung kenapa semua anggota keluarga Kerajaan sangat suka memotong pembicaraan seseorang.


Long Cu dan satu lagi yang bernama Long Ci sangat marah. Aura mereka merembes dan ingin menghajar Lin Yan di tempat.


Melihat itu, Long Hua mengangkat tangan kanannya untuk menghentikan saudara kembar itu. Ia langsung paham bahwa mereka akan kehilangan wajah lagi jika membalas kata-kata Lin Yan.


“Long Hua.. ke..-” Long Ci ingin berbicara tetapi dipotong oleh Long Hua. “Diamlah.”


Long Ci hanya diam dan melototi Lin Yan seperti hendak ingin menelannya hidup-hidup.


Long Bao menatap Lin Yan dari atas ke bawah sejenak lalu berbicara sambil mengeluarkan auranya untuk menekan Lin Yan, “Dengan sikapmu itu, kau akan sangat cepat kehilangan nyawa!”


“Apa katamu?” Aura Huan Caiyi merembes keluar karena seseorang mempertanyakan sikap adik kecilnya, ia langsung berdiri di depan Lin Yan untuk menghalangi tekanan. Adalah hal wajar jika seseorang bertanya dan menjawab seperti yang dilakukan oleh Lin Yan.


“Memangnya kau siapa? Kau tidak memiliki hak untuk mempertanyakan sikap seseorang walaupun kau adalah seorang penting dari keluarga Kerajaan!” Ucap Huan Caiyi dingin dan semua auranya meledak.


Semua yang ada di sana terkejut bahwa seseorang kultivator tingkat Alam Roh tidak gentar sama sekali dihadapan seseorang sekaliber Long Bao.