Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 393 - Para Petinggi Sekte Wayang Tidak Berdaya



Uap hitam merembes keluar dari teknik pertahanan yang digunakan oleh Canglan yang membuat empat musuhnya yaitu Master Sekte, Tetua Agung, Tetua Pertama Sekte Wayang dan Tetua An memasang wajah yang sangat jelek.


Keempatnya tentu sadar bahwa qi yang merembes dari teknik pertahanan tersebut mencoba untuk menghancurkan mereka. Sebagai kultivator tingkat Alam Kaisar, keempatnya sangat sadar apa yang ingin hendak Canglan lakukan.


Keempatnya pun langsung menggunakan teknik pertahanan juga dan menggunakan Wayang masing-masing sebagai perisai.


Duar!


Ledakan Qi Kegelapan yang begitu dahsyat pun terjadi di udara dan menghempaskan keempatnya ke tempat yang lumayan jauh.


Xiao Ziya yang sudah hidup cukup lama menatap ke arah ledakan besar tersebut, ia masih memikirkan bagaimana bisa Serigala Iblis Kegelapan terakhir telah tewas dan jatuh ke dunia tempat dirinya disegel.


“Serigala Iblis Kegelapan adalah musuh alami dari Serigala Surgawi dan Kelelawar Iblis Surgawi. Tetapi yang terkuat diantara mereka tetaplah Serigala Iblis Kegelapan. Hanya ada beberapa yang bisa menghabisinya ketika zaman kekuasaan dipegang oleh Dewa Sage. Siapa gerangan yang mengalahkannya?” Gumam Xiao Ziya penasaran karena dirinya juga tidak terlalu yakin bisa mengalahkannya. Itu disebabkan keduanya bisa dianggap setara di masa lalu.


Hanya Dewa Sage yang lebih kuat dari mereka meskipun itu dalam selisih kecil.


“Siapapun yang menghabisi Serigala Iblis Kegelapan adalah seseorang yang mungkin setara dengan Kaisar Manusia Generasi Kedua.” Batin Xiao Ziya dan terus menatap ke arah langit.


Banyak pemikiran yang terlintas di benak Xiao Ziya saat ini. Dan salah satunya adalah, ia masih merasa bingung bagaimana Canglan dapat mengendalikan kekuatan Serigala Iblis Kegelapan walaupun itu hanya dalam jumlah yang sangat kecil.


Dari apa yang diketahui oleh Xiao Ziya, kekuatan milik Serigala Iblis Kegelapan sangatlah menyeramkan dan membuat banyak makhluk bahkan tidak mau mendekat padanya. Oleh karena itu, Xiao Ziya hanya berpikir bahwa ada sesuatu yang spesial tentang tubuh Canglan dan itu mungkin berkaitan dengan Akar Spiritual Canglan ataupun tubuh khusus serta garis darah yang membuatnya tidak menerima efek apa-apa ketika terkena qi dari Serigala Iblis Kegelapan.


Ketika ledakan mereda, terlihat Canglan yang saat memiliki luka di bahunya karena di tebas oleh Wayang yang ia simpan sebelumnya. Wajahnya tampak sangat dingin saat ini, matanya sangat merah karena marah. Niat membunuh serta haus darah disekitar tubuhnya tampak sangat liar karena sangat ingin menghabisi keempat musuh yang menjadi targetnya.


Di tempat yang tidak terlalu jauh dari Canglan, terlihat Master Sekte, Tetua Agung, Tetua Pertama Sekte Wayang dan Tetua An yang mengalami beberapa luka di tubuh mereka serta Wayang mereka yang tampak sedikit rusak.


“Sial! Kekuatannya sangat mengerikan! Inikah kekuatan yang dipegang oleh Peringkat ke 150 Master Bela Diri?” Tetua Agung Sekte Wayang memasang wajah pucat karena tau bahwa mereka saat ini dalam bahaya yang sangat besar.


“Ayo kita pergi! Tidak mungkin kita menandingi Canglan yang sudah sekuat itu! Dan Wayang Bencana miliknya bahkan lebih mengerikan!” ucap Master Sekte Wayang dengan wajah muram dan melihat Tetua Agung, Tetua Pertama dan Tetua An.


Ketiganya mengangguk lalu langsung bergerak ke arah yang berbeda-beda agar dapat melarikan diri dari Canglan. Mereka hanya bisa berharap bahwa diri mereka tidak diincar lebih dulu karena jika itu terjadi, tidak akan ada kesempatan untuk pergi.


Xiao Ziya yang menatap itupun tersenyum dan menyatukan kedua telapak tangannya. Ia tentu sedari awal telah menanam Formasi tetapi belum mengaktifkannya ketika ia membuat Formasi pertama kali yang membuat tekanan berat kepada semua murid Sekte Wayang.


“Formasi Kematian, Penjara Kematian!”


Dung!


Di tempat yang snagat jauh, beberapa pilar qi berwana merah pun muncul di beberapa tempat berbeda-beda dan langsung bersinar terang.


Kubah qi yang sangat luas pun tercipta dan itu tentu menjadi Formasi yang membuat siapa saja tidak bisa keluar dari dalam tempat tersebut.


“Sialan!” Master Sekte Wayang yang menatap itupun langsung mengayunkan pedangnya bersamaan dengan Wayangnya agar menghancurkan pengalang yang menghalanginya keluar.


Trang! Trang!


Krak! Krak! Krak!


Penghalang tersebut hendak hancur tetapi pulih kembali dalam sekejap yang membuat Master Sekte Wayang memasang wajah yang sangat jelek.


Di sisi lain, Tetua Pertama dan Tetua An sama sekali tidak dapat merusak Formasi yang dibuat oleh Xiao Ziya karena mereka sangat lemah.


Dan Formasi yang dibuat oleh Xiao Ziya mengorbankan qi-nya setiap kali itu hendak dihancurkan. Yang artinya, waktu untuk Formasi agar hancur adalah saat qi Xiao Ziya habis.


Canglan yang menatap itupun langsung mengendalikan Wayangnya mengejar Tetua Agung Sekte Wayang. Sementara dirinya langsung bergerak ke arah Master Sekte Wayang.


Zhep!


Ketika Canglan tiba, wajah Master Sekte Wayang sangat pucat. Walaupun Canglan tidak membawa Wayangnya bersamanya, tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap kesembilan bukan sesuatu yang bisa ia lawan.


“Canglan! Apa kau lupa bahwa kau adalah bagian dari Sekte Wayang? Apa kau lupa bahwa Guruku adalah yang membawamu ke Sekte Wayang saat kau masih kecil?” Teriak Master Sekte Wayang sedikit frustasi. Ia sangat sadar bahwa jika ia menyerang, tidak ada kesempatan untuk melukai Canglan sama sekali.


“Ya. Aku berterimakasih kepada Gurumu, tetapi tidak untukmu!” Balas Canglan saat dirinya menghilang dan muncul tepat di depan Master Sekte Wayang.


Bam!


Pukulan sekuat tenaga Canglan pun mengenai perut Master Sekte Wayang yang membuatnya muntah seteguk darah dalam sekejap dan hampir saja terpental sangat jauh.


Tetapi Canglan langsung menangkap kedua bahu Master Sekte Wayang lalu menendangnya sekali lagi menggunakan lututnya.


Buak!


“Uhuk..” Pukulan yang sangat menyakitkan pun diterima oleh Master Sekte Wayang. Ia sama sekali tidak mampu menghindar karena kecepatan Canglan yang sangat tinggi. Ia pun langsung mengendalikan Wayangnya untuk menyerang Canglan dari belakang karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.


Canglan tentu dapat merasakannya dan langsung menarik tubuh Master Sekte Wayang ke arah Wayang yang mencoba menyerangnya.


Sraing!


“Arrrrgggh!” Master Sekte Wayang berteriak sangat keras saat tubuhnya di tebas oleh Wayangnya sendiri.


Canglan hanya menyeringai saat membuat Master Sekte Wayang menjadi sebuah perisai. Ia pun melirik ke arah Tetua Pertama dan Tetua An yang mencoba menyerang pengalang. Ia pun langsung mengeluarkan pedangnya dan menebas ke dua arah yang berbeda dengan tangan kiri.


Sraing! Sraing!


Kedua tebasan tersebut tentu dapat dihindari oleh Tetua Pertama dan Tetua An. Tetapi dengan begitu, Canglan pun langsung melesat ke arah Tetua An pertama dalam sekejap.


“Sialan!” Tetua An yang mendekat pun mencoba menebas Canglan tetapi Canglan dengan mudah menghindarinya.


“Tebasan Kegelapan!”


Sraing!


Canglan melewati Tetua An dalam sekejap dan langsung memenggalnya. Setelah itu, ia pun menghilang kembali dan tiba di dekat Tetua Pertama dalam sekejap.


“Canglan! Dasar sialan! Kau akan membayarnya!” Teriak Tetua Pertama dan mencoba meledakkan dirinya.


“Percuma.” ucap Canglan saat mengangkat tubuh Master Sekte Wayang ke depan tubuhnya sendiri.


Duar!


Ledakan besar terjadi dalam sekejap saat Tetua Pertama meledakkan dirinya tetapi itu membuat Master Sekte Wayang yang menjadi perisai hidup dibuat oleh Canglan semakin menderita.


Ketika ledakan mereda, Canglan sama sekali tidak terluka dan terlihat Master Sekte Wayang yang dalam kondisi memprihatikan karena menerima ledakan secara langsung.


Tatapan Canglan tertuju pada Tetua Agung Sekte Wayang yang sedang ditekan oleh Wayang Serigala Iblis Kegelapan dengan sangat mudah karena sedari awal keduanya tidaklah sebanding.


“Hanya tersisa dirimu, pak tua!” ucap Canglan dan langsung melesat ke arah Tetua Agung Sekte Wayang sambil membawa Master Sekte Wayang ditangannya.


Lin Yan yang menatap itu dari bawah hanya menaikkan sudut bibirnya karena kekuatan Canglan memanglah sangat kuat.


Sementara itu, Dai Mubai yang menonton pun bergetar sedikit ditubuhnya karena tentu mengetahui siapa Canglan.


“Bukankah dia kultivator yang merupakan mantan anggota Sekte Wayang yang dikabarkan diundang oleh Organisasi Saint Langit untuk menjadi Master Bela Diri peringkat 150? Sungguh tidak terduga bahwa dia memanggil Lin Yan Tuan Muda.” Batin Dai Mubai dan menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan kagum karena bisa menundukkan Canglan menjadi bawahannya.