Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 330 - Musuh Menghampiri



Kota Neraka


Karena tidak adanya lagi penantang tingkat Alam Raja tahap ketiga ke bawah, Lin Yan pun akhirnya menerima Lencana kemenangan yang dapat ditukar di Paviliun Hadiah.


Lin Yan kembali ke tempat Li Hao berada. Ia di tatap terus-menerus oleh para kultivator karena sebelumnya sikap Lin Yan seolah-olah meremehkan semua kultivator dengan tingkat kultivasi dua tahap darinya. Tetapi tetap saja tidak ada dari mereka yang mau melawan Lin Yan karena Chu Wen yang dianggap kuat pun telah jatuh di ujung tombak Lin Yan.


“Kemenangan yang mudah.” Li Hao pun berbicara ketika Lin Yan tiba di dekatnya.


Kata-kata Li Hao hanya dibalas dengan senyuman oleh Lin Yan.


“Apakah kau ingin menukar lencana itu di Paviliun Hadiah?” Tanya Li Hao mengingat tentang Lencana kemenangan yang diterima oleh Lin Yan.


“Apakah ada sesuatu yang bagus di sana?” Tanya Lin Yan penasaran.


“Tentu saja. Kota Neraka adalah perkumpulan dari banyak kultivator yang berasal dari luar. Pertarungan terus-menerus terjadi di Kota Neraka ini dan semua senjata, teknik dan manual akan berakhir di tempat itu. Lalu semua para pemenang di Colosseum akan memiliki hak untuk mengambil salah satu hadiah di tempat itu.” ujar Li Hao.


“Jika seperti itu, aku akan merepotkanmu untuk memimpin jalan.” ucap Lin Yan.


Li Hao mengangguk kecil dan langsung menuntun Lin Yan ke arah Paviliun Hadiah keluar dari Colosseum.


Saat Lin Yan dan Li Hao keluar dari Colosseum, anggota Klan Yao pun saling mengangguk lalu pergi juga dari Colosseum. Tentu tujuan mereka adalah membereskan Lin Yan.


Para anggota Klan Chi dan Klan Chu yang menatap itu pun hanya membiarkan anggota Klan Yao untuk membereskan Lin Yan. Mereka merasa bahwa Lin Yan tidak akan mungkin mampu melawan para kultivator tingkat Alam Raja tahap kelima dan tahap keenam meskipun Lin Yan mereka akui sangat kuat.


Ketika Lin Yan di pimpin oleh Li Hao terbang menuju Paviliun Hadiah, ia pun mengerutkan keningnya ketika merasakan beberapa sosok kuat yang mengikutinya.


“Kita sedang diikuti.” Lin Yan pun berkata dengan nada sedikit dingin.


Li Hao tentu sudah merasakan kehadiran mereka semua. Ia juga memasang wajah sedikit gelap karena tau bahwa empat Kultivator yang mengikuti mereka memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kelima dan tahap keenam.


Lin Yan pun berhenti di udara karena tentu ia tidak gentar sama sekali melawan kultivator setingkat itu. Sebab, masih ada satu hal yang menjadi kartu truf miliknya jika mereka mencoba memburunya, yaitu teknik Fusi bersama dengan Xia Yue'er.


Menatap Lin Yan berhenti, Li Hao pun berhenti di udara dan menatap ke arah sumber kekuatan yang mengikuti mereka.


Tidak lama kemudian, empat sosok pun muncul tidak jauh dari lokasi Lin Yan dan Li Hao.


“Apa yang kalian inginkan?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh.


“Mereka..” Batin Li Hao saat melihat token yang digunakan oleh empat Kultivator tersebut. Ia tentu akan tau dengan jelas bahwa mereka adalah anggota Klan Yao Cabang.


“Kau masih bertanya apa yang kami inginkan setelah kau membunuh salah satu anggota Klan Yao?” Tanya salah satu dari mereka dan mengeluarkan pedang untuk menghabisi Lin Yan di tempat.


“Kau membunuh anggota Klan Yao?” Tanya Li Hao tercengang menatap ke arah Lin Yan.


“Ya. Dia ingin merampokku. Jadi aku menghabisinya di tempat.” Balas Lin Yan acuh tak acuh.


“Ternyata kau akan mengakuinya juga! Jika seperti itu, maka matilah!” ucap empat anggota Klan Yao bersamaan.


“Siapa kau bocah? Apa kau ingin mati juga?” Tanya pemimpin kelompok Klan Yao.


Li Hao tidak membalas lagi dan mengeluarkan sebuah token yang membuat empat anggota Klan Yao memasang wajah gelap.


“He.. anggota Klan Li? Apa kau tidak sadar bahwa anggota Klan Li itu bekerja untuk Klan Yao?” Tanya pemimpin kelompok Klan Yao dengan seringai lebar diwajahnya.


“Oh? Bekerja untuk Klan Yao? Tampaknya aku harus memberitahu kakek tentang hal ini. Aku lupa satu hal. Ini hanya token keanggotaan Klan Li dan aku salah mengeluarkan token.” Balas Li Hao acuh tak acuh lalu mengeluarkan token lainnya yang membuat keempat anggota Klan Yao menelan ludah.


“Kau.. Li Hao? Cucu Patriak Klan Li?” Tanya pemimpin anggota Klan Yao. Meskipun dikatakan secara kasar bahwa Klan Li bekerja untuk Klan Yao, tetap saja Klan Yao Utama sangat menghargai mereka.


Bisa dikatakan, posisi Klan Li lebih tinggi di mata Klan Kuno Yao dari pada anggota Cabang Klan Yao. Itu dikarenakan keahlian Klan Li dalam berdagang dan mengumpulkan banyak sumber daya untuk Klan Yao.


Dan saat ini, pemimpin kelompok Klan Yao cabang pun sedikit ketakutan ketika mengatakan Klan Li hanya bekerja untuk Klan Yao.


Jika itu terdengar oleh Klan Li, mereka bisa melepaskan diri dari Klan Yao dan masih banyak Klan Kuno lainnya yang mau menerima mereka dengan tangan terbuka. Sebab, bekerja sama dengan Klan Li hanya akan membuahkan untung yang besar.


“Tampaknya berita tentangku telah menyebar. Aku berencana untuk pergi ke Klan Li setelah ini. Tampaknya kakek akan senang menerima berita yang kalian katakan.” Li Hao berkata dengan senyum kecil diwajahnya.


Keempat anggota Klan Yao menelan ludah karena jika apa yang dikatakan oleh salah satu dari mereka terdengar oleh telinga Patriak Klan Li, sudah pasti Klan Yao akan kehilangan tambang emas. Bahkan mungkin Klan Yao Cabang akan menerima dampak yang mengerikan karena merekalah asal mula kata-kata itu.


Bahkan untuk Klan Yao Utama tidak akan pernah mengadakan bahwa Klan Li bekerja untuk mereka tetapi lebih ke arah sebutan rekan kerja sama.


Alasan Asosiasi Alkemis terkenal tentu berkat Klan Li yang mengelolanya. Di saat dahulu ketika Klan Li belum mengelola Asosiasi Alkemis, organisasi itu tidaklah sebesar sekarang.


Karena bantuan Klan Li lah Klan Kuno Yao menjadi Klan Kuno terkaya diantara keempatnya.


“Apa yang kau katakan? Kau pasti salah dengar.” ucap pemimpin kelompok Klan Yao cabang dengan wajah canggung. Saat ini ia tidak berniat memburu Lin Yan lagi karena mungkin masalah baru akan datang menghampiri mereka.


“Salah dengar? Mungkin kau memang salah mengatakan sesuatu sebelumnya. Jadi, apakah kalian ada perlu di sini?” Tanya Li Hao dengan senyum kecil.


“Ti-tidak.. kami hanya lewat di Kota Neraka ketika ingin kembali ke Klan.” ucap Pemimpin Kelompok Klan Yao Cabang dengan nada canggung. Ia tentu paham apa maksud dari kata-kata Li Hao. Yaitu pergilah sebelum aku berubah pikiran.


“Oh.. baiklah. Jika tidak ada keperluan lainnya, maka kami akan pergi lebih dulu.” ucap Li Hao dan menatap ke arah Lin Yan dengan anggukan.


Lin Yan mengerti dan langsung mengikuti Li Hao menuju Paviliun Hadiah.


Ketika menatap Lin Yan dan Li Hao yang telah pergi, keempatnya menghembuskan nafas panjang lalu menyeka keringat dingin di dahinya.


“Sial! Aku tidak menyangka bahwa cucu Patriak Klan Li yang dirumorkan telah kembali dari Daratan Utara berada di kota ini! Kita hampir saja menyulut amarah orang kaya itu!” ucap salah satu anggota Klan Yao cabang.


Ketika lainnya mengangguk setuju karena tentu dengan sumber daya yang melimpah, Klan Li dapat bekerja sama dengan Klan atau Sekte kuat mana pun yang akan membuat Klan Yao menderita kerugian.


Sama seperti kata-kata Patriak Klan Li ketika berbicara di depan umum di masa lalu, Kekayaan adalah Kekuatan!