
Gua bawah tanah tempat persembunyian Canglan, saat ini terlihat Lin Yan yang sedang mengeluarkan banyak herbal-herbal dari cincin ruang miliknya. Sementara Canglan perlahan berbaring di meja batu yang disediakan oleh Lin Yan.
Tidak hanya herbal-herbal, Lin Yan juga mengeluarkan sangat banyak jarum-jarum kecil.
“Untuk apa jarum-jarum ini Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er saat mengambil satu jarum dan memperhatikannya dengan seksama.
“Coba alirkan qi milikmu ke jarum itu.” Lin Yan yang sedang mempersiapkan pengobatan pun berbicara tanpa menoleh ke arah Xia Yue'er.
Ketika Xia Yue'er menyalurkan qi-nya, itu langsung mengalir dari ujung ke ujung dalam sekejap.
“Oh? Jarum ini dapat menyalurkan qi?” Tanya Xia Yue'er terkejut karena sudah pasti bahan pembuatannya akan sangat sulit dicari.
Canglan yang sedang berbaring tentu memperhatikan apa yang dilakukan oleh Xia Yue'er. “Itu adalah jarum akupuntur.”
“Ya, kau benar. Setiap ahli pengobatan akan memiliki benda ini dan aku juga karena diberikan oleh nenekku yang ahli dalam pengobatan. Sedari kecil, aku sudah mempelajari banyak hal tentang pengobatan dari nenek.” Lin Yan tersenyum kecil ketika membahas tentang neneknya.
Canglan langsung mengangguk karena ia tentu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Sebab, informasi tentang Lin Xi memang mengatakan bahwa dia adalah salah satu ahli pengobatan terhebat yang pernah ada.
“Baiklah, semua bahan telah siap! Ayo kita mulai.” Lin Yan pun mengaktifkan Mata Raja miliknya karena dengan Mata itu, ia akan mampu melihat semua titik-titik akupuntur di dalam tubuh Canglan. Ia harus menaruh jarum di tempat yang tepat agar tidak adanya qi yang tersumbat atau masalah lainnya ketika melakukan pengobatan.
“Anda bisa memulai Tuan Muda!” ucap Canglan lalu menutup matanya.
Xia Yue'er pun membuat Formasi dan membuat pilar cahaya lalu duduk diatasnya untuk melihat proses pengobatan yang dilakukan oleh Lin Yan. Ia tampak seperti seorang penilai apakah pengobatan layak atau tidak dari caranya menatap.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun langsung mengendalikan semua jarum-jarum dengan qi-nya.
Dengan Mata Raja, Lin Yan pun menusuk semua titik-titik akupuntur di tubuh Canglan tanpa meleset sedikitpun. Jika tabib lain melakukan itu, mereka harus meraba tubuh seseorang terlebih dahulu tetapi tidak untuk Lin Yan yang memiliki kelebihan di matanya.
Setelah itu, Lin Yan pun mengendalikan semua herbal menggunakan qi-nya.
Zrrrt! Zrrrt!
Petir hitam pun memercik di semua bahan karena Lin Yan menggunakan qi Petir Hitam untuk melelehkan bahan-bahan tersebut. Ia tentu memiliki fokus yang sangat tinggi saat ini karena tidak ingin khasiat dari herbal-herbal tersebut berkurang terutama tiga herbal utama.
Proses mencairkan bahan pun memakan waktu yang lumayan lama karena Lin Yan bukanlah seorang Alkemis yang mampu melelehkan herbal dalam waktu singkat. Tetapi apa yang dilakukan Lin Yan tidak akan lebih buruk dari pada Alkemis tingkat atas dalam mencairkan lalu memisahkan kotoran dari herbal.
Mata Lin Yan tampak hanya berkedip beberapa kali dalam waktu yang lama. Siapapun tau bahwa ia butuh konsentrasi yang sangat tinggi untuk melakukan hal itu.
Setelah selesai mencairkan semua bahan, Lin Yan pun mengendalikan cairan herbal yang tampak ada beberapa gumpalan karena semuanya tidak akan diletakkan di tempat yang sama di tubuh Canglan.
“Canglan, tahanlah rasa sakit untuk sesaat karena ketika cairan herbal tertentu memasuki Akar Spiritual milikmu, itu akan terasa sakit seperti sedang dicabik-cabik.” Lin Yan memperingati.
Canglan pun hanya diam tetapi menunjukkan bahwa ia telah siap menerima rasa sakit seperti apapun karena ini demi pemulihan Akar Spiritual miliknya.
Deg! Deg!
Jantung Canglan terdengar berdetak sangat cepat ketika cairan yang dikatakan oleh Lin Yan memasuki Akar Spiritual miliknya yang hampir cacat.
Keringat dingin menetes di dahi Canglan tetapi ia tidak bergerak atau mengeluarkan suara sekecil apapun.
Tidak lama kemudian, cairan utama pun selesai dimasukkan oleh Lin Yan ke dalam Akar Spiritual Canglan lalu ia pun melakukan hal lainnya.
Proses untuk memasukkan semua herbal ke Meridian Canglan juga membutuhkan waktu yang lama. Semua proses itu memakan waktu hampir dua hari.
Setelah semua cairan telah selesai masuk ke dalam tubuh Canglan, Lin Yan pun menggunakan qi-nya kembali. Ia menyalurkan qi-nya ke dalam tubuh Canglan, ia pun melahap banyak qi yang tidak sesuai ataupun menghanguskan kotoran-kotoran yang ada pada Meridian Canglan yang telah lama tersumbat karena mengalirkan qi saja akan membuat kotoran masuk ke dalam Meridian Canglan.
Setelah selesai, Lin Yan mengendalikan cairan yang ada di setiap Meridian Canglan lalu menyatukannya ke sel-sel penting yang telah rusak terutama pada Akar Spiritual Canglan.
Canglan merasakan tubuhnya membaik setiap saat. Ia tentu sangat bersemangat saat ini dan tau bahwa kekuatannya akan pulih cepat atau lambat. Bahkan luka-luka lama yang tidak terlihat di dalam tubuhnya pun perlahan disembuhkan.
Keahlian Lin Yan memang belum setingkat Lin Xi sesuai rumor yang beredar, tetapi bisa dikatakan Lin Yan pun sudah ahli dalam pengobatan. Dan ini adalah pertama kalinya Lin Yan melakukan pengobatan dan tidak ada kesalahan sama sekali walaupun waktu yang dibutuhkan oleh Lin Yan sangat lama.
Akar Spiritual Canglan pun tampak bergerak-gerak sepanjang waktu dan perlahan menyerap qi dalam jumlah yang sangat besar karena sedari awal pun, Canglan adalah pemilik Akar Spiritual Merah walaupun bukan di kelas teratas. Tetapi tetap saja bakat Canglan sangatlah tinggi.
Jika saja Akar Spiritual Canglan tidak cacat, bisa dipastikan bahwa suatu hari nanti mungkin dia akan memasuki daftar 200 Master Bela Diri.
Dan dengan bantuan Lin Yan kali ini, tidak hanya Akar Spiritual miliknya pulih. Canglan pun dapat merasakan bahwa penyerapan qi menggunakan Akar Spiritualnya semakin cepat yang artinya Akar Spiritual miliknya telah berkembang kembali dan itu tentu dikarenakan oleh tiga bahan utama pemulihan Akar Spiritual.
Karena penyerapan qi yang berlebihan untuk mengisi kekosongan qi saat kultivator Canglan di puncaknya di masa lalu, tubuhnya pun tampak hendak hibernasi karena perlahan mencerna semua qi serta khasiat yang tersisa dari herbal.
“Selesai..” Lin Yan pun menyeka keringat di dahinya karena harus berkonsentrasi penuh dalam waktu beberapa hari.
Canglan hampir kehilangan kesadarannya saat ini tetapi ia tetap menahannya sedikit, “Terima kasih Tuan Muda, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan anda, ketika aku pulih, aku akan.. membantu anda dengan segenap kekuatanku untuk mencapai.. apa yang ingin anda... Capai!”
Mendengar kata-kata Canglan, Lin Yan pun tersenyum kecil karena tau bahwa dari kata-kata itu, Canglan tampak seperti ingin melayaninya.
“Aku tau bahwa kau adalah seseorang yang sangat menganggap penting balas Budi. Setelah kau pulih, carilah aku!” Balas Lin Yan dan saat itupun Canglan langsung hibernasi sepenuhnya.