Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 287 - Benua Saint



Saat ini terlihat Lin Yan yang sedang bergerak di suatu tempat tertentu yang sangat aneh. Tempat itu hitam seluruhnya dan di langit terlihat bintik-bintik terang.


“Tempat apa ini? Apakah seperti ini ketika menggunakan gerbang teleportasi?” Tanya Xiao Qin dengan wajah serius karena ia pun baru pertama kali menggunakan gerbang teleportasi.


Tidak ada yang membalas termasuk Lin Yan karena memang benar bahwa mereka semua baru kali ini menggunakan gerbang teleportasi juga.


Lin Yan pun menggunakan Mata Raja untuk melihat tempat tersebut. Tetapi matanya tiba-tiba mengeluarkan darah dan ia pun terkejut karena ada sejenis qi luar biasa yang tidak dapat ia nilai sama sekali.


Gu Yin yang menatap Lin Yan meneteskan darah dari matanya pun langsung khawatir. Tetapi, sebelum ia berbicara untuk bertanya tentang keadaan Lin Yan, pusaran aneh menutupi mereka semua.


Lin Yan menyentuh mata kirinya yang meneteskan darah. Ia ingin berbicara juga tetapi ia merasakan bahwa tubuhnya di tarik ke tempat tertentu. Ia melihat ke arah Gu Yin dan Huan Caiyi dan berusaha untuk meraihnya.


Tap!


Lin Yan menyentuh Gu Yin lebih dulu tetapi tetap saja ia di tarik dan Gu Yin juga di tarik ke arah yang berbeda.


“Sial!” Teriak Lin Yan saat ia memasuki pusaran aneh dan pandangannya pun mulai kabur.


“Suami!” Teriak Gu Yin ketika ia ditarik ke suatu tempat.


“Yan’er!” Huan Caiyi juga mencoba untuk meraih Lin Yan tetapi tetap saja ia juga di tarik ke tempat lain oleh qi aneh di dalamnya.


Zhep!


Semua yang ada di dalam gerbang teleportasi pun di pindahkan secara acak. Meskipun mereka semua saling berpegangan, tetap saja mereka di paksa untuk berpisah. Itulah mengapa sangat jarang seseorang menggunakan gerbang teleportasi yang tidak terhubung dengan gerbang teleportasi lainnya.


**


Benua Saint


Di suatu tempat di Benua Saint, tepatnya di sebuah pinggiran sebuah danau, pusaran hitam tiba-tiba muncul secara tiba-tiba.


Dari pusaran hitam tersebut, terlihat satu sosok yang terjatuh ke arah bawah.


Blug!


Sosok pemuda tersebut tidak lain adalah Lin Yan yang baru saja menggunakan gerbang teleportasi.


“Uggghh..” Lin Yan yang membuka matanya pun mencoba untuk berdiri. Ia merasakan nyeri di tubuhnya karena suatu sebab. Itu adalah efek menggunakan gerbang teleportasi walaupun tidak melukai tubuh seseorang yang menggunakan gerbang teleportasi.


“Di mana ini? Apakah ini Benua Saint?” Gumam Lin Yan saat menatap sebuah danau kecil yang lumayan indah.


“Arrrgggh!” Lin Yan menyentuh mata kirinya karena tiba-tiba berdenyut. Rasa sakit luar biasa pun ia rasakan yang membuatnya sedikit terengah-engah.


“Bahaya, qi yang ada di gerbang teleportasi itu mencegah siapapun untuk menggunakan qi di dalamnya karena suatu hal! Aku baru sadar bahwa qi yang aku gunakan untuk membawa mereka semua pun ikut lenyap begitu saja.” Gumam Lin Yan sambil terengah-engah. Karena ia menggunakan qi yang lumayan banyak untuk memeriksa gerbang teleportasi dengan Mata Raja, ia pun mendapatkan efek sampingnya juga.


Setelah menenangkan dirinya, Lin Yan pun menatap sekelilingnya dengan cermat. Ia menggunakan Mata Raja kembali walaupun matanya terasa sedikit nyeri.


Dikejauhan Lin Yan menatap sebua desa kecil. Tanpa membuang waktu, ia pun perlahan melayang pergi ke desa tersebut untuk mencari informasi tempat ia berada saat ini.


Dalam perjalanan, Lin Yan telah memikirkan tentang gerbang teleportasi yang memisahkan mereka. Ia langsung tau bahwa gerbang teleportasi itu sama seperti yang dikatakan oleh Li Hu, akan membawa seseorang ke tempat acak di Benua Saint.


Ketika terbang di langit, Lin Yan juga memperhatikan semua daerah sekitarnya dengan seksama. Alisnya sedikit naik karena banyak binatang roh kuat yang tersebar di mana-mana. Yang terlemah diantara mereka semua adalah binatang roh tingkat Alam Bumi.


Tidak sampai sepuluh menit kemudian, Lin Yan pun tiba di desa kecil yang ia lihat sebelumnya dari kejauhan menggunakan Mata Raja.


“Bahkan di desa kecil seperti ini memiliki sangat banyak kultivator tingkat Alam Bumi?” Gumam Lin Yan terkejut. Namun, jika dipikir-pikir kembali, dengan qi yang melimpah di langit dan bumi, akan sangat wajar jika semua kultivator di Benua Saint sangat kuat.


Zhep!


Tiba-tiba, satu sosok muncul tidak jauh di hadapan Lin Yan. Dia memang wajah lumayan gelap ketika menatap lurus ke arah Lin Yan.


“Apakah anda memiliki keperluan di desa kecil kami ini, Tuan Kultivator?” Tanya sosok pria paruh baya kepada Lin Yan.


Tanpa menggunakan Mata Raja pun, Lin Yan tau bahwa pria paruh baya dihadapannya seorang kultivator tingkat Alam Langit tahap kedua.


“Ya. Aku ingin bertanya tentang tempat ini. Bisakah kau memberikan petunjuk?” Lin Yan juga tidak berbasa-basi dan langsung ke intinya.


Pria paruh baya tersebut terdiam dan menatap Lin Yan dengan seksama. Wajahnya tidak terlalu dingin seperti sebelumnya ketika pertama kali melihat Lin Yan. Tetapi, satu yang ia sadari, kekuatan Lin Yan tampak seperti jurang tak berdasar. Meskipun Lin Yan menelan kekuatannya, tetap saja pria paruh baya tersebut dapat merasakan level kekuatan Lin Yan.


Karena tau bahwa Lin Yan tidak berniat melakukan hal yang mencurigakan, pria paruh baya tersebut mengangguk kecil. Ia paham bahwa kultivator sekuat Lin Yan tidak akan mau membuang waktu dengan seseorang yang lebih lemah darinya. Yang artinya, Lin Yan memang ingin mengetahui lokasi tempatnya berada walaupun sedikit bingung bahwa kultivator sekuat Lin Yan bisa tersesat.


“Tolong ikuti aku.” Pria paruh baya tersebut langsung menuntun Lin Yan ke arah desa tersebut.


Lin Yan hanya mengangguk dan mengikuti. Ia tentu tidak akan melakukan apapun kepada seseorang secara acak apa lagi orang tersebut mau membantunya.


Sesampainya di desa tersebut, sangat banyak penduduk desa yang menatap Lin Yan dengan sembunyi-sembunyi seolah-olah mereka takut bahwa Lin Yan akan melakukan sesuatu yang berbahaya.


Pria paruh baya tersebut pun langsung menuntun Lin Yan ke sebuah bangunan sederhana dan mempersilahkannya masuk.


“Silahkan duduk Tuan Muda..” ucap pria paruh baya tersebut dengan nada sopan.


“Tidak perlu terlalu formal, kau bisa memanggilku Lin Yan.” ucap Lin Yan memperkenalkan diri.


Tubuh pria paruh baya tersebut menegang di tempat sejenak lalu ia pun tenang kembali.


Lin Yan tentu memperhatikan hal tersebut. Reaksi seperti itu tidak akan luput dari penglihatannya. Ia langsung sadar bahwa tampaknya nama depannya yang berasal dari Klan Kuno Lin membuat siapa saja merasa gentar.


“Ini memang Benua Saint!” Batin Lin Yan dan menaikkan sudut bibirnya. Ia tentu akan mencari keberadaan Klan Lin dan yang lainnya, ia pasti akan mencari istri, kakaknya dan semua rekannya yang terpisah darinya.


Dan inilah petualangan baru untuk Lin Yan di tempat para kultivator puncak berada, Benua Saint.