Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 265 - Mengambil Bahtera Kuno



Bahtera Kuno


Sosok tersebut yang sangat merupakan pria muda yang pernah Lin Yan dan Xia Yue'er lihat di Lembah Naga pun berbicara seolah-olah dia memang tidak mengetahui bahwa dirinya telah dianggap sebagai Kaisar Manusia Generasi Kedua.


“Lalu.. kau..” Pemuda tersebut menatap ke arah Lin Yan dan alisnya sedikit naik.


“Lakukan apa yang kau inginkan. Tetapi aku memperingatimu tentang sesuatu. Gunakanlah Bahtera Kuno ini dengan bijak. Aku menciptakan benda ini dengan susah payah tetapi masih memiliki kekurangan. Kau akan mengetahuinya suatu hari nanti.” Setelah mengatakan itu, pemuda tersebut pun perlahan pudar.


Lin Yan dan Xia Yue'er tertegun karena tampaknya seseorang yang dianggap sebagai Kaisar Manusia Generasi Kedua sangatlah malas untuk berbicara dan langsung pergi begitu saja.


“Apa-apaan orang itu? Sialan! Jika aku melihatnya suatu hari nanti aku akan menendang pantatnya! Setidaknya beri tahu cara menggunakan Bahtera Kuno ini!” Xia Yue'er mengeluh dan mengutuk Kaisar Manusia Generasi Kedua.


Lin Yan memutar bola matanya ke arah Xia Yue'er yang tampak mengomel dari waktu ke waktu karena tidak puas dengan sikap kumpulan qi yang membentuk sosok pria yang diduga adalah Kaisar Manusia Generasi Kedua.


Tanpa berbicara untuk menenangkan Roh mungil kekanak-kanakan itu, Lin Yan perlahan menyentuh bola kristal tersebut. Ia menyalurkan qi-nya ke dalam dan tiga bola tersebut tampak memancarkan sinar menyilaukan.


“Hm? Semudah itu?” Batin Lin Yan karena ia merasakan koneksi tertentu dengan Bahtera Kuno.


“Apakah berhasil Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er saat menatap ke arah tiga bola kristal yang memancarkan cahaya.


Lin Yan menarik tangannya dan memasang wajah kosong karena tidak tau harus bereaksi seperti apa.


Tetapi satu hal yang tidak diketahui oleh Lin Yan bahwa untuk memasuki ruangan tersebut, sudah sangat banyak makhluk yang mencobanya tetapi mereka tidak pernah mencapai ruangan tersebut sama sekali.


Kebanyakan dari mereka akan tewas di tempat gelap sebelumnya atau dilempar keluar kembali karena mencoba menghancurkan tempat gelap tersebut secara paksa.


“Tampaknya berhasil.” Balas Lin Yan sedikit ragu.


“Kenapa kau tampak ragu begitu? Jika berhasil, perlihatkan cara menggunakan benda besar ini.” Xia Yue'er pun berbicara dengan nada bersemangat seperti biasa.


Lin Yan tidak langsung membalas dan menyentuh bola kristal lainnya. Ketika ia mengalirkan qi-nya ke bola kristal kedua, ada beberapa informasi yang masuk ke dalam kepalanya tentang cara penggunaan Bahtera Kuno.


Setelah itu, Lin Yan menyentuh bola kristal ketiga dan merasa heran karena tampaknya informasi di dalamnya tampak sangat kabur seolah-olah hampir saja dihapus.


Lin Yan menggelengkan kepalanya lalu menatap ke arah pintu keluar. “Ayo kita pergi Yue'er, dari luar aku akan bisa mengendalikan Bahtera Kuno ini meskipun saat ini tidak akan bisa digunakan karena tidak ada energi yang tersisa untuk menggerakkannya.” ucapnya sambil perlahan berjalan ke arah pintu keluar.


Xia Yue'er tidak puas dengan kata-kata Lin Yan yang mengatakan bahwa Bahtera Kuno mungkin tidak bisa digunakan saat ini.


“Lalu, apa tujuannya mengambil benda ini jika tidak bisa digunakan?” Keluh Xia Yue'er saat terbang perlahan mengikuti Lin Yan dengan wajah cemberut tidak puas.


Tidak seperti sebelumnya ketika mereka harus melewati tempat gelap untuk masuk ke dalam. Ketika keduanya melewati pintu, keduanya langsung keluar begitu saja.


Lin Yan perlahan melayang ke arah langit dan Xia Yue'er yang penasaran dengan Bahtera Kuno sepanjang waktu pun langsung duduk di bahu Lin Yan seperti biasa untuk melihat seperti apa cara Lin Yan mengendalikan benda sebesar itu.


“Tampaknya mereka akan menang.” Xia Yue'er yang menatap itupun membuka suara.


“Ya. Akan aneh jika mereka tidak menang.” Balas Lin Yan lalu mengalirkan qi ke telapak tangannya. Ia pun mengarahkannya ke bawah seolah-olah memberi perintah kepada Bahtera Kuno.


Drrrrtttt!


Bahtera Kuno perlahan bergetar yang membuat Xia Yue'er sangat bersemangat sementara Huan Caiyi, Xiao Ya dan kelompoknya berhenti bertempur dan menatap ke arah Bahtera Kuno.


“Apakah Lin Yan berhasil?” Tanya Xiao Qin sambil menatap Bahtera Kuno yang tampak bergetar keras.


“Tampaknya dia berhasil.” Balas Xiao Ya.


Di sisi lain, Huan Caiyi yang menatap itu hanya tersenyum kecil karena ia sedari awal sudah yakin bahwa rencana yang dikatakan oleh Lin Yan untuk mengambil Bahtera Kuno akan berhasil.


Bahtera Kuno perlahan diselimuti oleh qi yang mirip dengan milik Lin Yan. Tidak lama kemudian Bahtera Kuno tersebut melesat seperti berkas cahaya ke arah Lin Yan dan mengecil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Zhep!


Bahtera Kuno tampak seperti masuk ke dalam telapak tangan Lin Yan yang membuat Xia Yue'er tercengang.


“Hei.. hei.. apa yang terjadi? Di mana Bahtera Kuno itu? Kenapa aku seperti melihat bahwa itu mengecil dalam waktu kurang dari satu detik dan masuk ke telapak tanganmu?” Tanya Xia Yue'er menatap ke arah Lin Yan.


“Bahtera Kuno memang masuk ke dalam tanganku.” Balas Lin Yan lalu melihat ke telapak tangannya. Ia berkonsentrasi lalu sebuah miniatur kapal kecil terlihat di telapak tangannya.


Menatap perahu kecil itu, Xia Yue'er langsung terbang dan menghampiri telapak tangan Lin Yan. Ia mencoba menyentuh Bahtera Kuno tetapi itu seperti menembus telapak tangannya.


“Apakah ini Bahtera Kuno itu?” Tanya Xia Yue'er sedikit tidak percaya sambil menatap ke arah Lin Yan sedikit curiga.


“Apakah aku pernah berbohong padamu?” Tanya Lin Yan memutar bola matanya ke arah Xia Yue'er.


“He-he-he..” Xia Yue'er merasa malu dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya dengan canggung karena memang benar bahwa Lin Yan sama sekali tidak pernah berbohong padanya.


“Saat ini Bahtera Kuno tidak memiliki energi lagi. Dari informasi pengguna Bahtera Kuno, sangat sulit untuk mencari sumber energi yang sesuai agar dapat digunakan oleh Bahtera Kuno. Mungkin suatu hari kita akan menemukannya di tempat lain lalu kita akan bisa menggunakannya.” ucap Lin Yan.


Memikirkan tentang energi yang cocok untuk Bahtera Kuno sebenarnya membuat Lin Yan sedikit pusing. Tetapi, ketika memikirkan penggunaan Bahtera Kuno, ia tentu sedikit bersemangat karena tau bahwa Bahtera Kuno adalah sejenis Artefak yang sangat luar biasa.


“Padahal aku sangat ingin melihat seperti apa Bahtera Kuno ini jika digunakan.” Xia Yue'er sedikit lesu karena sangat ingin menyaksikan adegan tertentu melalui kapal Raksasa tersebut.


Lin Yan tidak membalas sama sekali dan menatap ke arah lainnya. Ia menaikkan sudut bibirnya karena sudah waktunya untuk menyelesaikan urusan di Daratan Utara dan pergi ke Benua Saint.