Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 443 - Kekhwatiran Raja Naga Angin



Dimensi Naga


Blar!


Ledakan dahsyat terjadi saat kedua serangan bertemu tepat di tengah-tengah posisi Lin Yan, Niu Teng dan Niu Lang.


Di saat itu juga, ketiganya langsung berlindung dari efek dari ledakan.


Bahkan Gu Yin yang berada dikejauhan pun langsung membuat perisai pertahanan untuk bertahan dari ledakan tersebut.


Di tempat ledakan terjadi, terlihat Tornado yang berputar-putar bercampur dengan Petir Hitam keunguan yang terus-menerus bergerak menghancurkan semua tempat dibarengi oleh hempasan qi yang begitu luar biasa.


“Ini seperti bencana alam itu sendiri! Pertarungan antara naga tingkat tinggi memang luar biasa! Tetapi aku yakin bahwa suami pasti akan menang!” ucap Gu Yin, ia tentu sangat mempercayai Lin Yan.


**


Bukit Naga Kembar


Raja Naga Angin yang menatap pertarungan di tempat yang jauh pun menyipitkan matanya. Wajahnya kini sangat serius ketika melihat efek yang dihasilkan oleh pertarungan kedua bawahan terkuatnya melawan musuh.


“Dia Demi-Human yang telah berhasil mengambil bentuk Naga Sejati? Aku tidak menyangka bahwa kekuatannya akan mencapai level ini hanya di tingkat Alam Kaisar tahap kelima. Apakah aku harus turun tangan? Namun, jika aku melakukan itu, Raja Naga lainnya tidak akan pernah senang karena Raja Naga tidak bisa turun tangan.”


“Ini juga dikarenakan oleh Naga itu! Dia telah datang kembali ke Dimensi Naga!” Raja Naga sedikit berkonflik karena tau bahwa kedua bawahannya bisa tewas kapan saja. Tetapi, ia saat ini juga tidak bisa bergerak. Oleh karena itu, ia pun mengambil keputusan.


“Niu Teng, Niu Lang! Kembalilah, bawa semua pasukan yang tersisa! Jangan mengusik Naga Hitam itu! Dia mungkin akan berpartisipasi dalam Festival Raja Naga berikutnya!” ucap Raja Naga Angin. Walaupun jaraknya sangat jauh, ia tau bahwa kedua bawahannya itu akan mendengarnya.


Raja Naga Angin telah memperkirakan bahwa Naga Bencana pasti akan membuat kekacauan seperti dahulu lagi, dan pasukan kuat dibutuhkan untuk melawannya. Tidak hanya itu, ia merasa bahwa Lin Yan yang merupakan Demi-Human Naga juga akan ikut berpartisipasi melawan Naga Bencana yang menjadi mimpi buruk para Raja Naga di dalam Dimensi Naga.


“Jika saja Dimensi Naga ini bisa kami tembus oleh para naga, kekuatan kami tidak akan ditekan dan akan terus bisa mencapai puncak seperti dulu! Apa yang membuat anda menyegel kami di Dimensi Naga ini, Kaisar Manusia?” Gumam Raja Naga Angin dengan nada yang sangat kompleks.


Semua Naga yang ada di dalam Dimensi Naga seperti makhluk Abadi karena telah hidup sejak zaman dahulu kala. Dimensi tersebut membuat mereka tidak bisa menua, itu adalah Dimensi yang sangat unik, hanya dengan pertarungan hidup dan matilah mereka bisa binasa.


Tidak hanya itu, para Naga yang ada di dalam Dimensi Naga hanya bisa mencapai tingkat Alam Kaisar tahap kedelapan, para Balapan Naga tentu akan memiliki potensi yang sangat tinggi, tetapi mereka terkutuk di tempat tersebut sejak zaman kuno. Serta, hal lainnya yang membuat para naga frustasi adalah sulitnya berkembang biak, dalam kurun waktu seratus tahun, hanya satu naga yang muncul di setiap Clan, dan juga peningkatan kekuatan mereka juga sangatlah lambat.


**


Saat ledakan dahsyat dari benturan kedua serangan yang terjadi, terlihat Lin Yan yang memiliki banyak luka di tubuhnya sama halnya bagi Niu Lang dan Niu Teng.


Wajah Niu Lang dan Niu Teng saat ini semakin gelap karena mereka sama sekali tidak dapat mengungguli Lin Yan lagi karena penyembuhan luka Lin Yan yang sangatlah hebat.


“Niu Teng, waktunya mundur! Raja Naga telah memberi perintah!” ucap Niu Lang.


Niu Teng sangat enggan dan hanya menatap Lin Yan dengan penuh kebencian. Saat ini dirinya mengalami luka yang lumayan parah bersama dengan Niu Lang, tetapi keduanya tidak memiliki penyembuhan seperti Lin Yan sehingga mereka berdua berada dalam posisi yang kalah.


Karena telah menerima perintah, Niu Lang dan Niu Teng pun langsung bergerak kembali ke arah atau Bukit Naga Kembar.


Menatap Niu Lang dan Niu Teng yang pergi, Lin Yan sama sekali tidak mengejarnya. Walaupun mungkin penyembuh tubuhnya sangat cepat, tetap saja ia memiliki cacat, yaitu mengorbankan qi yang sangat besar.


Lin Yan pun perlahan menyusut kembali ke bentuk manusia. Ia menghela nafas panjang karena bertarung melawan dua naga tingkat Alam Kaisar tahap ketujuh memang sangat melelahkan. Ia juga tidak terlalu yakin apakah dapat mengalahkan Niu Lang dan Niu Teng.


Menurut Lin Yan, jika pertarungan semakin panjang, kemungkinan mereka akan sama-sama tewas. Namun ia tidak mengerti mengapa keduanya mundur tiba-tiba.


Lin Yan yang sedang merenung pun mendengar suara merdu yang mendekat ke arahnya. Ia pun menatap Gu Yin yang telah tiba di hadapannya lalu memeriksa tubuhnya dengan cermat seperti biasa.


“Apakah kau tidak apa-apa? Apakah ada luka?” Tanya Gu Yin buru-buru.


“Hanya luka ringan. Luka ini akan pulih dalam waktu beberapa jam, namun qi ku terkuras sangat banyak.” ucap Lin Yan dengan senyum kecil.


Gu Yin tampak menghela nafas lega ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan.


“Lalu, ke mana kedua naga itu sebelumnya?” Tanya Gu Yin heran.


“Aku tidak tau.” jawab Lin Yan dengan gelengan kepala.


“Apakah kita akan pergi ke sana juga?” Tanya Gu Yin menatap ke arah Niu Lang dan Niu Teng pergi.


Lin Yan tampak berpikir untuk beberapa saat lalu menggelengkan kepalanya karena merasa bahwa ada naga yang sangat berbahaya di Bukit Naga Kembar.


“Tidak, ayo kita pergi untuk mengelilingi tempat ini.” ucap Lin Yan.


Mendengar itu, Gu Yin mengangguk kecil. Keduanya pun langsung pergi ke dari tempat tersebut ke arah berlawanan dari tempat Niu Lang dan Niu Teng pergi.


**


Di tempat lainnya, terlihat beberapa anggota Klan Xiao yang merupakan Demi-Human sedang bertarung dengan para naga.


“Xiao Ya! Serang!” Teriak seorang pria muda yang memiliki bentuk setengah naga berwarna biru, ia adalah anggota Klan Xiao yang memiliki darah naga petir di dalam tubuhnya.


Xiao Ya yang saat ini dalam bentuk Demi-Human Burung Es Giok pun langsung menyerang ke arah seekor Naga yang memiliki warna merah cerah.


Wusssh!


Tempat tersebut membeku dalam sekejap saat Xiao Ya melancarkan serangannya.


Naga merah itu hanya mendengus lalu membuka rahangnya lebar-lebar.


“Es memiliki kelemahan terhadap api! Apa kau tidak pernah belajar akan hal itu, Demi-Human!” Teriak Naga Merah tersebut yang tidak lain adalah anggota Klan Naga Api.


Bussssh!


Ketika Naga Api tersebut melancarkan serangan, api berwana oranye hampir kemerahan pun meledak dan mencairkan semua es yang diciptakan oleh Xiao Ya.


Xiao Ya yang menatap itupun langsung mundur menjaga jarak. Wajahnya terlihat muram saat ini.


“Xiao Li! Naga Api ini terlalu kuat! Ayo kita mundur!” Teriak Xiao Ya.


Xiao Li yang merupakan Demi-Human Naga Petir memasang wajah gelap. Ia tau Bahwa mereka tidak akan bisa menang melawan Naga Api tersebut.


“Ayo kita cari Xiao Bai, dia pasti memiliki kekuatan untuk memusnahkan semua naga di sini!” ucap Xiao Li dingin.


Semua anggota Klan Xiao yang berada di tempat itupun mengangguk karena tentu mereka sangat percaya terhadap seseorang yang bernama Xiao Bai, calon Patriak berikutnya Klan Kuno Xiao.