
“Serang!” satu kultivator Xiantian berteriak sambil bergerak menuju Raja Kera Emas.
Semua kultivator langsung menyerang untuk menyelesaikan ketiga bintang roh tersebut. Mereka paham bahwa pertarungan sebenarnya saat ini bukanlah melawan binatang roh, tetapi melawan sesama murid.
Hanya kultivator yang tidak berasal dari klan yang tidak mengetahui fakta tersebut.
Ketiga Raja Kera Emas terkejut ketika melihat banyak kultivator manusia yang menerjang ke arah mereka. Walaupun pikirannya belum matang sepenuhnya, tentu saja ketiga Raja Kera Emas itu tau bahwa mereka dalam bahaya. Insting ketiga bintang roh itu bekerja dengan sangat baik menghadapi bahaya.
Lin Yan yang sedang bergerak juga mengeluarkan Tombak Raja Langit. Ia melihat ke arah satu binatang roh Raja Kera Emas yang memiliki kekuatan setara dengan kultivator Xiantian tahap kedua. Ia tentu tidak akan sebodoh itu menghadapi Raja Kera Emas terkuat.
Sementara itu, kebanyakan kultivator Xiantian menerjang ke arah Raja Kera Emas terkuat karena memprediksi bahwa ketika Raja Kera Emas terkuat telah jatuh, mereka tidak akan kesulitan saat menghabisi dua lainnya.
Tiga Raja Kera Emas yang merasakan ancaman pun mengamuk dan menerjang ke arah kultivator yang terdekat ke arah mereka. Tentu sebagai binatang roh yang memiliki harga diri tinggi, mereka tidak akan mau menyerah begitu saja.
Lin Yan melesat ke arah Raja Kera Emas yang paling dekat dengan posisinya saat ini.
Trang!
Raja Kera Emas yang berada di dekat Lin Yan saat ini sedang melawan dua kultivator Xiantian bersamaan. Ada juga satu lagi kultivator Houtian tahap kesembilan yaitu murid baru yang seangkatan dengan Lin Yan.
“Mati!” salah satu kultivator tingkat Xiantian mengambil kesempatan dan menyerang Raja Kera Emas dari belakang saat binatang roh itu bentrok dengan yang lainnya.
Raja Kera Emas yang memiliki insting bertarung sangat tinggi pun tidak hanya diam. Ia mengayunkan tangan kirinya yang telah di kepalkan ke arah kultivator yang menyerangnya dari arah belakang.
Kultivator tersebut menyeringai kejam. Ia langsung menghentikan langkahnya sedikit dan mengubah arah sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
Saat tinju Raja Kera Emas melewatinya, pedang yang diayunkan olehnya pun langsung menyayat kulit Raja Kera Emas.
Srak!
“Woaaaaaa!” Raja Kera Emas yang terkena tebasan merasakan sakit luar biasa. Amarahnya meningkat drastis, saat itu terjadi, qi berwarna emas tiba-tiba meledak dari tubuhnya.
Lin Yan yang sudah mendekat, menyeringai karena sudah menduga hal seperti itu akan terjadi. Ketika bintang roh kuat terpojok, kekuatan yang lebih besar akan meledak dari tubuh mereka.
Buak!
Tidak tau kapan, tinju Raja Kera Emas mengenai tepat di tubuh kultivator yang sebelumnya menebasnya.
Brak! Brak!
Kultivator tersebut terpental sangat jauh dan menabrak pohon-pohon lalu menumbangkannya.
“Sial!” satu kultivator Xiantian lainnya terkejut saat melihat kejadian itu. Kecepatan Raja Kera Emas tampak jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Bahkan kultivator yang seangkatan dengan Lin Yan pun langsung menjaga jarak karena merasakan ancaman kematian. Untung baginya Raja Kera Emas tidak memukulnya, jika tidak, sudah pasti ia akan tewas dengan satu pukulan.
Raja Kera Emas tersebut menatap kultivator yang ada di depannya dengan tatapan membunuh yang sangat besar.
“Woaa!” Raja Kera Emas meraung. Ia mengayunkan pukulannya sekuat tenaga ke arah kultivator tersebut.
Kultivator tersebut memasang wajah gelap. Ia pun langsung menghindar ke samping semampunya.
Bom!
Luang besar tercipta saat pukulan Raja Kera Emas mengenai tanah.
Kultivator tersebut tidak membuang waktu. Pedangnya kini diselimuti oleh qi Xiantian, pedang itu berdengung keras karena hampir tidak mampu menahan lonjakan qi yang sangat besar. Tanpa membuang waktu, kultivator tersebut melesat ke depan sambil mengayunkan pedangnya.
Sraing!
Srak!
Trang!
Suara benturan logam terdengar karena kultivator tersebut menahan dengan pedangnya. Tetapi tetap saja kultivator itu tidak mampu menahan beban yang begitu besar dan langsung terpental menjauh.
Ketika Raja Kera Emas ingin melompat ke udara untuk menyelesaikan pukulan terakhir ke kultivator tersebut, Lin Yan tiba di belakangnya.
Srak!
Lin Yan yang mengayunkan tombaknya dari jarak semeter lebih, menyayat punggung Raja Kera Emas dengan bilah tombaknya.
Darah Raja Kera Emas berceceran kembali walaupun luka itu tidak terlalu dalam.
Kultivator yang seangkatan dengan Lin Yan terkejut melihat kehadiran Lin Yan. Ia tidak menyangka bahwa akan ada murid yang seangkatan dengannya yang ikut mengambil misi.
Raja Kera Emas yang merasakan sakit lebih besar dari sebelumnya, memutar badannya sambil mengayunkan lengannya untuk memukul Lin Yan yang ada di belakangnya.
Menatap pergerakan itu dengan Mata Raja, Lin Yan tersenyum kecil, ia langsung menunduk menghindari serangan Raja Kera Emas.
Zhep!
Lengan Raja Kera Emas melewati atas kepala Lin Yan.
Dengan senyum kecil di wajahnya, Lin Yan langsung berdiri dan mengayunkan Tombak Raja Langit dengan cara menusuk ke arah Raja Kera Emas.
Jleb!
Tombak Lin Yan bersarang di dada Raja Kera Emas. Tetapi ia menyipitkan matanya karena ternyata kulit binatang roh itu lebih keras dari yang ia duga. Dengan kekuatan penuh dan qi yang melapisi tombak pun, tusukan Lin Yan dengan tombak hanya menusuk sekitar 5cm dan belum mencapai jantung Raja Kera Emas tersebut.
Wajah Raja Kera Emas terlihat sangat marah saat ini. Ia memegang tombak Lin Yan dengan tangan kirinya dan mengayunkan tinju lengan kanannya ke arah Lin Yan.
Karena tau akan bahaya ketika menerima pukulan langsung, Lin Yan melepaskan tombak dan melompat mundur. Jika saja ia tidak menggunakan Mata Raja, mungkin ia akan terkena pukulan itu.
Setelah menjaga jarak beberapa meter, Lin Yan menatap Raja Kera Emas yang menarik tombak miliknya keluar dari tubuhnya.
“Tampaknya pertahanan luar biasa itu tidak akan bisa di tembus jika aku tidak memiliki teknik tingkat tinggi menggunakan tombak.” batin Lin Yan. Ia pun membuat kuda-kuda untuk bertarung. Kali ini ia akan bertarung dengan tangan kosong untuk melihat sejauh mana kekuatan tubuhnya jika dibandingkan dengan Raja Kera Emas.
Sementara itu, dua kultivator Xiantian yang awalnya melawan Raja Kera Emas yang sedang di hadapi oleh Lin Yan, terkejut karena Lin Yan tampak ingin bertarung dengan tangan kosong. Adalah hal mustahil menandingi Raja Kera Emas menggunakan tubuh.
Bahkan kultivator yang seangkatan dengan Lin Yan pun terkejut melihatnya. “Apakah anak itu bodoh?”
“Tunggu, jika tidak salah, sewaktu pendaftaran, anak ini pun hanya menggunakan pukulan tunggal melawan kultivator yang jauh lebih kuat darinya.” kultivator tersebut semakin tertarik dan melompat mundur menjauh untuk melihat pertarungan seperti apa yang akan di tampilkan oleh Lin Yan.
Raja Kera Emas tampak seperti terprovokasi dengan kuda-kuda menyerang Lin Yan.
“Woaaaa!” setelah berteriak, Raja Kera Emas langsung melesat sambil mengayunkan tinjunya ke arah Lin Yan.
Lin Yan tersenyum lebar saat ini karena darahnya sangat mendidih untuk melawan Raja Kera Emas. Kedua tangannya kini dibaluti oleh qi Xiantian, tetapi ia mengubahnya menjadi sesuatu yang pernah ia gunakan sebelumnya, yaitu teknik Tinju Gelombang kejut.
Lin Yan pun melesat juga sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.
“Tinju Gelombang Kejut!”
Bang!
Kedua tinju berbenturan seketika. Saat itu terjadi, bahkan tanah yang ada di bawah mereka memiliki banyak retakan. Juga qi dalam jumlah yang sangat besar akibat bentrokan menyebar ke segala arah.
Dan hasilnya adalah, kedua tinju itu seimbang satu sama lain yang membuat semua kultivator yang menonton Lin Yan terkejut luar biasa. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin menurut mereka untuk menandingi bintang roh yang khusus dalam kekuatan tubuh. Tetapi, Lin Yan kali ini telah melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh kultivator lainnya.