
Ledakan energi spiritual yang sangat murni serta qi Cahaya yang begitu terang menghempaskan semua rantai-rantai yang mencoba untuk memenuhi seluruh tempat yang ada.
Lin Yan sangat terkejut dengan ledakan kekuatan yang berasal dari Xia Yue'er, ia pun menatap tubuh Xia Yue'er yang masih terus mengeluarkan kemampuan yang bisa dikatakan kebalikan dari Roh Dewi Kematian.
Sementara itu, Gu Yin juga menyipitkan matanya karena silau cahaya yang berasal dari tubuh mungil Xia Yue'er.
Zhep!
Hempasan qi Cahaya dan energi spiritual pun menghilang dalam sekejap.
Namun, sesuatu yang membuat Lin Yan dan Gu Yin terkejut adalah, tempat yang semula di tutupi oleh Formasi mengerikan milik Roh Dewi Kematian hilang sepenuhnya. Tempat yang di tutupi oleh darah sebelumnya pun kembali seperti semula.
“Yue'er.. kau..” Lin Yan tidak tau harus berkata apa ketika melihat Xia Yue'er yang tampak terengah-engah dan gemetaran di tubuhnya.
Zhep!
Roh Dewi Kematian muncul di permukaan tanah dan menatap Xia Yue'er dengan tatapan dingin karena suatu hal. Aura kematian menyelimuti sekitarnya yang bahkan membuat tumbuhan layu dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Aku tidak menyangka bahwa kau akan muncul kembali setelah membantu orang itu menyegelku!” Roh Dewi Kematian memasang wajah yang semakin garang.
Lin Yan langsung berbalik dan menatap ke arah Roh Dewi Kematian yang berjarak sekitar hampir 15 meter darinya. Ia menyipitkan matanya mendengar kata-kata Roh Dewi Kematian.
Xia Yue'er yang gemetaran pun, menatap ke arah Roh Dewi Kematian dengan gugup. Ia sangat takut saat ini dan tidak bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Roh Dewi Kematian.
“Katakan! Kenapa kau membantunya?” Teriak Roh Dewi Kematian saat auranya meledak yang membuat tempat tersebut tampak gelap.
“Kekuatannya tumbuh lebih besar lagi! Apa sebenarnya dia?” Batin Lin Yan semakin muram.
Xia Yue'er pucat saat melihat aura kematian yang diarahkan kepadanya. Ia tidak mengerti mengapa Roh Dewi Kematian tampak sangat marah kepadanya. Ia pun menoleh ke arah Lin Yan yang sangat ini memasang wajah sangat muram.
“Kita para Roh adalah penguasa Alam Roh! Semenjak menciptakan kembali Semesta yang hancur, dunia kita menjadi terhubung dengan dunia para manusia! Dia bahkan membuat kedua semesta bisa dilalui dengan cara Kontrak sialan itu. katakan! Kenapa kalian para Roh membantunya!” Teriak Roh Dewi Kematian semakin marah.
Retakan terjadi di mana-mana di ruangan tersebut karena hampir tidak mampu menampung kekuatan Roh Dewi Kematian yang semakin lama semakin besar dari waktu ke waktu.
“Yue'er.. apakah kau masih bisa menggunakan kekuatanmu sebelumnya?” Tanya Lin Yan buru-buru karena tau bahwa mereka saat ini dalam bahaya saat merasakan aura yang sangat mengerikan yang berasal dari Roh Dewi Kematian.
“A-apa? A-aku tidak tau cara bertarung!” Xia Yue'er hendak menangis mengatakan itu karena ia tau bahwa Lin Yan menyuruhnya membantunya melawan wanita yang terlihat sangat menakutkan.
Wajah Lin Yan gelap mendengarnya. Lalu apa gunanya kau menjadi Roh Kontrakku?
“Kau adalah salah satu dari tiga Roh tertinggi yang pernah ada! Kenapa kau membantunya menyegelku? Aku adalah Roh tertinggi keempat yang terlahir karena kekacauan yang dibuat oleh orang itu! Katakan! Kenapa di saat aku melawannya kau malah membantunya?” Teriak Roh Dewi Kematian semakin histeris. Saat ini, sangat terlihat bahwa kemarahannya mencapai puncaknya.
Lin Yan yang menatap aura membunuh bercampur kematian yang sangat pekat semakin menutupi area tersebut, ia tidak mengerti sama sekali tentang kata-kata Roh Dewi Kematian. Namun ia dapat merasakan bahwa itu adalah perasaan kecewa, marah, sedih dan yang pasti perasaan dikhianati.
“Yue'er.. apa kau tidak bisa melakukan sesuatu menggunakan kekuatanmu?” Teriak Lin Yan buru-buru karena tau bahwa situasi semakin tidak terkendali. Ia juga sedikit gugup saat ini untuk bersiap-siap menahan jika Roh Dewi Kematian mencoba menyerang walaupun saat ini sangat terlihat bahwa Roh Dewi Kematian tampak sedang marah mengingat masa lalu kelam.
“A-aku.. aku..” Xia Yue'er semakin gugup karena di desak oleh Lin Yan. Ia pun langsung berpikir apa yang ia bisa lakukan dan yang ia tau hanyalah bermain, makan, dan mengancam seseorang ketika berada di Dunia Roh Peri.
Namun, Xia Yue'er mengingat sesuatu yang sangat penting, ia saat ini adalah Roh Kontrak Lin Yan, yang artinya, ia bisa melakukan teknik Fusi. Hal ini pernah dijelaskan oleh ayah dan ibunya bahwa ketika Roh dan Manusia melakukan kontrak, mereka bisa bertarung bersama menggunakan satu tubuh. Dan caranya sangat sederhana, yaitu percaya kepada partner masing-masing, memiliki pemikiran yang sejalan dan tidak saling merebut kendali karena keegoisan.
Biasanya, para Spiritualis Dunia sangat sedikit yang mampu melakukan hal itu karena tentu saja manusia adalah makhluk yang sangat egois dan selalu ingin menjadi seseorang yang mengendalikan keadaan, kecil kemungkinan bagi para manusia untuk mau berbagi kehidupan dan kematian kepada Roh yang mereka anggap sebagai alat.
Zhep!
Xia Yue'er pun langsung keluar dari pakaian Gu Yin dan terbang di depan wajah Lin Yan.
Cring!
Xia Yue'er langsung menyentuh dahi Lin Yan dan riak qi Cahaya pun menyebar ke segala arah.
Mata Xia Yue'er cerah seketika menatap hal itu karena tampaknya Lin Yan adalah sosok yang mau mempercayai dan tidak menganggapnya sebagai alat.
Tentu Lin Yan hanya menganggap Xia Yue'er hanyalah anak-anak yang suka bermain karena bahkan tidak bisa berbuat apa-apa di saat seperti ini bahkan ketika berada di Danau Safir, sifat Xia Yue'er yang aneh dan cengeng membuatnya hanya merasa lucu ada Roh seperti itu. Karena itu, sedari awal pun, Lin Yan telah menganggap Xia Yue'er sama seperti makhluk hidup lainnya, bukan alat walaupun ia ingin memanfaatkan kemampuan kendali Formasi Xia Yue'er untuk mengambil sumber daya sebelumnya.
Lin Yan tertegun dengan apa yang dilakukan oleh Xia Yue'er, tetapi ia memiliki informasi yang masuk ke dalam kepalanya tentang teknik Fusi yang hanya akan diberi tahu oleh Roh Kontrak ketika mereka sudah mempercayai mereka sepenuhnya walaupun Xia Yue'er sebenarnya tidak tau harus berbuat apa saat ini dan hanya memikirkan cara agar bisa melawan Roh Dewi Kematian.
Lin Yan dan Xia Yue'er menatap dalam waktu kurang dari dua detik lalu keduanya merasakan ada koneksi spiritual yang membuat keduanya mengangguk.
“Fusi!”
Keduanya berbicara bersamaan dan cahaya terang menyelimuti mereka berdua.
Roh Dewi Kematian yang sedang merasa marah, benci, frustasi dan sebagainya pun membatu di tempat dan langsung melihat ke arah depan. Ia menggertakkan giginya dengan sangat kuat sampai-sampai terdengar.
“Kau bahkan melakukan Kontrak dengannya! Harga dirimu sebagai salah satu dari Tiga Roh Suci telah ternodai!”
“Dan aku Roh tertinggi yang terlahir tetapi tidak diakui sebagai Roh Suci oleh kalian semua para Roh dan mencoba membela ras kita dari para makhluk menjijikkan akan menghapus keberadaanmu saat ini dan untuk selama-lamanya!”