
Long Zu dan Long Ti sangat terkejut dengan penawaran Lin Yan. Mereka tidak mengharapkan bahwa Lin Yan sangat menghargai pelayan wanita tersebut.
“Tetapi itu tidak cukup untuk membayar hutang-hutangnya.” Long Zu yang licik tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk memeras Lin Yan.
Lin Yan paham apa maksud dari Long Zu. Ia tidak keberatan sama sekali karena ia bahkan tidak peduli dengan keempat pedang itu. Ia awalnya hanya bertujuan menukar sumber daya sambil mempertaruhkan untuk mengetahui sehebat apa kakek dan neneknya.
Perkataan Long Zu membuat Lin Yan tampak berpikir keras seperti mengambil keputusan apakah perlu menaikkan harga atau melepaskannya. Ia tampak seperti memikirkan pro dan kontra kegunaan dari pelayan wanita itu.
Long Zu dan Long Ti mengerti apa yang dipikirkan oleh Lin Yan walaupun itu hanyalah fasad. Mereka berdua tidak tau bahwa pelayan wanita itu sangat berbakat karena tidak pernah memeriksakan. Mereka tidak tau cara mengukur usia tulang hanya dengan sekali lihat. Mereka pun tidak tertarik untuk memeriksa lebih lanjut dan itu merupakan sebuah kesalahan.
Dari tubuh pelayan wanita tersebut yang sedari awal sangat cepat berkembang, mereka sudah membuat spekulasi bahwa umur pelayan wanita tersebut sudah mencapai usia 19 tahun saat ini dan memiliki akar spiritual biru walaupun itu dalam kategori terendah. Itu tidak akan membangkitkan minat mereka sama sekali.
Tetapi jika mereka tau bahwa Lin Yan telah menemukan bakat pelayan itu, tentu mereka tidak akan mau bernegosiasi dengan harga rendah. Mungkin mereka akan meminta minimal 20 pedang karena pelayan wanita tersebut akan menjadi kekuatan tempur besar di masa depan. Mereka hanya perlu membuatnya setiap hidup dan mati kepada Kerajaan Bintang.
“Baiklah, ini penawaran terakhir ku. Aku hanya berani menukar dengan dua pedang. Jika kalian ingin lebih, aku hanya bisa menyerah karena harga di atas dua pedang menurutku tidak sesuai lagi.” ucap Lin Yan. Ia berharap bahwa Long Zu akan tampak berpikir dan menawar kembali tetapi ia terkejut dengan reaksinya yang sangat cepat.
“Sepakat! Bawa dia, dua pedang ini menjadi milik Kerajaan Bintang. Hutang pelayan wanita itu akan segera di hapus.” Long Zu yang tampak mendapatkan untung besar berlari ke mejanya untuk mengeluarkan dokumen hutang pelayan lalu membawanya ke depan Lin Yan.
Lin Yan tidak bisa berkata-kata karena tampaknya sangat mudah membodohi Long Zu. Long Zu pun berpikiran sama dengan Lin Yan. Tidak tau siapa saat ini yang pintar dan siapa yang bodoh, hanya dewa yang mengetahuinya.
Long Ti di sisi lain hanya tersenyum kecil karena merasakan bahwa Kerajaan Bintang memang untung besar kali ini. Dibandingkan dengan membuat pelayan itu bekerja seumur hidup yang mungkin tidak akan mendapatkan harga setengah pedang, lebih baik menukarnya dengan dua pedang.
Dari awal pun sebenarnya prediksi Lin Yan meleset saat menghitung gaji pelayan wanita tersebut. Walaupun bagi Long Zu dan Long Ti ini adalah untung besar, bagi Lin Yan pun sama. Tidak tau siapa saat ini yang untung dan siapa yang rugi.
“Baik, aku telah menandatangani surat pelunasan hutang. Aku akan membuat kopian yang sama dengan tanda tangan dariku untuk di kirim kepada Kerajaan.” ucap Long Zu tersenyum sambil menyerahkan dokumen pelunasan hutang.
Lin Yan tampak tercengang dan terlihat seperti merasa telah di tipu. Ia tersenyum pahit dan menyimpan dokumen walaupun dalam hati ia mengejek kedua anggota keluarga Kerajaan tersebut.
Long Zu dan Long Ti terkekeh saat melihat wajah pahit Lin Yan walaupun itu hanya pura-pura.
Beberapa saat kemudian, pelayan wanita tersebut kembali ke dalam perlahan. Ia memberi cincin ruang kepada Long Zu.
Pelayan wanita itu terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka bahwa hutang yang sangat besar itu mampu di bayar oleh Lin Yan. Dan ia tentu mengerti bahwa saat ini ia adalah milik Lin Yan. Ia hanya mengangguk tidak berani membantah.
Dari penglihatannya, ia mengerti bahwa kekuatan di belakang Lin Yan mungkin sangat besar walaupun tidak sekuat Kerajaan Bintang karena merekalah yang terkuat di Kerajaan mereka sendiri. Meski begitu, ia tidak berani berbuat macam-macam karena takut akan di kejar oleh banyak kultivator kuat. Dan sepertinya, ia melihat Lin Yan adalah anak yang baik sehingga ia memang merasa lebih baik mengikuti Lin Yan dari pada bersama dengan keluarga Kerajaan yang tampak beberapa dari mereka ingin melecehkannya.
“Karena kau saat ini adalah bagian dari keluargaku, duduklah di sini.” Lin Yan menepuk-nepuk tempat duduk empuk di sebelahnya.
“Ta-tapi.. tapi..” pelayan wanita itu gugup seketika sambil melirik ke arah Long Zu dan Long Ti.
“Tidak perlu khawatir, mereka tidak akan melarangmu karena saat ini kau adalah bagian dari keluargaku.” ucap Lin Yan sambil tersenyum.
“Ba-baik.” pelayan wanita itu perlahan duduk di sebelah Lin Yan dengan gugup.
Sementara itu Long Zu dan Long Ti merasa tidak keberatan. Tetapi mereka sedikit waspada saat Lin Yan berkata bagian dari keluargaku yang artinya walaupun Lin Yan berasal dari desa, kemungkinan keluarga besar Lin Yan tinggal di daerah pinggiran. Itu membuat mereka ingin menyelidiki lebih lanjut seperti apa kekuatan di belakang Lin Yan.
Long Zu tidak melihat pelayan wanita tersebut. Ia mengeluarkan sebuah tombak berwarna biru dengan bilah tunggal yang lumayan ramping. Walaupun itu belum sepenuhnya sesuai dengan selera Lin Yan, itu tetap jauh lebih baik dari pada tombaknya saat ini.
“Ini adalah salah satu tombak terbaik di Paviliun Long, tetapi bukan di Kerajaan Bintang. Ada beberapa yang lebih baik dari tombak ini di sini tetapi tidak sesuai dengan kriteria yang kau sebutkan. Tombak ini memiliki berat 750kg. Apa kau yakin ingin mengambilnya? Ini adalah tombak terberat yang pernah aku temui.” ucap Long Zu sambil menatap Lin Yan dengan seksama.
Lin Yan perlahan berdiri. Ia tentu tau bahwa butuh usaha bagiannya untuk mengangkat tombak seberat itu.
Mengerti apa maksud dari Lin Yan, Long Zu menaruh tombak di lantai perlahan.
Lin Yan memegang tongkat tombak terlebih dahulu dan tau bahwa kualitas tombak tersebut sebenarnya di atas pedang yang ia tukar. Alasannya mengapa tidak diketahui oleh Long Zu, itu disebabkan oleh penempaan tombak seperti itu hanya diketahui oleh orang zaman dulu. Jadi, karena tidak tau bahan dan cara pembuatan, klarifikasi tombak itu tidak dianggap tinggi karena menurut mereka pembuatannya hanya dengan bahan berat saja.
Lin Yan perlahan mengangkat tombak. Ia merasakan berat luar biasa. Tetapi tentu saja ia dapat menanggungnya walaupun ia harus menggunakan qi sebagai bala bantuan.
Long Zu dan Long Ti terkejut melihat bahwa Lin Yan mampu mengangkat tombak. Bahkan kultivator Xiantian harus menggunakan qi untuk mengangkatnya. Yang artinya, Lin Yan memiliki kekuatan tubuh yang sangat kuat dan hampir tidak pernah terlihat di Kerajaan Bintang.