
Sungai Abadi
Kematian Tetua ketiga Sekte Wayang membuat Tetua Keempat Sekte Wayang tau bahwa dirinya berada di situasi yang sangat sulit.
Dan ketika melihat kedatangan Lin Yan ke arahnya, ia pun langsung pucat. Tanpa membuang waktu, ia pun mengendalikan Wayang miliknya dan memukul mundur Dai Mubai.
Setelah itu, dirinya pun langsung bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk kabur meninggalkan Wayangnya untuk menahan Lin Yan.
“Kau ingin kabur? Tidak semudah itu!” ucap Lin Yan saat melempar Tombak Pembunuh Naga sekuat tenaga.
Wusssh!
Wayang milik Tetua Keempat pun mencoba menghalangi tombak Lin Yan. Tetapi, tentu Lin Yan telah mempertimbangkan hal itu. Sebelum Wayang Tetua Keempat bergerak, Lin Yan lebih dulu menggunakan teknik Jiwa Pelahap Raja Naga.
Naga hitam tiba-tiba muncul di dekat Wayang Tetua Keempat Sekte Wayang dan langsung mengayunkan tombak di tangannya ke arah Wayang.
Bam!
Wayang milik Tetua Keempat Sekte Wayang pun langsung terpental menjauh dan Tombak Pembunuh Naga terus melesat ke arah Tetua Keempat Sekte Wayang.
Tetua Keempat Sekte Wayang pun merasakan ancaman kematian. Tanpa menoleh sedikitpun, ia menghindar ke samping dengan buru-buru.
Tetapi, Lin Yan yang melempar Tombak Pembunuh Naga pun langsung mengendalikannya dan Tombak miliknya pun berbelok dalam sekejap.
Ketika Tetua Keempat Sekte Wayang menoleh, wajahnya pucat seketika karena menatap Tombak Pembunuh Naga yang telah sangat dekat dengannya. Karena tau bahwa ia tidak bisa menghindar lagi, ia hanya menyelimuti seluruh tubuhnya menggunakan qi terkuat yang bisa ia kerahkan.
Jleb!
Tombak Pembunuh Naga pun merobek pelindung qi Tetua Keempat Sekte Wayang dan langsung menembus ke arah tubuhnya walaupun itu bukan bagian vital karena sedari awal tentu ia akan mencoba bergerak menghindar juga.
“Arrrrgggh!” Teriakan Tetua Keempat Sekte Wayang pun terdengar sangat menyakitkan.
Dai Mubai yang awalnya di singkirkan oleh Wayang pun langsung mendekat ke arah Tetua Keempat Sekte Wayang dan langsung menyerangnya mengunakan pedangnya.
Sraing!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Dai Mubai pun melancarkan teknik terkuat yang ia miliki.
Jrezzh!
Tanpa bisa menghindar sama sekali, Dai Mubai pun menanggal kepala Tetua Keempat. Tentu ia dapat melakukannya karena sedari awal, ia memiliki kekuatan untuk menghabisi kultivator satu tahap diatasnya. Sebelumnya ia merasa kesulitan tentu itu disebabkan oleh Wayang Tetua Keempat. Jika tidak, ia sudah pasti membunuhnya dengan cepat.
Lin Yan yang menatap itu hanya diam dan menarik kembali Tombak Pembunuh Naga. Tatapannya kini tertuju pada anggota Sekte Mayat yang sedang berjuang melawan Xiao Ziya dan Xia Yue'er.
Karena keduanya menggunakan Formasi penyembunyian, kedua anggota Sekte Mayat kesulitan untuk menentukan lokasi keduanya. Tidak hanya itu, penindasan yang berasal dari qi Kematian Xiao Ziya membuat Boneka Mayat milik mereka tidak memiliki kekuatan sama sekali.
“Tampaknya mereka akan menang tidak lama lagi.” Gumam Lin Yan dan menyimpan Tombak Pembunuh Naga ke dalam cincin ruang miliknya.
“Tidak. Mereka berdua akan dapat membereskan mereka tidak lama lagi.” Balas Lin Yan dengan gelengan kepala.
Dai Mubai tidak berkomentar sama sekali. Ia pun menatap ke arah pertarungan dan mencoba untuk melacak Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang terus menggunakan Formasi penyembunyian. Bahkan untuk dirinya sendiri pun pasti akan kesulitan melawan dua Roh yang ahli dalam Formasi seperti itu. Kemungkinan besar ia juga akan kalah.
Dan sesuai dengan prediksi Lin Yan, tidak sampai dua menit kemudian, kedua anggota Sekte Mayat pun tewas di tangan Xiao Ziya dan Xia Yue'er.
Setelah itu, Xia Yue'er yang baru selesai menghabisi salah satu dari mereka pun bergerak ke arah Lin Yan.
“Apa kau lihat Lin Yan? Teknik Formasi yang aku lancarkan sebelumnya menghabisinya tanpa bisa melawan sama sekali!” Xia Yue'er pun langsung membanggakan dirinya ketika ia terbang tepat di wajah Lin Yan.
“Tentu Yue'er akan sekuat itu. Aku tau Yue'er adalah yang terbaik.” ucap Lin Yan dengan senyum. Ia tentu sangat paham bahwa Xia Yue'er sangat ingin di puji oleh dirinya.
Mendengar pujian dari Lin Yan, Xia Yue'er pun semakin besar kepala dan berdiri di atas bahu Lin Yan dengan kedua tangannya yang mungil berada di pinggangnya seolah-olah dirinya memasang pose yang mengatakan Putri ini adalah yang terbaik.
“Lin Yan, lalu apa yang akan kita lakukan saat ini? Ada baiknya kita pergi lebih dulu karena beberapa kultivator lainnya akan datang. Kita tidak mungkin menyembunyikan semua yang kita lakukan di tempat ini karena kultivator yang tidak mencoba mengambil Ikan Abadi masih menonton saat ini dari kejauhan.” ucap Dai Mubai.
Lin Yan paham dengan apa yang dikatakan oleh Dai Mubai. Semula para kultivator yang tidak tidak ikut mengambil Buah Abadi telah menjauh karena kematian banyak kultivator sebelumnya. Setelah itu, mereka pun kembali mendekat karena terdengar suara pertarungan yang lumayan intens.
“Baik, ayo kita pergi lebih dulu.” ucap Lin Yan dan langsung melesat ke arah tertentu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Dai Mubai pun langsung ikut pergi sementara Xiao Ziya menatap ke arah tertentu di Sungai Abadi.
“Aku sama sekali tidak dapat melacak qi kultivator tersebut yang semula dia sebarkan di udara. Apakah ada sesuatu yang mereka incar di dunia ini?” Batin Xiao Ziya. Ia pun menepis pemikirannya tentang kultivator Abadi. Ia tidak khawatir sama sekali karena sudah tau bahwa para kultivator Abadi tidak akan bisa memasuki Dunia Fana bagaimanapun caranya.
Ketika kelompok Lin Yan telah pergi, beberapa kultivator yang lebih dulu mendekat tentu melihat apa saja yang tejadi. Mereka hanya diam saja, namun sudah pasti mereka akan membenarkan apa yang terjadi di tempat itu.
Dan mungkin apa yang terjadi di tempat itu kemungkinan akan menjadi sumber daya karena dua Sekte besar pasti ingin tau siapa yang membantai anggota mereka terutama saat para kultivator dari Sekte mereka yang ikut ambil bagian dalam mengambil Buah Abadi adalah seorang Tetua.
**
Lin Yan, Xiao Ziya dan Dai Mubai pun pergi ke arah tertentu dan itu adalah tempat yang ingin di tuju oleh Lin Yan selanjutnya.
“Lin Yan, arah yang kita tuju sekarang ini adalah tempat mereka. Apa kau ingin pergi sekarang juga ke sana?” Tanya Dai Mubai dengan wajah serius.
“Ya. Tetapi sebelum itu tentu aku ingin meningkatkan kultivasi menggunakan semua Ikan Qi yang aku terima sebelumnya. Apakah kau tidak berkultivasi lebih dulu? Mungkin ini akan memakan waktu yang cukup lama karena persediaan sumber daya yang aku miliki lebih besar.” ucap Lin Yan saat memikirkan tenteng Ikan Qi berjumlah kapasitas qi senilai 12.000.000 batu spiritual serta Ikan Abadi yang masih ia simpan sampai saat ini.
Dai Mubai tampak merenung untuk beberapa saat lalu ia pun terkejut saat Lin Yan melempar dua cincin ruang ke arahnya. Ia secara naluriah menangkapnya.
“Gunakanlah itu. Kita akan bertemu kembali dalam waktu satu bulan kemudian di kota yang sangat dekat dengan Sekte Wayang.” ucap Lin Yan dan tidak menunggu jawaban dari Dai Mubai. Ia pun langsung berbelok arah ke tempat lainnya bersama dengan Xiao Ziya.
Lin Yan pasti tidak ingin orang lain melihat caranya mencerna qi karena itu sangatlah aneh. Jika informasi tentang dirinya yang dapat melahap qi apa saja bocor, bisa dipastikan bahwa akan banyak kekuatan besar yang mengincarnya.
Sementara itu, Dai Mubai yang berhenti di udara menatap ke arah dua cincin ruang di tangannya. Ia pun menaikkan sudut bibirnya lalu pergi ke suatu tempat karena dengan sumber daya itu, jalan untuk menuju balas dendam akan semakin dekat.
Sedangkan untuk Lin Yan, ia tentu akan membuat Dai Mubai menjadi sekutunya juga karena potensi yang dimiliki oleh Dai Mubai. Kemungkinan di masa depan, Dai Mubai akan dapat membantunya.