Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 160 - Sebelum Babak Final Kompetisi



Setelah merawat Huan Caiyi, Lin Yan tidak membuang waktu dan mulai berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya secara paksa. Ia yakin bahwa para murid yang masuk ke babak final kompetisi tidak sesederhana kelihatannya karena sudah pasti memiliki kekuatan tempur yang sangat tinggi. Terutama untuk seorang wanita yang berasal dari sekte Seribu Pedang.


Lin Yan pun mengambil ruangan lainnya lalu menyegelnya dengan formasi agar siapapun tidak bisa masuk ke dalam ketika ia memasuki pengasingan selama hampir dua hari.


Kemungkinan, ketika kompetisi belum dimulai, ia akan segera menyelesaikan terobosannya.


Lin Yan yang sedang duduk bermeditasi pun mengeluarkan semua batu spiritual yang tersisa. Ia tau bahwa kekuatannya tidak akan terlalu stabil walaupun fondasinya tetap kokoh, ia hanya perlu untuk menyetabilkan kekuatannya ketika berada dalam pertarungan. Lin Yan telah memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi dan langsung membuat tekniknya.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Saat naga hitam tercipta, Lin Yan pun mengendalikan naga hitam itu dan mulai menyerap qi di dalam batu spiritual dengan kecepatan yang sangat tinggi.


**


Di luar kediaman untuk para peserta kompetisi sekte Naga Langit, terlihat saat ini anggota klan Gu yang sedang berkumpul karena ingin melihat Lin Yan.


Tetapi kelompok mereka tidak diizinkan oleh Tetua Ketiga untuk masuk karena Lin Yan telah mengatakan untuk memasuki pengasingan.


Para anggota klan Gu dan juga Patriak klan Gu tidak bisa memaksa sama sekali.


Dan akhirnya, Huan Caiyi keluar untuk menemui Gu Yuena dan Gu Yin. Walaupun ia sedang terluka, tidak terlalu sulit untuk berjalan dan akhirnya ia pun bergabung dengan kelompok mereka untuk menonton pertarungan babak final yang akan dilaksanakan dalam dua hari kemudian.


Di sisi lain, para murid yang tidak puas dengan sikap sekte Seribu Pedang pun melapor kepada Tetua mereka.


Terutama untuk Gui Zhang dan Gui Shan. Keduanya tidak terima bahwa Gui Zhang tidak memasuki babak final. Tetapi, keduanya diperingati oleh Tetua sekte Gerbang Surgawi dengan sangat keras karena hampir memancing amarah sekte Seribu Pedang setelah menjelaskan apa yang terjadi pada kompetisi sebelumnya.


Bisa jadi karena kejadian itu, kerjasama antara dua sekte memiliki retakan. Itu adalah hal yang tidak diinginkan oleh para Tetua sekte Gerbang Surgawi.


Tetua Mo dan Tetua Yao tentu langsung memberi pelajaran kepada Gui Zhang dan Gui Shan karena telah melakukan hal yang membuat sekte mereka merasa malu. Setelah itu, Tetua Mo dan Tetua Yao pun langsung menemui para Tetua sekte Seribu Pedang khususnya Tetua Agung mereka untuk meminta maaf.


Keesokan harinya, para tamu yang datang ke sekte Seribu Pedang semakin banyak. Murid-murid dari berbagai sekte pun ikut berdatangan untuk menyaksikan kompetisi tersebut.


Bahkan saat ini, Master sekte Naga Langit dan Tetua Pertama pun telah datang untuk melihat kompetisi. Tidak hanya itu, Master sekte Gerbang Surgawi bersama dengan Tetua tertua mereka pun datang untuk melihat kompetisi yang akan segera berlangsung.


Tidak hanya itu, berbagai Organisasi dan kelompok juga datang untuk menyaksikan kompetisi tersebut, salah satunya adalah Organisasi yang memburu Lin Yan dan Huan Caiyi sebelumnya.


Tetua Agung sekte Seribu Pedang yang melihat kedatangan pemimpin kelompok Kalajengking Merah bersama dengan dua Petingginya tentu membuat mereka terkejut. Tetapi mereka membiarkan mereka masuk setelah mendapatkan persetujuan dari Master sekte Seribu Pedang.


Hari kompetisi


Saat ini, puluhan ribu kultivator telah berkumpul untuk menyaksikan kompetisi yang hanya diadakan dalam waktu lima tahun sekali.


Di Arena yang disediakan oleh sekte Seribu Pedang untuk final kompetisi, bangku penonton hampir penuh. Kali ini penonton dua kali lebih banyak dari pada lima tahun yang lalu karena kabar tentang putra mahkota, tuan muda kedua klan Li, jenius terbaik sekte Seribu Pedang, murid paling berpotensi dari sekte Gerbang Surgawi, dan jenius tertinggi dari sekte Bambu semuanya masuk ke final kompetisi.


“Sangat banyak penonton yang datang kali ini.” Patriak klan Gu yang sedang berada di bangku penonton pun sedikit terkejut, tetapi, mengingat kembali semua murid yang masuk final, itu semuanya masuk akal.


“Di mana Lin Yan? Kenapa dia belum terlihat?” Gu Yin terus-menerus melihat ke arah seluruh Arena tetapi belum menemukan keberadaan Lin Yan.


Huan Caiyi yang berada di sebelah Gu Yuena terdiam mendengar pertanyaan Gu Yin. Ia tau bahwa adiknya saat ini sedang dalam proses terobosan ke tingkat Alam Roh tahap kedelapan.


Bahkan Gu Yuena kesal karena Lin Yan belum terlihat sama sekali. Hanya Lin Yan yang belom terlihat di Arena sebagai peserta.


Bangku penonton khusus tempat sekte Naga Langit berada pun, Tetua Kedua berkerut karena Lin Yan belum juga terlihat.


“Di mana bocah itu?” Tanya Tetua Pertama.


“Sebelumnya dia masih berada di dalam pengasingan. Tidak ada yang bisa masuk karena formasi yang diletakkan olehnya sangat sulit untuk di bobol.” Jawab Tetua Kedua.


Tetua Ketiga hanya terdiam mendengarnya karena ia tentu juga tau bahwa formasi yang dibuat oleh Lin Yan sangatlah kuat. Bahkan untuk dirinya sendiri pun, harus menggunakan cara paksa untuk menembusnya. Tetapi ia tidak ingin mengganggu Lin Yan berkultivasi sehingga ia pergi dari kediaman itu dan bergabung dengan kelompok sekte Naga Langit.


“Guru, apakah Guru tidak bisa memasuki ruangan anak itu?” Tanya Master sekte Naga Langit kepada Tetua Ketiga. Walaupun ia tidak terlalu peduli dengan Lin Yan yang hadir atau tidak, nama sekte mereka akan semakin tercoreng karena ketidakhadiran Lin Yan semenjak insiden Meng Cui.


“Bisa, terapi itu harus secara paksa. Jika aku melakukannya, bangunan itu akan hancur.” Balas Tetua Ketiga.


Master sekte Naga Langit hanya bisa mendengus ketika memikirkan Lin Yan. Ia tidak peduli karena tentu saja kehadiran Shi Zho, yang merupakan putra kedua Patriak klan Shi.


Menurutnya, Shi Zho pasti lebih kuat dari pada Lin Yan karena ia tentu pernah melihat Shi Zho bertarung dan bahkan mampu bertahan melawan kultivator tingkat Alam Bumi dalam waktu yang lumayan lama.


“Di mana saudaramu?” Tanya Tetua ketiga tiba-tiba merujuk pada Tetua Agung sekte Naga Langit.


“Dia tidak bisa ikut karena memiliki urusannya sendiri, Guru.” jawab Master sekte Naga Langit.


Tetua Ketiga hanya mengangguk dan tidak bertanya lagi.


Master sekte Naga Langit melihat ke arah tertentu sekilas dan menemukan tiga sosok kuat di bangku penonton biasa.


“Tampaknya pemimpin kelompok Kalajengking Merah juga tidak akan tinggal diam, mereka sudah pasti sangat ingin memburu bocah itu sehingga datang ke tempat ini. Aku yakin bahwa mereka membuat spekulasi bahwa Lin Yan adalah anak yang menghancurkan beberapa basis cabang mereka.” Batin Master sekte Naga Langit.


Semua para kultivator kuat pun penasaran dengan kehadiran pemimpin kelompok Kalajengking Merah, terutama untuk Long Bao, ia tentu tau bagaimana kuatnya pemimpin kelompok tersebut dan bahkan membawa kedua bawahan terpercayanya untuk datang.


Li Hu menatap semua orang-orang besar yang telah tiba. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tau banyak dari mereka yang ingin memusnahkan Lin Yan.


“Tampaknya, kompetisi kali ini akan menjadi kacau.” Batin Li Hu. Ia telah membuat prediksi bahwa ketika kompetisi tingkat Alam Roh selesai, Lin Yan akan diburu oleh banyak kelompok.