Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 207 - Tujuan Selanjutnya



Perbatasan Kerajaan Bintang dan Kerajaan Bulan


Lin Yan dan Gu Yin saat ini sedang terlihat bergerak ke kota yang terlihat dikejauhan.


“Aku tampaknya mengenal daerah ini.” Gumam Gu Yin saat sedang melihat semua daerah sekitar dengan seksama.


Tempat itu terlihat berantakan karena bekas pertempuran dalam area yang sangat luas. Meskipun tidak terlihat mayat-mayat di tempat itu, noda darah kering di beberapa senjata yang tergeletak masih dapat dilihat dengan jelas.


“Aku juga merasa seperti mengenal tempat ini walaupun hanya pernah mendengarnya dari senior Xiao Ya.” Lin Yan mengangguk setuju dan menambahkan sedikit tempat mereka muncul walaupun masih sedikit ragu.


“Ayo kita cari tau di mana ini. Kita bertanya kepada beberapa kultivator di kota itu, aku merasakan ada beberapa pancaran qi yang lumayan kuat.” Lanjut Lin Yan.


“Um.” Gu Yin mengangguk kecil.


Keduanya pun langsung mendekat ke arah kota tersebut. Ketika mencapai kota, keduanya mengerutkan keningnya karena semua penghuni kota tersebut tampak menatap mereka berdua dengan waspada dari dalam rumah.


Tidak lama kemudian, beberapa kultivator pun langsung bergerak mengelilingi Lin Yan dan Gu Yin dari segala arah. Mereka berjumlah enam orang dengan tingkat kultivasi Alam Bumi tahap keenam paling tinggi.


“Katakan apa tujuan kalian datang ke kota ini!” Salah satu dari mereka yang merupakan kultivator terkuat pun bertanya dengan nada dingin sambil mengarahkan pedangnya ke arah Lin Yan.


“Jauhkan benda berbahaya itu dariku. Aku tidak menginginkan apapun dari tempat ini. Dan kami hanya ingin bertanya di mana saat ini lokasi tepatnya kota ini. Dan juga, aku sangat tidak suka saat seseorang mengarahkan senjatanya kepadaku seperti itu tanpa sebab.” Lin Yan menyipitkan matanya ke arah kultivator tersebut dan aura intimidasi sedikit terpancar.


Deg! Deg!


Jantung kultivator yang bertanya sebelumnya pun berdetak cepat seolah-olah dia telah di tatap oleh seekor binatang roh yang sangat ganas dan siap menerkam kapan saja. Ia pun perlahan melangkah mundur karena instingnya berkata seperti itu.


Kelima rekan kultivator tersebut bingung kenapa rekan mereka tampak seseorang yang ketakutan seperti menatap sesuatu yang mengerikan.


“Hei! Ada apa?” Tanya salah satu dari mereka ke arah kultivator yang sedikit ketakutan sebelumnya. Ia pun langsung mengalihkan pandangannya ke Lin Yan kembali sambil mengerutkan keningnya.


“Aku hanya ingin bertanya tentang lokasi saat ini karena kami tersesat. Apakah menanyakan hal itu tidak bisa?” Tanya Lin Yan menatap ke semua kultivator yang mengelilinginya dan Gu Yin secara bergantian.


Kerutan muncul di dahi mereka karena tentu tidak mempercayai apa yang Lin Yan katakan. Kota mereka telah menjadi tempat persinggahan kultivator kuat yang sehat ataupun terluka dan memaksa mereka terus-menerus melakukan hal yang tidak mereka inginkan.


“Jangan bercanda! Katakan apa tujuanmu datang ke kota ini!” Teriak salah satu dari mereka yang merupakan seorang pria paruh baya botak dengan nada sangat tinggi.


“Tampaknya kalian tidak ingin bekerja sama. Jika seperti itu..” Mata Lin Yan menyipit karena sangat tidak suka diteriaki padahal ia bertanya dengan nada sedikit sopan.


Drrrrtttt!


Tempat itu sedikit bergetar karena aura yang meledak dari tubuh Lin Yan. Kekuatannya langsung menekan kelimanya tanpa bisa melawan sama sekali.


Karena yang terkuat diantara mereka pun hanya kultivator tingkat Alam Bumi tahap keenam, tidak mungkin untuk menyaingi Lin Yan yang memiliki kultivasi satu tahap dan ia bahkan mampu melawan tahapan yang lebih tinggi.


Keringat dingin menetes di dahi mereka karena tau bahwa kultivator yang coba mereka lawan dengan kelompok bukanlah kultivator yang sederhana karena tekanan tersebut begitu mencekam.


“Tu-tunggu.. kami akan memberitahumu. Ini adalah perbatasan Kerajaan Bintang dan Kerajaan Bulan!” Teriak salah satu kultivator buru-buru karena takut bahwa Lin Yan akan menghabisi mereka.


Zhep!


“Ayo Pergi.” Lin Yan pun langsung berbalik karena tempat mereka berada saat ini telah dikonfirmasi.


Para kultivator di tempat itu menghela nafas panjang lalu mengusap keringat yang menetes di dahi mereka. Semuanya mengerti bahwa mereka hampir saja menggali lubang kuburan untuk mereka.


Sementara itu, Lin Yan dan Gu Yin yang perlahan keluar dari kota terdiam. Keduanya tampak sangat linglung saat ini.


“Apakah kau memikirkan apa yang sedang aku pikirkan?” Tanya Lin Yan sedikit ragu.


“Ya. Pintu yang kita masuki sebelumnya sangat tidak terduga. Aku berpikir bahwa pintu itu akan mampu membawa kita ke tempat yang kita inginkan.” Gu Yin mengangguk kecil walaupun ia sedikit ragu juga apakah pintu tersebut seperti yang ia pikirkan.


“Jika seperti ini, kita harus mencari tau suatu hari nanti apakah pintu itu memang memiliki kegunaan seperti itu atau tidak,” ucap Lin Yan.


“Ya. Karena kita saat ini sedang berada di perbatasan, maka lebih baik kita langsung pergi ke Kerajaan Bulan.” Gu Yin memberi saran sambil tersenyum kecil karena ia sudah merindukan keluarganya yang telah pindah ke Kerajaan Bulan.


“Ya.” Lin Yan mengangguk setuju dan langsung membuka peta untuk menentukan arah. Setelah memeriksa, ia pun menyimpan kembali peta.


“Ayo pergi. Tidak akan lama lagi kita untuk tiba di Kerajaan Bulan.” Lin Yan pun langsung bergerak ke arah tertentu setelah Gu Yin mengangguk.


**


Sementara itu, di situs Gunung Safir saat ini semakin banyak kultivator yang muncul. Mereka semua masih menunggu kedatangan Lin Yan dan Gu Yin tetapi mereka tidak tau bahwa penantian mereka semua akan sia-sia.


“Sial! Kenapa mereka belum keluar juga? Kita telah mengelilingi semua Gunung Safir ini dengan para kultivator kuat. Tetapi tidak ada satupun dari mereka menemukan dua sosok tersebut. Dan salah satunya adalah kultivator pengguna qi Es Hitam yang mengambil Rumput Peri!” Master Sekte Gerbang Surgawi yang sudah tiba sehari yang lalu pun sangat marah karena ingin merebut herbal tersebut untuk melakukan kontrak dengan Roh lain.


Para Tetua dari klan Gui serta Tetua dari Sekte Gerbang Surgawi hanya bisa diam karena tau bahwa akan buruk akibatnya jika berbicara saat Master Sekte mereka sedang marah.


Tidak hanya untuk Master Sekte Gerbang Surgawi. Bahkan para Master Sekte yang lain serta para pemimpin kelompok dan Patriak klan pun sangat marah karena dua kultivator yang diduga telah mengambil semua sumber daya di Situs Gunung Safir tidak kunjung terlihat.


**


Dunia Roh Peri


Saat ini Raja dan Ratu Dunia Roh Peri tidak tau harus apa lagi karena ada informasi terbaru tentang Formasi yang sebelumnya sudah terbuka yang dimasuki oleh Xia Yue'er kembali tertutup.


“Apa yang harus kita lakukan?” Ratu Roh Peri semakin cemas saat ini tentang keadaan putrinya yang sangat manja tersebut.


Wajah Raja Roh Peri semakin muram dari waktu ke waktu. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali salah satu dari Roh Peri melakukan kontrak dengan manusia di dunia itu. Tetapi, untuk menemukannya pasti akan sangat sulit juga karena keterbatasan waktu setiap Roh Peri yang di panggil keluar.”


Raja Roh Peri perlahan berdiri dari kursi tahtanya dan menatap ke arah kejauhan. “Tidak ada lagi Roh Peri yang mencapai tingkat kekuatan puncak setelah kematian Roh Dewi Kehidupan yang membuat kita tidak bisa memasuki dunia mereka dengan bebas. Yang artinya, kita hanya bisa berharap bahwa Xia Yue'er baik-baik saja di sana. Mungkin suatu hari nanti, putri kita akan bisa membuat Gerbang Roh bersama dengan manusia yang melakukan Kontrak dengannya untuk menuju Dunia Roh Peri.”


“Dan juga, aku yakin putri kita akan mampu melakukannya. Apakah kau lupa Yue'er itu siapa?” Tanya Raja Roh Peri dengan nada kepercayaan tinggi kepada putrinya.


“Ya. Aku tentu tau bahwa Yue'er adalah penerus dari Roh Dewi Kehidupan, Roh Suci yang akan mencapai puncak kekuatan tertinggi.” Ratu Roh Peri pun menenangkan dirinya saat mengatakan itu.


Kali ini, Raja dan Ratu Roh Peri yang memikirkan kembali tentang putri mereka, kepercayaan mereka bahwa Xia Yue'er suatu hari nanti pasti kembali akan menjadi kenyataan.


Sebenarnya, Raja Roh Peri ingin pergi ke Situs Gunung Safir, tetapi, karena ia adalah Raja saat ini, ia tidak bisa menyebarang karena suatu alasan khusus. Jika tidak, ia akan memilih untuk pergi seorang diri sebelumnya.