
Ketika Canglan mengendalikan Wayang Serigala Iblis Kegelapan, wajahnya sedikit muram ketika melihat pasukan yang di bawa oleh Pemimpin Kelompok Jubah Ular.
Untuk Lin Yan, ia hanya menyipitkan matanya untuk beberapa saat. Namun, ia tersenyum sedikit ketika banyak kelompok yang mendekat juga.
Wusssh!
Kelompok yang berasal dari Klan Li juga muncul untuk membantu Lin Yan. Tentu mereka sudah menganggap Lin Yan sebagai rekan, apa lagi untuk Patriak Klan Li.
“Bukan hanya kalian yang membawa rekan lainnya!” ucap Pemimpin Kelompok Jubah Ular dengan seringai kejam di wajahnya.
Zhep!
Kelompok lainnya pun tiba, mereka tidak lain adalah beberapa bawahan Kaisar Han. Dan salah satu dari mereka adalah seorang Duke, kekuatan tertinggi di bawah Kaisar Han dan Han Wang Zhan.
“Duke Meng, tampaknya kau sangat ingin mengincar Lin Yan!” ucap Patriak Klan Li dengan wajah yang sangat dingin.
Pria paruh baya yang merupakan Duke Meng pun memasang wajah datar setiap saat. Ia tentu tidak gentar melawan seseorang seperti Patriak Klan Li yang memiliki kultivasi satu tahap di bawahannya.
“Patriak Klan Li, menyingkirlah. Ini bukan sesuatu yang bisa kau campuri!” ucap Duke Meng datar.
“Bagaimana denganku? Apakah aku juga tidak bisa ikut campur?” Suara merdu seseorang pun terdengar seketika. Di saat itu juga, suhu di tempat tersebut menurun sangat drastis.
Wajah Duke Meng menjadi gelap karena tentu mengetahui siapa sosok yang dapat mengubah alam itu sendiri seperti Kaisar Han dan Han Wang Zhan, dia tidak lain adalah Nyonya Pertama Sekte Istana Salju.
Lin Yan sedikit terkejut karena tampaknya Guru Gu Yin ingin membantunya.
Mu Xuanyin yang perlahan melayang mendekat memasang wajah datar sepanjang waktu. Tetapi siapapun merasa sangat enggan ketika menatap wanita dingin itu perlahan mendekat. Mereka sangat mengetahui bagaimana temperamen dari Mu Xuanyin yang tidak akan memberi wajah kepada siapapun termasuk itu Kaisar Han sendiri ataupun Patriak Klan Kuno.
Dahulu, Mu Xuanyin juga pernah bentrok dengan Patriak Klan Xiao. Ia menantang Klan Xiao seorang diri. Jika saja Leluhur Tua Klan Xiao ada di sana, bisa dipastikan bahwa ia akan tewas. Tidak ada yang tau apa sebabnya Mu Xuanyin menyerang Klan Xiao saat itu. Tetapi, mereka semua menduga bahwa itu terkait dengan perintah dari seseorang.
Kehadiran Mu Xuanyin membuat Kaisar Han dan Xiao Long memasang wajah gelap. Keduanya pernah mencicipi bagaimana dinginnya tulang-tulang mereka ketika berhadapan dengan Mu Xuanyin.
“Mu Xuanyin, apakah kau ingin memulai perang dengan Kekaisaran Han?” Tanya Duke Meng dingin.
“Bukankah bajingan itu telah memulainya? Kenapa kau protes?” Tanya Mu Xuanyin datar.
Wajah Duke Meng semakin gelap mendengarnya. Ia tentu sadar bahwa situasi saat ini sulit baginya jika Mu Xuanyin hadir.
Untuk Han Wang Zhan yang sedang melakukan pertarungan sengit dengan Xiao Long pun tau bahwa tidak ada yang menahan Mu Xuanyin, maka mereka akan kalah. Oleh karena itu, ia pun menghilang dalam sekejap untuk mundur ke suatu tempat.
Xiao Long yang melihat Han Wang Zhan mundur, memasang wajah yang sangat gelap. Ia tentu tau ke arah mana musuhnya saat ini bergerak dan ia pun langsung bergerak juga.
Di tempat tertentu di pinggiran kota yang dikelola oleh Asosiasi Alkemis, Han Wang Zhan pun muncul. Di tempat itu, ada beberapa kultivator yang sedang menonton ke arah semua pertarungan yang sedang terjadi.
“Ada apa anda muncul di sini?” Tanya pemimpin kelompok tersebut saat melirik ke arah Han Wang Zhan.
“Tahan Mu Xuanyin untukku. Sebagai balasannya, kau akan ikut ke tempat peninggalan Kaisar Manusia berada!” ucap Han Wang Zhan.
Sebelum sosok tersebut yang tidak lain adalah Master Sekte Cahaya Suci membalas, teriakan seseorang pun terdengar.
“Pria tua! Jangan lari! Aku akan menjatuhkanmu hari ini!” Xiao Long yang mendekat dengan kecepatan sangat tinggi pun berteriak keras. Bahkan sebelum tiba, ia sudah mengayunkan pedang aneh yang ada di tangannya.
Sraing!
Jrezzh!
Jurang yang sangat lebar pun tercipta dalam sekejap. Tidak hanya itu, magma dalam jumlah besar pun meledak dari dalam parit bekas tebasan luar biasa milik Xiao Long.
“Ck!” Han Wang Zhan berdecak kesal. Ia pun langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga juga.
Sraing!
Duar!
Ledakan dahsyat terjadi ketika kedua serangan bertemu.
“Baik, aku akan ikut! Ingat ini pria tua, jika anda menari kata-katamu, maka anda akan tau konsekuensinya!” ucap Master Sekte Cahaya Suci saat menghilang dan muncul di dekat Mu Xuanyin.
Han Wang Zhan menyeringai lalu langsung melesat ke arah ledakan besar yang belum mereda untuk menghancurkan Xiao Long.
“Mu Xuanyin, berhenti di tempat.” ucap Master Sekte Cahaya Suci ketika tiba di dekat Mu Xuanyin.
Mata Mu Xuanyin menyipit karena tidak menyangka bahwa Master Sekte Cahaya Suci akan ikut campur saat ini.
“Tampaknya kau telah membuat kesepakatan dengan pria tua itu. Apa yang ditawarkan olehnya sehingga membuatmu bergerak?” Tanya Mu Xuanyin.
“Kau tidak perlu tau.” ucap Master Sekte Cahaya Suci saat sebuah pedang berwana putih muncul di tangan kanannya.
“Tampaknya ini akan sulit.” Batin Mu Xuanyin karena ia harus berhadapan dengan Master Sekte Cahaya Surgawi yang merupakan Master Bela Diri peringkat keenam. Ia pun melirik ke arah tertentu lalu bergumam kecil, “Tahan Duke Meng. Ini adalah permintaan kecilku padamu. Jangan biarkan dia mendekat ke Lin Yan!”
Di tempat yang lumayan jauh, seorang pria paruh baya yang memakai topi bambu kerucut pun mengangkat sedikit kepalanya. Walaupun ia tampak seperti pria paruh baya, itu sebenarnya hanyalah penyamaran belaka. Ia tidak lain adalah adik dari Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian, Guan Yu.
Emosi kompleks terlihat di mata Guan Yu karena ia tau bahwa kedua kakaknya itu selalu mencoba untuk mendekatinya. Tetapi ia selalu mencoba menjauh karena keberadaan ayah mereka yang telah memisahkan mereka ketika mereka masih kecil.
Sring!
Sebuah tombak dengan mata bilah yang sangat besar seperti sebuah pedang pun terlihat. Ia langsung menghilang dan muncul tepat di belakang Duke Meng sambil mengayunkan tombak di tangannya sekuat tenaga.
“Apa?” Duke Meng terkejut karena merasakan bahaya yang begitu besar. Ia pun langsung berbalik dan mengangkat pedangnya ke arah udara.
Trang!
Bussssh!
Qi yang sangat kuat pun menyebar ke segala arah. Gelombang kejut benturan kedua senjata itupun membuat banyak kultivator langsung dihempaskan.
Saat menahan serangan, wajah Duke Meng semakin gelap. “Guan Yu? Aku tidak menyangka bahwa kekuatanmu akan mencapai level seperti ini! Namun, karena kau telah ikut campur, maka aku akan menghabisimu!” ucap Duke Meng dingin.
Guan Yu hanya diam. Apakah ia takut menghadapi Kekaisaran Han? Jawabannya tentu saja tidak.
Sedangkan untuk Mu Xuanyin, ia hanya tersenyum kecil karena tampaknya Guan Yu masih mau mendengarnya. Ia juga langsung menyerang ke arah Master Sekte Cahaya Suci karena telah mencoba mencampuri urusannya.
Sedangkan untuk Lin Yan, ia tidak menyangka bahwa perkembangan situasi akan mencapai level seperti ini. Lagi pula, saat ini sangat banyak kultivator di sekitarnya yang mencoba mengincarnya. Dan kekuatannya masihlah berada di tingkat Alam Kaisar tahap pertama. Ia tidak memiliki kualifikasi untuk bertarung dengan siapapun karena semua yang berada di sana memiliki kultivasi paling rendah tingkat Alam Kaisar tahap ketujuh.
Sementara untuk Patriak Klan Li, ia saat ini sedang bertarung tiba-tiba dengan seseorang yang berasal dari Kekaisaran Han yang memiliki tingkat kultivasi yang sama dengannya.
“Lin Yan. Jika terus seperti ini, kau akan dikepung. Apakah kau ingin mencoba sesuatu?” Suara seseorang terdengar di kepala Lin Yan. Suara tersebut tidak lain adalah suara Xiao Ziya.
“Mencoba apa?” Tanya Lin Yan dalam kepalanya.
“Melakukan Fusi Ganda. Aku tidak tau apakah ini bisa! Namun, ketika selesai melakukan Fusi, kita bertiga mungkin akan mengalami cidera parah. Dalam legenda tertentu, ada yang pernah melakukan Fusi dengan dua Roh. Tetapi ada syarat tertentu, kedua Roh harus saling menyeimbangkan. Dengan kata lain, aku dan Xia Yue'er dapat menyeimbangkan kekuatan yang akan meledak di dalam tubuhmu karena kami memiliki kekuatan yang saling berlawanan. Ini seperti dasar dari elemen yaitu Yin-Yang!” ucap Xiao Ziya.
Mata Lin Yan sedikit menyipit. Ia tidak akan meragukan kata-kata Xiao Ziya karena dia adalah rubah tua yang telah hidup sangat lama.
Namun, Lin Yan tidak mengetahui bahwa Xiao Ziya melakukan itu karena sudah menebak identitas Lin Yan yang sebenarnya.