Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 240 - “Kita Akan Bertemu Kembali”



Lembah Naga


Banyak pertanyaan yang kini terlintas di benak Lin Yan. Ia merasa semua perkataan pemuda sebelumnya tidaklah nyata.


“Apakah yang dikatakan olehnya benar? Lalu, apa tujuannya sebenarnya mengatakan itu semua dan menunjukkan hal ini padaku? Dan dari perkataannya sebelumnya, dia mengatakan bahwa dari sepuluh kemungkinan, satu akan terjadi bahwa dirinya akan tiba di tempat tersebut sehingga dia meninggalkan qi-nya untuk menunjukkan semua itu? Siapa kau? Apakah kau Kaisar Manusia Generasi Kedua? Apa tujuanmu?” Batin Lin Yan.


“Lin Yan..” Xia Yue'er pun memukul leher Lin Yan dengan lembut karena Lin Yan saat ini tampak seperti seorang yang melamun.


“Kita lupakan masalah ini dahulu. Aku tidak mengerti apa yang dikatakan olehnya. Ayo kita lihat semua buku-buku yang ada di rak itu. Mungkin kita akan menemukan petunjuk.” Lin Yan yang tersadar oleh suara Xia Yue'er pun berjalan keluar dari ruangan aneh tersebut sambil memperhatikan sekilas sekali lagi gambar yang ada di dinding.


Karena Lin Yan berkata seperti itu, Xia Yue'er tidak bertanya lagi karena menurut pikiran terliarnya, tidak mungkin apa yang dikatakan oleh pemuda sebelumnya kenyataan.


Rak-rak buku yang sangat banyak membuat Lin Yan sedikit pusing. Tetapi, karena ingin mencari sesuatu, ia pun mengambil salah satu buku lalu membukanya.


“Yue’er.. carilah petunjuk yang berguna. Jika kau menemukan sesuatu yang aneh, katakan padaku,” ucap Lin Yan saat perlahan membaca buku.


Xia Yue'er cemberut seketika karena ia paling malas membaca. Tetapi ia tetap mencoba dan mengambil salah satu buku dan perlahan membacanya.


Bahasa yang digunakan tentu saja adalah bahasa kuno yang digunakan oleh Empat Klan Kuno. Bahasa itu sama dengan bahasa yang digunakan oleh Roh juga yang membuat Xia Yue'er bisa membacanya.


Lin Yan terus mengambil buku satu persatu. Karena sudah terbiasa membaca sejak kecil oleh paksaan neneknya, ia tidak merasa bosan sama sekali. Tetapi, ketika ia menatap ke arah Xia Yue'er, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena saat ini Roh Peri imut itu kini tertidur di atas sebuah buku dengan air liur yang menetes.


Semakin lama waktu berlalu, semakin banyak buku yang tergeletak di permukaan lantai.


“Hm? Ini..” Saat Lin Yan membaca satu buku, ia menemukan satu fakta menarik lainnya.


“Bahtera Kuno, alat yang diciptakan oleh Kaisar Manusia Generasi Kedua yang bernama..” Wajah Lin Yan gelap karena nama Kaisar Manusia Generasi Kedua dihapus oleh seseorang atau memang dibuat sengaja seperti itu.


Penjelasan di dalam buku membuat Lin Yan sedikit tersenyum karena tidak menyangka bahwa ia akan menemukan apa sebenarnya itu Bahtera Kuno.


Dikatakan bahwa Bahtera Kuno adalah sebuah Artefak. Walaupun Lin Yan tidak tau apa itu Artefak, menurutnya pasti sesuatu yang sangat berharga. Kegunaan dari Bahtera Kuno yang utama adalah sebagai Alat Transportasi Antar Dimensi.


Catatan yang ada di buku itu membuat Lin Yan sadar bahwa Kaisar Manusia menggunakan Bahtera Kuno untuk menyebrang ke Alam Iblis setelah berhasil merobek penghalang tertentu.


Kegunaan lainnya adalah sebagai Penjara super kuat yang bahkan bisa menahan makhluk kuat sekalipun yang setara dengan Pangeran Iblis. Tetapi membutuhkan qi dalam jumlah yang besar untuk mempertahankan penjara agar tidak dihancurkan oleh sosok yang dipenjara dari dalam.


Tetapi, tidak ada diberitahukan tentang cara mengendalikan Bahtera Kuno yang artinya ia harus mencarinya sendiri suatu hari nanti.


Tetapi, Lin Yan masih berpikir apa itu konsep Dimensi. Ia menyampingkan pemikirannya lalu menyimpan buku tersebut ke dalam cincin ruang miliknya.


Setelah itu, Lin Yan terus mengambil buku satu per satu. Dalam waktu lebih seharian, ia sudah membaca ribuan buku dengan sangat cepat karena ia memiliki Mata Raja.


Pengetahuannya pun bertambah kembali tetapi tidak menemukan apa yang ia cari. Lalu Lin Yan menatap ke arah Xia Yue'er yang masih sedang asik tertidur di atas buku.


“Apakah Roh Peri juga membutuhkan tidur?” Batin Lin Yan lalu mengambil Xia Yue'er dengan lembut.


“Hari sudah malam.” Balas Lin Yan dengan gelengan kepala lalu menaruh Xia Yue'er di pundaknya.


Xia Yue'er cekikikan dan merasa sedikit malu saat menatap semua buku yang telah dibaca oleh Lin Yan sementara ia bahkan hanya membaca beberapa halaman satu buku lalu tertidur.


Lin Yan pun mengambil buku terkahir lalu membacanya. Urat-urat tebal pun muncul di dahinya karena buku yang dibaca oleh Xia Yue'er sebelumnya adalah informasi yang sedang ia cari.


“Ada apa Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er heran.


Lin Yan memutar bola matanya ke arah Roh mungil tersebut dan mendengus kesal. Jika saja Xia Yue'er membaca buku sampai tuntas, mungkin kepalanya tidak akan pusing membaca semua buku seperti orang gila tanpa henti.


Xia Yue'er dengan wajah polosnya hanya menatap wajah Lin Yan seolah-olah melihat seorang idiot karena tampak kesal tanpa sebab.


“Naga Hitam Kehancuran..” Gumam Lin Yan saat membaca beberapa lembar buku dengan seksama. Ia melihat gambar naga yang sama persis dengan kulit naga yang pernah ia lihat di dasar jurang.


Tidak ada penjelasan tentang siapa sebenarnya Naga Hitam Kehancuran tersebut. Tetapi, dikatakan bahwa spesies tersebut jumlahnya bisa dihitung dengan jari di zaman kuno sekalipun.


Setelah itu, Lin Yan terus membaca buku dan menemukan Tombak Pembunuh Naga juga. Ia terus membolak-balik halaman dan akhirnya tiba di pertengahan buku.


“Siapa wanita cantik itu?” Tanya Xia Yue'er perlahan terbang dan mendekat ke arah buku yang sedang dibaca oleh Lin Yan.


Ketika menatap wanita tersebut, entah mengapa jantung Lin Yan berdetak cepat dalam waktu beberapa detik.


Di dalam buku, terlihat gambar seorang wanita layaknya seorang Dewi karena kecantikannya bisa dikatakan bahkan melebihi Xia Yue'er yang dibayangkan oleh Lin Yan ketika dia dewasa.


Wanita tersebut memiliki paras dingin, rambut panjang berwana yang sangat unik campuran antara ungu dan biru tua, menggunakan sebuah pakaian unik berwana ungu bercampur putih pudar. Matanya terlihat berwarna ungu sedikit putih yang membuat dia terlihat sangat misterius. Di tangannya, sebuah pedang bercahaya ungu keputihan terlihat sangat unik juga. Di pembatas gagang dan bilah, terlihat tiga lingkaran yang tampak seperti berputar yang membuatnya memiliki ekor kecil.


Lin Yan perlahan membelai gambar tersebut seolah-olah ia merasa mengenalnya. Jantungnya tiba-tiba berderak sangat cepat saat kepalanya terasa sangat sakit.


“Arrrrgghhh!”


Lin Yan berteriak keras sambil mencengkram erat kepalanya yang seperti hendak meledak kapan saja.


Gambar-gambar aneh pun muncul di kepalanya. Gambar itu sangat buram, dalam kepalanya, ada terlihat dua sosok wanita yang seperti sedang berbicara tentang sesuatu yang tidak diketahui oleh Lin Yan.


Salah satu dari wanita tersebut pun perlahan membelai lapisan tipis energi dihadapannya sambil bergumam beberapa kata sambil meneteskan air matanya.


“Lin Yan! Apa yang terjadi?” Teriak Xia Yue'er sangat panik saat melihat Lin Yan tampak sangat menderita di permukaan lantai.


Setelah itu, gambar yang ada di kepala Lin Yan pun lenyap dan ia pun langsung kehilangan kesadarannya sambil menggumamkan sesuatu.


“Kita akan bertemu kembali.”