Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 114 - Percakapan



Tatapan Lin Yan tertuju pada Li Han yang sedang menatapnya dengan senyum kecil juga dari lantai dua.


Tidak lama kemudian, Li Han pun perlahan berjalan dari arah tangga menuju ke arah bawah menghampiri Lin Yan.


“Li Han.” Ketika Li Han tiba di depan Lin Yan, ia pun menjulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri.


Lin Yan menjabat tangan Li Han dan membalas, “Lin Yan.”


Setelah selesai berjabat tangan, Li Han pun langsung berbicara, “Kau sungguh luar biasa. Bahkan memiliki bakat lebih tinggi dari pada Li Hao.” Pujinya.


“Apa hubunganmu dengan Li Hao?” Tanya Lin Yan walaupun ia sudah menebak identitas pria di hadapannya karena mirip dengan Li Hao dan juga seorang pria maskulin.


“Aku adalah kakak kedua Li Hao,” jawab Li Han dengan senyuman.


Lin Yan sedikit bingung karena sifat Li Han dan Li Hao terlihat seperti bertolak belakang. Li Han di sisi lain terlihat ceria dan Li Hao terlihat dingin dan pendiam.


“Apakah kau punya waktu? Aku ingin membahas sesuatu yang penting,” ucap Li Han dan kini memasang wajah serius.


“Tentu.” Lin Yan mengangguk kecil. Karena ia belum memiliki masalah dengan Li Han, ia tentu tidak keberatan untuk membahas sesuatu. Ia juga penasaran dengan nama depan Li yang tampak tidak takut dengan keluarga Kerajaan.


Semua murid yang ada di tempat itu tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Lin Yan menolak tawaran Long Hua tetapi setuju dengan undangan Li Han.


“Ikut aku.” Li Han berkata dengan nada serius dan memimpin Lin Yan keluar dari Aula Misi.


Beberapa saat kemudian, keduanya tiba disebuah kediaman yang lumayan mewah dan membawa Lin Yan masuk ke dalam setelah memberikan formula untuk menembus penghalang kediaman itu.


Sesampainya di dalam, Li Han pun mempersilahkan Lin Yan duduk.


“Katakan, apa yang kau inginkan?” Tanya Lin Yan tidak bertele-tele.


“Tentu saja ini adalah mitra bisnis, apakah kau tidak bisa menebak asalku?” Tanya Li Han balik dengan senyum misterius.


Lin Yan terdiam beberapa saat dan memikirkan siapa saja rekan bisnisnya. Selain dari Paviliun Long sebelumnya, hanya Asosiasi Alkemis yang pernah melakukan transaksi dengannya.


“Asosiasi Alkemis,” ucap Lin Yan.


“Binggo.. kau benar.” Balas Li Han tersenyum.


“Apa yang diinginkan Asosiasi Alkemis dariku? Dan sebelum itu, aku bertanya hal yang ingin aku ketahui sedari dulu. Dari mana sebenarnya asal Asosiasi Alkemis?” Tanya Lin Yan penasaran.


Mata Lin Yan langsung menyipit dan membuat spekulasi bahwa Asosiasi Alkemis tidak hanya terbatas pada Daratan Utara saja. Dan di Daratan Utara ini, klan Li adalah keluarga yang mengelola Asosiasi Alkemis yang merupakan sebuah cabang. Dan dari informasi yang diperoleh oleh Lin Yan, cabang utama Asosiasi Alkemis di Daratan Utara terletak diantara dua Kerajaan besar.


Tidak ada informasi lainnya tentang Asosiasi Alkemis di Daratan Utara ternyata hanyalah sebuah cabang. Dari inipun, Lin Yan sangat mengerti bahwa Asosiasi Alkemis memanglah organisasi yang sangat dalam dan besar.


Untuk mengkonfirmasi tebakannya, Lin Yan pun membicarakan hal yang tidak diketahui oleh orang-orang dari Daratan Utara. “Karena kau mengatakan di daerah tersebut, artinya Asosiasi Alkemis pusat yang menjadi cabang utama berasal dari sebuah tempat yang sama dengan empat klan kuno berasal.”


Mata Li Han melebar mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Setelah itu, ia pun tersenyum kembali.


“Seperti yang dikatakan oleh ayahku, kau ternyata berasal dari klan kuno Lin.” Tambah Li Han yang membuat Lin Yan menegang seketika.


Lin Yan tidak bisa mengendalikan dirinya karena akhirnya berhasil menemukan petunjuk tentang klan Lin. Dengan ini, kemungkinan ia bisa mencari keberadaan kakek dan neneknya.


“Apa kau tau di mana letak klan Lin berada?” Tanya Lin Yan buru-buru karena tidak bisa menenangkan dirinya.


“Aku tidak tau. Walaupun kami Asosiasi Alkemis di Daratan Utara mengetahui tentang keberadaan mereka, informasi keberadaan mereka pun sangat tersembunyi. Di Asosiasi Alkemis, mungkin hanya ayahku yang mengetahui keberadaannya walaupun itu kecil kemungkinannya. Asal kau tau saja, informasi tentang klan kuno sangatlah sensitif. Sebab, keempat klan kuno itu sangatlah kuat dan terlalu misterius.” Li Han menggelengkan kepalanya ketika memikirkan kembali tentang klan kuno.


Lin Yan menghela nafas panjang. Ia tentu sadar bahwa jika ingin bertanya kepada ayah Li Han, ia harus menunjukkan kerjasama yang bisa menguntungkan mereka. Tidak mungkin seorang pemimpin seperti itu akan menemuinya secara langsung jika tidak memiliki keuntungan. Itu juga dikarenakan tentang Asosiasi Alkemis yang terlihat seperti mengumpulkan sumber daya dari waktu ke waktu.


Namun, Lin Yan tidak kecewa sama sekali. Hanya dengan sedikit harapan bahwa ayah Li Han mengetahui informasi tentang klan kuno pun sudah membuatnya tidak kehilangan arah. Di masa depan, ia mungkin mendapatkan informasi dari ayah Li Han walaupun mungkin seperti yang dikatakan oleh Li Han bahwa kemungkinannya sangatlah kecil.


“Lalu, kerja sama apa yang diinginkan oleh Asosiasi Alkemis?” Tanya Lin Yan lagi.


“Transaksi barang-barang. Ayahku memerintahkan untuk mengatakan ini, karena kau sebelumnya telah menjual beberapa benda yang tidak berasal dari Daratan Utara, kami menginginkan benda-benda penting lainnya. Dan kami akan memberikan sumber daya yang sangat berharga untuk berkultivasi. Tentu kami sudah membuat spekulasi tentang identitas mu setelah kau mengeluarkan benda-benda itu dan dengan sikap Master sekte Naga Langit terhadapmu, artinya, Master sekte Naga Langit pernah bertemu dengan seseorang dari klan Lin lalu menekan Master sekte ini sehingga tidak berani menyentuhmu,” ujar Li Han.


Lin Yan tidak heran bahwa Asosiasi Alkemis telah membuat spekulasi tentang keberadaan kakek dan neneknya.


“Juga, tampaknya seseorang yang berada dibelakangmu tidak berada di sisimu lagi, jika tidak, kau tidak akan mencari keberadaan klan Lin.” Lanjut Li Han dengan senyum kecil dan membuat Lin Yan merasa dirinya terlalu ceroboh karena seseorang mengetahui tentang klan kuno.


“Tenang saja. Kami tidak akan membocorkan informasi ini. Asosiasi Alkemis bukalah sekelompok pecundang seperti dua Kerajaan besar di Daratan Utara yang menganggap diri mereka menjadi penguasa dunia yang nyatanya hanya tinggal ditempat terpencil.” Li Han terkekeh saat mengatakan itu.


Walaupun Lin Yan sedikit lega, tetap saja ia tidak akan percaya sepenuhnya dengan apa yang dikatakan oleh Li Han.


“Kami sangat mengerti bahwa sosok dibelakangmu sangatlah peduli padamu karena tampaknya Master sekte Naga Langit diancam sehingga tidak berani menyentuhmu. Asosiasi Alkemis tentu tidak akan membuat kesalahan dengan mengacaukanmu karena kami Asosiasi Alkemis tentu sangat sadar bahwa klan kuno bukanlah sesuatu yang bisa di provokasi.” Tambah Li Han.


“Lalu, apakah kau akan menjalin kerjasama dengan Asosiasi Alkemis?” Li Han langsung bertanya tentang tujuan utamanya berbicara dengan Lin Yan.