Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 221 - Kuil Dewi Salju



Klan Gu, Kuil Dewi Salju


Saat ini, beberapa Tetua terlihat di Kuil Dewi Salju karena akan ada upacara yang biasa dilakukan di tempat tersebut untuk mengikat dua anggota klan sesuai dengan leluhur klan Gu sejak zaman dulu.


Di gerbang klan Gu saat ini, terlihat dua sosok yang baru saja tiba. Keduanya tidak lain adalah Gu Feng dan Gu Yang, putra Tetua Agung dan Patriak klan Gu.


“Apakah upacaranya telah dimulai?” Tanya seorang pria berumur sekitar 24 tahun walaupun penampilannya terlihat lebih muda. Ia adalah seorang pemuda berwatak tegas, selalu tampak serius dengan penampilan yang sederhana. Ia tidak lain adalah Gu Feng, putra Tetua Agung klan Gu.


“Belum. Upacara akan dilakukan di sore hari.” Gu Ping yang menjaga gerbang menjawab.


“Aku tidak menyangka bahwa gadis tidak masuk akal itu akan melakukan upacara di Kuil Dewi Salju di usia yang sangat muda.” Pria tampan yang banyak memiliki kemiripan dengan Gu Yuena yang selalu tampak tersenyum pun berbicara.


“Itu adalah hal yang wajar. Masuklah, aku telah membuka Formasi,” ucap Gu Ping.


Gu Feng dan Gu Yang pun mengangguk kecil dan berjalan masuk ke dalam klan. Tentu mereka berdua tidak akan melewatkan upacara pernikahan sepupu mereka itu dan sekaligus ingin melihat orang seperti apa sebenarnya Lin Yan.


**


“Gu Yin! Apakah masih lama?” Gu Yuena sedikit tidak sabar menunggu di depan sebuah pintu sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


Ketika pintu terbuka, terlihat Gu Yin yang saat ini menggunakan pakaian khusus untuk upacara di Kuil Dewi Salju. Ia menatap ke arah Gu Yuena dengan tatapan tidak puas, “Kenapa kau sangat tidak sabaran?”


“Ini sudah waktunya! Apa kau tau jika mereka semua sudah menunggu di sana? Ini adalah hari untukmu tetapi akulah yang harus kerepotan.” Gu Yuena benar-benar ingin mencekik sepupunya itu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Gu Yuena, Gu Yin pun sedikit memerah karena tidak lama lagi, ia akhirnya memiliki Lin Yan untuk dirinya sendiri.


“Apa yang kau lamunkan? Ayo cepat!” Gu Yuena langsung menarik Gu Yin keluar dari bangunan tersebut.


Di luar bangunan, terlihat Gu Mien yang sudah menunggu. Ketika menatap putrinya yang tampak sangat bahagia saat ini, ia pun ikut merasa bahagia. Tentu keluarga mereka tidak mengharuskan mengikuti keinginan para pendahulu mereka dengan cara perjodohan walaupun keluarga Patriak sesekali mencobanya tetapi tidak memaksakan.


“Ayo pergi. Mereka sudah menunggu di Kuil Dewi Salju.” ucap Gu Mien sambil terus menatap putrinya itu.


Gu Yin dengan senyum lebar di wajahnya hanya mengangguk kecil. Mereka pun langsung bergerak ke arah Kuil Dewi Salju untuk melaksanakan upacara penyatuan antara Lin Yan dan Gu Yin.


Sebenarnya, di dunia kultivator pernikahan sangat jarang diadakan. Jika itu dilakukan oleh dua klan atau mungkin keluarga Kerajaan, tentu mereka akan melakukan upacara pernikahan dan tujuannya tentu saja demi politik.


Dan untuk klan-klan seperti klan Gu, mereka melakukan upacara karena memang itu adalah ritual yang dilakukan sedari dulu.


Di depan Kuil Dewi Salju, terlihat saat ini Lin Yan yang sedang menunggu. Ia menggunakan pakaian yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Beberapa saat kemudian, ia merasakan dua individu lumayan kuat yang sedang mendekat.


“Hm?” Lin Yan sedikit terkejut ketika melihat dua pemuda yang ia sudah tebak identitasnya mengapa Patriak dan Tetua Agung klan Gu.


“Sangat kuat! Aku tidak menyangka bahwa akan ada pemuda sekuat itu di klan Gu.” Batin Lin Yan saat menatap ke arah Gu Feng. Ia telah menggunakan Mata Raja dan tau bahwa Gu Feng hanya tiga tahun lebih tua dari pada Gu Lang.


Sementara itu, Lin Yan juga menatap ke arah Gu Yang. Pria muda itu memiliki umur setahun lebih muda, tetapi bakatnya sedikit lebih pucat dari pada Gu Feng. Ia sadar bahwa di klan Gu, jika dinilai dari bakat, Gu Yuena adalah yang tertinggi dan di bawahnya ada Gu Feng lalu Gu Yang.


Merasakan tatapan Lin Yan, Gu Feng pun menatap ke arah Lin Yan dengan seksama. Ia tentu saja terkejut merasakan tingkat kultivasi Lin Yan karena ia sudah mendengar semua informasi tentangnya.


“Bagaimana cara anak itu berkultivasi? Apakah benar dia mulai berkultivasi di umur 14 tahun?” Batin Gu Feng tidak percaya.


Bahkan Gu Yang pun tercengang melihat tingkat kultivasi Lin Yan. “Oh? Tampaknya Yin'er memang pandai memilih seorang pria,” ucapnya dengan senyum kecil.


Patriak dan Tetua Agung klan Gu hanya memutar bola mata mereka mendengar kata-kata Gu Yang.


Tidak lama kemudian, Gu Yin pun tiba di depan Kuil Dewi Salju. Ia menatap Lin Yan dengan senyum hangat seperti biasa yang membuat Gu Yuena cemberut. Sebab, Gu Yin hanya terus menampilkan senyum seperti itu hanya kepada Lin Yan sedari dulu.


“Baiklah, kita tidak perlu membuang waktu.” Patriak klan Gu melihat sekelilingnya dan menatap semua Tetua yang hadir di tempat itu. Mereka hanya mengundang Tetua karena upacara seperti itu memang dilakukan seperti itu, hanya upacara pelantikan yang akan dihadiri oleh semua anggota klan.


“Hari ini adalah upacara pernikahan antara Lin Yan dan Gu Yin. Keduanya akan memasuki Kuil Dewi Salju. Kami hanya menjadi saksi atas upacara ini. Sisanya tergantung pada kalian berdua apakah kalian akan memperoleh sesuatu di dalam sana.” Lanjut Patriak klan Gu menatap ke arah Lin Yan dan Gu Yin.


Lin Yan sedikit bingung, apakah ada sesuatu yang spesial di dalam sana?


“Aktifkan Formasi!” Teriak Patriak klan Gu dan semua Tetua pun menyebar ke segala arah lalu membuat gerakan tertentu.


Tempat Lin Yan dan Gu Yin berdiri pun dikelilingi oleh Formasi yang sangat aneh yang membuat Lin Yan berkerut sedikit karena baru kali ini melihat Formasi seperti itu.


Ketika Formasi aktif, Lin Yan dan Gu Yin yang berada di dalam Formasi pun terkejut saat melihat Kuil Dewi Salju berubah drastis. Hanya mereka berdua yang melihatnya karena berada di dalam Formasi.


“Hanya kalian berdua saat ini yang bisa masuk ke dalam Kuil Dewi Salju. Itulah sebabnya ketika klan Gu pindah, kami membutuhkan usaha untuk memindahkan Kuil Dewi Salju juga karena Kuil tersebut sangat penting bagi klan Gu. Masuklah sekarang, kalian akan mengerti ketika berada di dalam. Formasi yang mengelilingi kalian hanya akan aktif dalam beberapa saat!” Perintah Patriak klan Gu.


Lin Yan dan Gu Yin saling memandang lalu keduanya pun mengangguk.


Lin Yan langsung menggenggam tangan Gu Yin lalu membawanya masuk ke dalam.


Ketika mereka berjalan ke arah Kuil Dewi Salju yang tampak seperti istana saat ini, keduanya pun di sedot seketika.


Bahkan Xia Yue'er pun yang berada di bahu Lin Yan seperti biasa pun terkejut dan langsung masuk ke Ruang Jiwa Lin Yan karena ia seperti ditolak secara paksa.


Melihat Lin Yan dan Gu Yin yang menghilang, Patriak terdiam beberapa saat lalu menghela nafas. “Semoga kali ini catatan tentang sejarah itu terpenuhi dengan kehadiran Lin Yan dan Gu Yin.” Batinnya.


Apa sebenarnya Kuil Dewi Salju? Kenapa Kuil tersebut berubah menjadi sebuah Istana? Semua itu adalah misteri dan rahasia terbesar klan Gu sejak zaman dulu. Belum ada anggota klan Gu yang tau apa sebenarnya fungsi dari Kuil Dewi Salju sampai saat ini dan mereka hanya menganggapnya sebagai tempat upacara pernikahan untuk klan Gu.


Namun, sedikit rahasia dari Kuil Dewi Salju diketahui oleh beberapa individu walaupun pengetahuan mereka sangatlah terbatas. Dan tentu setiap generasi Patriak akan mengetahuinya.


Dan ini adalah alasan lainnya pria berjubah mencoba untuk mengincar klan Gu dan memanfaatkan Gu Rong.