Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 437 - Terobosan Besar



Dimensi Naga


Naga hijau memiliki sedikit corak biru setinggi sepuluh meter dengan sayap yang sangat lebar pun terlihat.


“Ghaaaaaa...” Suara melengking yang sangat keras pun terdengar di tempat tersebut yang membuat daerah tersebut bergetar keras.


Lin Yan dan Gu Yin yang menatap itupun memasang wajah yang lebih dingin karena sangat terasa bahwa ketika anggota Balapan Naga memasuki bentuk sejati mereka, aura mereka akan berlipat ganda dari pada bentuk setengah naga.


“Manusia! Matilah!” Teriak naga tersebut saat angin kencang berkumpul di dalam mulutnya membentuk sebuah bola yang berputar sangat cepat.


“Jangan harap kalian semua akan dapat pergi setelah menantangku, naga rendahan!” ucap Lin Yan dingin saat percikan petir hitam terlihat jelas di matanya yang berbentuk mata naga. Garis darah naga yang ada di dalam tubuhnya memberontak karena ingin mengatakan bahwa dirinyalah Raja Naga yang sesungguhnya. Dan para naga rendahan tidak memiliki hak untuk berbicara dihadapannya. Ini adalah rasa egois paling tinggi yang dimiliki oleh darah naga yang ada dimiliki oleh siapa saja.


Lin Yan merentangkan sedikit tangannya ke samping lalu ia mendongak ke arah langit dan membuka rahangnya lebar-lebar.


Wusssh!


Qi berwarna hitam berkumpul dari segala arah dan membentuk bola tidak beraturan tepat di atas mulut Lin Yan. Bola tidak beraturan itupun memercikkan petir yang sangat ganas. Tidak lama kemudian, Lin Yan pun langsung menelan bola tersebut dan uap hitam merembes perlahan dari dalam mulutnya.


“Raungan Naga!”


Duar!


Keduanya pun langsung menembakkan teknik masing-masing dan langsung bertemu di tengah.


Blar!


Ledakan dahsyat pun terjadi yang membuat tempat tersebut bergetar sangat keras serta qi luar biasa kuat menyebar ke segala arah.


Gu Yin yang berada di dekat pertarungan pun langsung melapisi dirinya dengan qi-nya lalu membuat perisai es hitam.


Sedangkan kelima naga lainnya tersapu oleh ledakan qi tersebut.


Petir hitam menggelegar ke segala arah saat kawah yang sangat dalam tercipta. Sangat terlihat bahwa teknik Lin Yan jauh lebih unggul dari pada milik Naga Angin tersebut.


Ketika ledakan qi telah menghilang, terlihat Lin Yan yang tidak memiliki cidera sama sekali. Sedangkan lawannya terlihat memiliki banyak luka di tubuhnya.


“Kau.. bagaimana bisa kau mengeluarkan kekuatan sebesar itu di bentuk setengah naga?” Tanya Naga Angin tersebut tidak percaya sama sekali.


Lin Yan yang dalam bentuk setengah naga tanpa sayap karena sayapnya telah putus sebelumnya pun hanya memasang wajah dingin. Tatapannya begitu merendahkan ketika menatap Naga Angin yang sedang terluka. Ia juga tampak seperti biasa saja karena memiliki sifat seperti itu karena merasa ini adalah sifat yang wajar bagi para naga yang memang sedari awal memiliki sifat egois dan superior jika bertemu dengan naga lainnya.


Ekor naga di belakang Lin Yan pun berayun ayun sangat cepat. Ia perlahan berjalan ke arah naga tersebut dan tidak membalas sama sekali.


Kedua cakar naga Lin Yan memercikkan petir yang sangat liar karena ia tentu telah bersiap untuk menghabisi Naga Angin tersebut.


Zhep! Zhep! Zhep!


Lima Naga Angin lainnya pun muncul tepat di depan Naga Angin yang dilukai oleh Lin Yan. Kelimanya menatap Lin Yan dengan tatapan sangat dingin saat ini, mereka berlima terlihat sangat waspada karena kekuatan yang ditampilkan oleh Lin Yan sangatlah kuat.


“Lin Yan..” Gumam Gu Yin Ketika menatap suaminya itu tampak sedikit berbeda ketika berada dihadapan para naga. Ia langsung memikirkan sesuatu kemungkinan yaitu penyebabnya adalah darah naga yang ada di tubuh Lin Yan.


“Kalian mengatakan sebelumnya bahwa manusia tidak memiliki hak memiliki darah naga dalam tubuhnya? Sungguh lelucon, akan kuperlihatkan bahwa diriku memang terlahir dengan darah ini!” ucap Lin Yan saat dirinya memutar Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga di dalam tubuhnya melebihi batas yang bisa ia lakukan.


Jrezzh! Jrezzh!


Keenam sayap di punggungnya pun langsung tumbuh. Urat-urat tebal berwarna hitam muncul di semua permukaan tubuh Lin Yan saat ia menahan rasa sakit luar biasa.


Blar! Blar! Blar!


Langit tampak gelap dalam sekejap ketika qi Lin Yan tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu. Semua petir-petir hitam tersebut menyambar ke tubuh Lin Yan dan itu terserap seketika.


Tulang-tulang Lin Yan berdecit sangat keras karena tampak seperti bisa meledak kapan saja. Saat ini Lin Yan telah mencapai lapisan pertama tingkat atas Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga. Tetapi, karena provokasi naga-naga tersebut, darah naga yang ada di dalam tubuh Lin Yan tampak memberontak dan bisa meledak kapan saja.


“A-apa yang terjadi?”


“Dia.. dia..”


“Tidak mungkin..”


“Bagaimana bisa Demi-Human melakukan itu?”


“Dia ingin menembus belenggu Demi-Human dan ingin memasuki bentuk Balapan Naga Sejati!”


Keenam naga itupun melebarkan mata mereka karena tau bahwa Lin Yan bukan Demi-Human biasa. Para Demi-Human tidak akan pernah bisa mengambil bentuk naga sejati.


Tetapi mereka tidak tau bahwa Lin Yan telah mengolah manual menantang surga yang diciptakan secara pribadi oleh Kaisar Manusia itu sendiri yang memiliki darah naga juga di dalam tubuhnya.


Lin Yan yang sedang menahan rasa sakit pun menatap ke arah keenam naga yang ada dihadapannya saat ini. Naga hitam yang sebelumnya ia ciptakan perlahan bergabung dengan tubuh Lin Yan juga.


Di saat itulah tubuh Lin Yan tampak membesar perlahan lahan.


Prang! Prang! Prang!


Suara pecahan kaca pun terdengar di benak Lin Yan saat Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga menembus lapisan kedua tingkat awal. Dan ketika ia mencapai level tersebut, ia akan dapat mengambil bentuk naga sejati.


Duar!


Ledakan Qi Petir Hitam pun meledak sebanyak dua kali ketika Lin Yan menembus kultivasinya dua tahap sekaligus saat menembus lapisan baru manual yang ia olah.


Tidak lama kemudian, Lin Yan pun langsung memasuki wujud Naga Hitam Kehancuran dengan enam sayap hitam serta dengan tinggi dua puluh meter.


“Khaaaa.....”


Lin Yan meraung keras ke arah langit. Ini adalah raungan seekor naga yang melampirkan dirinya sebagai satu-satunya Raja Naga.


Di dalam tubuh Lin Yan, garis darah lainnya mencoba menekan garis darah Naga Hitam Kehancuran. Jika garis darah tersebut tidak menahan lonjakan pengembangan garis darah, bisa dipastikan bahwa Lin Yan akan secara Permanen menjadi seekor naga.


Gu Yin yang menatap itupun melebarkan matanya. Ia sedikit bersemangat sekaligus khawatir tentang suaminya yang mengambil bentuk naga yang sangat perkasa.


Raungan Lin Yan sebelumnya membuat daerah dalam radius puluhan km bergetar, di tutupi oleh awan hitam serta petir hitam yang menyambar setiap saat.


**


Di tempat lain di Dimensi Naga, beberapa sosok pun terkejut ketika merasakan ledakan qi tersebut. Mereka semua adalah pemimpin Balapan Naga untuk jenis mereka sendiri.


Wajah mereka semua pun dingin karena tentu tidak mengijinkan satu Raja Naga lagi terlahir. Dan mereka semua langsung tau hanya dari qi yang mereka rasakan bahwa Raja Naga yang baru saja muncul bukan dari bagian Balapan Naga.


**


Klan Yao


Klan Yao adalah salah satu dari Klan Kuno yang menjaga salah satu tempat paling berbahaya di dunia yang memungkinkan tempat tersebut menjadi bencana, dikatakan bahwa di tempat tersebut terdapat makhluk kuat yang disegel.


Saat ini, segel yang dijaga oleh anggota Klan Yao pun bergetar keras.


Para eselon atas yang menatap itu tentu saja terkejut karena tidak menyangka bahwa Api Abadi yang diciptakan untuk menekan segel akan bergetar keras.


Di dalam Segel tersebut, terlihat satu sosok makhluk mengerikan yang diselimuti oleh api hitam kebiruan. Ia pun membuka matanya dan menatap ke arah tertentu dan berkata dengan nada dingin sambil memperlihatkan semua gigi-giginya yang tajam, “Akhirnya tiba! Pertarungan antara naga yang telah ditakdirkan! Siapapun yang menjadi Raja Naga berikutnya akan menjadi penguasa para Balapan Naga!”


Setelah mengatakan itu, sosok tersebut pun berdiri lalu portal dibelakangnya yang selama ini tertutup pun terbuka dalam sekejap. Ia pun ditarik ke dalam portal karena dari semula, segel tersebut terhubung dengan Dimensi Naga.


Dan tempat paling berbahaya di dunia yang menjadi potensi bencana yang tercatat di sejarah adalah Dimensi Naga itu sendiri.