Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 115 - Batu Meteorit Hitam



Mendengar pertanyaan Li Han, Lin Yan tidak berpikir dua kali karena tentu ia sudah berpikir kembali bahwa ia telah mengundang musuh baru yaitu anggota keluarga Kerajaan dengan cara menolak undangan Long Hua dan tidak memberinya wajah sama sekali.


Saat ini Lin Yan membutuhkan sekutu juga dan melihat cara kerja Asosiasi Alkemis, ia merasa mereka jauh lebih baik dijadikan rekan dari pada Kerajaan Bintang. Juga, dari sikap Li Han terhadap Long Hua sebelumnya menandakan bahwa keluarga Kerajaan tampaknya tidak terlalu mau berurusan dengan Asosiasi Alkemis.


“Baik!” Lin Yan mengangguk setuju.


Wajah Li Han cerah seketika mendengar persetujuan Lin Yan. Ia pun mengeluarkan sebuah token yang memiliki lambang Asosiasi Alkemis.


“Ini adalah token VIP Emas Asosiasi Alkemis. Walaupun masih ada token VIP yang lebih tinggi, kami tidak bisa memberinya saat ini. Kau harus paham dengan hal ini,” ucap Li Han menyerahkan token kepada Lin Yan.


Lin Yan tentu saja paham bahwa token VIP Emas itupun pasti berharga. Dan diatas token VIP itu, pasti adalah token yang bisa membantunya untuk bertemu secara langsung dengan petinggi Asosiasi Alkemis. Ia pun menerima token dan menyimpannya ke dalam cincin ruang miliknya.


“Aku ingin bertanya beberapa hal. Karena kita memiliki kerjasama, aku ingin mendapatkan informasi tertentu. Tentu semua itu tidak akan cuma-cuma. Untuk informasi itu, kita akan membuat pertukaran. Aku akan memberi sebuah benda yang mungkin tidak ada di Kerajaan Bintang. Sebagai gantinya, kalian Asosiasi Alkemis akan memberiku informasi dan juga sumber daya.” Lin Yan langsung memulai negosiasi.


“Oh?” Mendengar tentang benda yang mungkin tidak ada di Kerajaan Bintang, Li Han pun tertarik dan tentu ia tidak akan menolak sama sekali karena bisa dikatakan, jika negosiasi selesai, kemitraan Asosiasi Alkemis dengan Lin Yan akan terbentuk sepenuhnya.


“Informasi apa yang kau inginkan?” Tanya Li Han dan tidak bertele-tele.


“Semua informasi tentang kelompok Kalajengking Merah!” Jawab Lin Yan.


Li Han membeku mendengarnya karena tentu ia sangat tau apa itu kelompok Kalajengking Merah walaupun ia hanya mengetahuinya sedikit. Tetapi tidak untuk Asosiasi Alkemis, tentu organisasi mereka sudah mengumpulkan informasi mereka secara menyeluruh.


“Untuk apa kau bertanya tentang itu?” Tanya Li Han penasaran.


“Aku memiliki urusan dengan mereka!” Jawab Lin Yan datar.


Tanpa bertanya lebih jauh, Li Han mengerti bahwa Lin Yan memiliki masalah dengan kelompok Kalajengking Merah. “Informasi mereka sangat sensitif. Aku tidak terlalu yakin bahwa para petinggi Asosiasi Alkemis akan mau membagi informasi mereka. Tetapi, jika kau memberikan sesuatu yang membuat Asosiasi Alkemis, ceritanya akan berbeda.”


“Tidak masalah sama sekali. Aku akan memberikan benda yang akan membuat kalian tertarik.” Balas Lin Yan.


“Jika begitu, ayo kita pergi ke Asosiasi Alkemis.” Li Han tidak membuang waktu dan langsung berdiri karena mungkin ini akan menjadi bisnis yang sangat besar.


Lin Yan mengangguk kecil dan pergi mengikuti Li Han. Dalam perjalanan, ia tentu saja memikirkan benda apa yang akan diberikannya.


Di dalam cincin ruang yang ditinggalkan oleh neneknya, ada sebuah batu bernama Batu Meteorit Hitam. Ini adalah sebuah benda yang terjatuh dari langit, biasanya akan digunakan untuk menempa sebuah senjata. Tentu saja batu itu bisa digunakan untuk membuat kuali Alkemis yang akan membuat Asosiasi Alkemis akan mau membayarnya dengan harga yang mahal.


Tentu saja semua benda yang ada di dalam cincin ruang yang ditinggalkan oleh neneknya Lin Yan ketahui karena semua benda yang ada di dalam memiliki catatan penggunaannya.


Sesampainya di tempat Asosiasi Alkemis berada, Li Han memimpin Lin Yan ke lantai paling atas. Karena kehadirannya, para penjaga pun tidak menghentikan keduanya untuk masuk.


Sesampainya di lantai teratas, keduanya tiba disebuah pintu dan Li Han mengetuknya.


Li Han membuka pintu dan langsung masuk ke dalam bersama dengan Lin Yan.


Di dalam ruangan yang tampak sederhana, terlihat dua individu yang sedang berbicara. Salah satunya adalah pria paruh baya dengan aura misterius yang mengelilinginya.


Dan satu lagi yang lainnya adalah individu yang sudah Lin Yan kenal. Dia adalah pria maskulin yang menjadi murid seangkatan dengan Lin Yan, Li Hao.


“Paman, ini adalah Lin Yan yang sering menjadi topik pembicaraan, dan dia mungkin adalah anggota dari klan Lin.” Li Han sama sekali tidak menyembunyikan tentang identitas Lin Yan.


“Oh? Kau adalah anggota klan Lin?” Pria paruh baya tersebut terkejut mendengarnya. Memang benar bahwa Asosiasi Alkemis selalu mencoba menyelidiki identitas Lin Yan karena dia memiliki nama depan Lin.


Tetapi Asosiasi Alkemis tidak pernah mendapatkan petunjuk apapun selain dari ketakutan Master sekte Naga Langit akan sosok yang menjadi pendukung Lin Yan. Dari itu, semua para petinggi Asosiasi Alkemis sudah membuat spekulasi bahwa memang benar Lin Yan berasal dari klan Lin yang melegenda di benua utama yang merupakan terbesar dari yang lainnya.


Bahkan untuk Li Hao yang masih seumuran Lin Yan pun ikut terkejut karena ia tentu sudah mendengar tentang klan Lin dari ayahnya yang merupakan pemimpin utama cabang Asosiasi Alkemis di Daratan Utara.


Pria paruh baya itu memeriksa Lin Yan dengan cermat dan tidak bisa tidak terkejut saat melihat Kultivasi Lin Yan yang telah mencapai tingkat Alam Roh tahap pertama.


“Kau harus berkultivasi lebih keras, Hao'er, dia sudah memiliki kultivasi jauh diatasmu,” ucap pria paruh baya tersebut.


Mata Li Hao menyipit seketika saat mendengar apa yang dikatakan oleh pamannya. Ia langsung membuat spekulasi bahwa Lin Yan telah mencapai tingkat Alam Roh yang membuatnya merasa sangat malu karena dijuluki sebagai jenius tertinggi dari klan Li.


Li Han juga menatap ke arah adik bungsunya itu karena tau bahwa Li Hao akan merasa sedikit frustasi saat ini.


“Paman, kali ini Lin Yan datang untuk berbisnis dengan Asosiasi Alkemis.” Li Han tidak mau membuang waktu dan langsung mengatakan tujuannya datang ke pamannya.


“Oh?” Pria paruh baya tersebut tersenyum kecil karena tau bahwa benda yang akan ditawarkan oleh Lin Yan pastilah sangat berharga karena identitasnya yang merupakan berasal dari klan Lin walaupun sebenarnya tidak.


Di sisi lain, Lin Yan sama sekali tidak membantah tentang menjadi anggota klan Lin karena ia langsung tau bahwa kakek dan neneknya berasal dari sana sehingga ia bertanya-tanya kenapa kakek dan neneknya membawanya ke Daratan Utara, tetapi ia tidak mengetahui fakta lain bahwa ia ditemukan oleh Lin Ming dan Lin Xi saat sedang berkelana.


Tentu Lin Ming dan Lin Xi belum mengatakan hal itu karena menunggu Lin Yan sampai dewasa agar dapat menerima bahwa sebenarnya Lin Yan bukan cucu kandung mereka berdua.


Li Han pun mempersilahkan Lin Yan duduk terlebih dahulu.


“Perkenalkan, aku adalah Li Wei, pemimpin cabang Asosiasi Alkemis di sekte Naga Langit. Lalu, bisnis apa yang akan kau tawarkan kepada kami?” Tanya Li Wei tanpa membuang waktu karena ia sedikit paham tentang Lin Yan yang tampak tidak suka bertele-tele.


“Aku telah mengatakan permintaanku kepada senior Li Han. Dan benda yang aku tawarkan kali ini adalah..” Lin Yan pun mengeluarkan sebuah batu seukuran kepala manusia.


Melihat batu berwarna hitam itu, Li Wei pun langsung terkejut karena tentu tau apa batu itu. Dan ia pun langsung tau bahwa kali ini Lin Yan menawarkan bisnis besar terhadap Asosiasi Alkemis.