Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 438 - Menghabisi Enam Naga Angin



Dimensi Naga


Raungan yang berasal dari Lin Yan membuat banyak naga yang ada di Dimensi Naga terkejut karena mereka tau bahwa itu adalah raungan naga yang menyatakan dirinya adalah Raja Naga.


Tetapi para naga sangat marah karena mereka semua tau bahwa Lin Yan bukanlah naga sepenuhnya, melainkan Demi-Human yang sangat dibenci oleh mereka.


Enam Naga Angin yang menatap sosok Lin Yan dalam bentuk Naga Hitam Kehancuran pun bergetar keras. Tentu saja para naga akan sering melihat seperti apa Raja Naga, setiap naga memiliki bentuk uniknya sendiri, dan untuk para naga yang telah mencapai tinggi sekitar dua puluh meter pastilah sesuatu yang berbeda.


Dan juga, aura yang sangat menindas dari Lin Yan membuat enam Naga Angin sangat ketakutan.


Lin Yan yang dalam bentuk naga berhenti meraung dan menatap ke arah enam Naga Angin yang mencoba memprovokasinya.


“Matilah!” Teriak Lin Yan tidak membuang waktu. Ia langsung mengayunkan cakar kanannya yang telah diselimuti oleh petir hitam yang tampak sangat ganas.


Mata keenam Naga Angin pun melebar saat menatap itu. Mereka berenam mencoba untuk bertahan tetapi itu tidak mungkin sama sekali.


Ketangguhan tubuh Lin Yan telah mencapai level yang tidak terbayangkan karena telah menembus Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga ke lapisan kedua tingkat bawah.


Tidak hanya itu, Kultivasi Lin Yan juga telah mencapai tingkat Alam Kaisar tahap kelima. Dengan kekuatan seperti itu, keenam Naga Angin tidak akan bisa berkutik sama sekali karena mereka hanya memiliki kekuatan tingkat Alam Kaisar tahap ketiga.


Blar!


Ketika Lin Yan mengayunkan cakarnya, keenam Naga Angin membuat teknik pertahanan, tetapi percuma saja karena cakar Lin Yan langsung menghancurkan semua teknik pertahanan tersebut.


Kawah raksasa pun tercipta saat petir hitam meledak ke arah langit ketika benturan cakar Lin Yan menghantam keenam Naga Angin secara langsung.


Lin Yan dapat merasakan bahwa empat dari enam Naga Angin masih hidup, ia pun tidak mau membuang waktu dengan mereka semua dan membuka rahangnya lebar-lebar.


Drrrrtttt!


Qi berkumpul dengan sangat cepat dan membentuk sebuah bola hitam yang terus memercikkan petir hitam. Dalam sekejap, Lin Yan pun langsung menembakkannya ke arah bawah.


“Raungan Naga!”


Duar!


Wusssh!


Semua yang ada di hadapan Lin Yan pun langsung tersapu. Dikejauhan, ledakan besar terjadi karena teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan terus bergerak ke arah Bukit Naga Kembar berada.


Blar!


Ketika Ledakan terjadi, terlihat petir menggelegar ke segala arah. Pemandangan seperti itu terlihat sangatlah luar biasa.


Ketika angin kencang yang sangat menyesakkan telah mereda, Lin Yan menatap ke arah kejauhan karena teknik yang ia gunakan membawa keenam tubuh Naga Angin tersebut menjauh.


Karena tidak dapat merasakan aura mereka lagi, Lin Yan pun perlahan menyusut sedikit demi sedikit.


Setelah kembali ke bentuk manusia, Lin Yan terengah-engah. Tubuhnya terasa sangat kaku, jantungnya berdetak sangat cepat karena tidak menyangka bahwa dirinya akan berubah menjadi seekor naga.


“Yin’er..!” Lin Yan berteriak keras memanggil Gu Yin.


Gu Yin langsung bergegas ke tempat Lin Yan berada lalu bertanya, “Apa yang terjadi sebelumnya?”


“Nanti kita akan membahasnya. Aku hampir tidak bisa bergerak saat ini. Bawa aku pergi dari sini sebelum musuh datang.” Lin Yan berkata dengan nada buru-buru.


Gu Yin bereaski sangat cepat karena merasa bahwa Lin Yan telah mendeteksi adanya musuh yang mendekat. Ia pun langsung meraih Lin Yan dan terbang dengan kecepatan penuhnya ke tempat yang berlawanan dengan Bukit Naga Kembar.


Setelah lima menit Gu Yin pergi membawa Lin Yan dari tempat pertarungan tersebut, beberapa sosok pun mendekat ke arah tempat ledakan terjadi.


Tap! Tap!


Dua sosok yang tampak seperti pria paruh baya pun mendarat tepat di tempat Lin Yan sebelum pergi.


Aura yang menyelimuti kedua sosok pria paruh baya tersebut sama seperti enam Naga Angin yang sebelumnya dibantai habis tanpa ampun oleh Lin Yan.


“Mereka telah pergi! Aku masih bisa mencium aromanya.” ucap salah satu dari dua pria paruh baya tersebut dengan wajah yang sangat dingin.


“Ya, itu pasti Naga yang merupakan Demi-Human yang baru saja mengambil bentuk Naga Sejati. Dia pasti sedang bersama seseorang, jika dia seorang diri, tidak mungkin dia bisa berbuat apa-apa setelah kembali ke bentuk manusianya.” Pria paruh baya lainnya melanjutkan.


“Kita tidak dapat mengejarnya lagi. Kirim pasukan sebanyak mungkin karena Raja juga tampaknya ingin menghabisi Raja Naga yang baru itu karena dia adalah Demi-Human.”


Yang lainnya mengangguk, setelah itu, keduanya pun pergi kembali ke Bukit Naga Kembar karena tempat tersebut memang tempat para spesies Naga Angin tinggal.


**


Saat ini, Gu Yin sedang terbang ke arah acak dengan kecepatan penuhnya membawa Lin Yan dalam pelukannya.


Lin Yan menatap ke arah belakang dan mencoba mencium aroma sesuatu. Ia tidak mengerti mengapa bahwa instingnya berkata bahwa ia dapat melacak aroma sesuatu dari jarak yang paling jauh sekalipun setelah berhasil mengambil bentuk Naga Sejati.


“Yin’er, tidak ada yang mengikuti kita. Turunlah ke bawah.” ucap Lin Yan dengan nada yang sangat lelah.


Gu Yin mengerti dan langsung turun di sebuah sungai yang tenang dan cukup dalam. Ia langsung melesat ke dalam sungai lalu melapisi tubuhnya dan Lin Yan menggunakan qi-nya.


Setelah mencapai kedalaman tertentu, ia pun membekukan area sekitarnya, ini adalah tempat persembunyian yang sangat bagus yang tidak akan dideteksi oleh siapapun.


“Apa yang terjadi sebelumnya? Kenapa kau bisa berubah ke bentuk naga?” Tanya Gu Yin dengan nada yang sangat heran saat meletakkan Lin Yan di sebuah kasur yang ia keluarkan dari cincin ruang miliknya.


“Aku juga tidak terlalu tau Yin'er. Itu seperti instingku mengatakan bahwa aku bisa memasuki bentuk seperti itu. Namun, rasanya semua tulang-tulang tubuhku hendak hancur karena dipaksa membesar lalu mengecil kembali. Aku tidak tau bahwa berubah ke bentuk seperti itu akan sangat berbahaya.”


“Dan juga, semua qi yang aku miliki terserap oleh manual yang aku olah sehingga aku dapat menembus batasan baru. Inilah yang membuat aku hampir tidak bisa bergerak lagi. Tidak hanya tulang-tulangku yang bisa retak kapan saja, qi di dalam tubuhku juga telah terkuras habis. Jika saja ada musuh yang mendekat, aku tidak akan bisa melawan lagi.” Lin Yan menghela nafas saat mengatakan itu.


Gu Yin pun mengerti, “Lalu, apakah ada yang mendekat sebelumnya?”


“Ya. Aku dapat mencium aroma mereka secara samar.” Lin Yan mengangguk dengan serius.


“Baiklah, jika begitu pulihkan kondisimu terlebih dahulu. Kita tidak akan bisa dilacak oleh siapapun di dalam sini.” ucap Gu Yin dan langsung membantu Lin Yan dengan segala sesuatunya agar pemulihannya lebih cepat.