
Hari kompetisi telah tiba. Saat ini, ratusan murid dari berbagai sekte telah berkumpul di dua tempat yang berbeda.
Satu tempat khusus untuk kompetisi antar murid tingkat Alam Roh dan satu tempat lagi untuk murid tingkat Alam Bumi.
“Perhatian semua!” Suara seorang pria paruh baya terdengar di tempat itu. Letak kompetisi bagian pertama terletak di sebuah hutan aneh di bagian Utara sekte Seribu Pedang.
“Kompetisi bagian pertama adalah pertarungan massal untuk mengumpulkan poin di dalam hutan. Di dalam hutan terdapat banyak binatang roh kuat, tentu saja itu akan menjadi target pengumpulan poin. Setiap dari kalian akan diberikan kristal khusus untuk menyerap inti dari binatang roh tersebut lalu diubah menjadi sebuah poin. Setiap tingkatan binatang roh akan memiliki poin yang berbeda.”
“Hutan telah diberi formasi kuat yang bahkan tidak bisa ditembus oleh tingkat Alam Bumi puncak. Hutan dibagi menjadi empat bagian. Peraturan kali ini sangat sederhana. Peringkat pertama dan kedua disetiap satu bagian hutan akan menjadi peserta untuk babak final, yang artinya, hanya delapan dari kalian yang akan menjadi petarung utama dalam kompetisi ini.”
“Kalian bisa menyerah sebelum masuk karena sekte Seribu Pedang tidak akan memberikan kompensasi jika kalian mati di dalam sana. Jika kalian bersikeras untuk tetap melanjutkan, kalian harus menandatangi kontrak perjanjian.” Tetua tersebut menjelaskan.
Semua murid di tempat itu hanya diam karena tidak ada yang keberatan sama sekali.
“Baik. Setiap dari kalian akan menerima kristal penghitung poin. Setiap sekte akan memiliki dua murid di tempat yang sama. Ini bertujuan untuk memberikan kalian kesempatan untuk bekerja sama dengan murid yang berasal dari sekte kalian.”
“Apakah ada pertanyaan?” Tanya Tetua tersebut.
“Apakah poin itu bisa dikumpulkan dari kristal penghitung poin murid lainnya?” Lin Yan yang sedari tadi diam pun membuka suara.
Tetua tersebut menatap Lin Yan dengan senyum karena jawabnya akan membuat semua murid berpikir bahwa ini bukan hanya kompetisi untuk memburu binatang roh.
“Ya, tentu saja itu bisa. Juga, kristal yang kalian pegang memiliki ke istimewaan. Kristal ini terhubung ke satu dengan yang lainnya walaupun kalian tidak mungkin akan mampu melacak letak kristal lainnya.”
“Keistimewaan kristal ini adalah, kalian bisa melihat jumlah poin siapa yang tertinggi ketika menyalurkan qi ke dalam kristal. Juga, penghitungan poin kalian akan terlihat di tempat lain di luar hutan, setiap kristal sudah memiliki catatan tentang diri kalian sehingga semua yang ada diluar tidak akan bingung dengan jumlah poin siapa yang paling tinggi.”
“Cara untuk mengambil poin murid lainnya sangat sederhana, kalian hanya perlu merebut kristal dan kristal yang disalurkan qi akan secara otomatis menyerap poin dari kristal lainnya jika di jarak 1cm, itu pun akan terjadi sekitar 1 menit lamanya agar semua poin berpindah ke kristal lainnya. Yang artinya, kalian harus mengalahkan musuh lebih dulu agar dapat menyerap poin musuh.”
“Itulah sebabnya aku mengatakan bahwa kalian mungkin saja mati di dalam sana. Kalian masih bisa berubah pikiran saat ini.” Tetua tersebut menjelaskan.
Semua murid langsung mengerti bahwa semua yang ada di dalam sana adalah musuh. Juga, kompetisi kali ini mengijinkan kerjasama antara dua murid dari sekte yang sama agar keduanya bisa lolos ke babak final.
Tidak ada murid yang berkomentar lagi karena semuanya telah dijelaskan.
“Dan satu hal lagi, jika kalian ingin menyerah, akan ada alat yang diberikan oleh sekte Seribu Pedang. Ini terkait dengan formasi yang kami buat di dalam hutan. Jika kalian menggunakan alat itu, formasi akan melindungi kalian dan kalian bisa kembali ke tempat ini dengan sendirinya, perlu dipahami bahwa ketika kalian menggunakan benda itu, kalian tidak akan bisa menggunakan qi lagi untuk menyerang peserta lainnya. Namun ini juga akan melindungi kalian dari serangan apapun termasuk binatang roh terkuat sekalipun di dalam sana.”
“Aku juga memberikan beberapa kata, benda pelindung yang akan diberi tidak bisa disimpan di dalam cincin ruang karena itu akan kehilangan efeknya. Sementara untuk kristal poin, itu akan kehilangan koneksi sehingga kalian akan dianggap gagal secara langsung. Jadi simpanlah baik-baik kedua benda yang akan kami beri.” Tambah Tetua tersebut.
Tidak ada murid yang bertanya lagi. Semuanya hanya memasang wajah serius kali ini.
Lalu para Tetua pun memberikan kedua benda yang dikatakan kepada masing-masing murid.
Lin Yan menatap semua murid yang ada di tempat itu. Setiap sekte memiliki delapan murid yang artinya bahwa sekitar 40 sekte yang ikut dalam kompetisi kali ini. Yang artinya, setiap bagian dalam salah satu hutan akan diisi oleh 60 murid. Hanya ada satu sekutu dan yang lainnya adalah musuh.
Setelah itu, para murid pun menandatangani kontrak perjanjian yang telah disediakan. Lin Yan yang membaca itupun tau ini dilakukan agar sekte Seribu Pedang tidak dapat dituntut karena mungkin banyak murid dari berbagai sekte yang akan tewas.
Semua murid melihat kristal mereka dan menemukan angka satu, dua, tiga dan empat.
“Hutan Keempat.” Gumam Lin Yan dan menatap ke arah kakaknya yang sedari tadi hanya diam.
“Kedua.” Ucap Huan Caiyi sambil menghela nafas.
Keduanya paham bahwa kali ini mereka akan berpisah.
“Baiklah, seorang Tetua akan memimpin kalian ke pintu masuk formasi sesuai dengan angka yang ada di kristal milik kalian. Kompetisi ini akan dilakukan dalam waktu tiga hari. Hanya satu hal yang akan aku katakan saat ini, semoga beruntung.” Setelah mengatakan itu Tetua tersebut menghilang.
Empat Tetua muncul di tempat itu untuk membawa semua murid ke lokasi pintu masuk.
“Berhati-hatilah, jika terjadi sesuatu, gunakan formasi untuk menyerah,” ucap Lin Yan kepada Huan Caiyi.
“Kau juga, jangan memaksakan diri, Yan'er.” Balas Huan Caiyi dan keduanya pun berpisah mengikuti Tetua yang akan menuntun mereka ke pintu masuk.
Lin Yan yang sedang berjalan mengikuti Tetua pun melihat seorang murid yang berasal dari sekte Naga Langit dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kesembilan.
“Jika tidak salah, namanya adalah Meng Tuo!” Batin Lin Yan dan tau bahwa semua yang ada di dalam sana adalah musuh. Sebab, ia pernah diburu oleh mereka sebelumnya.
Meng Tuo juga melirik ke arah Lin Yan dengan tatapan dingin. Ia pun tersenyum kejam karena tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk membereskan Lin Yan karena sudah tau bahwa Lin Yan pernah membunuh anggota klan-nya. Yaitu Meng Yang dan Meng Song.
Ketika mencapai pintu masuk, ada sebuah formasi khusus di tempat tersebut yang akan mengirim para murid ke tempat yang berbeda-beda dalam sekejap.
“Ini adalah formasi teleportasi terbaik yang pernah ada dan terkait dengan formasi yang memisahkan hutan menjadi empat bagian. Kalian tidak perlu khawatir karena benda formasi yang kalian miliki akan menunjukkan arah ke tempat ini ketika kalian menggunakannya untuk menyerah.” Ucap Tetua tersebut.
“Berkumpul.” Perintah Tetua tersebut dan karena ingin mengaktifkan formasi.
Semua murid berkumpul lalu Tetua tersebut membuat beberapa gerakan.
Zhung!
Formasi aktif dan membuat para murid langsung menghilang seketika.
Zhep!
Lin Yan muncul secara acak di tempat tertentu. Ia melihat ke sekelilingnya karena saat ini ia berada di dekat sebuah air terjun yang tampak indah.
Busshhh!
Ledakan terjadi di aliran sungai yang tidak terlalu jauh dari air terjun.
“Oh? Tampaknya target pertama telah terlihat.” Lin Yan pun tersenyum kecil dan mulai memburu bintang roh terlebih dahulu. Ia yakin di hari ketiga kompetisi ini, pertarungan antara murid akan segera terjadi.