Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 162 - Babak Final (2)



“Maaf atas keterlambatanku.” Suara seseorang terdengar di pinggir Arena yang membuat Tetua Agung sekte Seribu Pedang menghentikan kata-katanya.


Mata semua penonton beralih ke sumber suara dan menatap seorang anak berusia 15 tahun tetapi memiliki tinggi badan seperti anak yang baru berusia 14 tahun.


Dia tidak lain adalah Lin Yan yang datang terlambat karena baru saja selesai menerobos kultivasinya, tingkat Alam Roh tahap kedelapan. Dengan tinggi badan seperti itu, memang wajar jika Lin Yan disebut sebagai bocah pendek. Bahkan untuk tinggi anak usia 14 tahun pun, Lin Yan masih dikategorikan memiliki tinggi rata-rata walaupun usianya saat ini adalah 15 tahun.


Karena Lin Yan telah naik ke Arena, tentu saja Tetua Agung sekte Seribu Pedang tidak memiliki hak untuk mendiskualifikasi Lin Yan.


“Lin Yan!” Seru Gu Yin bersemangat dan berdiri karena seseorang yang ingin ia lihat selama ini telah muncul.


“Aku tau Lin Yan pasti datang!” ucap Gu Yin bersemangat.


Gu Yuena dan Huan Caiyi memutar bola mata mereka karena awalnya Gu Yin tampak murung setiap saat karena Lin Yan hendak didiskualifikasi.


“Oh? Tampaknya anak yang dinanti-nanti oleh Yin'er telah muncul.” Gu Mien terkekeh saat melihat wajah bersemangat putrinya.


Gu Yin langsung sadar bahwa ia terlalu bersemangat. Ia pun perlahan duduk dan memasang wajah malu-malu tetapi tidak berkedip saat menatap ke arah Lin Yan.


Patriak klan Gu, Gu Lan dan Gu Shen hanya memicingkan mata mereka menatap Gu Yin yang menatap Lin Yan dengan penuh perhatian.


Di sisi lain, Master sekte Naga Langit dan Tetua Pertama sangat marah karena Lin Yan tampak begitu santai dan terlihat seperti sengaja datang terlambat.


“Apakah anak itu mencoba untuk mencari sensasi?” Master sekte Naga Langit semakin tidak puas melihat sikap Lin Yan sama halnya bagi Tetua Pertama yang selalu menganggap Lin Yan sebagai seorang pengacau.


“Oh? Tampaknya dia baru saja selesai menerobos.” Li Hu yang menatap Lin Yan, mengerti mengapa Lin Yan datang terlambat.


Sementara itu, pemimpin kelompok Kalajengking Merah yang berada di bangku penonton pun memasang wajah ganas saat menatap Lin Yan, sebab, kelompok mereka telah menerima sangat banyak kerugian dan juga nama kelompoknya telah tercemar akibat perbuatan Lin Yan. Sebagai seseorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, pemimpin kelompok Kalajengking Merah tentu sangat ingin memusnahkan Lin Yan sehingga ia datang secara pribadi ke sekte Seribu Pedang.


“Oh? Akhirnya anak itu muncul? Lihatlah bocah, ketika saatnya tiba, aku akan membereskan mu!” Batin Long Bao dingin.


Patriak klan Meng juga menatap Lin Yan dengan penuh kebencian karena ia sadar bahwa semua yang diterima oleh klan-nya merupakan jebakan yang Lin Yan buat. Ia tentu tidak akan melepaskan Lin Yan begitu saja.


Untuk Patriak klan Shi, ia hanya melihat Lin Yan dengan tatapan dingin lalu tatapannya beralih ke Huan Caiyi yang berada di bangku penonton juga. Ia tersenyum kejam karena sangat ingin membuat Huan Caiyi menderita dengan cara menjatuhkan Lin Yan jika bertemu dengan putranya.


Alasan mengapa Patriak klan Shi melakukan itu tentu saja karena kata-kata Huan Caiyi saat babak penyisihan di sekte Naga Langit. Ia tentu tidak akan terima bahwa anggota klan yang kalah berperang dengan klan-nya mengatakan bahwa ia akan mengalahkan semua anggota klan Shi.


“Oh? Ku kira kau akan takut untuk datang.” Gui Lang berkata dengan senyum diwajahnya saat menatap Lin Yan yang sudah tiba di jarak lima meter darinya.


Mendengar kata-kata provokasi Gui Lang, Lin Yan sama sekali tidak peduli. Ia hanya membalasnya dengan senyum kembali.


“Baik, karena kedua peserta telah tiba, aku akan menjelaskan peraturan terlebih dahulu,” ucap Tetua Agung sekte Seribu Pedang dan menjelaskan sama seperti sebelumnya.


“Apakah kalian berdua mengerti?” Tanya Tetua Agung sekte Seribu Pedang dan menatap ke arah Lin Yan dan Gui Lang bergantian.


“Ya.” jawab keduanya.


“Pertandingan antara Gui Lang vs Lin Yan, dimulai!” Teriak Tetua Agung sekte Seribu Pedang setelah keduanya setuju.


Lin Yan mengeluarkan Tombak Raja Langit yang telah dilapisi oleh qi Petir Hitam.


Sementara itu, Gui Lang mengeluarkan pedangnya dan menatap Lin Yan dengan senyum kejam.


Zhep!


Keduanya pun langsung bergerak dengan kecepatan penuh. Tentu saja kompetisi seperti ini membuat semua murid-murid yang bertarung tidak mau membuang waktu dengan menggunakan kekuatan yang setengah-setengah.


Tring!


Tombak dan Pedang pun berbenturan yang membuat Gui Lang di dorong mundur beberapa meter.


Gui Lang terkejut dengan kekuatan Lin Yan dan tau bahwa musuh kali ini tidak sederhana sama sekali. Itu sangat terlihat dari Lin Yan yang hanya menggunakan satu tangan mengayunkan Tombaknya. Jika itu dengan kedua tangan, Gui Lang tidak tau harus bagaimana memikirkan kekuatan serangan Lin Yan.


Gui Lang menepis tombak Lin Yan sebisanya dan langsung melompat mundur menjauh.


Zhung!


Tubuh Gui Lang diselimuti oleh qi yang terasa sangat aneh saat ini.


“Mata Raja!”


Lin Yan yang menatap hal yang tidak normal itupun langsung menggunakan Mata Raja untuk memeriksanya.


“Itu..” Lin Yan sedikit berkerut karena tampaknya kekuatan yang digunakan oleh Gui Lang sangat istimewa.


“Gerbang Roh..”


Gui Lang menggumamkan sesuatu dan pintu kecil muncul dibelakangnya lalu terbuka.


“Akhirnya dia menggunakannya!”


“Ya, itu adalah kemampuan unik para anggota klan Gui, Spiritualis Dunia!”


Para penonton langsung berdiskusi karena itu adalah salah satu kemampuan khusus para kultivator, yaitu bisa menggunakan roh dunia lain untuk digunakan bertarung setelah menandatangani kontrak.


Untuk para kultivator, ketika mencapai tingkat kekuatan tertentu dalam hal spiritual, mereka akan mampu untuk menghubungi dunia roh dan melakukan kontrak. Itu adalah hal umum, tetapi untuk klan Gui, banyak rumor yang beredar bahwa garis darah mereka adalah campuran dengan makhluk roh dari dunia roh.


Master Sekte Gerbang Surgawi yang sekaligus menjadi Patriak klan Gui saat ini tersenyum karena salah satu anggota klan-nya yang berbakat telah berhasil melakukan kontrak dengan dunia roh di usia muda.


“Apa itu?” Tanya Huan Caiyi karena ia tidak tau tentang informasi klan Gui sama sekali, sebab, klan Gui dan sekte Gerbang Surgawi sangat tertutup seperti sekte Seribu Pedang.


“Itu adalah kemampuan yang sering digunakan oleh para kultivator handal di sekte Gerbang Surgawi khususnya untuk para anggota klan Gui. Beberapa dari anggota klan Gui menyandang nama Spiritualitas Dunia yang mampu untuk memanggil makhluk dari alam roh untuk ikut bertarung bersamanya.” Patriak klan Gu menjelaskan dengan serius karena ia juga terkejut seseorang semuda Gui Lang mampu melakukan hal itu seperti para kultivator kuat dari sekte Gerbang Surgawi.


Huan Caiyi terkejut mendengarnya karena itu adalah kemampuan yang sangat unik dan jarang terlihat di Daratan Utara, itulah sebabnya klan Long dan sekte Naga Langit sangat waspada terhadap sekte Seribu Pedang dengan keahlian pedang tiada tara di Daratan Utara dan sekte Gerbang Surgawi yang bisa menggunakan kemampuan yang disebut sebagai Spiritualis Dunia.