
Lima kultivator yang ada di hadapan Lin Yan saat ini memasang wajah yang sangat garang karena Lin Yan sama sekali tidak peduli dengan identitas mereka sebagai anggota Sekte Wayang.
“Melawan kami Sekte Wayang adalah suatu kesalahan! Terimalah kematianmu!”
Kelima kultivator itupun langsung mengendalikan Wayang mereka dengan qi ke arah Lin Yan. Saat kelima boneka bergerak, mereka juga mengeluarkan qi yang membuat Lin Yan menyipitkan matanya. Ia tidak menduga bahwa sebuah boneka akan mampu mengeluarkan qi. Dari hal itupun, ia langsung paham bahwa pembuatan wayang milik Sekte Wayang pastilah sangat spesial.
Lima wayang pun langsung mendekat dan menyerang ke arah Lin Yan dengan senjata yang ada di tubuhnya dilapisi oleh qi.
Karena merasa jijik dengan kelima kultivator tersebut, Lin Yan pun menghilang dan muncul di depan salah satu wayang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Brak!
Salah satu wayang pun langsung hancur dalam sekejap ketika Lin Yan mengayunkan pukulannya.
“Apa?” Lima kultivator tersebut terkejut dengan kecepatan Lin Yan yang tidak dapat diikuti oleh mata telanjang. Bukan hanya dengan penglihatan saja, bahkan dengan energi spiritual pun kelimanya tidak dapat mengikuti pergerakan Lin Yan.
Brak! Brak! Brak!
Semua wayang kelima kultivator tersebut pun langsung hancur berantakan dan tidak bisa dikendalikan lagi.
“Hanya tinggal kalian berlima.” ucap Lin Yan datar. Ia tentu sudah memeriksa kultivator yang ia tendang lebih dulu tetapi kultivator tersebut telah pingsan.
“Kau.. apa kau tidak tau bahwa kau telah menantang Sekte Wayang?” Teriak salah satu dari mereka dengan nada yang sangat gugup karena baru menyadari bahwa Lin Yan bukan kultivator biasa saja. Ia langsung paham bahwa Lin Yan menekan kekuatannya sedalam mungkin agar tidak dapat di deteksi oleh siapapun jika kultivasi mereka tidak setara.
“Kalian dari Sekte Wayang bukan? Lalu apa?” Tanya Lin Yan datar sambil perlahan berjalan ke arah kelimanya.
Canglan yang berada di udara tidak terlalu terkejut dengan kecepatan mengerikan Lin Yan. Ia sudah merasakan bahwa sedari awal Lin Yan sangatlah berbahaya.
“Apakah ini tidak apa-apa? Dia pasti akan di buru oleh Sekte Wayang. Namun, karena dia berasal dari salah satu Klan Legendaris, mungkin..” Canglan mengentikan gumamannya dan terus menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan sedikit takut dan bingung juga.
Di tempat Lin Yan yang perlahan berjalan ke arah lima kultivator tersebut, terlihat saat ini ia memasang wajah sangat dingin. Walaupun ia sering membunuh orang, tetap saja ia sangat jijik terhadap kultivator seperti anggota Sekte Wayang yang menggunakan manusia sebagai boneka bertarung.
“Jangan mendekat! Kami akan melupakan hal ini saat ini!” ucap salah satu dari mereka dengan nada tegas seolah-olah mengampuni Lin Yan walaupun dalam hati ia sangat ketakutan saat ini.
“Mengampuni? Aku tidak butuh pengampunan dari kalian!” Balas Lin Yan dingin dan langsung menghilang dalam sekejap. Ia muncul di depan salah satu kultivator tersebut dan langsung mengayunkan tinjunya yang telah berubah menjadi lengan Naga.
Bam!
Kepala salah satu kultivator tersebut pun langsung meledak seketika saat tinju Lin Yan menghantamnya.
Melihat satu rekan mereka tewas seketika, empat yang lainnya pun berteriak keras dan menerjang ke arah Lin Yan. Mereka tentu tau bagaimana dunia kultivator bekerja, jika lawan tidak mau mengampuni mereka, tidak ada cara lain selain dari melawan sekuat tenaga.
Lin Yan menatap dengan matanya keempat kultivator tersebut yang sedang mengepungnya dari segala sisi. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung mengayunkan cakarnya sekuat tenaga sambil berputar.
“Cakar Pemotong Bumi!”
Sraing!
Lima bilah pun langsung melesat ke arah semua kultivator layaknya sebuah benang tipis melengkung.
Srak! Srak! Srak! Srak!
Darah yang sangat banyak pun menyemprot seketika saat keempat kultivator tersebut terbelah dalam sekejap mata.
Keempatnya tidak tau bagaimana cara mereka mati dan hanya menatap seutas benang tipis yang melewati mereka dalam sekejap.
Blug! Blug! Blug!
Lin Yan menatap ke arah potongan tubuh kempat kultivator tersebut dengan tatapan datar. Ia sama sekali tidak memiliki rasa kasihan atau iba ketika membunuh keempatnya.
Tatapan Lin Yan pun tertuju pada salah satu rumah sederhana yang telah hancur. Ia pun menciptakan sebuah tombak dari qi miliknya lalu melempar Tombak tersebut sekitar tenaga ke arah kultivator tersisa yang saat ini sedang pingsan. Ia tentu tidak akan menyisakan satu kultivator pun yang tersisa karena memang sedari awal ia sudah berniat untuk memusnahkan semua kultivator menjijikkan itu.
Bom!
Ledakan kecil terdengar dan darah pun tampak terciprat saat tombak membentur sesuatu.
Canglan yang ada di udara terdiam menatap ke arah Lin Yan karena bisa dikatakan, Lin Yan lumayan brutal jika menghadapi musuh.
Semua warga yang ada di desa tersebut pun menatap ke arah Lin Yan dengan sedikit ketakutan karena takut Lin Yan akan membunuh mereka juga.
Pemikiran seperti itu sangatlah wajar karena di dunia kultivator, belas kasihan sangatlah jarang terjadi. Untuk para kultivator kuat, mereka akan menganggap yang lemah itu seperti sebuah gulma yang bisa dipotong kapan saja.
Jika kau lemah, kau pecundang, dan hanya yang kuat yang bisa membuka suara di dunia kultivator.
Canglan yang ada di udara memberanikan diri mendekat ke arah Lin Yan. Ketika ia mendarat, ia pun langsung berbicara, “Terima kasih atas pertolongannya Tuan Muda. Tetapi, sebaiknya ada pergi karena mungkin masih banyak anggota Sekte Wayang cabang kedua yang berada di sini.”
“Aku ingin bertanya, apa tingkat kultivasi Master Sekte Wayang Cabang Kedua itu?” Tanya Lin Yan kepada Canglan.
Ketika Canglan ingin melarang Lin Yan, ia tidak jadi berbicara karena tampaknya Lin Yan sangat serius untuk menuju ke Sekte Wayang Cabang Kedua.
“Pemimpin Cabang Kedua Sekte Wayang memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap pertama. Tetapi, ada rumor yang mengatakan bahwa dia memiliki Wayang yang mencapai tingkat kultivasi Alam Raja Tahap ketiga.” Canglan pun langsung memberikan informasi kepada Lin Yan.
“Oh? Menarik! Tetapi, aku sedikit penasaran. Apakah kau menyadarinya juga bahwa walaupun Wayang itu memiliki kekuatan seperti manusia pada umumnya, tingkatannya lebih rendah satu tahap.” ucap Lin Yan.
“Ya, benar yang anda katakan Tuan Muda. Setiap Wayang memiliki kelemahan karena harus dikendalikan menggunakan qi. Meskipun kuat, tetap saja banyak celah di Wayang tersebut yang membuat kekuatannya tampak lebih lemah satu tahap dari yang seharusnya.” Canglan mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Lin Yan karena memang benar begitu adanya.
“Jika seperti itu, aku harus menghadapi satu kultivator tingkat Alam Raja tahap pertama dan satu Wayang tingkat Alam Raja tahap kedua.” ucap Lin Yan dengan senyum kecil.
“Yue’er..” Gumam Lin Yan.
Krak!
Pintu emas perlahan tercipta dan Roh mungil yang merupakan Xia Yue'er pun keluar sambil menguap.
“Ada apa Lin Yan? Aku sedang berkultivasi di Ruang Jiwa. Kenapa kau memanggilku?” Tanya Xia Yue'er.
Lin Yan terdiam karena sangat terlihat bahwa Xia Yue'er baru saja bangun tidur tetapi mengatakan bahwa dirinya sedang berkultivasi.
Canglan di sisi lain terkejut menatap penampilan Xia Yue'er. Tetapi, ia sadar bahwa Roh mungil yang di panggil oleh Lin Yan memiliki kekuatan diluar nalar akal sehatnya.