
Asosiasi Alkemis
“Bagaimana tubuh kecil itu bekerja?” Hanya itu yang ada di dalam pikiran Patriak Klan Li dan lima Tetua saat ini ketika menatap Xia Yue'er yang sangat bahagia sambil terus mengunyah Pil Tiga Wujud layaknya sebuah permen.
Pemikiran mereka semua buyar saat suara Yao Ran terdengar kembali di panggung.
“Baik, benda berikutnya adalah senjata.” ucap Yao Ran saat mengeluarkan sebuah pedang yang terlihat sedikit unik.
“Pedang ini adalah...” Yao Ran pun menjelaskan tentang pedang yang ia keluarkan. Tentu senjata itu akan dilebih-lebihkan agar banyak yang tertarik dan akhirnya akan dibeli oleh seorang kultivator dengan harga yang mahal.
Sementara untuk Lin Yan dan yang lainnya, mereka sama sekali tidak tertarik pada pedang tersebut. Hanya para kultivator yang berada di bangku biasa yang terus menawar pedang.
Untuk para kultivator yang berada di Ruang VIP juga hanya diam saja karena mereka tentu menunggu benda berharga yang dilelang. Hanya dengan nilai benda pertama sebelumnya yaitu Pil Tiga Wujud, mereka sangat paham bahwa benda yang dijual mulai dari pertengahan pelelangan akan sangat berharga.
“Hao’er, Lin Yan... Jika kalian ingin membeli sesuatu katakanlah. Aku akan mencoba menawarnya.” Patriak Klan Li pun berkata kembali dan tentu saja ia melakukan ini untuk memenangkan hati cucunya yang berharga tersebut agar suatu hari nanti mau mengambil posisi sebagai Patriak Klan Li berikutnya.
“Kenapa kau baru saja mengatakannya sekarang? Jika tau begitu, aku tidak akan kehilangan banyak batu spiritual.” Gu Yin pun bergumam kecil tetapi masih dapat di dengar oleh Patriak Klan Li dan lima Tetua.
Wajah Patriak Klan Li dan lima Tetua sedikit berkedut ketika mendengar gumaman dari Gu Yin tetapi mereka bernama sama sekali tidak menanggapi.
“Woaa.. pil ini memang sangat enak.” Xia Yue'er pun berseru sambil menepuk-nepuk perutnya yang sedikit bengkak karena menelan Pil Tiga Wujud.
“Benda seharga jutaan batu spiritual kelas atas hanya dibuat menjadi sebuah cemilan. Sungguh pemborosan!” Batin Patriak Klan Li dan lima Tetua ketika melirik ke arah Xia Yue'er.
Sementara untuk Lin Yan, Gu Yin dan Li Hao tidak peduli sama sekali dengan sikap Xia Yue'er dan fokus pada Lelang yang masih terus berjalan.
“Benda selanjutnya..”
“Benda selanjutnya..”
“Benda selanjutnya..”
Lelang terus berjalan dan tidak terasa sudah ada empat jam berlalu. Selama itu, kelompok Lin Yan sama sekali tidak mencoba untuk menawar barang karena tidak ada yang menarik minat mereka.
“Benda selanjutnya adalah sebuah pecahan Pedang unik yang tidak diketahui klarifikasinya. Namun, penilai kami harus mengakui bahwa pecahan pedang ini terbuat dari bahan yang sangat unik dan sangat sulit ditemukan.” Yao Ran pun berkata dengan nada sedikit bingung. Sebenarnya mereka tidak ingin melelang pedang tersebut karena tidak ada penempa yang bisa menyatukan kembali pecahan pedang yang lengkap tersebut.
Para kultivator yang mengikuti lelang pun merasa heran karena Klan Yao menjual benda seperti itu. Tetapi hal ini membuat mereka semakin tertarik.
“Kami persembahan pecahan pedang yang kami sebut sebagai pedang ungu.” Teriak Yao Ran saat mengeluarkan pedang yang hanya utuh seperempat, dan bagian lainnya sudah pecah.
Pedang tersebut memang terlihat berwarna ungu dan sedikit keputihan. Yang membuatnya menarik adalah ornamen di persimpangan gagang pedang dengan bilahnya.
Lin Yan yang awalnya tampak sedikit bosan karena tidak ada benda yang menarik minatnya pun langsung berdiri di tempat dan matanya melebar.
“Ada apa Lin Yan?” Tanya Gu Yin karena suaminya itu langsung bereaksi ketika benda tersebut dikeluarkan.
Bahkan untuk Li Hao, Patriak Klan Li dan Lima Tetua pun sedikit terkejut ketika melihat reaksi Lin Yan yang biasanya selalu tenang setiap saat.
Sedangkan untuk Xia Yue'er, ia menyipitkan matanya dan berkata, “Aku seperti pernah melihat pedang itu di suatu tempat. Tetapi, di mana aku melihatnya?”
“Patriak Li, aku menginginkan pecahan pedang itu berapapun harganya. Aku akan mengganti harga pedang itu ketika aku memiliki banyak sumber daya ataupun aku akan mengganti biaya dari pecahan pedang itu dengan benda berharga lainnya suatu hari nanti.” ucap Lin Yan dan nadanya kali ini sangat serius.
Saat mengatakan itu pun, jantung Lin Yan berdetak sangat cepat. Tubuhnya sedikit gemetaran dan ia sendiri tidak tau apakah ini adalah kebahagiaan atau rasa lainnya yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya.
Mendengar kata sangat serius dari Lin Yan, Li Hao pun menatap ke arah kakeknya dan mengangguk serius juga. Ia memberi kode kepada kakeknya untuk membantu Lin Yan.
Melihat itu, Patriak Klan Li mengangguk kecil dan berkata, “Aku akan membeli pecahan pedang itu.”
Patriak Klan Li sama sekali tidak bertanya tentang kenapa Lin Yan sangat menginginkan pecahan pedang tersebut. Namun ia tidak akan menarik kata-katanya kembali yang sebelumnya mengatakan bahwa jika Li Hao dan Lin Yan menginginkan sesuatu, ia akan membelinya.
“Suami, ada apa? Apakah kau mengenal pecahan pedang itu?” Tanya Gu Yin sedikit khawatir karena sangat jarang Lin Yan terlihat seperti itu.
Lin Yan tidak menjawab dan langsung mengeluarkan sebuah bingkai yang berisi gambar seorang wanita dari dalam cincin ruang miliknya. Ia pun perlahan duduk kembali dan menatap gambar seorang wanita cantik yang berada di gambar tersebut dengan tatapan yang sangat rumit.
“Kenapa aku bisa lupa? Ini adalah pedang yang ada di gambar yang membuat Lin Yan pingsan dahulu!” Xia Yue'er pun berseru karena langsung mengingat kejadian ketika berada di Lembah Naga.
Mendengar itu, Gu Yin, Li Hao, Patriak Klan Li dan lima Tetua pun terkejut dan langsung penasaran lalu memerhatikan dari tempat masing-masing gambar yang ada di tangan Lin Yan.
“Lin Yan, siapa wanita ini?” Tanya Gu Yin sangat penasaran. Ia melihat kembali ke arah Lin Yan dan ke gambar beberapa kali karena ada kemiripan tertentu dari keduanya.
Bentuk wajah, alis serta temperamen wanita di gambar sangat sama dengan Lin Yan ketika Lin Yan memasang wajah yang sangat dingin. Dengan itu, siapapun tau bahwa kemungkinan besar wanita yang ada di gambar tersebut adalah kerabat dari Lin Yan.
“Aku tidak tau siapa dia. Tetapi..” Lin Yan mengentikan Kata-katanya karena masih ingat kata terakhir yang ia ingat dengan jelas walaupun gambar itu sangat muram. Yaitu kalimat ‘Kita akan bertemu kembali.’
Patriak Klan Li, Li Hao dan Lima Tetua pun menatap ke arah gambar tersebut dan mengerti mengapa Lin Yan sangat menginginkan pecahan pedang tersebut.
Ketika suasana di dalam ruangan itu senyap, suara Yao Ran pun terdengar kembali.
“Harga awal untuk pecahan pedang ini adalah 10.000 batu spiritual kelas atas dan kenaikan penawaran minimal 1 batu spiritual kelas atas! Lelang dimulai!” Teriak Yao Ran.