Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 439 - Memburu Para Naga



Dimensi Naga


Waktu terus berlalu, saat ini Lin Yan sedang bersama dengan Gu Yin di dalam air aliran sungai tenang yang cukup dalam.


Pemulihan tubuh Lin Yan jauh lebih cepat dari sebelumnya karena ia telah menembus Lapisan Kedua tingkat bawah Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga. Di saat itu juga, ketangguhan tubuh Lin Yan bertambah sebanyak tiga kali lipat dari semula. Saat ia mengambil bentuk Naga Sejati, ketangguhan tubuhnya akan berubah ke level yang lebih tinggi lagi.


Sudah dua hari setelah Lin Yan memulihkan kondisi tubuhnya dibantu oleh Gu Yin melalui banyak ramuan serta obat-obatan yang dimilikinya.


“Huft...” Lin Yan membuka matanya lalu menghembuskan nafas panjang. Ia tidak menduga bahwa butuh dua hari untuk pemulihan tubuhnya.


“Apakah tubuhmu sudah baik-baik saja?” Tanya Gu Yin dan memeriksa setiap inci bagian tubuh Lin Yan untuk mencari apakah masih ada yang tidak pulih.


Lin Yan tersenyum kecil melihat kelakuan istrinya itu. “Aku sudah baik-baik saja. Ayo kita keluar dari tempat ini untuk menjelajahi tempat yang kita masuki. Namun, sangat disayangkan bahwa Xia Yue'er dan Xiao Ziya tidak bisa ikut masuk ke dalam.”


Gu Yin mengangguk kecil. “Apakah tidak apa-apa jika Yue'er sendirian di luar sana?”


“Tidak masalah sama sekali. Yue'er bersama dengan Ziya. Dia pasti bisa membuat Xia Yue'er aman. Ayo pergi.” Balas Lin Yan tidak khawatir sama sekali dengan keadaan Xia Yue'er karena ia percaya kepada Xiao Ziya yang membawa Xia Yue'er bersamanya.


Gu Yin mengangguk kecil lalu mengendalikan es hitam berbentuk lingkaran di dalam aliran sungai naik ke atas permukaan. Ketika mencapai permukaan, es hitam itu pun hancur.


“Ke arah mana kita akan pergi? Arah kita datang sebelumnya ada di sana.” Gu Yin menunjuk ke arah Bukit Naga Kembar tempat mereka bertarung dua hari yang lalu.


Lin Yan tampak berpikir untuk beberapa saat. Ia telah mencium aroma naga yang sangat kuat di daerah sekitar Bukit Naga Kembar. Namun, karena insiden sebelumnya, ia menyadari bahwa para naga sangat membenci manusia, apa lagi Demi-Human seperti dirinya.


Oleh karena itu, Lin Yan pun mengambil keputusan. “Kita akan kembali ke sana. Mungkin kita akan menemukan sesuatu yang berharga disekitar wilayah bukit yang berbetuk naga kembar sebelumnya.”


Mendengar keputusan Lin Yan, Gu Yin hanya mengangguk kecil. Ia tidak akan keberatan pergi ke manapun asalkan bersama dengan Lin Yan, suaminya tercinta.


Karena Gu Yin setuju, Lin Yan pun langsung terbang ke arah Bukit Naga Kembar bersama dengan Gu Yin.


Dalam waktu kurang dari setengah jam, Lin Yan yang sedang terbang bersama dengan Gu Yin pun menyipitkan matanya karena merasakan banyak aroma naga di banyak tempat yang berbeda.


“Yin’er.. tampaknya mereka sedang mencari kita. Banyak dari mereka yang tersebar di banyak tempat berbeda. Dan semua dari mereka lumayan kuat karena kebanyakan mencapai tingkat Alam Kaisar tahap ketiga dan keempat.” Lin Yan menejelaskan.


Gu Yin tidak terkejut karena Lin Yan dapat melacaknya. “Apakah mereka juga bisa mencium aromamu?”


Ketika Lin Yan mendengar apa yang dikatakan oleh Gu Yin, matanya sedikit menyipit. Setelah itu, ia menatap ke arah tertentu dan ada beberapa naga yang datang ke arah mereka.


“Mereka bisa!” jawab Lin Yan saat berhenti di udara.


Mendengar hal itu, Gu Yin mengangguk kecil. Ia pun langsung mengeluarkan sebuah benda lalu memasukkannya ke dalam mulut Lin Yan, “Ini adalah pil yang dapat mencegah aroma seseorang tercium. Guru memberikan banyak pil seperti ini padaku agar aromaku tidak tercium oleh orang lain.”


“Kau memang sangat bisa diandalkan, Yin'er.” Lin Yan pun memuji istrinya itu. Ia langsung tau bahwa pil yang diberikan oleh Gu Yin memang efektif karena tampaknya beberapa naga yang ingin bergerak ke arahnya berhenti seperti seolah-olah kehilangan aroma tubuhnya.


“Lalu, apa yang akan kita lakukan?” Gu Yin yang masih terbuai oleh pujian Lin Yan pun bertanya dengan senyum lebar diwajahnya.


“Karena mereka mencoba memburu kita, maka kita akan memburu mereka kembali!” jawab Lin Yan saat matanya berubah menjadi mata naga.


“He-he-he, aku juga berpikiran seperti itu. Berani-beraninya mereka mencoba mengincar suamiku? Aku akan membuat mereka menjadi patung es!” Gu Yin tersenyum kejam karena tentu ia sangat membenci pada naga yang mencoba memburu suaminya.


Lin Yan hanya terkekeh kecil melihat sikap Gu Yin. Ia pun menatap ke arah tempat para naga yang memiliki jarak paling dekat. “Ayo kita berburu naga.”


Lin Yan pun mengeluarkan Tombak Pembunuh Naga, tombak itu pasti memiliki nama yang sesuai untuknya karena memang di masa lalu, tombak itu telah membinasakan jutaan naga.


Wusssh!


Keduanya pun langsung terbang ke arah tertentu, dan itu adalah arah tempat dua naga yang memiliki kekuatan tingkat Alam Raja tahap keempat.


“Aneh, aromanya menghilang begitu saja. Apakah mungkin itu jenis Naga baru yang memiliki kemampuan menghilangkan aroma?” Tanya salah satu dari pemuda tersebut.


“Aku tidak tau. Lebih baik kita memeriksanya.”


Setelah keduanya sepakat, mereka pun langsung bergerak pergi ke arah tempat Lin Yan dan Gu Yin.


Beberapa menit kemudian, keduanya pun melihat dua sosok yang terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah mereka.


“Hm? Manusia? Tampaknya memang benar bahwa para manusia telah masuk kembali ke tempat ini. Satu hari yang lalu, beberapa Tetua menghabisi beberapa manusia.”


“Jika begitu, kita akan menghabisi keduanya juga. Pasti para Tetua akan senang jika kita membawa kepala para manusia itu kembali ke Klan Naga Angin.”


Keduanya menyeringai kejam karena para naga memang menganggap manusia itu sebagai makhluk rendahan yang tidak akan dapat menyaingi ras mereka.


Ketika Lin Yan dan Gu Yin semakin mendekat, keduanya menatap dua anggota Klan Naga Angin dalam bentuk manusia terlihat seperti sedang menunggu mereka.


Zhep!


Lin Yan dan Gu Yin pun tiba di jarak hampir sepuluh meter dari kedua anggota muda Klan Naga Angin.


“Yang mana ingin kau lawan?” Tanya salah satu dari anggota Klan Naga Angin kepada rekannya.


“Pria itu. Dia tampaknya lumayan kuat.”


“Baiklah, jika begitu aku akan bermain dengan wanita itu.”


Lin Yan dan Gu Yin yang mendengar percakapan kedua anggota Klan Naga Angin pun saling memandang karena merasa keduanya pastilah naga dalam kategori yang terbodoh dari yang lainnya.


“Bagaimana Yin'er? Apakah perlu bermain-main dengan mereka atau kita menghabisinya secepat mungkin? Aku yakin dalam waktu beberapa detik, aku sendiri akan mampu menghabisi keduanya.” ucap Lin Yan dan menatap ke arah Gu Yin dengan tatapan penuh arti.


Gu Yin terkekeh kecil karena tampaknya suaminya itu memang sangat mudah di pancing jika itu dilakukan oleh para naga. Ia pun hanya mengangguk setuju dengan kata-kata Lin Yan.


Kedua anggota Klan Naga Angin itupun tercengang karena tampaknya seorang manusia kali ini menganggap mereka sebagai hama yang bisa ditebang kapan saja.


“Kau tampaknya memiliki nyali, bocah manusia! Jika begitu, matilah!” Teriak salah satu dari mereka saat melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Lin Yan.


Menatap itu dengan Mata Raja, Lin Yan tersenyum sangat kejam.


“Langkah Pemisah Bulan!”


Wusssh!


Jleb!


Satu anggota Klan Naga Angin itupun terkejut karena tubuhnya tiba-tiba terhenti di udara. Ia pun merasakan panas dingin di dada kirinya. Tiba-tiba, wajah seseorang terlihat jelas dimatanya.


“Tidak.. mungkin...”


Anggota Klan Naga Angin itupun yang hampir kehilangan daya hidupnya berkata dengan nada tidak percaya karena ia bahkan tidak mampu melihat pergerakan Lin Yan.


“Tidak ada yang tidak mungkin! Matilah!”


“Petir Hitam Surgawi!”


Blar!