
Basis Utama Kelompok Kalajengking Merah
“A-apa itu?” Pemimpin kelompok Kalajengking Merah membatu di udara saat menatap pasukan Bayangan milik Huan Caiyi. Juga, ia tentu sangat terkejut bagaimana bisa gerombolan binatang monster tiba-tiba menyerang markasnya.
Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah tidak bisa berkata-kata dan tidak tau apa yang harus dilakukan saat para binatang roh dan pasukan Bayangan membantai anggotanya satu per satu tanpa ampun sama sekali.
Wajah Pemimpin kelompok Kalajengking Merah pun sangat gelap saat ini. Ia pun langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat ke arah tertentu untuk membereskan pasukan Bayangan dan binatang roh tersebut. Ketika ia sedang bergerak, ia pun merasakan tebasan yang lumayan menerjang ke arahnya berupa bilah qi.
Sraing!
Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah langsung berhenti seketika dan tebasan tersebut lewat dihadapannya.
“Siapa?” Pemimpin kelompok Kalajengking Merah langsung menoleh ke arah tertentu dan menemukan seorang wanita yang menatapnya dengan wajah dingin.
“Kau..” Sebelum Pemimpin kelompok Kalajengking Merah menyelesaikan kata-katanya, serangan lainnya pun mendekat ke arahnya.
Tring!
Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah pun menahan serangan tersebut menggunakan pedangnya. Ia menatap dengan dingin ke arah penyerang.
“Lama tidak bertemu. Bagaimana? Apa kau memikirkan hari seperti ini akan datang?” Tanya Lin Yan sambil terus mendorong tombaknya sekuat tenaga.
melihat dengan seksama ke wajah Lin Yan serta bentuk setengah naga itu, Pemimpin kelompok Kalajengking Merah pun langsung mengenalinya.
“Kau sungguh berani datang kehadapaku dengan level kekuatan seperti itu. Karena kau terlalu besar kepala, maka matilah!” Pemimpin kelompok Kalajengking Merah membalas sambil menarik pedangnya lalu mengayunkannya kembali ke arah Lin Yan.
Melihat serangan super cepat, Lin Yan tidak lengah sama sekali. Ia pun langsung menghindar dengan cara mundur beberapa meter.
Setelah itu, Lin Yan membuat kuda-kuda menyerang kembali.
“Tombak Petir Neraka!”
“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Wusssh!
Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi pun menerjang ke arah Pemimpin kelompok Kalajengking Merah.
“Cih!” Pemimpin kelompok Kalajengking Merah berdecak dan langsung membuat gerakannya juga.
“Raja Racun, Tebasan Kematian!”
Lin Yan dan Pemimpin kelompok Kalajengking Merah pun saling menyerang satu sama lainnya.
Tring!
Bussssh!
Ledakan qi pun terjadi ketika kedua senjata berbenturan.
Hasilnya membuat wajah Pemimpin kelompok Kalajengking Merah sedikit gelap karena ia hanya unggul sedikit.
Sebenarnya bukan itu masalahnya saat ini. Jika menyangkut kekuatan, tentu Lin Yan tidak akan kalah dengan Pemimpin kelompok Kalajengking Merah. Hanya saja, ia lebih lemah dibandingkan dengan qi dan kecepatan.
Qi milik Pemimpin kelompok Kalajengking Merah menekan kekuatan tubuhnya yang bisa dikatakan sudah pasti diatas para kultivator tingkat Alam Langit tahap Kedelapan.
“Bagaimana mungkin..” ucap Pemimpin kelompok Kalajengking Merah dengan wajah yang semakin marah. Ia tidak tenang lagi saat ini karena banyak bawahannya yang kini tewas di tangan padukan Bayangan dan para binatang roh.
Zhep!
Huan Caiyi pun mengambil kesempatan dan muncul di belakang Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah sambil mengayunkan kedua pedang di tangannya sekuat tenaga dari atas ke bawah.
“Dasar para pengganggu!” Teriak Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah saat seluruh tubuhnya diselimuti oleh racun berwarna merah.
Huan Caiyi yang ingin menebas pun menyipitkan matanya karena tau bahwa racun tersebut sangatlah berbahaya.
“Langkah Bayangan!”
Tubuh Huan Caiyi pudar dalam sekejap karena ia tau bahwa konsekuensinya jika terkena racun itu sangatlah berat. Ketika ia muncul di tempat lain, ia pun langsung mengayunkan kedua pedangnya sekuat tenaga dari jauh.
“Gaya Pedang Huan, Kilatan Malam Gelap!”
Sraing! Sraing! Sraing!
Dalam waktu satu detik, Huan Caiyi melancarkan tebasan berupa bilah qi lebih dari lima kali ke arah Pemimpin kelompok Kalajengking Merah yang sedang mengeluarkan qi berbahaya serta terus mendorong Lin Yan.
Menatap bilah-bilah qi tersebut, Pemimpin kelompok Kalajengking Merah mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah semua serangan yang mengarah padanya.
“Tembok Racun!”
Qi-nya perlahan berkumpul dan membentuk dinding hampir tembus pandang walaupun berwana merah. Dinding racun yang diciptakan oleh Pemimpin kelompok Kalajengking Merah pun langsung menahan semua bilah qi. Itu seperti melelehkan qi milik Huan Caiyi karena sifat racun Pemimpin kelompok Kalajengking Merah layaknya korosi.
Tap!
Tiba-tiba Kelompok Kalajengking Merah merasakan sesuatu menyentuh kepalanya. Karena fokusnya hanya pada Lin Yan dan Huan Caiyi, ia tidak memeriksa bahwa ada Roh Peri mungil yang mengambil kesempatan menyentuh kepalanya.
“Formasi Cahaya, Tekanan Cahaya Bintang!”
Dung!
Xia Yue'er pun melancarkan serangan Formasi di tubuh Pemimpin kelompok Kalajengking Merah.
Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah terkejut karena merasakan bahwa tubuhnya ditekan oleh beban yang sangat besar.
Wusssh!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Pemimpin kelompok Kalajengking Merah pun langsung melesat ke arah permukaan tanah layaknya sebuah bintang jatuh.
Duar!
Ketika benturan terjadi, ledakan qi Cahaya pun membuat cahaya menyilaukan ke segala arah.
Xia Yue'er mengangguk puas ternyata Formasi yang ia ciptakan bekerja. Jika saja ia menggunakan Formasi yang sama seperti menahan Patriak Klan Shi, mungkin Lin Yan akan terjebak juga. Itulah sebabnya ia menggunakan Formasi lain untuk menyerang.
Huan Caiyi yang masih berada di langit tidak membuang waktu dan mengendalikan dua pedang di lengannya menggunakan qi Bayangan. Kedua pedang melayang dihadapannya dan di belakang pedang tersebut, Pedang Bayangan pun tercipta.
Setelah itu, Huan Caiyi tampak seperti menyilangkan kedua tangannya ke arah bawah dan kedua Pedang Bayangan pun tampak kabur.
“Pedang Bayangan, Bayangan Dunia Bawah!”
Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah yang perlahan berdiri sambil menahan rasa nyeri di tubuhnya pun menatap ke arah samping dengan wajah jelek.
Jleb! Jleb!
Di kiri dan kanan Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah dua pedang Bayangan pun tertancap.
Tiba-tiba daerah sekitar Pemimpin kelompok Kalajengking Merah tampak berubah. Ia seolah-olah tenggelam ke dalam bayangan. Tetapi, yang membuatnya merasa ngeri, bayangan itu tampak menggerogoti tubuhnya.
Sementara itu, Lin Yan yang berada di atas langit pun langsung melesat ke arah bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi layaknya sebuah meteor.
“Jiwa Pelahap Raja Naga!”
“Armor Naga!”
Seluruh tubuh Lin Yan pun ditutupi oleh qi-nya membentuk Armor perang. Tombak Pembunuh Naga pun diselimuti oleh qi kuat seperti dibungkus oleh tombak baru.
“Tombak Petir Suci!”
“Gaya Pertama, Tubuh Petir Suci!”
“Tombak Petir Neraka!”
“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Wusssh!
Setelah menggunakan semua kekuatannya dalam satu serangan, Lin Yan tampak seperti sebuah petir yang menyambar sangat cepat ke arah bawah.
Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah yang mencoba keluar dari teknik Huan Caiyi pun menatap ke arah atas dengan wajah yang sangat gelap. Ia pun meledakkan semua kekuatannya agar menekan teknik Huan Caiyi lalu mengayunkan pedangnya ke arah langit.
“Pedang Racun Merah, Korosi Abadi!”
Tring!
Duar!
Ledakan besar pun terjadi ketika dua serangan bentrok secara langsung. Qi berwana merah yang tampak melelehkan bebatuan serta petir hitam menyebar ke segala arah.