Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 362 - Informasi Lainnya Tentang Sungai Abadi



Setelah menerima cincin ruang, Lin Yan melihat ke dalam cincin ruang tersebut. Ia tersenyum kecil karena memang ada beberapa Ikan Qi di dalam cincin ruang bersama dengan ribuan batu ratusan batu spiritual kelas atas.


“Tampaknya panen kali ini lumayan, Yue'er. Ada beberapa Ikan Qi di dalam cincin ruang ini dengan kapasitas yang setara dengan ratusan batu spiritual. Dan Ikan Qi yang ini setara dengan 12.000 lebih batu spiritual kelas atas.” ucap Lin Yan saat melihat ke arah Ikan Qi yang ada di tangannya.


“Oh? Sebanyak itu?” Mata Xia Yue'er berbinar dan menatap ke arah semua kultivator yang ada di sekitar sana.


“Lin Yan.. ayo kita rampok mereka.” ucap Xia Yue'er bersemangat.


Wajah Lin Yan berkedut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er. Ia pun melirik ke arah para kultivator yang berada di sekitar lokasi tersebut. Banyak dari mereka yang memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kelima.


“Hentikan Yue'er. Belum tentu mereka semua memiliki Ikan Qi di dalam cincin ruang mereka. Akan percuma jika kita mencoba melawan mereka semua jika tidak ada hasil. Belum lagi jika mereka akan mencoba bekerja sama melawan kita,” ucap Lin Yan.


“Kau benar. Dari tampang mereka semua, mereka memang terlihat miskin.” Xia Yue'er mengangguk setuju dan kembali ke kursi VIP-nya mengabaikan para kultivator yang masih menatap ke arah Lin Yan sepanjang waktu.


Lin Yan menggelengkan kepalanya karena sangat banyak kata-kata yang keluar dari mulut Xia Yue'er yang sangat berbisa yang bahkan bisa menyulut perang. Tidak mengherankan bahwa Xia Yue'er adalah seorang putri tunggal di Dunia Roh yang sangat kuat dan membuatnya menjadi bangga akan dirinya sendiri sepanjang waktu.


Setelah itu, Lin Yan pun perlahan melayang kembali ke arah Sungai Abadi sambil melirik para kultivator yang tidak mencoba mendekat ke arahnya.


Lin Yan hanya melirik sekilas sekali lagi lalu menatap kembali ke arah Sungai Abadi. Di dalam aliran qi tersebut, terlihat sangat banyak Ikan Ikan Qi yang berenang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Bagaimana cara mengambil Ikan-ikan itu?” Tanya Xia Yue'er penasaran. Ia saat ini merasa tertarik untuk mencicipi apakah ikan-ikan itu lezat atau tidak.


Sementara itu, Lin Yan yang telah melihat dengan Mata Raja tentang Ikan Qi mengerti dengan pasti bahwa ketika Ikan Qi di makan oleh seseorang, Ikan Qi akan berubah secara langsung menjadi qi yang sangat tenang dan sangat bagus untuk meningkatkan kultivasi.


“Lin Yan, apakah kita harus berenang ke dalam sana untuk mengambil Ikan-ikan itu?” Tanya Xia Yue'er penasaran.


Lin Yan hanya diam untuk beberapa saat lalu melirik ke arah tempat tertentu di pinggiran Sungai Abadi. Matanya menyipit ketika menatap seorang kultivator menggunakan qi mereka membentuk sebuah tali qi lalu melemparnya ke arah Sungai Abadi.


Tidak lama kemudian, para kultivator mengalirkan qi-nya ke dalam Sungai Abadi lalu meledakkannya.


Bom!


Ketika itu terjadi, Ikan Ikan Qi yang ada di Sungai Abadi berlarian ke sana ke mari dan beberapa dari mereka melompat keluar dari Sungai Abadi karena ledakan terjadi.


Lin Yan langsung paham cara untuk mengambil Ikan Ikan Qi tersebut tetapi masih merasa heran mengapa tidak ada yang mencoba masuk ke dalam Sungai Abadi karena merasa melakukan itu akan lebih efisien untuk mengambil Ikan Ikan Qi. Sebab, menggunakan cara yang dilihat olehnya adalah cara yang sulit untuk mengambil Ikan Ikan Qi karena hanya satu dari seratus kemungkinan Ikan Qi tersebut akan melompat keluar dari dalam Sungai Abadi.


“Kita tidak bisa masuk begitu saja ke dalam Sungai Abadi itu Yue'er..” ucap Lin Yan lalu mengeluarkan sebuah pedang kecil.


“Mengapa? Tampaknya kecepatan Ikan-ikan itu tidak terlalu tinggi. Dengan kecepatan kita, akan sangat mudah untuk memanen Ikan-ikan itu.” Xia Yue'er membalas dengan nada heran.


“Tunggu dulu, aku ingin mencoba sesuatu.” Balas Lin Yan dan melempar pedang kecil ke arah Sungai Abadi.


Xia Yue'er merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh Lin Yan tetapi ia hanya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Saat pedang kecil itu memasuki Sungai Abadi, itu langsung dilenyapkan tanpa jejak sama sekali dalam waktu satu detik.


“Tampaknya Sungai Abadi itu berbahaya, Yue'er. Jika tidak, mungkin sudah banyak benda-benda yang terlihat di dalam sana karena dilempar oleh para kultivator. Bahkan benda keras tampaknya akan musnah dalam sekejap mata. Sudah pasti para kultivator juga akan seperti itu.” Lin Yan menjelaskan.


Tubuh Xia Yue'er merinding untuk beberapa saat karena sebelumnya ia berniat untuk menyelam ke dalam Sungai Abadi mengejar Ikan-ikan yang tampak sangat lezat.


Salah satu kultivator yang berada di sekitar tempat itu pun mendekat ke arah Lin Yan. Ia awalnya tidak ikut mengepung anggota Sekte Wayang dan hanya menonton saja.


“Hm?” Alis Lin Yan naik sedikit ketika merasakan seseorang mendekat ke arahnya.


“Apa maumu?” Tanya Lin Yan saat kultivator tersebut berhenti di sampingnya di jarak lima meter.


Seorang pemuda dengan pakaian biasa dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap keenam tersenyum sedikit lalu berbicara, “Tampaknya kau tidak takut dengan Sekte Wayang. Asal kau tau saja, Sekte Wayang terletak tidak jauh dari Sungai Abadi. Di tempat ini mereka sering muncul, apa lagi ketika benda tertentu yang menjadi incaran banyak kultivator muncul dalam waktu setahun sekali.”


“Aku tau Sekte Wayang terletak tidak jauh dari Sungai Abadi dan hanya butuh beberapa hari untuk mencapai Sekte itu. Tetapi aku sama sekali tidak peduli dengan mereka.” Balas Lin Yan. Ia tentu tau letak Sekte Wayang melalui peta yang ia terima dari Gu Yuena. Itulah sebabnya sedari awal ia datang ke Sungai Abadi sekaligus untuk melihat tempat seperti apa Sungai Abadi. Jika tidak, ia tidak akan bertanya tentang deskripsi tentang Sungai Abadi dari Gu Yuena.


“Berita tentang dirimu yang menghabisi anggota Sekte Wayang akan tersebar luas. Aku sudah memperingatimu. Lagi pula, tidak lama lagi para anggota Sekte Wayang akan datang ke tempat ini dalam jumlah yang besar. Sebab, benda yang muncul setahun sekali akan muncul dalam waktu sekitar seminggu.” Kultivator muda tersebut menjelaskan.


“Oh? Aku ingin bertanya, benda apa yang akan muncul di Sungai Abadi ini dalam waktu seminggu?” Tanya Lin Yan sedikit penasaran.


Pemuda tersebut tersenyum sedikit lalu membalas, “Karena ini adalah informasi umum, aku akan mengatakannya. Dalam setahun sekali di waktu yang sedikit acak, akan ada sebuah buah aneh muncul tiba-tiba di permukaan Sungai Abadi. Tidak ada yang tau dari mana asalnya buah itu datang. Tetapi para kultivator menyebut buah itu sebagai, Buah Abadi!”