
Di luar, para kultivator tingkat tinggi memasang wajah gelap karena mereka semua tau apa tujuan Lin Yan saat ini.
Lin Yan saat ini sedang ingin menerobos tingkat Alam Roh tahap ketujuh. Setelah itu hanya perlu menunggu para peserta lainnya untuk mengumpulkan poin lalu ia mengambil semuanya.
“Bocah itu terlalu sombong dan menganggap semua murid lainnya lemah! Apa dia tidak tau bahwa kultivasinya jauh lebih rendah dari pada yang lainnya?” Salah satu Patriak dari klan terkemuka membuka suara.
“Hmp! Dasar bocah tidak tau diri!” Long Bao mendengus karena ia juga yakin bahwa ketika Lin Yan menembus tingkat Alam Roh tahap ketujuh, tidak mungkin baginya untuk mengalahkan semua murid lainnya.
Bahkan untuk Patriak klan Gu dan Gu Shen mengerutkan kening mereka karena merasa bahwa Lin Yan tampak terlalu meremehkan murid lainnya.
“Bukan Lin Yan yang meremehkan siapapun. Dia tidak akan pernah seperti itu.” Gu Yin langsung membela Lin Yan.
Patriak klan Gu dan Gu Shen melirik ke arah Gu Yin dan bertanya-tanya bagaimana bisa anak itu begitu percaya kepada Lin Yan.
“Benar apa yang dikatakan oleh Gu Yin. Lin Yan tidak akan pernah melakukan hal yang tidak ia yakini.” Sambung Gu Yuena.
Para anggota klan Gu di tempat itu hanya terdiam dan menatap ke arah kristal formasi untuk melihat apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Lin Yan.
Bahkan untuk Tetua Agung sekte Seribu Pedang hanya menatap Lin Yan dan bertanya-tanya mengapa tampaknya Lin Yan sangat tenang walaupun waktu untuk mengumpulkan poin sangatlah singkat.
**
Saat ini Lin Yan telah menemukan tempat terpencil di dalam hutan. Jarak antara dirinya dan murid lainnya sangatlah jauh. Juga, tempat itu tidak mungkin di datangi oleh para murid lainnya karena sangat sedikit binatang roh di tempat itu.
Lin Yan membuat sebuah ruang bawah tanah. Ia ingin berkultivasi di tempat itu agar siapapun diluar sana tidak dapat melihat bagaimana caranya menerobos.
Di bawah tanah yang gelap, Lin Yan pun mengeluarkan banyak batu spiritual yang membuat para penonton diluar mengejek Lin Yan karena menggunakan cara menyedihkan untuk menerobos tahap selanjutnya.
Lin Yan sama sekali tidak peduli. Di tempat itu ia bisa dengan bebas menggunakan cara khusus miliknya untuk menyerap batu spiritual.
“Jiwa Pelahap Raja Naga.” Batin Lin Yan saat membuat naga hitam. Naga itu tidak terlihat sama sekali di dalam kegelapan.
Naga hitam pun membuka mulutnya dan menarik qi yang ada di dalam batu spiritual dengan kecepatan yang tinggi.
Pemandangan diluar hanya terlihat seperti Lin Yan sedang menyerap qi yang ada di dalam batu spiritual sehingga para kultivator diluar tidak merasa heran sama sekali walaupun sedikit terkejut bahwa Lin Yan sangat cepat menyerap qi yang ada di batu spiritual.
Para penonton diluar langsung membuat spekulasi bahwa Lin Yan membangunkan Akar Spiritual Merah yang merupakan paling cepat dalam menyerap qi di langit dan bumi, serta sumber daya seperti batu spiritual.
Waktu terus berlalu, ketika Lin Yan sedang berkultivasi, para murid terus memburu binatang-binatang roh di dalam hutan. Belum ada pertempuran antara murid karena mereka semua menyadari bahwa tidak semudah itu mencari murid lainnya sehingga mereka harus mencari poin dengan cara berburu. Jika kebetulan bertemu murid lainnya, tentu saja mereka akan mencoba merebut poin mereka.
“Tingkat Alam Roh tahap ketujuh. Aku tidak menyangka bahwa penyerapan paksa pun akan memakan waktu lebih dari sehari.” Batin Lin Yan dan menatap tumpukan batu spiritual dihadapannya.
“Masih tersisa hampir 90.000 batu spiritual. Memang benar jumlah ini akan mampu untuk meningkatkan kultivasiku mencapai tingkat Alam Roh tahap kedelapan. Tetapi waktu kompetisi sangatlah sempit, aku menduga bahwa butuh lebih dari satu setengah hari untuk menembus tahap selanjutnya dan tidak mungkin untuk mengumpulkan poin dalam waktu singkat.” Batin Lin Yan dan menyimpan semua batu spiritual. Ia pun langsung berjalan keluar dari dalam gua bawah tanah yang ia buat.
Para penonton diluar merasa bingung kenapa saat ini Lin Yan telah keluar dari pengasingannya karena tidak mungkin untuk menembus secepat itu menggunakan batu spiritual. Jika saja itu sumber daya seperti pil, mungkin terobosan hanya akan berlangsung selama beberapa jam tetapi tidak untuk batu spiritual karena itu membutuhkan waktu untuk menyerapnya.
Lin Yan mengambil kristal poin dan menyalurkan qi miliknya ke kristal.
“Hm? Aku tidak menyangka bahwa akan ada murid yang mencapai poin 130 lebih hanya dalam waktu lebih dari sehari.” Gumam Lin Yan saat melihat siapa di daftar pertama.
“Jian Li.. peringkat kedua Gui Shan.” Batin Lin Yan dan tau keduanya berasal dari sekte Seribu Pedang dan sekte Gerbang Surgawi.
Lalu Lin Yan menatap posisi semua murid lainnya dan menaikkan sudut bibirnya karena telah menemukan target pertama.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya menuju salah satu murid dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kedelapan dengan jumlah poin 56.
Semua penonton melihat Lin Yan bergerak dan menunggu ke mana arah yang dituju olehnya.
Tidak sampai 10 menit, Lin Yan berhenti di sebuah pohon dan menatap seorang murid yang sedang melawan binatang roh dengan tingkat kekuatan Alam Roh tahap kedelapan.
“Jangan bilang..” Wajah Tetua Agung sekte Seribu Pedang semakin muram karena Lin Yan langsung menemukan seorang murid di dalam hutan yang lumayan luas tersebut. Ia membuat spekulasi bahwa Lin Yan telah memodifikasi formasi di kristal agar bisa melacak keberadaan murid lainnya.
Bahkan untuk para kultivator kuat lainnya memikirkan spekulasi yang sama dan tau bahwa kali ini semua murid dalam bahaya karena Lin Yan memiliki kesempatan untuk menyerang semua murid secara diam-diam.
“Tetua Agung.. apakah itu bukan pelanggaran?” Long Bao membuka suara dan bertanya kepada Tetua Agung sekte Seribu Pedang yang tidak jauh darinya.
“Tidak, tidak ada peraturan tentang merusak formasi karena siapapun berpikir bahwa tidak mungkin murid semuda itu akan mampu memodifikasi formasi sedemikian rupa.” Tetua Agung sekte Seribu Pedang menggelengkan kepalanya. Ia juga bingung kenapa Long Bao tampaknya ingin menjatuhkan Lin Yan padahal Lin Yan berasal dari sekte sekutu mereka, sekte Naga Langit.
Long Bao marah mendengarnya. Ia ingin mengutuk Tetua Agung sekte Seribu Pedang tetapi tetap menahannya karena tau bahwa saat ini ia tidak berada di wilayah klan Long.
“Itu juga sebuah kemampuan. Harusnya kau bangga kepada murid sekte Naga Langit yang menjadi sekutu klan Long. Tetapi, kenapa kau malah tampak ingin menjatuhkannya?” Li Hu membuka suara dan itu di dengar oleh semua orang yang ada di sana.
Bahkan Tetua Kedua langsung muram mendengarnya dan melirik ke arah Long Bao dengan tatapan sedikit tidak senang. Walaupun mungkin menurutnya Lin Yan memang kurang ajar, tetap saja saat ini status Lin Yan adalah murid sekte Naga Langit.
Sementara Tetua Ketiga hanya menatap Long Bao dengan santai seperti biasa. Tetapi terlihat kilatan aneh di matanya saat ini.
Di sisi lain, Long Bao semakin muram karena ia tau bahwa sifatnya yang tidak suka bertele-tele telah memancing konflik kecil dengan sekte Naga Langit, apalagi saat ini Tetua Ketiga sedang berada di tempat itu.