
Zhep!
Lin Yan sudah berjarak 2 meter dari Long Yang ketika teriakan Long Hua terdengar di Arena.
Tetua Kedua tentu saja sudah bersiap-siap untuk bergerak. Ia juga tidak menyangka bahwa Lin Yan akan memiliki serangan sedemikian rupa. Bahkan untuk kultivator tingkat Alam Roh tahap kesembilan akan mengalami luka jika terkena serangan tersebut.
Zhep!
Tetua Kedua langsung menghilang dalam sekejap untuk menghentikan Lin Yan membunuh Long Yang.
Di sisi lain, Long Yang yang melihat Lin Yan tiba di hadapannya sambil mengayunkan tombak tepat ke wajahnya memasang wajah pucat. Ia melihat kematiannya sendiri dalam waktu sepersekian detik dan kali ini sangat menyesal tidak menyerah secara langsung.
Bom!
Ledakan terjadi saat tombak Lin Yan menabrak sesuatu.
Lin Yan yang mendorong tombaknya pun memasang ekspresi datar ketika melihat apa yang ia tusuk menggunakan tombaknya.
“Cukup sampai di sini! Pemenang final penyisihan grup 8 adalah peserta nomor 4!” Teriak Tetua Kedua. Ia juga berkerut sedikit saat ini karena serangan Lin Yan menggoresnya sedikit. Dari itu saja, ia paham bahwa teknik milik Lin Yan memiliki kekuatan berlipat ganda dari pada yang seharusnya karena menggunakan dua teknik secara bersamaan.
Long Yang membatu di tempat. Ia terjatuh ke belakang dengan wajah pucat pasi. Keringat dingin menetes di dahinya dan jantungnya berdetak sangat cepat. Ia merasa sangat dekat dengan kematian sebelumnya.
Lin Yan sama sekali tidak heran bahwa Tetua Kedua bisa menahan serangannya semudah itu, jika tidak, dia tidak layak disebut sebagai salah satu dari tiga Tetua utama.
Tanpa berbicara sepatah katapun, Lin Yan menarik Tombak Raja Langit lalu menyimpannya. Ia pun berbalik tanpa melihat Long Yang yang terlihat terengah-engah saat ini dengan tubuh gemetaran.
“Woaaaaa...!”
Teriakan para murid terdengar seketika setelah hening dalam waktu beberapa detik ketika Tetua Kedua mengumumkan pemenangnya.
“Luar biasa!”
“Itukah Lin Yan sang Tiran? Sungguh hebat mengalahkan seseorang seperti Long Yang!”
“Jika dilihat kembali, dia memang sangat tampan!”
“Ini adalah pertarungan terhebat yang pernah aku saksikan di tingkat Alam Roh!”
Banyak diskusi diantara para murid terdengar untuk membahas Lin Yan. Para murid wanita juga bersorak karena Lin Yan kali ini menjadi bintang utama dalam babak penyisihan yang menggunakan beragam teknik menakjubkan.
Tetua Kedua hanya terdiam sejenak dan melihat kebawah. Ia semakin mengerut ketika melihat ia mundur beberapa cm dari tempat yang seharusnya.
“Anak ini semakin kuat dalam waktu yang sangat singkat! Tidak diragukan lagi bahwa bocah itu adalah cucu senior Lin Ming dan Lin Xi!” Batin Tetua Kedua. Ia merinding sedikit saat membayangkan sosok Lin Xi yang pernah menghajarnya habis-habisan.
“Lin Yan..!” Seorang wanita langsung menerjang ke arah Lin Yan sambil berteriak.
Lin Yan menghela nafas lelah saat melihat seorang wanita melompat ke arahnya. Jika ia menghindar, mungkin wanita yang tidak lain adalah Gu Yin akan terkapar di permukaan tanah.
Gu Yin langsung memeluk Lin Yan dengan penuh semangat yang membuat banyak murid terdiam melihatnya.
Para murid pria cemburu kepada Lin Yan karena dipeluk oleh seorang Dewi sementara murid wanita yang baru saja mengidolakan Lin Yan cemburu kepada Gu Yin.
Murid pria dan murid wanita mengutuk Lin Yan dan Gu Yin dalam hati karena melihat adegan tersebut.
“Gu Yin, apa kau tidak malu melakukan itu di depan umum?” Gu Yuena langsung mengeluh karena merasa malu memiliki sepupu seperti Gu Yin.
Gu Yin tersadar dan langsung mundur. Ia hanya memeluk Lin Yan tidak sampai dua detik dan ia kini merasa sangat malu. Sangking bersemangatnya, ia pun tidak berpikir dua kali saat memeluk Lin Yan.
“Sangat disayangkan bahwa ada seseorang yang menghentikannya.” Huan Caiyi berkata dengan nada acuh tak acuh.
Gu Yuena dan Gu Yin tercengang mendengar apa yang Huan Caiyi katakan. Mereka tentu tidak tau tentang Tetua klan Long yang menjadi ayah Long Yang, yang pernah ingin melecehkan Huan Caiyi.
“Apakah kau memiliki masalah dengannya kakak?” Tanya Lin Yan penasaran.
“Nanti aku akan menceritakannya,” jawab Huan Caiyi.
“Perhatian semua kepada pemenang babak penyisihan setiap grup! Kalian diharapkan untuk berkumpul di bangunan yang ada di Utara Arena!” Teriak seorang Tetua.
Lin Yan dan Huan Caiyi saling memandang lalu mengangguk.
“Gu Yuena, Gu Yin, kalian kembalilah terlebih dahulu,” ucap Lin Yan.
Gu Yin tampak keberatan tetapi hanya mengangguk kecil karena sudah pasti ada arahan yang para pemenang setiap grup terima.
Gu Yuena langsung menyeret Gu Yin dari tempat itu karena tau bahwa pasti akan ada drama tidak mengenakkan yang terjadi jika berlama-lama di sekitar Lin Yan.
Kemudian, pengumuman tentang pertandingan final grup tingkat Alam Bumi pun diumumkan.
Lin Yan dan Huan Caiyi tidak menonton pertarungan tersebut karena disuruh pergi ke bangunan sebelah Utara Arena.
Enam murid lainnya juga pergi ke tempat yang dikatakan oleh Tetua tersebut.
Sementara itu, dikejauhan, Long Hua melihat Lin Yan dengan tatapan kebencian karena kali ini anggota Kerajaan tidak ada yang masuk ke dalam kompetisi antar sekte sebagai peserta. Ia juga tidak menyangka bahwa begitu banyak anggota Keluarga Kerajaan yang ikut akan jatuh semua di babak final penyisihan grup.
Di sisi lain, Li Han hanya menyeringai saat menatap wajah Long Hua yang terlihat seperti pantat wajan yang sangat gelap. Ia tentu merasa bahagia melihat kejadian seperti itu. Juga, ia sangat kagum melihat kekuatan Lin Yan sebelumnya.
“Adi kecil, jika pelatihan mu kali ini tidak mencapai kekuatannya, kau pasti akan kesulitan melampaui Lin Yan di masa depan.” Batin Li Han merujuk pada Li Hao, adik bungsunya.
Itulah sebabnya Li Hao tidak ikut dalam babak penyisihan karena sedang dalam pelatihan khusus di klan Li yang terletak di perbatasan antara dua Kerajaan besar.
Di sebelah Utara Arena, terlihat saat ini delapan murid yang sedang berjalan perlahan menuju sebuah gedung yang lumayan besar.
Kedelapan murid tersebut masuk ke dalam bangunan dan di dalam bangunan sudah ada seseorang yang menunggu.
“Tetua Pertama!” Batin semua murid tersebut.
Tetua Pertama melihat ke delapan murid dengan seksama dan tatapnya tertuju pada Lin Yan dan Huan Caiyi.
“Kedua bocah menyebalkan ini juga menjadi peserta! Sungguh merepotkan!” Batin Tetua Pertama. Ia masih ingat kehilangan wajah akibat perbuatan Lin Yan.
“Baiklah, aku akan memberikan beberapa arahan kepada kalian para peserta yang akan mengikuti kompetisi antar sekte.”
“Kalian pasti tau bahwa kompetisi ini diadakan setiap lima tahun sekali dan hanya untuk sekte-sekte tidak untuk Kerajaan berukuran kecil, sedang ataupun besar.”
“Kali ini, tuan rumah kompetisi adalah sekte Seribu Pedang yang terletak di selatan Kerajaan Bintang. Dua hari lagi, kita akan berangkat ke sekte Seribu Pedang. Apakah kalian memiliki pertanyaan?” Tanya Tetua Pertama.
Melihat kedelapan murid diam, Tetua Pertama mengangguk puas.
“Untuk hal lainnya, beberapa Tetua yang memimpin kalian ke sekte Seribu Pedang akan menjelaskan dalam perjalanan. Persiapkan diri kalian! Bubar!” Perintah Tetua Pertama dan semua murid yang ada di dalam bangunan tersebut pun keluar.
Sebagian dari mereka menonton babak final penyisihan tingkat Alam Bumi. Sementara untuk Lin Yan dan Huan Caiyi, mereka pun kembali ke kediaman mereka untuk berisitirahat.