
Waktu terus berlalu, kedatangan anggota Sekte Wayang yang dipimpin oleh Tetua Ketiga dan Keempat pun sudah membuat para kultivator terkejut. Belum lagi untuk anggota Sekte Mayat yang dianggap sebagai Iblis di dunia kultivator. Sebab, mereka menggali mayat-mayat atau pun mencuri mayat dari kuburan kultivator kuat. Semakin kuat mayat itu sewaktu hidup, tentu semakin kuat ketika mereka mengolahnya menjadi senjata untuk bertempur.
Lin Yan sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu dan terus berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya dengan cara mencerna qi murni yang berasal dari Ikan Qi hasil panen mereka dari Sungai Abadi.
Di dalam goa bawah air, terlihat saat ini Lin Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang diselimuti oleh qi yang kuat. Masing-masing dari mereka memiliki tipe qi yang berbeda walaupun sebenarnya Lin Yan telah mengetahui cara menggunakan qi Cahaya meskipun itu hanya untuk membuat Formasi.
Sebelum Lin Yan berkultivasi, ia telah mencapai tingkat Alam Raja tahap ketiga. Selama dua hari sebelumnya, ia telah menembus tingkat Alam Raja tahap keempat. Dan ketika dirinya sudah berkultivasi selama lima hari, qi-nya tampak hendak meledak.
Percikan petir hitam terlihat jelas di tubuh Lin Yan. Akar Spiritual miliknya tampak lebih kuat dan bahkan tampak lebih gelap dari pada sebelumnya.
Tidak hanya sampai di situ, ketika Lin Yan mencerna qi dari Ikan Qi, tubuhnya di perkuat ke level yang baru. Manual yang ia oleh sudah mencapai ambang terobosan baru. Ini adalah yang di tunggu-tunggu olehnya sejak lama.
Deg! Deg! Deg!
Detak jantung Lin Yan terdengar sangat cepat ketika manual yang ia olah sudah berada diambang terobosan. Jaringan-jaringan ototnya saat ini pun di perkuat layaknya benang besi.
Xiao Ziya yang sudah selesai berkultivasi membuka matanya dan menatap ke arah Lin Yan. Ia telah menembus dua tahap selama lima hari dan ia terus berkultivasi karena Lin Yan tidak berhenti sama sekali.
“Tampaknya tubuhnya kali ini lebih kuat dari pada sebelumnya. Bahkan tanpa manual yang dia dapatkan di Lembah Naga, tubuh sejati Naga Hitam Kehancuran sudah kuat luar biasa. Meskipun Lin Yan adalah spesies campuran, tentu dia akan memperoleh Karateristik dari kekuatan tubuh Naga Hitam Kehancuran. Dan saat ini, dengan manual yang dia olah telah mencapai terobosan baru, kekuatan tubuhnya akan meningkat ke level lain.”
“Hanya dengan tubuh saja, mungkin tidak akan ada kultivator satu tahap diatasnya yang mampu bertahan dalam pertarungan langsung.” Xiao Ziya sungguh kagum dengan kekuatan tubuh dari Naga Hitam Kehancuran yang dianggap sebagai spesies legenda dan merupakan tertinggi di zaman kuno karena dapat menjadi seorang penguasa menggunakan garis darah tersebut.
Sementara itu, Xia Yue'er juga sama seperti Xiao Ziya. Ia membuka matanya dan langsung terbang perlahan sambil menatap terobosan Lin Yan yang tidak akan lama lagi terjadi.
Bom!
Ledakan Qi Petir Hitam pun menyebar ke segala arah. Bahkan untuk Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang mencoba bertahan agar tidak dihempaskan.
Tempat tersebut bergetar, tidak hanya itu, bahkan untuk lapisan tipis dari kristal yang merupakan sisa-sisa dari batu spiritual memiliki retakan karena hampir tidak mampu menahan ledakan qi hasil dari terobosan manual dan kultivasi Lin Yan.
Setelah ledakan qi tersebut, Lin Yan pun membuka matanya dan menampilkan senyum kecil di wajahnya.
“Lapisan pertama tingkat atas.” Gumam Lin Yan saat memeriksa tubuhnya yang telah menembus tingkat Alam Raja tahap kelima juga. Ia sadar bahwa jika manual Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga tidak menembus, mungkin kultivasinya akan tertahan walaupun begitu banyak sumber daya yang digunakan.
Ketika menembus tingkat Alam Raja tahap keempat sebelumnya, Lin Yan menyadari fakta tersebut dan mengambil resiko meningkat manual yang ia miliki ke tingkat baru. Dan sesuai dengan dugaannya, ketika manual yang ia olah telah menerobos, kultivasinya juga ikut menerobos.
Qi Petir Hitam terus menerus memercik dari tubuhnya. Lin Yan merasakan perasaan berbeda kali ini, ini adalah perasaan mabuk akan kekuatan dan ia pun mencoba menekannya. Ia sangat paham bahwa hal itu berasal dari garis darah miliknya.
Setelah itu, Lin Yan pun menatap ke arah Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang menatapnya dengan seksama karena ketika terobosan manual miliknya sebelumnya membuat getaran tertentu yang mencoba menekan siapa saja yang berada di sekitarnya.
Xia Yue'er yang penasaran pun terbang ke bahu Lin Yan lalu bertanya, “Apa itu tadi Lin Yan?”
“Hm? Apa maksudmu?” Tanya Lin Yan penasaran. Ia memang merasakan bahwa dirinya tiba-tiba haus akan kekuatan, tetapi itu hanya sesaat karena ia dapat menekannya.
“Apa kau tidak mengingat sesuatu?” Tanya Xia Yue'er lagi dengan mata berkedip beberapa kali. Ia tentu sangat penasaran apa sebenarnya yang ada di tubuh Lin Yan. Ia telah melihatnya beberapa kali ketika mereka melakukan fusi walaupun itu hanya secara samar.
Lin Yan semakin bingung karena tidak tau harus menjawab apa karena memang ia tidak mengetahuinya.
“Lupakan soal ini. Apakah kau tidak ingin mengambil Buah Abadi? Kemungkinan buah itu tidak akan lama lagi muncul.” ucap Xiao Ziya. Ia tentu tau apa itu sebenarnya walaupun ia sedikit terkejut bahwa kekuatan garis darah Lin Yan lebih kuat dari yang ia duga. Ia mengerti bahwa itu berkaitan dengan manual yang diolah oleh Lin Yan juga.
“Ya. Kita sudah berkultivasi selama hampir enam hari. Mungkin Buah Abadi akan segera muncul karena Dai Mubai mengatakan bahwa Buah Abadi akan terlihat dalam waktu satu minggu paling tidak.” Lin Yan mengangguk kecil dengan kata-kata Xiao Ziya.
Karena mereka sudah sepakat, Lin Yan pun langsung melesat menembus sisa batu spiritual tipis yang membentuk goa bawah air tersebut dan mengabaikan Xia Yue'er yang selalu bertanya karena penasaran. Xiao Ziya di sisi lain hanya mengikuti Lin Yan tanpa berkomentar.
Rasa penasaran tentang Buah Abadi yang akan dilempar ke Sungai Abadi oleh seseorang akan ia ketahui ketika ia melihat qi seperti apa yang mengelilingi Buah Abadi itu nantinya.
**
Di tempat yang sangat jauh dari Sungai Abadi, tepatnya di perbatasan Kota Han dan Kota Neraka, getaran kuat terjadi. Qi yang tampak sangat besar pun membuat daerah bebatuan di tempat itu melayang ke udara.
Duar!
Ledakan besar terjadi dan permukaan tanah tampak meledak.
Sosok binatang roh perkasa pun terlihat. Ia adalah bintang spiritual berbentuk serigala berwana hitam setinggi hampir enam meter.
Di puncak binatang spiritual tersebut, terlihat sosok pria yang mendekati usia paruh baya yang memasang senyum puas diwajahnya.
“Aku tidak menyangka bahwa kultivasiku akan langsung melompat ke tingkat Alam Kaisar tahap kesembilan hanya dalam sekali jalan.” Pria tersebut berbicara dengan nada bersemangat.
Senyum diwajahnya pun semakin lebar dan bergumam, “Sudah waktunya untuk pergi ke Kota Neraka! Tuan muda pasti masih berada di sana.”
Pria tersebut tentu adalah seseorang yang dikenal oleh Lin Yan, dia tidak lain adalah Canglan yang telah selesai menyembuhkan luka lama yang ada di Akar Spiritual miliknya.
Wusssh!
Canglan pun mengendalikan Wayang miliknya dan melesat ke arah Kota Neraka berada.