Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 175 - Percakapan



Lin Yan dan Gu Yin mengikuti Lei Wang ke sebuah tempat. Tidak lama kemudian, mereka tiba disebuah pondok bambu sederhana yang memiliki taman sederhana juga.


Sesampainya di dalam, Lei Wang mempersilahkan Lin Yan dan Gu Yin duduk.


Tidak lama kemudian, Xiao Ya datang membawa teh yang terbuat dari herbal di sebuah cangkir yang terbuat dari bambu.


“Nikmatilah teh ini.” ucap Lei Wang dan menyesap tehnya.


Lin Yan dan Gu Yin pun melakukan hal yang sama.


Lin Yan sangat suka dengan aroma teh itu. Juga, rasanya membuatnya seperti ketagihan.


Sementara Gu Yin merasa mual ketika mencicipi teh tersebut karena hanya para manusia campuran dengan binatang roh lah yang menyukai teh seperti itu.


Lei Wang dan Xiao Ya mengabaikan Gu Yin yang tampak sedikit pucat saat meminum teh karena mereka sudah tau hal seperti itu akan terjadi.


Di sisi lain, Lin Yan tampak bingung kenapa Gu Yin tidak suka teh itu padahal ia sangat menyukainya.


“Baik, aku akan mengatakan beberapa hal saat ini. Pertama, kau sudah tidak sadarkan diri selama setengah tahun dan dalam waktu itu, banyak hal yang terjadi di Kerajaan Bintang.” ucap Lei Wang.


Wajah Lin Yan menjadi serius mendengarnya, ia sedikit terkejut bahwa dirinya tidak sadarkan diri selama setengah tahun. Ia tetap diam dan menunggu Lei Wang melanjutkan.


Melihat Lin Yan yang hanya diam, Lei Wang pun menjelaskan semua secara rinci apa yang terjadi di Kerajaan Bintang karena tentu saja ia menyuruh salah satu bawahannya untuk mengumpulkan setiap informasi baru di Kerajaan Bintang.


Mendengar semua itu, wajah Lin Yan berubah sedikit dingin ketika mendengar tentang klan Gu yang diserang oleh klan Long dan Sekte Naga Langit.


Gu Yin yang sudah mendengar berita itu sebelumnya pun masih merasa marah. Ia tidak menyangka bahwa Kerajaan Bintang dan Sekte Naga Langit akan sangat tercela.


“Itu adalah berita pertama. Dan, aku ingin kau tinggal di sini selama setengah tahun lagi sebelum pergi keluar. Kau tidak bisa mengendalikan kekuatan yang ada di dalam tubuhmu sama sekali dan itu berakibat fatal jika kau mencoba mengamuk. Apa kau tau bahwa kau memiliki garis darah binatang roh di dalam tubuhmu?” Tanya Lei Wang.


Lin Yan tampak merenung. Sedari kecil, ia selalu merasa ada keakraban tertentu ketika ia bertemu dengan binatang roh seolah-olah ia hendak menunjukkan dirinya memiliki kelas lebih tinggi.


Karena Lin Yan tampak berpikir, Lei Wang dan Xiao Ya sudah menduga-duga bahwa Lin Yan memang merasakan sesuatu tentang hal itu.


“Dan darah binatang roh yang ada di tubuhmu adalah salah satu yang teratas yang pernah ada. Aku tidak bisa menjelaskannya karena aku pun tidak terlalu yakin. Namun, satu hal yang harus kau ketahui, jika kau membiarkan dirimu dikuasai oleh amarah, tubuhmu semakin lama akan semakin tidak mampu menampung kekuatan besar yang tiba-tiba muncul entah dari mana.”


“Hal itu biasa terjadi terhadap manusia berdarah campuran dengan binatang roh. Namun kasusmu sedikit berbeda karena kekuatanmu akan meningkat dalam jumlah puluhan kali lebih besar dari pada yang lainnya. Itulah tanda bahwa darah yang mengalir di nadimu sangatlah kuat.”


“Karena kau adalah jenis yang sama dengan kami, tentu aku tidak akan membiarkan kau mati begitu saja. Lagi pula, inilah saat yang tepat bagimu untuk mempelajari cara mengendalikan kekuatan yang sudah terbangun di tubuhmu walaupun aku menebak itu hanya sekitar 10% saja!” ujar Lei Wang.


Lin Yan terkejut bahwa itu hanya sekitar 10% saja. Jika itu terbangun semuanya, seberapa besar kekuatan yang bisa ia keluarkan? Ia tidak bisa memikirkannya sama sekali.


“Dan kali ini, aku memintamu untuk tinggal di sini selama setengah tahun agar kau bisa mengendalikan kekuatanmu. Terakhir kali, amarahmu lah yang mengendalikanmu. Dan ini adalah sesuatu yang salah pada spesies seperti kita.”


“Ketika kau bisa mengendalikan emosimu, kau pasti akan bisa mengendalikan kekuatanmu dan perlahan-lahan menariknya dari dalam tubuhmu. Ini adalah latihan yang sangat berat untuk manusia campuran seperti kita.”


“Dan itu tergantung padamu untuk bisa mencapainya atau tidak!” Lanjut Lei Wang.


Lin Yan terdiam mendengarnya. Ia mengerti ketika ia sangat marah, emosinya lah yang mengendalikannya dan tampak ia hanya bergerak dengan insting saja.


“Bisa aku bertanya satu hal?” Tanya Lin Yan.


“Silahkan.”


“Kenapa kau begitu bermurah hati melakukan ini kepada kami?” Tanya Lin Yan.


Lei Wang menghela nafas mendengar apa yang di tanya oleh Lin Yan.


“Kau tau, Daratan Utara adalah tempat terpencil di dunia ini. Aku mendengar semua itu dari klan kuno Zhu, di luar sana, sangat banyak yang mirip dengan kita, manusia berdarah campuran dengan binatang roh. Tetapi, di Daratan Utara, kita hampir punah dan hanya menyisakan enam dan dirimu menjadi tujuh.”


“Dan aku melakukan ini semua agar kau suatu hari nanti bisa keluar dari Daratan Utara dan menemukan mereka semua yang memiliki kesamaan dengan kita.”


“Aku tidak tau cara untuk keluar dari Daratan Utara, hanya klan Li yang memiliki cara tersebut selain dari klan kuno Zhu yang telah menghilang dari Lembah Naga. Tetapi aku tidak akan bisa memaksa klan Li untuk berbicara karena organisasi di belakang mereka bukan sesuatu yang bisa di provokasi. Itulah sebabnya aku menaruh harapan ini padamu, dan jika memungkinkan, kau harus membawa kelima dari mereka untuk keluar dari Daratan Utara.” Lei Wang menjelaskan.


Lin Yan langsung mengerti. Ia paham bahwa Lei Wang sangat ingin keluar dunia luar, tetapi dia sudah terlalu tua dan tidak mungkin lagi, dan untuk lima lainnya yang merupakan manusia campuran masih memiliki banyak waktu, serta dengan koneksi dirinya dengan klan Li, Lei Wang sadar bahwa kesempatan itu ada pada Lin Yan.


“Baik, itu tidak masalah sama sekali. Ketika aku keluar dari Daratan Utara, jika memang bisa, aku pasti akan membawa mereka bersamaku.” Lin Yan pun membuat janjinya.


Lei Wang tersenyum mendengarnya. Ia pun melihat ke arah Gu Yin sekali lagi.


“Dan tentang Gu Yin..” Lei Wang mengentikan kata-katanya yang membuat Lin Yan sedikit heran dan menatap ke arah Gu Yin.


“Ada apa dengan Yin'er?” Tanya Lin Yan heran sambil menatap Gu Yin dengan seksama.


“Dia memiliki sesuatu yang aneh pada Akar Spiritualnya. Itu berevolusi setelah aku memeriksanya dengan cermat. Kekuatannya tumbuh sangat cepat dan itu sedikit meresahkan.”


“Namun, itu semua karena qi milikmu.” ucap Lei Wang.


“Maksud anda?” Tanya Lin Yan serius.


Lei Wang terdiam dan Xiao Ya hanya menatap Gu Yin dengan tatapan aneh dari waktu ke waktu.


Setelah beberapa saat diam, Lei Wang pun membuka suara kembali, “Ketika mencapai tingkat tertentu, kekuatan Gu Yin akan berhenti tumbuh dan tidak bisa berkembang kembali. Tetapi, itu akan berbeda jika kau terus memasok qi milikmu yang sangat misterius ke dalam tubuh Gu Yin dengan cara, melakukan kultivasi ganda.”