
Kota Neraka
Colosseum
“Apa yang terjadi? Sungguh tidak terduga sama sekali bahwa Lin Yan yang awalnya seorang Spiritualis Dunia juga merupakan seorang Demi-Human!” Wasit berteriak keras untuk memeriahkan suasana.
Sementara itu, di arena, terlihat Lin Yan yang bergerak dengan kecepatan tingginya layaknya sebuah petir hitam yang menyambar ke arah Chu Wen.
“Sial! Dia sangat cepat!” Batin Chu Wen karena kecepatan Lin Yan kini berada diatasnya.
Tanpa membuang waktu, Chu Wen pun melesat dengan kecepatan penuhnya.
Blar!
Keduanya pun bentrok secara langsung.
Tring! Tring! Tring!
Benturan demi benturan pun terdengar. Kecepatan keduanya terlihat sangat tinggi dan bahkan tidak mampu diikuti oleh para kultivator tingkat Alam Raja tahap kedua.
“Gawat.. Chu Wen sedang ditekan!” Anggota Klan Chu berkata dengan nada muram ketika melihat pertarungan di arena.
“Ya. Sungguh tidak diduga bahwa dia adalah seorang Demi-Human yang memiliki kekuatan besar seperti para anggota Klan Xiao! Tetapi dia pasti bukan anggota Klan Xiao karena nama depannya adalah Lin.” Anggota Klan Chu lainnya melanjutkan juga.
Sementara itu, anggota cabang Klan Yao pun memasang wajah jelek juga.
“Hei, apakah dia anggota Klan Xiao?”
“Tidak tau! Meskipun dia bukan, Klan Xiao akan mencoba untuk merekrutnya apa lagi bentuknya itu terlihat sangat mendominasi!”
“Ya. Dia bukanlah Demi-Human biasa! Dan kekuatannya juga bertambah sangat banyak ketika memasuki mode itu!”
Beberapa anggota Klan Yao semakin muram ketika membahas tentang Lin Yan.
Pertarungan terus berlanjut. Saat ini terlihat Lin Yan yang sedang melesat dari langit ke arah bawah seperti sebuah meteror sekaligus mengayunkan tombaknya.
Blar!
Ledakan dahsyat terjadi dan petir hitam menggelegar ke segala arah hampir menutupi seluruh arena pertarungan.
Bussssh!
Terlihat Chu Wen yang menjauh dari ledakan itu. Wajahnya saat ini terlihat sangat pucat karena prediksinya memang benar bahwa kekuatan Lin Yan memang sudah berada diatasnya.
“Jika seperti ini, aku akan kalah!”
“Tidak! Aku tidak mungkin kalah melawan Demi-Human dengan dua tahap kultivasi di bawahku!” Batin Chu Wen saat mengeluarkan sebuah pil dari cincin ruang miliknya lalu menelannya.
Wusssh!
Terlihat Lin Yan yang melambaikan tombaknya yang membuat debu-debu beterbangan ke segala arah. Ia menyipitkan matanya ketika melihat Chu Wen menelan sesuatu.
“Oh? Apakah ini akan mendekati akhir pertarungan? Tampaknya Chu Wen menggunakan pil penguatan dengan mengorbankan esensi darahnya!” Teriak wasit cukup keras di langit.
Mendengar itu, Lin Yan memasang wajah lebih serius apalagi ketika Chu Wen terlihat dikelilingi oleh qi berwana hijau bercampur merah.
“Kau memaksaku menggunakan ini bocah!” ucap Chu Wen dingin ketika beberapa bagian permukaan kulitnya terlihat urat-urat tebal. Pil yang ia cerna sebelumnya mampu mengeluarkan potensi tubuh melebihi batas tetapi memakan harga yang lumayan mahal yaitu esensi darah yang merupakan sumber kekuatan lain selain dari Akar Spiritual akan di kikis perlahan.
Lin Yan tidak membalas sama sekali. Ia pun memutar Tombaknya beberapa kali lalu membuat kuda-kuda dengan tombak di arahkan ke belakang.
“Kau ingin menggunakan serangan terkuatmu karena tidak memiliki waktu bukan? Tunjukkan seperti apa kekuatanmu itu!” ucap Lin Yan acuh tak acuh ketika petir hitam tampak hendak meledak dari tubuhnya serta Tombak Pembunuh Naga diputari oleh petir hitam yang semakin lama semakin liar.
“Tampaknya kau mengetahuinya! Jika begitu, matilah!” Teriak Chu Wen dan melesat ke arah Lin Yan sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
“Badai Darah!”
Lin Yan pun tidak membuang waktu dan melesat juga.
“Formasi Penguatan!”
Dung!
Lin Yan pun menggunakan Formasi tanpa bantuan Xia Yue'er. Terlihat Tombak Pembunuh Naga saat ini dikelilingi oleh lingkaran Formasi yang membuat petir tampak lebih liar dari sebelumnya.
“Teknik Pembunuh Naga!”
“Ledakan Petir Surgawi!”
Lin Yan dan Chu Wen pun langsung muncul di jarak hampir dua meter dan mengayunkan senjata masing-masing ke arah musuh.
Duar!
Ketika kedua teknik bertemu, Colosseum pun bergetar beberapa detik. Ledakan qi tersebut melesat ke segala arah terutama ke arah langit karena menciptakan badai petir yang terus berputar-putar.
“Siapa yang menang?”
“Sudah pasti Chu Wen! Dia menggunakan pil itu!”
“Tetapi pemuda bernama Lin Yan itu juga bisa menang! Apa kalian tidak merasakan qi-nya yang terasa sangat besar sebelumnya?”
Para penonton pun berdiri dan saling berbicara bertanya-tanya siapa pemenang dari bentrokan tersebut.
Badai qi pun perlahan mereda serta debu perlahan turun lalu menampilkan dua sosok di tengah arena.
Li Hao yang menatap itu hanya tersenyum kecil karena sudah menduga bahwa pemenangnya adalah Lin Yan.
Di tengah arena, terlihat Lin Yan yang mengeluarkan sedikit darah di lengan kanannya. Di hadapannya saat ini terlihat Chu Wen yang sedang berlutut dengan kondisi mengenaskan.
“Chu Wen!” Teriak para anggota Klan Chu dan berniat memasuki arena tetapi banyak pengurus Colosseum menghalangi mereka.
“Apa itu tadi? Bagaimana bisa itu terjadi?” Anggota cabang Klan Yao pun melebarkan mata mereka ketika melihat kondisi Chu Wen.
“Uhuk..” Chu Wen memuntahkan seteguk darah lalu melihat ke arah kanan. Hampir setengah bagian tubuhnya telah lenyap dan pandangannya mulai kabur.
“Sial!” Batin Chu Wen saat perlahan kehilangan kesadarannya.
“Kau cukup membuatku kesulitan! Tetapi aku tidak akan menunggu kau mati karena itu tidak menyenangkan sama sekali. Ini adalah Colosseum di dunia kultivator yang kejam dan kalian anggota Klan Chu mencoba menantangku terus-menerus! Matilah!” Gumam Lin Yan saat membuat kuda-kuda melempar tombaknya.
Wusssh!
Jleb!
Chu Wen melebarkan matanya saat tombak Lin Yan menusuknya lalu membawanya ke tempat yang sangat jauh.
Bom!
Chu Wen pun mengenai pinggiran arena dan tewas sambil melekat di dinding arena karena tombak Lin Yan.
“Bajingan!” Teriak para anggota Klan Chu saat melihat bahwa Lin Yan berniat memberi Chu Wen kepada binatang roh yang ada di dalam air.
Lin Yan melirik ke arah kelompok Klan Chu dan senyum kecil menghiasai wajahnya. Ia pun mengarahkan lengannya ke depan dan menarik Tombak Pembunuh Naga.
Tring!
Suara dentingan terdengar ketika Lin Yan menangkap Tombak Pembunuh Naga dan Chu Wen pun terjatuh ke dalam air lalu di mangsa oleh para binatang roh.
“Sungguh tidak terduga! Pemenangnya adalah Lin Yan!” Teriak wasit di udara yang membuat banyak penonton bersorak keras karena penampilan Lin Yan yang sangat brutal. Itu sangat sesuai dengan bentuknya sebagai Demi-Human.
Lin Yan pun mengambil cincin ruang milik Chu Wen yang telah terjatuh karena bagian kanan tubuhnya sebelumnya telah hancur. Ia pun menyimpannya tanpa memeriksanya karena merasa pasti hanya sedikit benda yang mungkin menarik minatnya di dalam cincin ruang tersebut.
Setelah itu, Lin Yan mengarahkan tombaknya ke arah kelompok anggota Klan Chu.
“Apakah masih ada dari kalian yang ingin menyusulnya?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh.
Penonton pun diam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Itu adalah provokasi yang menyiratkan bahwa kelompok Klan Chu akan terbunuh juga ketika memasuki arena.
Dan Li Hao yang mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan pun menghela nafas panjang.
Wasit yang ada di langit pun tersenyum lebar lalu menambahkan minyak ke dalam api. “Apakah anggota Klan Chu akan berhenti menantang kuda hitam baru? Apakah masih ada dari mereka yang memiliki nyali menantang Lin Yan?”
Mendengar provokasi itu, wajah para anggota Klan Chu pun berubah ungu dan biru tetapi tidak ada yang berani melompat ke dalam arena.
Lin Yan yang menatap mereka semua diam pun menaikkan sudut bibirnya lalu melirik ke arah kelompok Klan Chi yang hanya diam juga.
“Wasit! Apakah tidak ada penantang lagi?” Tanya Lin Yan dengan nada acuh tak acuh.
Wasit menatap ke arah semua kultivator tingkat Alam Raja tahap ketiga ke bawah tetapi tidak ada yang berani maju sama sekali.
“Karena tidak ada yang berani menantang Lin Yan, maka sesuai peraturan pemenang di Colosseum bahwa Lin Yan mendapatkan lencana kemenangan yang bisa ditukar dengan beberapa benda tertentu di Paviliun Hadiah!” Teriak Wasit sekuat tenaga.
Para penonton pun bersorak karena sangat jarang pertarungan berhenti karena kebanyakan penerima tantangan akan tewas setelah di tantang empat sampai lima kali berturut-turut.