
Klan Gu
Lin Yan, Huan Caiyi dan Gu Yin kembali ke Klan Gu karena telah selesai dengan urusan mereka di Asosiasi Alkemis.
Huan Caiyi dan Gu Yin tidak bertanya tentang kenapa Lin Yan tidak tertarik menjadi seorang Kaisar karena memang sedari awal, Lin Yan pasti akan pergi ke Benua Saint untuk mencari keberadaan Kakek dan neneknya.
Sesampainya di Klan Gu, Lin Yan hanya beristirahat sejenak dan berkultivasi lagi untuk beberapa waktu sebelum Li Hu datang membawa apa yang ia inginkan.
Beberapa hari kemudian
Saat ini, terlihat Lin Yan, Huan Caiyi dan Gu Yin sedang berada di salah satu kediaman yang diberikan oleh Patriak Klan Gu kepada mereka.
Tidak lama kemudian, suara ketukan terdengar di pintu bangunan tersebut.
“Tuan Lin Yan, Patriak Klan Li ingin bertemu dengan anda.” Suara salah satu anggota Klan Gu berbicara dari balik pintu.
“Silahkan masuk.” ucap Lin Yan dan perlahan berdiri.
Pintu pun terbuka lalu Li Hu pun masuk ke dalam ruangan bersama dengan individu lainnya. Salah satunya adalah Patriak Klan Gu, yang lainnya adalah Di Tian dan yang terakhir membuat Lin Yan sedikit heran.
“Silahkan duduk.” ucap Lin Yan dengan senyum di wajahnya.
Li Hu, Patriak Klan Gu, Di Tian dan satu lagi pemuda pun duduk di seberang meja tempat Lin Yan duduk bersama dengan Huan Caiyi dan Gu Yin.
“Ini adalah sumber daya yang kau butuhkan. Ini adalah yang terbaik yang bisa kami berikan dan mungkin akan membantumu mencapai tingkat Alam Langit tahap kesembilan. Untuk istrimu, ada juga sumber daya yang cocok untuknya agar kultivasinya meningkat. Dan untuk Huan Caiyi juga ada.” ucap Li Hu dan memberikan cincin ruang kepada Lin Yan.
“Terima kasih. Maaf telah merepotkan.” Balas Lin Yan dan menerima cincin ruang dari Li Hu. Ia sangat mengetahui bahwa semua sumber daya tersebut pasti dikumpulkan dari berbagai belah pihak. Tanpa bertanya pun, ia tau bahwa sumber daya tersebut sangatlah berharga.
“Dan yang selanjutnya, kau pasti ingin mengetahui cara untuk pergi ke Benua Saint bukan?” Tanya Li Hu lagi yang membuat wajah Di Tian dan Patriak Klan Gu menakdi sangat serius.
“Ya. Itulah informasi yang sangat aku butuhkan.” Lin Yan mengangguk kecil.
“Baik, aku akan memberitahumu. Pertama untuk pergi ke sana hanya dengan terbang ke arah tertentu. Aku bisa memberikan arahnya tetapi tingkat kultivasimu belum mencukupi untuk melakukan itu.”
“Yang kedua, itu menggunakan alat transportasi. Tetapi, aku tidak yakin bahwa alat transportasi itu akan mampu mencapai lokasi Benua Saint. Itu disebabkan oleh waktu perjalanan ke sana sangatlah lama dan pasti akan ada malasah di tengah jalan. Rute yang diambil adalah lautan yang sangat luas dan berkabut.”
“Dan yang ketiga adalah, melalui gerbang teleportasi yang dimiliki oleh Asosiasi Alkemis! Namun itu tidak sempurna karena seseorang yang melewatinya akan terlempar secara acak. Tetapi aku yakin bahwa gerbang teleportasi itu membawa siapapun ke Benua Saint.” Li Hu menjelaskan.
Lin Yan terdiam mendengarnya karena cara itu berbeda dengan yang dikatakan oleh Guan Yu meskipun caranya sama. Di tempat tertentu, ada terdapat gerbang teleportasi yang menghubungkan Daratan Utara dengan Benua Saint.
“Baik, aku akan mempertimbangkannya. Aku juga mengetahui satu cara lainnya dan itu sama dengan gerbang teleportasi milik Asosiasi Alkemis. Namun aku tidak yakin apakah itu akan membawa ke tempat acak atau tidak.” Balas Lin Yan.
Alis Li naik sedikit ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan karena tidak menyangka bahwa akan ada gerbang teleportasi lainnya di Daratan Utara walaupun tidak diketahui apakah sama seperti milik mereka.
“Di mana lokasi gerbang teleportasi itu?” Tanya Li Hu penasaran karena ia ingin menganalisis gerbang teleportasi itu juga.
“Itu terletak di bawah tanah Bukit Segitiga.” Lin Yan pun memberitahu lokasi yang dikatakan oleh Guan Yu.
“Apa? Apakah ada gerbang teleportasi di bawah tempat ini?” Tanya Li Hu tidak percaya.
“Guan Yu?” Li Hu, Di Tian dan Patriak Klan Gu saling memandang ketika mendengar nama Guan Yu. Ketiganya tentu tau semenjak perang sebelumnya bahwa Guan Yu sangatlah tersembunyi.
“Ya. Dia bisa dengan mudah berpindah dari Daratan Utara ke Benua Saint karena level kekuatannya yang tidak bisa dipastikan.” Lanjut Lin Yan.
“Apakah dia sekuat itu?” Tanya Gu Yin penasaran karena ia tidak melihat secara langsung kekuatan Guan Yu.
“Ya. Dia kuat luar biasa, ketika dia menggunakan sebagian kecil kekuatannya, itupun sudah jauh melampaui tingkat Alam Raja tahap kedua sekalipun.” ucap Lin Yan serius.
“Jika dia sekuat itu, kenapa dia tidak menghentikan perang?” Tanya Di Tian tidak senang dengan sikap Guan Yu.
“Aku tidak tau. Ayo kita lihat gerbang teleportasi yang ada di bawah Bukit Segitiga ini.” Lin Yan pun perlahan berdiri karena ia tentu tau jalan menuju ke tempat tersebut.
Semua yang ada di sana mengangguk kecil dan mengikuti Lin Yan yang perlahan berjalan ke arah luar ruangan.
Beberapa jam kemudian, mereka pun tiba di tengah-tengah Bukit Segitiga. Tempat itu terlihat seperti sebuah lembah yang sangat indah dengan sungai dan danau kecil.
Di sekitar danau, terlihat sebuah air terjun dari aliran sungai yang tidak besar tersebut.
“Di sini tempatnya.” ucap Lin Yan saat menatap ke arah air terjun yang tampak indah.
“Hm? Kenapa aku tidak bisa merasakan apa-apa di air terjun ini?” Li Hu pun mengerutkan keningnya.
“Ya. Air terjun ini dilapisi oleh Formasi khusus yang sudah ada sejak dahulu kala. Dari perkataan Guan Yu, bahkan untuk dia pun tidak bisa menghancurkan Formasi. Tetapi, ada kunci tertentu di tempat ini yang bisa membuka jalan ke dalam. Jika tidak menggunakan cara itu, siapapun yang masuk ke air terjun hanya akan masuk ke gua biasa.” ucap Lin Yan lalu mengeluarkan sebuah pedang lalu melemparnya ke arah tertentu.
Jleb!
Pedang yang di lempar oleh Lin Yan masuk ke dalam air pinggiran danau dan langsung mengenai sebuah batu berwarna putih berdiameter setengah meter dan tampak sangat biasa.
Namun, yang membuat mereka terkejut, pedang itu tampak masuk sepenuhnya ke dalam batu tetapi tidak terlihat bekas tusukan apapun.
Drrrrtttt!
Tidak lama kemudian, air terjun tersebut pun tampak terbelah dengan sendirinya yang membuat semua yang ada di sana terkejut.
Bahkan Lin Yan yang menatap adegan tersebut pun menaikkan sudut bibirnya.
“Ayo kita masuk.” Lin Yan pun perlahan melayang ke arah jalan yang telah terbuka. Jalan masuk ke dalam tampak seperti sebuah gua yang diciptakan dengan sangat rapi. Siapapun tau bahwa gua itu tidak tercipta secara alami.
Semuanya pun mengikuti Lin Yan. Tetapi, ketika mereka melewati air terjun tersebut, air terjun kembali ke posisi semula dan daerah sekitar mereka tampak berubah drastis.
“Ini..” Li Hu, Patriak Klan Gu dan Di Tian terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Bahkan untuk Huan Caiyi dan Gu Yin pun melebarkan matanya karena tidak menyangka bahwa akan ada tempat seperti itu di balik air terjun.
“Sungguh menarik..” Gumam Lin Yan dengan senyum kecil ketika menatap tempat tersebut.