
Kata-kata Lei Wang membuat Gu Yin membatu dan wajahnya semerah tomat saat ini. Ia langsung membayangkan adegan panas di dalam kepalanya yang membuat kepalanya tampak mengeluarkan uap.
“Kultivasi ganda? Apa itu?” Tanya Lin Yan karena baru kali ini mendengar istilah berkultivasi ganda, yang artinya berkultivasi bersama.
Bahkan kakek dan neneknya tidak pernah mengajarkan apa itu kultivasi ganda sama sekali.
“Yin'er, kenapa wajahmu merah? Apakah kau sakit?” Tanya Lin Yan bingung dan menyentuh dahi Gu Yin dan itu terasa sangat panas saat ini.
Lei Wang terdiam mendengar kata-kata Lin Yan sementara Xiao Ya memiliki wajah yang bergerak-gerak karena tidak tau harus merespon apa.
“Karena kau tidak tau, aku akan menjelaskan apa itu kultivasi ganda.” Lei Wang pun menjelaskan semua yang ia ketahui.
Ketika Lin Yan mendengarnya, ia mengerti mengapa wajah Gu Yin sangat merah saat ini. Ia pun merasa sedikit malu karena tidak menyangka bahwa kultivasi ganda akan melakukan permainan seperti itu.
“Bisa dikatakan, perkembangan kekuatan Gu Yin akan tergantung padamu. Pada titik tertentu, dia akan mengalami kemacetan dan membutuhkan qi milikmu.”
“Bisa dikatakan, ini adalah keberuntungan baginya. Dengan kecepatan kultivasinya, tidak akan heran jika dia akan melampaui kultivasimu suatu hari nanti. Namun, seperti yang aku katakan, di titik tertentu, Gu Yin membutuhkan dirimu untuk menembus belenggu yang mengikatnya.”
“Oleh karena itu, aku menyarankan agar kau mulai melakukan kultivasi ganda dengan Gu Yin ketika kalian berdua mencapai usia 16 tahun. Ini akan menjadi bentuk pencegahan agar tidak terjadi sesuatu pada tubuhnya.”
“Mungkin ini akan membuatnya bisa menerobos kemacetan suatu hari nanti meskipun kau tidak berada di sisinya.” Lei Wang menjelaskan.
“16 tahun?” Batin Lin Yan karena menghitung waktu ia tidak sadarkan diri, dalam waktu tiga bulan lagi ia akan berumur 16 tahun. Ia pun menatap ke arah Gu Yin untuk mencari tau apakah wanita itu keberatan atau tidak.
“Bagaimana menurutmu Yin'er?” Tanya Lin Yan penasaran. Karena menurutnya kultivasi ganda adalah pencegahan hal yang tidak diinginkan, maka akan lebih baik ia melakukannya dengan Gu Yin.
Wajah Gu Yin semakin panas karena itu tampak seperti Lin Yan mengajaknya untuk melakukan kultivasi ganda saat ini.
“Um, aku tidak keberatan sama sekali.” Bisik Gu Yin seperti suara nyamuk dan wajahnya semakin merah seperti hendak meneteskan darah.
“Baik, jika tidak ada masalah sama sekali, aku akan memberikan manual kultivasi ganda yang pernah aku temukan di suatu tempat ketika kalian sudah mencapai usia 16 tahun. Dalam waktu itu, aku akan mengajarimu tentang cara mengendalikan kekuatanmu.” Lei Wang pun tidak membuang waktu dan langsung ingin melatih Lin Yan karena waktunya juga terbatas.
Ada alasan lainnya mengapa Lei Wang ingin melatih Lin Yan secepat mungkin, itu karena umurnya sudah tidak lama lagi dan hanya kelima bawahannya saja yang mengetahuinya.
Lin Yan pun langsung memasang wajah serius karena ia tentu paham bahwa mengendalikan kekuatannya akan sangat penting untuk perkembangan masa depannya.
“Sebelum itu, apa kau tau tombak apa ini?” Tanya Lin Yan mengeluarkan tombak barunya dari cincin ruangnya.
“Aku merasakan keakraban tertentu darinya. Ini seperti sedari awal memang bagian dari diriku.” Lanjut Lin Yan dan menatap tombak berwarna biru muda bercampur hitam di tangannya.
“Xiao Ya, bawa semua buku sejarah tentangnya.” Perintah Lei Wang tetapi tidak mengatakan tentang Naga Hitam Kehancuran.
Tidak sampai lima menit kemudian, Xiao Ya kembali lalu mengeluarkan banyak buku dari cincin ruang miliknya.
Lei Wang pun tidak membuang waktu dan mengendalikan semua buku-buku itu menggunakan qi miliknya. Ia mencari informasi yang ia butuhkan dari ratusan buku yang di bawa oleh Xiao Ya yang membuat kediamannya sedikit penuh.
Setelah beberapa saat, Lei Wang terhenti lalu menyimpan semua buku kecuali untuk satu.
“Ini dia..” Lei Wang pun memegang buku yang terlihat sangat tua dan memiliki sampul berwarna hitam dengan tulisan-tulisan yang pernah di pelajari oleh Lin Yan dan itu sama dengan tulisan-tulisan yang ada di klan kuno Zhu.
Lei Wang membolak-balik halaman buku dan terhenti di satu halaman tertentu.
Tap!
Lei Wang menaruh buku di atas meja kecil dihadapannya dan di buku itu, terlihat sebuah tombak yang sama dengan yang dipegang oleh Lin Yan saat ini.
“Ini adalah tombak yang pernah digunakan oleh seseorang yang dijuluki sebagai Kaisar Manusia di zaman kuno.” ucap Lei Wang yang membuat Lin Yan tercengang.
Lin Yan langsung ingat tentang informasi yang terdapat di klan kuno Zhu tentang seseorang yang disebut sebagai Kaisar Manusia. Itu langsung mengingatkannya terhadap kulit Naga peninggalan sejarah di dalam jurang.
“Tidak ada catatan tentang kualitas tombak yang kau pegang saat ini. Dan di sini, hanya ada tertera seseorang yang mampu menggunakan kekuatannya adalah seseorang yang terpilih, pengguna qi..” Lei Wang terhenti karena baris tersebut telah terhapus.
“Tidak ada qi apa itu dicatat karena tampaknya seseorang dengan sengaja menghapusnya atau sedari awal qi itu memang dirahasiakan.” Lanjut Lei Wang sedikit bingung.
“Dan yang terakhir, tombak ini dinamai sebagai..”
“Tombak Pembunuh Naga!”
Kata-kata Lei Wang membuat Lin Yan menyipitkan matanya dan menatap dengan seksama ke arah tombak yang ada di tangannya.
“Tombak Pembunuh Naga? Jika ini diciptakan untuk membunuh Naga, kenapa Kaisar Manusia yang merupakan sosok yang bisa berubah ke bentuk Naga menggunakannya? Apakah di zaman dulu banyak pertarungan antara Naga yang terjadi sehingga tombak ini diciptakan?” Batin Lin Yan penuh pertanyaan.
Juga, Lin Yan tidak menyangka bahwa tombak karatan yang ia temukan di Sekte Naga Langit memiliki sejarah yang hebat. Alasan lainnya, kenapa tombak itu bekerja dengan qi-nya? Apakah karena tombak itu memilihnya seperti yang dicatat di dalam buku tua?
“Hanya itu informasi yang ada di dalam buku ini. Tampaknya memang keberuntungan bagimu untuk menemukan senjata yang pernah digunakan oleh Kaisar Manusia di zaman kuno.” Lei Wang juga sedikit terkejut karena tentu paham bahwa sosok yang dikatakan sebagai Kaisar Manusia pastilah seorang yang kuat kuat biasa.
“Siapa itu Kaisar Manusia?” Tanya Gu Yin penasaran karena merasa gelar itu begitu mendominasi.
“Tidak banyak catatan tentangnya di dalam sejarah. Dan hanya beberapa yang mengetahui tentang Kaisar Manusia secara keseluruhan. Kaisar Manusia adalah penguasa satu-satunya di zaman kuno. Hanya itu yang aku ketahui,” ucap Lei Wang sambil menggelengkan kepalanya.
Mata Gu Yin sedikit cerah dan menatap Lin Yan dengan tatapan bersemangat walaupun tidak ada yang menyadarinya. “Jika itu milik Kaisar Manusia di zaman kuno dan Tombak Pembunuh Naga memilih Lin Yan, artinya di masa depan, Lin Yan ku akan menjadi Kaisar Manusia selanjutnya!” Batinnya senang.