
Sungai Abadi
“Kau..” Anggota Sekte Mayat yang menatap ke arah Dai Mubai pun sangat marah.
Di sisi lain, Lin Yan menghargai Dai Mubai karena tampaknya tidak memiliki ketakutan melawan banyak kultivator kuat dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap Kedelapan.
“Jiwa Pelahap Raja Naga!”
Naga hitam besar muncul dan langsung melempar tombaknya ke arah para kultivator tingkat Alam Raja tahap kedelapan.
Jleb!
Satu lagi dari mereka tewas. Karena tekanan dari Xiao Ziya serta dengan serangan pengalihan dari Xia Yue'er, dia sama sekali tidak mampu untuk mengindari.
Lin Yan juga langsung bergerak ke arah kultivator lainnya yang lemah. Hanya lima Kultivator diantara mereka yang memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kesembilan.
Xiao Ziya yang masih mempertahankan Formasi pun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi saat sabit hitam muncul di lengan kanannya.
Sraing!
Ketika Xiao Ziya mengayunkan sabitnya yang telah di kelilingi oleh Formasi, ia pun langsung membelah salah satu kultivator di tempat tersebut.
Bahkan Xia Yue'er dan Dai Mubai yang bergerak juga berhasil menghabisi kultivator lainnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan semua itu tentu dengan bantuan Xiao Ziya yang dapat dengan mudah menekan kultivator tingkat Alam Raja tahap kedelapan.
“Bajingan!” Tetua Ketiga Sekte Wayang pun melesat ke arah Lin Yan dengan sangat marah karena merasa dirinya telah dipermainkan dan semua anggota Sektenya telah binasa kecuali untuk Tetua Keempat yang memiliki kekuatan yang hampir sama dengannya.
Menatap Tetua Ketiga Sekte Wayang yang mengayunkan pedangnya bersama dengan Wayangnya bersamaan, Lin Yan tentu tidak santai.
Lin Yan pun mengayunkan Tombak Pembunuh Naga ke arah Tetua Ketiga Sekte Wayang serta mengendalikan naga hitam untuk melawan Wayang Tetua ketiga tersebut.
Trang!
Bussssh!
“Kau..” Tetua Ketiga terkejut saat menatap ke arah Lin Yan yang mampu memblokir serangannya dengan mudah. Ia juga dapat merasakan tekanan yang sangat besar karena ketangguhan tubuh Lin Yan yang tidak masuk akal. Juga, naga hitam yang tercipta melalui qi membuatnya semakin memasang wajah jelek karena itu tampak mirip dengan Wayang.
Sementara itu, Dai Mubai langsung bentrok dengan Tetua Keempat Sekte Wayang. Meskipun ia seorang diri, ia dapat menandingi satu tahap kultivasi diatasnya dan bahkan mengunggulinya. Karena adanya Wayang Tetua Keempat Sekte Wayang, ia juga mengalami kesulitan walaupun mungkin mereka terlihat setara.
Xiao Ziya di sisi lain bekerja sama dengan Xia Yue'er melawan dua kultivator dari Sekte Mayat. Karena dirinya menggunakan qi Kematian, tidak akan sulit untuk menandingi mereka semua karena Mayat itu akan mengalami penurunan kekuatan yang sangat besar dengan qi Kematian.
Dan untuk kultivator bebas yang memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kesembilan pun memasang wajah muram ketika melihat semua pertarungan tersebut. Karena tau bahwa tidak mungkin lagi mengambil keuntungan, ia langsung pergi dari tempat itu karena tau bahwa jika kelompok Lin Yan berhasil membunuh salah satu dari mereka, ia akan dalam bahaya besar. Ia tidak mau lagi mempertahankan nyawa karena Buah Abadi sudah lenyap dikonsumsi oleh Lin Yan.
“Siapa kau?” Tetua Ketiga Sekte Wayang tidak bisa tidak bertanya karena tampaknya kali ini mereka menendang besi. Ia tidak pernah melihat kultivator dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap keenam mampu melawan kultivator tingkat Alam Raja tahap kesembilan secara seimbang.
“Apakah itu penting?” Tanya Lin Yan dengan sudut bibir melengkung sedikit. Ia pun langsung mengarahkan tangan kirinya dan memuat sebuah Formasi.
“Formasi Cahaya, Ledakan Cahaya!”
Mata Tetua Ketiga Sekte Wayang melebar saat merasakan qi teramat kuat hendak meledak. Ia pun langsung menggunakan teknik pertahanan miliknya untuk bertahan.
Duar!
Ledakan Cahaya langsung menelan Tetua Ketiga Sekte Wayang menjauh.
Saat ledakan cahaya mereda, terlihat Tetua Ketiga Sekte Wayang yang saat ini menyilangkan kedua lengannya. Ada jejak asap di kedua lengannya tanda bahwa serangan Lin Yan sebelumnya memiliki sedikit efek. Dengan teknik pertahanan yang dimilikinya, ia hanya menerima sedikit rasa sakit.
Tatapan Tetua Ketiga Sekte Wayang tertuju pada Wayang miliknya yang ditekan oleh naga hitam ciptaan Lin Yan. Ia masih bertanya-tanya saat ini apakah naga hitam itu sebuah Wayang atau tidak.
“Siapa sebenarnya bocah ini? Dia adalah Demi-Human! Apakah dia anggota Klan Xiao? Jika ya, maka kami telah mencoba mengusik seseorang yang berbahaya. Dia masih sangat muda dan para jenius Klan Xiao memang banyak seperti dia yang telah mencapai tingkat Alam Raja Tahap Keenam di usia hampir 18 tahun.” Batin Tetua Ketiga Sekte Wayang dengan wajah yang sangat muram. Jika sedari awal ia melihat Lin Yan memasuki bentuk setengah naga, ia mungkin tidak akan terlalu memaksakan dirinya untuk bergerak melawan Lin Yan.
“Hal itu tidak penting saat ini! Tampaknya dia tidak akan membiarkanku lolos! Tidak ada kultivator lainnya di sini saat ini! Ketika aku menghabisinya, walaupun mungkin dia anggota Klan Xiao, semuanya akan bisa disembunyikan!” Batin Tetua Ketiga sekali lagi saat membuat kuda-kuda menyerang dengan satu pedang.
Menatap Tetua Ketiga Sekte Wayang yang akan serius, Lin Yan menaikkan sudut bibirnya.
Tombak Pembunuh Naga di tangannya berdengung keras saat dilapisi oleh qi Petir Hitam bercampur dengan Petir Merah.
Wajah Tetua Ketiga Sekte Wayang semakin masam ketika melihat aura petir merah yang menyelimuti Tombak Pembunuh Naga Lin Yan. Ia sangat sadar bahwa itu adalah Qi Raja. Ia saat ini sangat paham kenapa Lin Yan tampaknya sangat kuat di tingkat kultivasi seperti itu.
Tetua Ketiga Sekte Wayang yakin bahwa ketika Lin Yan mencapai tingkat Alam Kaisar, dia pasti masih bisa menghabisi kultivator dua tahap lebih kuat diatasnya. Dan ketika mencapai tingkat Alam Sage, dia akan mampu melawan satu tahap lebih tinggi ataupun mungkin menghabisi mereka. Para pengguna qi Raja tidak ada yang sederhana sama sekali. Sebagian besar dari mereka akan tumbuh mencapai tingkat luar biasa jika tidak terbunuh di tengah jalan.
Lin Yan yang menatap Tetua Ketiga Sekte Wayang tidak jadi menyerang karena suatu alasan, tidak membuang waktu sama sekali. Ia mengangkat Tombak Pembunuh Naga ke arah langit lalu mengayunkannya ke arah musuh.
“Tombak Petir Suci!”
“Gaya Kedua, Ledakan Tombak Petir!”
Blar!
Petir hitam melesat ke arah Tetua Ketiga Sekte Wayang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Bajingan merepotkan!” Batin Tetua Ketiga Sekte Wayang saat mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan.
“Tebasan Api Pemusnah!”
Sraing!
Bilah qi berwana merah yang memancarkan aura panas dan membuat udara berdenyut disekitarnya pun melesat ke arah serangan yang dilancarkan oleh Lin Yan.
Blar!
Kedua serangan saling berbenturan dan lenyap di tempat.
Sebelum tabrakan terjadi, Lin Yan telah menggunakan teknik Langkah Pemisah Bulan. Ia muncul tepat di jarak hampir lima meter dari Tetua Ketiga Sekte Wayang sambil mengayunkan tombaknya.
“Jangan mengira bahwa kau mampu mengalahkanku bocah!” Teriak Tetua Ketiga Sekte Wayang yang bereaksi sangat cepat ketika Lin Yan muncul di dekatnya.
Trang!
Ketika benturan terjadi, keduanya menarik Senjata masing-masing lalu menyerang secara bersamaan.
Trang! Trang! Trang!
Pedang dan tombak saling berbenturan setiap detik. Keduanya terus melancarkan serangan mematikan ke arah musuh masing-masing.
Tetapi Tetua Ketiga Sekte Wayang saat ini memasang wajah yang sangat muram. Tentu ia merasa dirinya saat ini ditekan dan tekanan itu berasal dari kekuatan tubuh Lin Yan serta Qi Raja milik Lin Yan.