
Bam!
Pukulan telapak tangan Lin Yan ke arah perut Gu Lang telah lapisi oleh qi Petir Hitam yang berfungsi sebagai kekuatan perusak.
“Uhuk..”
Gu Lang memuntahkan sesuap darah saat telapak tangan Lin Yan menghantam tepat di perutnya dan itu tepat pada sesuatu yang mempertahankan basis kultivasinya. Biasanya, cara seperti sangat sulit dilakukan jika qi penyerang tidak memiliki sifat yang menghancurkan.
Di sisi lain, Lin Yan memiliki qi Petir Hitam yang sangat merusak. Serta, dengan keahliannya menggunakan qi seperti menggunakan teknik Tinju Gelombang kejut, qi Petir Hitam yang ia lancarkan untuk menyerang Gu Lang langsung masuk ke dalam tubuhnya, dan tepat mengenai ke Akar Spiritual yang terhubung ke seluruh jaringan meridian utama berkultivasi.
Dengan kata lain, Lin Yan saat ini mencoba menghancurkan basis kultivasi Gu Lang dengan cara menghancurkan akar Spiritualnya secara paksa menggunakan qi miliknya.
Zhung!
Gu Lang terpental sangat jauh ke arah kejauhan dengan wajah pucat karena menyadari apa yang sedang terjadi.
Bom!
Tubuh Gu Lang berbenturan kembali ke permukaan tanah lalu tenggelam ke dalam.
“Sialan! Aku akan membunuhmu!” Teriak Tetua Gu Rong saat menatap apa yang dilakukan oleh Lin Yan. Ia tidak menyangka bahwa Lin Yan akan sangat berani melumpuhkan basis kultivasi putranya.
Teriakan Tetua Gu Rong membuat semua anggota klan Gu terkejut. Mereka langsung menatap ke arah Tetua Gu Rong yang saat ini telah menerjang ke arah Lin Yan.
“Lakukan!” Tetua Agung klan Gu pun berbicara dingin. Ia sama sekali tidak menyukai anggota klan Gu yang berbuat seperti itu. Sebab, ia dan kedua saudaranya selalu mencoba bersikap baik terhadap anggota klan. Kali ini, ia dan saudaranya harus menggunakan cara keras agar anggota klan mereka tidak berbuat sesuka hati seperti Tetua Gu Rong.
Zhep!
Patriak klan Gu dan Gu Shen pun menghilang dalam sekejap dan muncul dari dua arah yang berbeda ke tempat Tetua Gu Rong bergerak.
Tetua Gu Rong tertegun karena tau bahwa ia terlalu ceroboh saat ini. Ia telah membuat kesepakatan dan ia yang melanggarnya. Ia pun langsung menghentikan tubuhnya bergerak agar Patriak klan Gu dan Gu Shen berhenti juga.
Sesuai dugaan, keduanya pun terhenti di dekat Tetua Gu Rong.
“Kenapa kalian tampak seperti hendak menghentikanku untuk ke sana?” Tanya Tetua Gu Rong dingin.
“Bukankah kau yang membuat kesepakatan, Tetua Gu Rong? Awalnya jika kau tidak membantu, putramu hanya akan mengalami cidera dan akan pulih dalam waktu paling lama satu minggu. Tetapi, di sisi lain kau terlalu percaya diri dengan putramu yang bahkan tidak pernah mengalami pertempuran hidup dan mati!” Balas Patriak klan Gu tetapi hanya bisa di dengar oleh Gu Shen dan Tetua Gu Rong.
Wajah Tetua Gu Rong semakin gelap. “Kenapa kalian tidak mengentikan anak itu melumpuhkan putraku?”
“Karena Lin Yan lebih berharga dari putramu! Sedari awal, kami tidak memiliki niat memojokkanmu, Tetua Gu Rong! Tetapi kau selalu memaksakan keberuntunganmu dengan menekan kami agar semua yang kau mau tercapai!” Balas Patriak klan Gu.
Lin Yan yang menatap itupun sangat heran dengan sikap seseorang yang menjadi Tetua di klan Gu. Apa fungsinya untuk menimbulkan kebencian antara sesama anggota klan?
“Memang benar putramu yang selalu menindas banyak anggota klan Gu tidak memiliki harga di mata kami! Lihatlah, putramu bahkan tidak mampu menghadapi Lin Yan yang jauh lebih muda dan dengan kultivasi yang lebih tinggi! Semula, kau juga membatunya dalam pertempuran!” Kali ini Tetua Agung yang berbicara sangat keras di dengar oleh semua anggota klan Gu.
“Kau masih bertanya kenapa Lin Yan lebih berharga? Karena dia adalah jenius yang melebihi putramu! Tidak hanya itu, bahkan Asosiasi Alkemis secara rela membantunya dan bahkan menarik diri dari Kerajaan Bintang ke Kerajaan Bulan! Apa kau tau berapa kerugian mereka melakukan itu? Tetapi mereka menganggapnya sepadan jika bisa membantu Lin Yan!” Tambah Tetua Agung klan Gu.
Para anggota klan Gu yang mendengar itu pun berbisik-bisik. Pertama tentang Tetua Gu Rong yang membatu Gu Lang, juga tentang Asosiasi Alkemis yang membuat mereka semua sangat terkejut.
Tentu seseorang yang dihargai sangat tinggi oleh Asosiasi Alkemis bukan seseorang yang sederhana karena Asosiasi Alkemis adalah kekuatan besar yang mampu menyaingi dua Kerajaan besar.
Wajah Tetua Gu Rong menjadi pucat. Ia tentu langsung menyadari bahwa hal bodoh untuk mencoba membuang sekutu seperti itu yang bahkan dihargai sangat tinggi oleh raksasa seperti Asosiasi Alkemis.
Siapapun tentu paham bahwa harga Lin Yan jauh lebih tinggi dari pada harga putranya yang selalu bermalas-malasan di dalam klan serta bermain dengan wanita ke sana ke mari.
Karena tidak bisa membalas, Tetua Gu Rong pun bergerak ke arah tempat putranya berada.
Patriak klan Gu dan Gu Shen hanya membiarkannya.
Sesampainya di tempat putranya, ia pun langsung menarik Gu Lang keluar dari dalam tanah. Tetapi, wajah Tetua Gu Rong semakin muram saat mendengar kata-kata putranya.
“Ayah! Kultivasiku telah lumpuh oleh bocah itu! Bunuh dia! Sebagai seorang Tetua, ayah pasti mudah melakukannya!” Teriak Gu Lang sekuat tenaga.
Bahkan Tetua Gu Rong saat ini membenci putranya sendiri. Ia menang memiliki rencana untuk mengambil posisi Patriak. Tetapi tidak menyangka semuanya akan hancur karena keserakahan Gu Lang terhadap Gu Yin.
“Kalian akan membayar hal ini suatu hari nanti!” Batin Tetua Gu Rong dan langsung menghilang dari tempat itu membawa Gu Lang. Ia langsung mengambil semua anggota keluarganya dan keluar dari klan Gu.
Menatap itu, Patriak klan Gu hanya bisa pasrah. Ia tidak bisa menyalahkan Lin Yan karena sedari awal pun, Lin Yan terus menggunakan tangan kosong agar Gu Lang menyerah. Ketika Tetua Gu Rong membantu Lin Yan, dia langsung menggunakan senjata serta teknik kuat untuk membereskan Gu Lang dalam sekejap. Ia paham bahwa Lin Yan tidak puas dengan sikap Tetua Gu Rong yang membantu Gu Lang sehingga Lin Yan mencoba memberi mereka pelajaran menyakitkan. Yaitu, melumpuhkan kultivasi Gu Lang.
“Bubar!” Teriak Patriak klan Gu yang membuat semua anggota klan Gu menyebar ke segala arah dalam sekejap karena nada teriakan Patriak mereka saat ini terlihat dalam suasana hati yang sangat buruk.
Di sisi lain, Gu Yin tersenyum senang menatap Gu Lang lumpuh. Ia tidak peduli sama sekali tentang Tetua Gu Rong. Ia yakin bahwa Tetua Gu Rong pasti akan membalas dendam suatu hari nanti. Tetapi ia yakin bahwa ketika waktunya tiba, Tetua Gu Rong akan semakin menyesal.
Tetua Agung klan Gu serta Gu Shen hanya bisa menghela nafas panjang karena salah satu kultivator terkuat klan mereka pun pergi begitu saja.
Gu Yuena tetap diam menatap kejadian tersebut. Sementara Huan Caiyi melirik ke arah tempat Tetua Gu Rong pergi. Ia paham bahwa suatu hari nanti Tetua Gu Rong pasti akan mencari masalah dengan adiknya.
Xia Yue'er yang menatap kejadian itu tidak peduli sama sekali karena ia terus berpikir tentang cara Lin Yan bertarung. Ia juga mendapatkan beberapa hal yaitu cara untuk memfokuskan qi agar lebih terarah.