Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 242 - Dewi Naga Asyura



Lembah Naga


Sosok naga raksasa tampak berbaring seolah-olah tertidur walaupun itu hanya sebuah cangkang saja.


“Lin Yan.. apa makhluk itu?” Xia Yue'er yang langsung bersembunyi di dalam pakaian Lin Yan dengan tubuh gemetaran pun langsung bertanya.


“Yue’er.. itu bukan makhluk, tetapi sebuah kulit luar.” Balas Lin Yan dan perlahan melihat sekelilingnya.


“Oh?” Xia Yue'er pun perlahan terbang lalu menatap kulit naga dengan seksama. Walaupun itu mengeluarkan uap aneh berwana hitam, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang membuat ia menghela nafas lega sambil membelai dadanya.


Sementara itu, Lin Yan perlahan berjalan ke tempat tertentu di pinggiran gua bawah tanah tersebut.


Lin Yan terhenti di depan beberapa patung yang tampak memiliki ukuran seperti manusia pada umumnya.


“Hm? Tampaknya aku pernah melihat patung ini.” Gumam Xia Yue'er saat duduk tiba-tiba di bahu Lin Yan.


“Kau pasti melihatnya di Dunia Roh, tempat tugu tentang Manusia dan Naga disebutkan.” Balas Lin Yan memutar bola matanya ke arah Xia Yue'er karena Roh mungil tersebut sangat pelupa.


“Ya aku ingat. Patung yang paling depan juga ada di Dunia Roh Peri. Jika tidak salah, ayah mengatakan padaku bahwa dia disebut sebagai Kaisar Manusia.” Xia Yue'er pun berbicara kembali dan menatap ke arah patung-patung lainnya.


Lin Yan menggelengkan kepalanya melihat Xia Yue'er. Ia pun perlahan mendekat dan menatap dengan seksama patung yang mungkin menjadi milik Kaisar Manusia Generasi Pertama.


Karena itu adalah sebuah patung yang terbuat dari batu dan tidak memiliki warna, wajah Kaisar Manusia tidak terlalu jelas karena sudah lama waktu berlalu semenjak patung tersebut dibuat.


Tatapan Lin Yan pun tertuju pada belakang patung. Di belakang patung pertama, sangat banyak sosok yang terlihat.


Banyak dari mereka wanita. Tetapi tatapan Lin Yan tertuju pada satu wanita yang memiliki patung lumayan jelas.


“Lin Yan! Lihat ini! Kenapa patung ini terlihat mirip denganmu?” Tanya Xia Yue'er saat menunjuk patung yang dipandang oleh Lin Yan juga.


Lin Yan perlahan mendekat dan menatap patung wanita cantik dengan enam sayap di punggungnya. Kedua lengannya memiliki bentuk naga dari siku sampai ke ujung jarinya sedang memegang gagang pedang yang tertancap ke bawah dengan kedua tangan dan gagangnya sebagai tumpuan.


“Eh.. ada penjelasan tentangnya. Hanya patung ini yang ada.” Xia Yue'er menatap ke arah kaki patung wanita tersebut.


Tatapan Lin Yan pun tertuju pada bagian bawah patung. Patung wanita tersebut berdiri di sebuah batu dan ada tulisan tertentu yang sedikit kabur.


“Dewi Naga Asyura..” Gumam Lin Yan membaca tulisan tersebut. Ia menatap kembali ke arah patung dengan tatapan kosong sejenak.


“Dewi Naga Asyura..” Lin Yan menyebutkan nama itu beberapa kali dengan tatapan kosong.


Deg!


Patung itu pun tampak seperti membuka matanya yang membuat Lin Yan dan Xia Yue'er terkejut setengah mati.


Bussssh!


Qi yang sangat kuat pun berhembus ke segala arah. Di atas patung wanita tersebut, qi perlahan berkumpul lalu menyelimuti patung.


Krak! Krak! Krak!


Patung tersebut tampak memiliki retakan pada permukaannya lalu menampilkan sosok wanita yang sangat cantik walaupun sangat terlihat bahwa itu masihlah sebuah patung.


Patung Dewi Naga Asyura pun berbicara ketika ledakan qi telah mereda.


“Lin Yan! Patung itu berbicara!” Seru Xia Yue'er terkejut.


“Hm? Makhluk apa kau wanita mungil?” Tanya patung Dewi Naga Asyura.


“Hei patung wanita! Bagaimana caramu berbicara? Apa kau menggunakan Formasi qi yang akan aktif di saat tertentu? Aku pernah mendengar hal ini walaupun aku tidak percaya akan melihatnya secara langsung! Dan siapa yang kau sebut makhluk mungil?” Teriak Xia Yue'er. Ia sama sekali tidak takut karena tau bahwa itu hanyalah patung. Ia pernah mendengar dari ayahnya bahwa ada Formasi spesial seperti itu tetapi informasi tentang penggunaan Formasi telah menghilang.


“Bukankah kau itu memang mungil? Kau hanya seukuran telapak tangan saja.” Balas patung Dewi Naga Asyura.


Xia Yue'er pun menggertakkan giginya dengan kuat. Ia mengarahkan lengan mungilnya lalu lingkaran Formasi pun tercipta karena ia ingin menghancurkan patung wanita tersebut.


“Hentikan Yue'er..” ucap Lin Yan dan menatap patung tersebut dengan seksama sekali lagi. Ia menatap lurus ke arah matanya.


Dewi Naga Asyura mengabaikan Xia Yue'er dan menatap ke arah Lin Yan juga.


Lin Yan perlahan menutup matanya dan membukanya kembali. Matanya kini berubah menjadi mata Naga yang sama dengan wanita tersebut.


“Oh?” Dewi Naga Asyura terkejut melihat mata Lin Yan. Ia pun tersenyum hangat melihat Lin Yan.


“Sepertinya kau memang mengenalku.” Lin Yan pun membuka suara kembali dan menatap Dewi Naga Asyura dengan mata sedikit menyipit.


“Ya. Walaupun aku hanya pernah melihatmu satu kali, aku yakin bahwa itu kau. Kau dulu terlihat sangat rapuh, tapi sekarang tampaknya kau selamat dan tumbuh dewasa.” Balas Dewi Naga Asyura.


“Dulu? Jangan bercanda! Kaisar Manusia itu hidup di zaman jutaan tahun yang lalu. Bagaimana kau bisa melihatku? Kau pasti hidup di masa yang sama dengannya!” Lin Yan berkata dan menunjuk ke arah patung Kaisar Manusia.


“Oh? Sudah selama itu waktu berlalu? Jangan marah.. semua patung ini adalah karya dari seseorang dan tidak akan bisa hancur oleh waktu. Aku tidak mengerti tentang konsep waktu atau lebih tepatnya aku tidak bisa menghitung waktu karena diriku di masa itu hanya iseng menaruh Formasi di patungku sendiri dan membawa semua ingatan milikku.” Balas wanita tersebut dengan senyum hangat.


Lin Yan terdiam mendengarnya. Bahkan Xia Yue'er pun tidak bisa berkata-kata karena Formasi tersebut sangat awet meskipun dibuat karena iseng belaka.


“Kau memiliki bentuk yang sama denganku. Cakar Naga, Enam Sayap dan Mata Naga. Bisakah kau mengatakan siapa kau dan siapa aku?” Tanya Lin Yan. Dari ini, ia telah membuat spekulasi juga bahwa dirinya bukan berasal dari Klan Lin. Tetapi kakek dan neneknya menemukannya ketika ia masih bayi.


“Siapa? Aku tidak bisa memberitahumu. Tetapi, aku akan membantumu untuk mendapatkan petunjuk menemukan identitasmu yang sebenarnya.” Balas Dewi Naga Asyura.


“Petunjuk?” Kerutan di wajah Lin Yan semakin banyak. Tetapi ia tetap bersabar karena tau bahwa tidak mungkin memaksa patung berbicara.


“Ya. Apa kau lihat sosok raksasa itu? Jika kau sama sepertiku, kau pasti dapat menggunakan kekuatan untuk melahap sesuatu dan menjadikannya kekuatanmu sendiri.” Lanjut Dewi Naga Asyura.


“Maksudmu?” Lin Yan pun membuat spekulasi yang sama. Tujuan awalnya datang kembali ke Lembah Naga tentu saja menggunakan kekuatan tersebut untuk melahap sesuatu yang mengandung qi yang sangat besar.


“Kau pasti paham apa maksudku. Tetapi, sungguh tidak terduga bukan? Jika saja aku tidak meninggalkan Formasi di sini, kau mungkin berpikir dua kali untuk melakukannya.” Lanjut Dewi Naga Asyura.


Lin Yan terdiam karena perkataan Dewi Naga Asyura memang benar. Ia sedikit tidak yakin melakukannya karena belum terlalu mengerti tentang kekuatannya yang mungkin kini ia prediksi hanya terbangun sekitar 5% saja, lebih rendah dari prediksinya dahulu.


“Lakukan. Dengan adanya aku di sini, kau pasti berhasil. Tubuhmu saat ini tidak mampu menampung semua kekuatan itu. Jadi, aku akan menyegel sebagian besar agar bisa kau serap perlahan-lahan dalam jangka panjang secara otomatis. Kau tidak perlu melakukan meditasi atau semacamnya karena tubuhmu akan bekerja sendiri mencerna kekuatan tersebut dari waktu ke waktu.” Lanjut Dewi Naga Asyura.


Lin Yan tidak setuju begitu saja. Ia pun bertanya sesuatu yang membuat Dewi Naga Asyura terdiam.


“Kenapa kau terlihat sangat ingin membantuku?”